Month: October 2018

BUMI BLAMBANGAN kembali BERPESTA

Untuk kedua kalinya Banyuwangi kembali mengadakan “Festival Banyuwa ngi 2012”. Festival ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kata Banyuwangi yang ke-241. Dalam festival yang digelar dari tanggal 15 November sampai tanggal 22 Desember 2012 lalu, berbagai produk budaya seperti tari-tarian upacara, adat istiadat, dan produk unggulan dari Kata Banyuwangi ditampilkan yang dapat dinikmati setiap wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

PRODUK BUDAYA yang dipamerkan antara lain Parade Gandrung Sewu. Dalam parade tersebut, seribu lebih penari yang profesional dan para pelajar dari wilayah setempat menari melakonkan sebuah cerita legenda Gandrung. Tidak hanya keaslian budaya tradisionat yang dipertunjukkan, dalam “Festival Banyuwangi 2012”, pengunjung juga disuguhi kolaborasi budaya tradisional dengan budaya modern seperti dalam acara “Banyuwangi Jazz Festival”, “Festival Anak Yatim”, dan pergelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susm ono.

Dalam kesempatan festival ini, Pemkab Banyuwangi juga mempromosikan Kota Banyuwangi sebagai arena olahraga alam yang cocok untuk dijelajahi dan dapat menjadi tontonan atraksi yang menarik bagi wisatawan. Contohnya, lomba balap sepeda int ernasional “Tour de ljen “, yang diikuti tim dari luar negeri dan tim dari dalam negeri dengan menyusuri kawasan Gunung Ijen sepanjang 340 kilometer. “Dalam lomba ini, keindahan alam Gunung Ijen dinikmati dan dijelajahi oleh 115 atlet dari 16 negara, “ ujar salah seorang penyelenggara lomba.

Selanjutnya, “International Power Cross Championship “ juga menjadi pilihan agenda yang tak boleh ditinggalkan oleh penggila motor cross.

Sebuah ajang kejuaraan motor cross yang berstandar internasional dengan menghadirkan crosser dari luar negeri yang sengaja diundang untuk ikut bertanding bersama crosser Indonesia.

Berikutnya, festival ini dimeriahkan oleh artis dari ibu kota, sebuah Konser Band Ungu yang menghibur, dipadukan dengan acara pendeklarasian Pelajar­ Pemuda Anti-Narkoba, HIV/AIDS, dan Anti-Kekerasan.

Pada tanggal 22 Desember 2012, festival diramaikan dengan “Festival Kuwung”. Salah satu agenda tahunan perayaan Harjaba ini dihadirkan sebagai etalase yang memamerkan sisi keaslian Kota Banyuwangi, baik dari sisi kekayaan budaya, adat istiadat maupun sisi potensi unggulannya yang dibawakan oleh 1.000 peserta dari perwakilan 24 kecamatan se­ Kabupaten Banyuwangi.

Sebagai puncak seluruh rangkaian festival, warga Banyuwangi menghadiri Malam Resepsi Harjaba ke-241 yang dipusatkan di Alun-Alun Blambangan, pada tanggal 22 Desember 2012 pukul 19.00 WIB. lnilah puncak tumpah ruah kegembiraan masyarakat Banyuwangi yang selama hampir dua bulan disuguhi pesta rakyat dengan berbagai pesonanya.

 

PARADE GANDRUNG SEWU

Parade ini disaksikan oleh ratusan pengunjung. Mereka berbondong­ bondong menyaksikan acara ini. Parade ini adalah sebuah pergelaran kolosal Tari Gandrung oleh 1000 orang penari. Tari Gandrung merupakan ikon pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Areal yang digunakan sebagai arena parade berupa ruang terbuka di pinggir Pantai Boom . Dari pantai ini pengunjung dapat memandang Pulau Bali dari kejauhan, dibatasi oleh Selat Bali yang beriak tenang. Seluruh pendukun g acara Parade Gandrung Sewu terdiri dari 1400-an orang. Mereka adalah siswa-siswi dari berbagai daerah di Kabupaten Banyuwangi, seniman, dan penari senior ataupun penari junior.

Tari Gandrung sedemikian lekat dengan rakyat Banyuwangi sehingga tak heran bila Kabupaten Banyuwangi juga di sebut sebagai “Kota Gandrung” dan menjadi ikon pariwisata Banyuwangi. Tak berlebihan rasanya bila dalam rangka “Festival Banyuwangi 2012” ini, rakyat Banyuwangi menyuguhkan Parade Gandrung Sewu dengan menampilkan seribu lebih penari untuk menari Gandrung.

Menurut buku panduan wisata yang dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, kata gandrung berasal dari bahasa Jawa yang berarti cinta atau pesona. Dahulu, tarian Gandrung dimainkan masyarakat pada malam hari sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Dewi Sri (Dewi Padi) atas hasil panen yang melimpah. Namun kini, tarian tersebut ditampilkan pada siang hari dan kapan saja. Tujuannya adalah untuk menghormati para tamu.

Pada tanggal 18 November 2012, diadakan “Banyuwangi Ethno Carnaval (BEC) “ yang merupakan parade fashion yang kental dengan nuansa etnik seni budaya tradisional Banyuwangi dan seni modern.

Tujuannya untuk menjembatani antara aspek modern dan aspek seni budaya tradisional khas Banyuwangi. Terna “BEC 2012” adalah “Re­Barong Using”. Maksudnya menata ulang tanpa mengubah nilai aslinya, merumuskan dan meluruskan pemahaman, mempertahankan jati diri, pengaktualisasian diri kembali, percepatan dan penataan pariwisata, seni dan budaya Banyuwangi.

“Banyuwangi Ethno Carnaval” merupakan sebuah parade fashion yang kental dengan nuansa etnik. Dengan mengangkat tema “Re-Barong Using”, parade ini didominasi nuansa tiga warna yaitu merah, hijau, dan kuning. “Dengan tema “Re-Sarong Using” ini, kami ingin menunjukkan bahwa Banyuwangi juga mempunyai Sarong, sama seperti Bali, “ tutur Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Abdullah Azwar Anas menambahkan bahwa ada proses mendesain, transformasi sejarah, dan pemahaman tentang barong yang diwujudkan ke dalam kostum yang dibuat para peserta. Hal ini menjadi luar biasa karena ada proses mencipta dari para peserta yang berkorban tidak materi, tetapi juga berkorban tenaga. Adapun kostum tersebut beratn mencapai 5 kilogram. Walupun demikian, mereka tetap antusias dan bersuka cita.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat fenomena alam unik yang mampu menarik perhatian wisatawan. Bahkan, fenomena alam ini hanya satu-satunya terdapat di dunia. Fenomena tersebut bernama Blue Fire yang dapat dilihat di Kawah Ijen. Fenomena Blue Fire sangat terkenal, bahkan menyaingi popularitas pemandangan matahari terbit di Banyuwangi yang disebut sebagai matahari terbit pertama di Jawa. Fenomena Blue Fire hanya satu-satunya yang terdapat di Indonesia. Di dunia, satu-satunya tempat yang memiliki fenomena serupa adalah Islandia. “lni adalah fenomena yang sangat spektakuler semoga suatu saat dapat menjadi world destination, “ ujar Abdullah Azwar Anas.

“Saatnya daerah mempertontonkan dan “menjual keistimewaan” diri mereka. Begitu pula dengan “Festival Banyuwangi 2012”, yang “menjual” kebudayaan yang berwarna­warni,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar di Jakarta.

Selain dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Banyuwangi, festival kebudayaan ini juga menjadi ajang pendukung bagi pemda setempat dalam mengembangkan berbagai potensi pariwisata yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami sedang membangun infrastruktur secara signifikan seperti bandara dan akses-akses menuju area objek wisata. Tujuannya untuk mengembangkan potensi ekonomi pariwisata. dan budaya Banyuwangi, “ ujar Abdullah Azwar Anas.

Artikel ini didukung informasi dari Pemda Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Keindahan musim panas di LADAKH-HIMALAYA

Deretan pegunungan itu begitu luas, tidak terputus. Puncak-puncaknya menjulang kokoh diselimuti es dan salju, membekukan semua kehidupan yang ada. Namun, ketika musim panas tiba, saat matahari memancarkan sinarnya, salju berhenti turun dan es mulai mencair menciptakan aliran-aliran air, memberi kehidupan. Warna-warni bunga-bunga alpine yang bermekaran di bawah langit biru tampak indah sekali. Puncak-puncak tinggi dan lembah-lembah dalam menunjukkan wajahnya, sehingga tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata akan keindahan Himalaya ini.

SEJAK 70 JUTA TAHUN LALU, serpihan lempeng benua raksasa Gondwana bernama India, menabrak Daratan Asia membangun pegunungan maha luas: Himalaya. Pegunungan ini memiliki ratusan puncak di atas ketinggian 7.000 meter, membentang dari barat ke timur sepanjang 2.400 km melewati negara Pakistan, India, Nepal, Bhutan sampai Cina. Di antara berbagai daerah di pegunungan ini, terdapat suatu kawasan luas dikenal dengan istilah Padang Pasir Himala ya. Di sini berjajar gunung-gunung cadas gersang dan lembah-lembah berpasir, tercipta akibat posisi kawasan ini di daerah bayangan hujan sehingga tetesan-tetesan air dari langit sangat sedikit turun. Walaupun demikian, kawasan ini menyajikan sesuatu yang berbeda. Alam terpencil dan liar dengan bentang alam luar biasa serta udara begitu bersih, menciptakan panorama yang sulit ditandingi alam di mana pun di dunia.

Sekalipun Padang Pasir Himalaya sulit untuk didatangi tetapi ada sedikit tempat yang menyajikan kemudahan untuk dapat menikmati pesonanya seperti Ladakh yang berlokasi di India bagian utara. Wilayah ini cukup mudah dikunjungi melalui penerbangan singkat dari New Delhi (selama satu jam) dengan dilayani oleh berbagai macam operator penerbangan atau dapat melalui jalan darat melalui Manali selama dua hari. Dengan catatan, semua ini hanya mungkin dilakukan pada musim panas yaitu pada bulan Juni sampai bulan Agustus. Ketika musim dingin tiba, jalur darat hampir tidak mungkin dilalui dan suhu udara jatuh di bawah titik beku. Kota yang dituju adalah Leh, merupakan pusat dari pemerintahan sekaligus daerah tujuan wisata. Penginapan, rumah makan, toko-toko cenderamata, dan jasa tur operator banyak terdapat di kota dengan ketinggian 3.520 meter. Hal yang perlu dicermati saat mengunjungi Ladakh adalah bahwa daerah ini berada di lokasi dengan ketinggian di atas 3.000 meter sehingga mudah mengidap penyakit ketinggian. Diperlukan waktu satu hari sampai dua hari untuk melakukan adaptasi terhadap iklim dengantidak melakukan kegiatan apa pun, kecuali jika kita datang menggunakan jalan darat, karena proses penyesuaian ini sudah terjadi selama dalam perjalanan. Tanpa proses adaptasi ini, serangan penyakit ketinggianakan datang. Penyakit ini ditandai dengan sakit kepala, susah tidur, sesak napas, batuk kering, dan kehilangan koordinasi keseimbangan.

Mengunjungi Ladakh berarti kita akan menyak sikan bentang alam sangat spektakuler berupa gunung-gunung cadas berpuncak salju, lembah-lembah tersembunyi yang sangat indah, ngarai-ngarai dalam yang dibelah oleh Sungai Indus nan legendaris, dan danau-danau menakjubkan di dataran tinggi. Tersedia puluhan jalur trekking untuk menikmati anugerah alam tersebut di Lembah Zanskar, Lembah Nubra atau Panggong Tso, dari mulai jalur yang ringan selama 3 hari-dapat dipakai untuk keluarga-sampai jalur dengan waktu tiga minggu bagi mereka yang suka petualangan. Bagi yang tidak suka berjalan, tersedia pilihan safari menggunakan mobil, melewati jalan tertinggi di dunia dengan menerobos celah (pass) dengan ket inggian sekitar 5.000 meter.

Berinteraksi dengan orang Ladakh, keturunan dari bangsa Tibet yang beragama Buddha atau orang Balti yang beragama Islam akan memberikan pelajaran kepada kita bagaimana mereka beradaptasi hidup di lingkungan ekstrem ini. Mereka bersifat ramah dan tinggal di desa-desa cantik di lembah hijau, tertutupi oleh tanaman pangan barley, dipagari oleh pohon-pohon willow dan poplar atau kebun-kebun buah apricot dan apel. Kalau sedang beruntung maka kita dapat bertemu dengan suku-suku nomaden yang hidup dari menggembalakan yak dan kambing.

Pengaruh agama Buddha sangat besar di Ladakh karena itu sangat mudah menemukan bangunan-bangunan yang mencirikan agama Buddha seperti dinding mane dari pecahan batu, chorten berbentuk stupa atau roda doa (praying wheel) berbentuk silinder yang diputar sambil membaca mantra.

Bangunan paling menarik adalah biara-biara kuno Buddha (gompa), terdapat di setiap desa atau permukiman dengan posisi umumnya didirikan pada puncak-puncak bukit terjal. Lamayuru, Hemis, Thiksey, dan Diskit adalah beberapa gompa terkenal yang biasa dikunjungi oleh wisatawan.

Ladakh adalah daerah persimpangan rute kuno perdagangan pada masa jalur sutra. lmajinasi masa lalu tersebut akan timbul ketika kita berjalan ke “main bazaar “ (pasar besar) di Leh.

Barang kerajinan Ladakh antara lain adalah perhiasan Zanskar, patung tembaga, perhiasan perak, manik-manik batu dari Tibet, karpet, dan syal pasmina dari Kashmir. Barang kerajinan ini ditawarkan oleh puluhan toko-toko berbaur dengan pedagang rempah-rempah, buah-buahan, dan sayuran. Pasar selalu ramai, terutama pada sore hari. Beragam manusia dari berbagai budaya-penduduk asli, rahib dari Tibet, muslim dari Kashmir atau wisatawan dari Eropa dan lndia-berbaur menjadi satu.

Kontras dengan ketenangan dan kedamaian alam, serta keramahan penduduknya, situasi politik mengundang kehadiran militer India di kawasan ini. Mereka berlokasi di perbatasan tiga negara yaitu India, Pakistan, dan Cina. Tidak mengherankan kawasan Ladakh penuh dengan kompleks militer.

Pengamanan superketat, beberapa lokasi hanya dapat dikunjungi dengan izin khusus. Oleh karena itu, menjelajahi Ladakh hanya mungkin dilakukan dengan menggunakan jasa tur operator karena jasa pelayanan ini juga akan mengurus perizinan masuk ke lokasi-lokasi terlarang. Namun, kehadiran militer membuat pembangunan infrastruktur di Ladakh tergolong baik. Semua desa telah terhubungkan dengan jalan yang mudah dilalui dan teraliri oleh listrik. Kita akan terkagum-kagum melihat bagaimana jalan-jalan untuk kendaraan mengukir lereng terjal dan menembus gunung-gunung tinggi

Saat salju mulai turun lagi di bulan September, Ladakh kembali terasa sepi. Aktivitas penduduk menurun drastis, para wisatawan kembali ke negaranya. Suasana putih salju dan suasana dingin menguasai kembali kawasan ini. Siklus alam rutin ini telah dialami gunung-gunung di kawasan ini selama jutaan tahun. Namun, mereka tetap berdiri kokoh dan tegak, memberi pemandangan yang mengagumka.nHimalaya selalu menunjukkan keindahannya.

  1. Pemandangan luar biasa Desa Khardung, hamparan hijau ladang-ladang barley berlatar belakang pegunungan cadas gersang dengan puncaknya tertutup salju.
  2. Ladakh memiliki
  3. jaringan jalan menggagumkan, mengukir lereng-lereng terjal, menembus gunung-gunung, berkelok-kelok di lembah yang dalam dan menyajikan pemandangan tidak tertandingi.
  4. Pegunungan terjal stupa dan rumah-rumah berarsitektur tradisional dari batu bata lumpur mendominasi di Leh kota utama di Ladakh
  5. Bertengger di puncak bukit atau tempat tinggi yang terjal untuk mendapat pemandangan luas dan memantau situasi, karakteristik biara di Ladakh seperti berada di Thiksey Gompa.
  6. Suasana di kota Leh
  7. pada ketinggian 3.520 meter dari permukaan laut pada musim panas.
  8. Keindahan tidak tertandingi dari danau dataran tinggi dengan warna airnya yang berubah-ubah bergantung refleksi dari langit, Panggong Tso, di dekat perbatasan dengan Cina.
  9. Air mengalir deras pada musim panas dari lelehan salju atau glacier, membelah karpet rumput hijau, tempat bunga-bunga alpine bermekaran.
  10. Atraksi menunggang unta berpunuk dua di Desa Hunder yang digunakan untuk perjalanan karavan dari Ladakh ke Xinjiang hingga perbatasan India dan Cina di tahun 1940-an.

Akomodasi berbentuk camp dengan tendatenda sebagai kamar dilengkapi dengan tempat tidur dan kamar mandi dalam, merupakan fasilitas yang umum ditemukan di Lembah Nubra.

AWAN SIMATUPANG : Pematung yang Peduli terhadap Lingkungan

Pria kelahiran Jakarta 1967 ini sejak kecil sudah bercita-cita ingin menjadi seniman. Ketika duduk di bangku SMA, cit-acita itu kian mengakar kuat untuk menjadi seniman pematung. Karena itulahse lepas SMA, Awan langsung masuk ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

 “SEJAK KECIL saya memang sudah senang dengan patung karena saya mendapat tugas dari orang tua unt uk membersihkan koleksi patung yang ada di rumah. Lama­kelamaan saya menyukai benda tiga dimensi tersebut dan sempat terpikirkan oleh saya bagaimana cara membuatnya. Pikiran inilah yang selalu terhunjam di benak saya sehingga saya memutuskan untuk menjadi pematung, “ ujar Awan menceritakan ketertarikannya pada patung.

Sejak mulai berkarya sampai saat ini Awan sudah sering mengikuti berbagai pam eran, baik pameran tunggal maupun pameran bersama. Selepas dari IKJ, Awan sempat menambah ilmunya dengan mengikuti workshop di La Sale College, Goethe Institute Singapore, dan desain poster di Antonio Ratti Fondazione, Como, Italia. Karya-karya Awan sarat dengan simbol dan ada pesan yang terkandung di dalam karyanya yang penuh falsafah. Bentuk karyanya memang berupa sculpture yang bentuknya abstrak. Perlu imajinasi yang kuat untuk menangkap makna yang terkandung dalam setiap karyanya. Karya­ karyanya sebagian besar memakai material yang mudah didapat seperti perunggu, fiber glass, dan stainless steel.

“Namun, belakangan ini saya mulai memakai barang-barang bekas. Barang-barang yang sudah tidak terpakai tersebut dapat bermanfaat kembali bahkan memiliki nilai lebih. Karya saya selain membuat instalasi, sculpture, dan ada juga yang bersifat kinetic (sesuatu yang dapat digerakkan), “ ujarnya.

Dalam berkarya, ayah dua putra ini selalu memakai tema tertentu. Terna pertama dalam karyanya adalah “Seri Rumah”. Menurutnya, rumah memiliki simbol yang sangat universal. Di dalamnya terdapat penghuni yaitu manusia. Faktor human itulah, yang diangkat dalam dinamika kehidupan ini dan semua itu tertuang dalam wujud sebuah karya seni. Awan adalah sosok seniman yang sangat peduli terhadap lingkungan. Konsep yang dijalankannya ialah konsep 2 R yaitu Re-use dan Recycle.

Menurutnya, saat ini penting mengupayakan bagaimana kita dapat memanfaatkan barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi sehingga memiliki nilai seni yang tinggi. Seperti yang dilakukannya dengan sepeda bekas dan motor bekas, terciptalah benda seni yang bernilai tinggi. Hal ini sangat sejalan dengan pemikirannya yang sangat menyukai barang-barang lama (vintage). Namun, Awan juga menyadari bahwa ia hidup di zaman modern sehingga barang-barang lama tersebut “disulapnya” menjadi barang dengan fungsi yang baru. Hal ini terlihat dari karyanya yang berjudul “Tangker” terbuat dari bekas tangki motor buatan tahun 1950-an.

Awan memang tidak mau bergantung pada satu jenis material saja. Oleh karena itu, ia selalu hunting barang untuk dapat diolah menjadi sebuah karya seni baru. Saat ini ia sedang mengumpulkan barang bekas yaitu bathup yang akan digarapnya untuk karya berikutnya.

“Dalam berkarya saya seperti seorang desainer, ada tahapan-tahapan yang harus saya kerjakan. Bila karya sudah jadi, saya berpikir bagaikan seorang pedagang, bagaimana karya saya ini dapat bernilai jual. Untuk itulah, saya harus banyak menghubungi galeri untuk dapat bekerja sama dengan saya, “ ujar Awan.

Dengan ide yang selalu mengalir, berbagai material mampu dibuatnya menjadi sebuah karya seni yang menarik, membuat khazanah baru dalam seni kontemporer, dan Awan Simatupang merupakan salah satu pelaku di dalamnya. Karya yang dihasilkannya mengandung berbagai pesan moral. Berbagai karya yang telah dihasilkannya kini banyak dikoleksi oleh kolektor yang setia dengan karya-karya barunya.

  1. “Inside”.
  2. “Awan Simatupang”.
  3. “Message in the Bottle”.
  4. “Lullaby”
  5. “Rumah Besar”.
  6. “The Show Must Go On
  7. “Senzi”.
  8. “Tangker”.
  9. “Father and Child”.
  10. “Money for Nothing”.
  11. “June.”“

TREN SOHO DENGAN VIRTUAL OFFICE

SOHO alau Small Office Home Office adalah konsep hunian yang memadukan fungsi kantor dan tempat linggal dalam salu tempat. Dewasa ini, konsep SOHO semakin banyak dipilih oleh para pelaku usaha.

Berbagai faktor yang mendukung konsep ini diantaranya karena kemacetan yang semakin parah dan biaya sewa, uang kanlor yang semakin tinggi.

DI SINGAPURA konsep SOHO ini sangat diminati oleh wiraswasta muda. Contohnya, sebuah apartemen proyek Far East Organization di 38 Scotts Road bernama The Scotts Tower.

Di apartemen tersebut banyak unit  yang dihuni oleh para pelaku usaha yang menyiasati operasional bisnisnya dengan berkantor di apartemennya. Hal ini dilatarbelakangi oleh biaya sewa ruang kantor yang tinggi di kawasan Orchard sedangkan mayoritas dari mereka adalah pengusaha pemula. Kondisi seperti ini juga terjadi di Indonesia.

Banyak pengusaha muda di Indonesia khususnya Jakarta, memulai usahanya dengan modal yang terbatas. Dengan demikian, untuk menyewa ruang kantor dengan area minimal yang ditentukan oleh pengelola gedung tentu terasa berat. Apalagi banyak dari para pengusaha muda tersebut berprofesi sebagai arsitek, desainer interior, desainer grafis atau fotografer yang menuntut waktu kerja fleksibel dan tidak seperti waktu normal pekerja kantoran. Kebutuhan akan fleksibilitas waktu kerja dan waktu lembur yang mereka perlukan tentu saja menuntut biaya overtime yang tinggi apabila menyewa ruang kantor pada sebuah gedung. Namun, dengan adanya konsep SOHO, mereka dapat bekerja dari rumah tanpa ada batasan waktu dan tanpa biaya overtime.

Jakarta Design Center (JDC) melalui unit Business Center berupaya mencarikan solusi bagi kebutuhan para pelaku usaha yang hendak menjalankan usahanya dari rumah dengan waktu yang fleksibel tanpa memiliki nilai prestisius bagi bisnisnya di mata para kliennya. JDC Business Center hadir menyediakan pelayanan Virtual Office yang memungkinkan para pelaku usaha unt uk tetap berkantor di rumah tetapi tetap memiliki alamat representatif yang kredibel di salah satu kawasan segitiga emas Jakarta sekaligus memperoleh pelayanan pendukung perkantoran layaknya menyewa ruang kantor pada sebuah gedung perkantoran.

Pelayanan utama dari Virtual Office JDC Business Center adalah alamat kantor yang dapat dipakai oleh para pelaku usaha sebagai referensi kepada para kliennya. Di sampingi tu, sebagai pelayanan komunikasi, para pelaku usaha juga memperoleh pelayanan resepsionis dan operator yang siap menerima sambungan telepon bagi perusahaan dan dilengkapi dengan fasilitas call forwarding. Fasilitas call forwarding memungkinkan para pelaku usaha terhu bung dengan para kliennya melalui pelayanan telepon kantor yang dapat disambungkan ke rumah tempat usahanyaatau ke nomor lain yang dirujuk, bahkan ke nomor di luar kota ataupun nomor handphone. Selain itu, terdapat pula pelayanan pendukung kantor lainnya seperti penerimaan dan pengiriman faksimile serta korespondensi surat dan dokumen.

Para pelaku usaha juga tidak perlu khawatir jikaingin menyelenggarakan pertemuan dengan para klien. Mereka tidak perlu diundang untuk datang ke rumah karena hal tersebut tentu saja tidak praktis dan kurang bergengsi. JDC Business Center menyediakanfasilitas meeting room dan lounge untuk menerima tamu. Dengan terdapatnya fasilitas ini, pertemuan dengan klien akan menjadi lebih mudah dan menjadikan citra bisnis para pelaku usaha lebih kredibel di mata para kliennya.

Dengan menjadi anggota Virtual Office JDC Business Center, para pelaku usaha dapat memperoleh pelayanan perkantoran tanpa perlu membayar biaya sewa lahan kantor yang tentu saja lebih mahal. Tarif yang dipasang relatif murah yaitu mulai dari Rp675.000,00 per bulan (minimum sewa tiga bulan). Paket-paket keanggotaan Virtual Office merupakan alternatif yang sangat mendukung permulaan bisnis para pelaku usaha, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta, termasuk di luar Pulau Jawa. Dengan demikian, konsep SOHO semakin menarik untuk dijalankan dengan terdapatnya dukungan pelayanan Virtual Office dari JDC Business Center ini.

Selain itu, bagi Anda para pelaku usaha dengan bisnis yang semakin berkembang, selain dapat memanfaatkan pelayanan Virtual Office, Anda juga dapat memanfaatkan fasilitas Service Office dari JDC Business Center yakni fasilitas penyewaan ruang kantor di salah satu kawasan strategis Jakarta yang bebas 3 in 1.

Bersantap ala Masakan MITOHA

TULISAN DALAM BAHASA SUNDA di atas adalah beberapa tulisan yang terdapat di pintu masuk sebuah restoran khas Sunda, Pare Anyar, yang beradadi kawasan Cipayung, Bogar. Restoran yang berdiri di atas lahan seluas 1000 m2 ini dibangun dengan konsep rumah terbuka ala saung khas rumah Jawa Barat.

Lokasi Pare Anyar yang tidak jauh dari pintu tol Ciawi ini memang sangat strategis sehingga muncullah ide dari sang pemilik lahan untuk mendirikan restoran yang menyajikan makanan khas Sunda (baca: Cianjur). Pemilik restoran adalah Linda Mardalina, wanita muda yang aktif di berbagai kegiatan.

Semula bangunan bukanlah merupakan sebuah restoran tetapi sebuah “rumah singgah” keluarga Linda yang memang hampir pada setiap minggu harus m elakukan perjalanan Jakarta – Cianjur. Kegiatan yang kerap dilakukan di Jakarta membuat ibu dua anak ini harus membeli sebidang tanah di daerah Cipayung ini agar transportasinya lebih mudah dan efektif. Namun, jiwa bisnisnya yang kuat membuat wanita aktif ini memiliki ide untuk memanfaatkan lahannya tersebut untuk tempat bisnis. Oleh karena itu, muncullah ide untuk mendirikan restoran khas masakan Sunda yang lebih spesifik lagi yaitu masakan khas ala Cianjur.

Sebenarnyamasakan Sunda itu hampir sama menunya dari berbagai daerah yang terdapat di wilayah Jawa Barat. Namun, ada rasa masakan tertentu yang membedakan masakan dari setiap daerah yang menjadi ciri khasnya.

“Rasa khas masakan Cianjur inilah yang akan saya angkat dan menjadi makanan andalan di restoran ini, “ ujar Linda dengan logat Sundanya yang kental. “Masakan khas Cianjur memiliki cita rasa yang unik misalnya sambal cikur (kencur) yang tidak terdapat di daerah lain di Jawa Barat, rujak honje, tumis rebung, dan tumis oncom yang nikmat rasanya, dan masih banyak lagi masakan Cianjur lainnya,” ujar Linda menjelaskan.

Di sini selain menyajikan masakan ala Jawa Barat, Linda juga menata interior restorannya dengan memanfaatkan furnitur dan elemen interior peninggalan orang tua dan mertuanya. Contohnya, seperangkat kursi bemo, lemari hias, bufet, dan pernak-pernik milik keluarga yang bergaya vintage.

Semua koleksi milik keluarganya ia manfaatkan untuk mendekorasi restoran ini sehingga suasananya dapat serasi dengan makanan yang disajikan.

Oleh karena itu, masyarakat Jawa Barat yang datang ke sini seolah-olah merasakan “pulang kampung” dan terasa berada di rumah sendiri.

“Saya juga hunting ke daerah lain untuk mencari furnitur antik dan mencari gelondongan kayu untuk dibuat furnitur, karena saya menyukai kayu,” ujar Linda tentang furnitur yang terdapat di dalam restorannya.

Nama Pare Anyar memiliki arti beras yang baru digiling. Beras tersebut rasanya pulen. Sesuai dengan namanya tersebut maka restoran ini selalu menyajikan beras yang masih benar-benar fresh dan didatangkan dari daerah asalnya yaitu Cianjur. Tidak hanya itu saja, bahkan beberapa jenis bahan makanan dan bumbu tertentu memang didatangkan khusus dari daerah asalnya sehingga rasanya tidak berubah. “Inilah yang selalu harus dijaga yaitu kualitas rasa, higienitas, dan kebersihan. Ketiga hal tersebut merupakan aspek yang harus selalu dijaga,” ujar istri pengusaha alat­ alat kedokteran ini menambahkan.

Dengan sistem prasmanan, restoran ini menyajikan berbagai masakan “rumahan”. Resep masakan yang didapat Linda dari mertuanya menjadikan makanan di sini banyak disukai pengunjung. Dengan mengusung konsep “serasa di rumah sendiri” suasana yang dihadirkan di Pare Anyar ini pun menjadi lebih homey dan santai.

Lokasi Restoran Pare Anyar, Cipayung – Bogor

  1. Suasana restoran yang didominasi oleh furnitur kayu membuat suasana terasa sangat homey.
  2. Area makan yang ditata dengan konsep terbuka terasa sangat akrab bagi pengunjung.
  3. Area resepsionis.
  4. Area makan indoor yang jugs memanfaatkan furnitur koleksi keluarga.
  5. Display makanan untuk prasmanan.
  6. Aneka makanan yang disajikan.
  7. Paket makanan seperti ini lebih praktis penyajiannya.
  8. Paket camilan yang siap dinikmati pengunjung.
  9. Linda Mardalina sang pemilik restoran.

Hunian dengan Desain Modern Masa Kini

Kian terbatasnya lahan hunian serta keinginan kemudahan akses mencapai tempat beraktivitas merupakan pertimbangan semakin banyaknya pembangunan apartemen di perkotaan.

Hunian bertingkat banyak tersebut umumnya dihuni oleh para eksekutif, keluarga muda, dan ekspatriat.

SESUAI DENGAN gaya hidup masyarakat modern yang serbapraktis dan serbacepat, begitu pula dengan penataan interior sebuah show unit apartemen persembahan Margahayu Land di kawasan Jakarta Selatan ini.

Show unit seluas 150 m2 dengan tiga kamar tidur ini didesain dengan gaya m odern. Penggunaan warna putih yang berkesan bersih (clean looks) mendominasi ruang-ruang utama unit apartemen. Saat awal memasuki unit, tim desain dari Metaphor tidak langsung menerapkan ruang untuk beraktivitas. Tamu akan disambut dengan foyer yang cukup luas dengan partisi setinggi dinding berupa rak yang dapat berfungsi untuk memajang koleksi benda seni dan akses ori .

Untuk mengimbangi finishing polos berupa duco putih, terdapat cermin yang ditempatkan selang-seling pada segmen rak.

Refleksi benda-benda yang terpantul dari cermin tersebut pun dapat menambah kesan “semarak”. Adapun salah satu area dinding foyer, juga di-treatment dengan cermin sehingga menambah kesan luas pada ruang.

Bentuk geometris serta tidak terlalu banyak menggunakan detail yang rumit merupakan ciri lain dari gaya modern pada hunian ini. Hal tersebut tecermin pada ruang duduk yang merupakan area pertama setelah melalui foyer. Sebagaimana area foyer, ruang duduk pun terlihat lapang dengan tidak terlalu banyaknya furnitur yang digunakan. Satu unit sofa panjang, bench, side table, dan credenza

dengan bentuk simpel yang merupakan pengisi area ini hadir dalam gradasi warna putih anggun yang senada dengan lantai dan dinding marmer. Kombinasi serbaputih tersebut diberi sentuhan karpet bernuansa cokelat sehingga ruang terasa lebih hangat dan nyaman. Coffee table pun dipilih dengan bentuk silinder dengan material kaca transparan dan rangka metal.

Adapun aksen horizontal berupa ambalan rendah serta dinding yang diceruk dan diberi cermin dan indirect lighting turut menambah kesan luas pada ruang.

Suasana modern dan clean juga hadir pada ruang makan yang berada di seberang ruang duduk. Lantai, aksen dinding, dan meja bar hadir dalam nuansa warna yang sama dengan ruang duduk. llusi ruang yang lebih luas juga berhasil dihadirkan melalui ambalan horizontal yang menerus sepanjang salah satu dinding ruang makan yang bercat putih polos. Lukisan berwarna dengan proporsi memanjang pun berhasil mengimbangi bidang tersebut. Unsur material seperti metal turut membentuk karakter modern pada ruang. Hal tersebut terlihat pada aplikasi kaki meja serta kursi makan dan chandelier yang menggantung tepat di atas meja makan. Treatment lain pada ruangan ini terdapat pada dinding yang dilapis cermin warna yang memantulkan indirect lighting pada dropped ceiling serta diberi aksen berupa ambalan yang juga dilapis cermin. Berbatasan dengan meja bar ruang makan, terdapat area dapur yang hadir dalam nuansa clean yang diperoleh dari kabinet dengan finishing duco putih dengan top table marmer. Aksen cermin tetap diap likasik an pada pintu kabinet gantung. Painted clear glass yang merupak n background cooker hood dim aksud kan agar area tersebut mudah dibersihkan dari noda yang dihasilkan dari proses memasak dengan kompor. Adapun area kamar tidur saling berhadapan yang berada di sisi belakang unit apartemen membentuk koridor yang diberi aksen gold tinted mirror dengan carving abstrak yang terbuat dari Medium-D ensity Fibre board (MDF). Aksen cermin tersebut bert u juan untuk menjaga kesinambungan ruang duduk sampai koridor dengan mat erial yang sama,. Sementara itu, lantai kamar tidur yang merupakan area privat dilapis dengan mat erial berbeda berupa veneer sehingga berkesan lebih “hangat”. Dropped ceiling dengan indirect lighting, cermin hias, dan furnitur dengan finishing duco putih pun merupakan benang merah pada setiap kamar tidur.

Konsep modern and clean looks berhasil hadir dalam unit apartemen ini yang diwujudkan melalui penggunaan warna putih, pemilihan bentuk elemen, furnitur ruang geometris dan simpel, serta material seperti kaca dan metal.