Month: March 2019

Apartemen dengan Desain Unik dan Kontemporer

Sebuah unit aparteman sering menjadi pilihan alternatif untuk sebuah tempat tinggal yang banyak diminati kaum urban dewasa ini. Dengan nilai kepraktisan dan nilai keamanan yang diutamakan pada sebuah unit apartemen tentulah tidak lantas meninggalkan arti hunian sesungguhnya. Dengan demikian, ketenangan dan kehangatan keluarga masih dapat diperoleh dengan optimal dalam sebuah apartemen.

 

BEGITU PULA yang menjadi prioritas bagi pembangunan kompleks Lavenue yang berlokasi di salah satu daerah padat dan ramai di ibu kota Jakarta. Dengan mengusung konsep mixed-use development yang dilengkapi dengan tower perkantoran, destination centre, dan dua tow er apartemen, Lavenue hadir sebagai tempat untuk mengakomodasi kebutuhan kaum urban, dengan segala optimalisasi aspek fungsi dan aspek kepraktisannya. Konsep apartemen sebagai pilihan tempat tinggal praktis dapat juga merupakan tempat “pelarian “ dari keramaian dan keriuhan kota metropolitan dengan desain simpel yang tetap homey.

Hal inilah yang terlihat pada unit apartemen contoh yang diliput Griya Asri ini.Unit apartemen dengan luas 106 m2 ini dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu kamar tidur asisten rumah tangga, pantri, ruang makan, dan ruang keluarga yang didesain dengan konsep interior modern kontemporer. Sesuai dengan konsep keseluruhan kompleks Lavenue mixed-use development ini yang mengusung konsep young and fresh sehingga menyuguhkan tampilan desain . yang baru dan chic. Konsep ini juga tidak terlepas dari sebuah perwujudan hunian yang mengedepankan unsur praktis dan fungsional.

Yuni Jie sebagai desainer int eriornya, telah mendesain unit apartemen contoh ini dengan eksplorasi layout yang dibuat saling terbuka antarruangnya. Hal ini terlihat saat memasuki unit apartemen ini yang diawali oleh area pantri, ruang makan sampai ruang keluarga yang dibuat menyatu dengan pola mengalir. Untuk mendukung kesan lapang pada unit apartemen ini, dominasi warna putih pun menjadi pilihan. Pemilihan pengerjaan furnitur built in dengan bentuk yang clean line dilapis dengan warna putih seperti pengerjaan kabinet pant ri, konsol TV, dan rak display di ruang keluarga menggunakan cat duco putih semi-glossy

Selain aplikasi warna put ih, Yuni juga memasukkan warna lain yang dapat memunculkan kesan “hangat” dan masih tetap memberikan kesan teduh serta menenangkan seperti warna krem dan abu -abu atau bahkan memasukkan warna pastel dan warna catchy sebagai paduan warna yang memberi aksen. Desainer memberikan sentuhan berbeda pada dinding ruang keluarga dengan aplikasi wallpaper bertekstur warna abu-abu di back panel pada konsol TV. Untuk memberikan kesinambungan warna, Yuni juga menaruh karpet berwarna abu- abu. Adapun untuk ruang tidur utama, seperangkat furnitur yang serbaputih dengan finishing duco semi­glossy diberi aksen warna biru muda seperti pada bantal (cushion) dan beberapa aksesori dekorasi.

Bekerja sama dengan desainer lighting Abdi Ahsan dari Lumina, Yuni menghadirkan cara lain untuk menghasilkan kesan “hangat”“ pada unit apartemen contoh ini yaitu dengan pengolahan desain tata pencahayaannya. Aplikasi pencahayaan dalam unit apartemen ini banyak menggunakan warna-warna warm ke arah warna kuning. Selain lampu general dari downlight, indirect lamp juga merupakan salah satu sistem penerangannya dengan pendar lampu yang membuat suasana lebih homey dan hangat. Sebagai aksennya yang catchy dan perwujudan desain modern kontemporer, terdapat aplikasi lampu gantung berdesain unik hadir mengisi ruang makan dan kamar tidur utama.

Untuk menyikapi keterbatasan ruangan, Yuni memilih loose furniture dan mengaplikasikan beberapa smart trick interior. Loose furniture dengan bentuk yang simpel dan ukuran yang proposional dengan ruangannya merupakan pilihan untuk mengoptimalkan luasan ruang dalam. Seperti pemilihan seperangkat furnitur ruang makan dan sofa di ruang keluarga. Adapun solusi untuk membuat ruangan terasa lebih luas adalah aplikasi cermin pada satu dinding ruang makan. Untuk memberikan kesan “ringan “ dan tidak masif, meja makan pun dipilih dari material kaca.

Sebuah perwujudan hunian kaum urban dapat terealisasi di dalam unit apartemen ini tanpa harus meninggalkan kesan yang homey seperti layaknya pada sebuah rumah tinggal.

Mendesain sebuah taman yang Bernuansa Hijau

Mendesain sebuah taman yang melengkapi bangunan komersial didasari pada sudut pandang yang berbeda dengan taman residensial. Taman pada bangunan komersial selain ditujukan untuk menambah keindahan visual bangunan, juga difungsikan untuk memberikan citra positif yang berkaitan dengan brand perusahaan.

HAL TERSEBUT diterapkan pada taman yang melengkapi sebuah bangunan komersial yang bergerak dalam bidang usaha laundry and dry cleaning yang berada di Jakarta Pusat. Di antara deretan panjang bangunan yang berfungsi sebagai showroom, bangunan ini terlihat berbeda dan menonjol karena tampil menawan dengan karakter bangunan dan taman hijau yang memenuhi welcome area.

Seperti halnya bangunan komersial lainnya, halaman yang sangat terbatas karena didominasi oleh area parkir tidak mengurangi ide kreatif untuk mengembangkan rancangan taman yang indah dan nyaman. Halaman depan bangunan yang dirancang sebagai welcome area sebagian besar habis digunakan untuk keperluan parkir kendaraan pelanggan yang berkunjung. Dengan kapasitas maksimal kurang lebih enam buah mobil maka halaman depan ditutup dengan batu secara permanen agar mampu menahan beban lalu lintas sesuai dengan kebutuhan.

Namun, pemilik bangunan masih menghendaki adanya hijauan yang “melunakkan” bangunan lima lantai tersebut agar terlihat lebih hijau dan “hidup”. Keberadaan taman sebagai bagian dari fasad bangunan juga mencerminkan brand image sebuah usaha yang berorientasi pada peduli green architects. Hijauan mengisi celah-celah yang tersedia di antara dinding dan bangunan. Aplikasi “hijau “ juga dilakukan pada dinding-dinding pembatas kaveling melalui vertical garden. Ternyata green inspiration tersebut selain memberi dampak positif yang hijau dan menyejukkan, juga menarik perhatian pelanggan yang melewati jalan raya yang cukup padat, terutama di hari dan jam kerja.

Cerukan yang berada di antara dinding tinggi dan bangunan dikreasikan secara unik, dengan vertical garden yang hampir menutupi bidang sampai ke lantai dua, dengan jajaran fountain yang disangga dengan pedestal. Dinding vertikal menjadi latar belakang dari fountain serta background dari grafir nama perusahaan. Bidang kaca transparan yang memisahkan ruang di dalam dengan taman memberi peluang terjadinya interaksi dari dalam ke luar.

Konsep vertical garden juga diformasikan pada kedua dinding pembatas kaveling. Setiap segmen bidang dinding diisi dengan satu bidang vertical garden yang tingginya disesuaikan dengan tinggi dan lebar dinding tersebut. Selanjutnya, bidang tersebut seolah-olah “diapit “ oleh tanaman palem yang membentuk bingkai agar terlihat lebih fokus.

Beberapa pohon tinggi dan sedang seperti kamboja bunga pink dan palem Caryota mengisi bidang horizontal, yang ditanam pada area-area di sekitar tangga entrance dan showcase di lantai dasar. Keberadaan tanaman tersebut sebagai unsur keseimbangan terhadap komposisi vertikal dari bangunan supaya terlihat proposional seimbang dan enak dipandang mata.

Komposisi tanaman pada setiap bidang vertikal didesain berbeda, disesuaikan dengan lokasi ketersediaan cahaya alami yang menerpa ke dinding. Namun, hampir keseluruhan menggunakan tanaman hias berdaun indah yang memiliki warna dan motif yang eksotis. Pada dinding yang lebih TERNAUNGI, komposisi tanaman disesuaikan dengan tanaman yang menyukai suasana teduh seperti calodium, epipremnum Philo dendron, dan kadaka yang secara keseluruhan cenderung berwarna hijau yang lebih tua.

Adapun pada dinding yang mendapat cahaya alami secara langung maka lebih memungkinkan dihadirkan beragam tanaman hias, terutama yang menampilkan keberagaman warna seperti variegata, hijau kekuningan bahkan warna merah atau maroon. Ekspresi warna dan motif akan muncul sesuai dengan intensitas cahaya yang diterima.

Sistem penyiraman dilakukan secara mekanik melalui saluran pipa khusus yang mengelilingi setiap bingkai (frame). Selanjutnya, secara otomatis air aka didistribusikan secara merata ke semua titik tanam. Media tanam menggunakan talang air yang sudah dimodifikasi menjadi pot dengan beberapa lubang sebagai tempat untuk titik tanam yang menghadap ke arah depan. Selanjutnya, talang-talang tersebut disusun pada dinding menggunakan penyangga yang didesain khusus dari bahan metal yang kuat dan antikarat. Persiapan penanaman setiap bidang dilakukan di nursery sesuai dengan komposisi tanaman yang telah diatur. Setelah tanaman tumbuh lebat, selanjutnya dirakit kembali pada dinding yang sebenarnya sesuai dengan pola dan susu nan yang telah diatur sebelumnya.

Dengan demikian, tanaman akan langsung terlihat lebat dan padat menutupi dinding yang menjadi latar belakangnya.

Sistem penyiraman dilakukan secara mekanik melalui saluran pipa khusus yang mengelilingi setiap bingkai (frame). Selanjutnya, secara otomatis air akan didistribusikan secara merata ke semua titik tanam. Media tanam menggunakan talang air yang sudah dimodifikasi menjadi pot dengan beberapa lubang sebagai tempat untuk titik tanam yang menghadap ke arah depan. Selanjutnya, talang-talang tersebut disusun pada dinding menggunakan penyangga yang didesain khusus dari bahan metal yang kuat dan antikarat. Persiapan penanaman setiap bidang dilakukan di nursery sesuai dengan komposisi tanaman yang telah diatur. Setelah tanaman tumbuh lebat, selanjutnya dirakit kembali pada dinding yang sebenarnya sesuai dengan pola dan susunan yang telah diatur sebelumnya.

Dengan demikian, tanaman akan langsung terlihat lebat dan padat menutupi dinding yang menjadi latar belakangnya.

Konsep taman vertikal ini menjadi inspiras; hijau yang dapat diterapkan pada sebuah bangunan komersial. Meskipun didesain berorientasi komersial sebagai servis kepada pelanggan tetapi tetap mempert imbangkan unsur keindahan dan yang penting menampilkan identitas yang berbeda sehingga mampu menjadi “magnet “ yang mengundang tamu untuk datang.

Desain Indah Gerai Creperie, sangat Inspiratif

Kelezatan dan cita rasa yang khas dari creperie membuat salah satu hidangan ringan semakin hari semakin digemari masyarakat. Tidak heran, jika dewasa ini gerai-gerai yang menawarkan hidangan creperie semakin banyak peminatnya dan dapat kita temukan di mana-mana.

BERDIRI SEJAK TAHUN 2007, Momi & Toy”s Creperie telah memiliki 80 outlet di Jepang, 6 outlet di Shanghai, dan 3 outlet di Taipe. Kini gerai Momy & Toy’s Creperie juga telah hadir di Jakarta khusus untuk memenuhi keinginan para pencinta creperie di Indonesia. Gerai ini berlokasi di Plaza Senayan lantai 3, yang menawarkan beragam menu, baik sweet creperie maupun savory creperie, dengan resep asli dari Jepang yang memiliki cita rasa khas.

Gerai ini dibuka setiap hari d ri pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB. Beragam jenis creperi disajikan di sini dan dapat dicicipi oleh pengunjung. Contohnya adalah Banana Chocolate Cream dan Peach Cream unluk menu sweet creperic tau Tuna Cheese Salad dan Cheese Rice Egg Roll untuk menu savory creperie. Selain itu, Momi & Toy”s Creperie juga menyediakan beragam minuman sprti Ice Matcha Latte dan Mix Berry Frutte yang segar yaitu teh dengan campuran sirup dan buah berry di dalamnya.

Tidak hanya creperie lezat yang ditawarkan, tetapi juga desain interior gerai ini sangat menarik dan sedap dipandang. Konsultan arsitktur dan interior TSDS menerapkan konsep French chic dengan mengaplikasikan warna-warna pastel dan bentuk-bentuk “feminin” pada gerai ini. Adapunkonsep theatrical kitchen bar di usungdengan tujuan menarikpengunjung dengan aromacreperie yang menggoda. Theatrical kitchen bar ini jugadidesain agar pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan creperie.

Jika diperhatikan, gaya interior pada gerai ini terlihat banyak dipengaruhi oleh gaya Prancis, mengingat hidangan creperie sendiri awal mulanya berasal dari Prancis. Namun, jika diperhatikan dengan lebih saksama, layout serbaminimalis pada gerai ini jelas mengadopsi gaya Jepang, sesuai dengan negara asal Momi & Toy”s Creperie. Pada gaya arsitektur dan interior Jepang, sirkulasi dan layout yang efektif dan efisien merupakan ciri khasnya. Elemen dekorasi yang diaplikasikan pun banyak yang bernuansa Jepang.

Secara keseluruhan, dengan desain yang tepat dan layout yang baik, gerai mungil ini terasa begitu chic dan nyaman dengan gaya Prancis dan gaya Jepang yang berpadu harmonis dan apik. Banyaknya aplikasi material kayu, baik di bagian langit-langit, penutup lantai, dinding maupun furniturnya mampu menghadirkan suasana hangat dan nyaman bagi para pengunjung. Desain interior yang cantik, didukung dengan cita rasa creperie yang lezat, membuat gerai ini menjadi pilihan ideal untuk bersantai dan beristirahat sejenak keluar dari rutinitas sehari-hari yang melelahkan.

 

 

EKSOTISME KONSEP RESTO GALLERY

Berwisata kuliner di Bali, tidak sekadar mencari makanan yang nikmat, tetapi kebanyakan dari pengunjung juga mencari sebuah “sensasi” dan pengalaman yang menarik dari tempat makan tersebut.

BALI  sebagai daerah sebutan surga dunia menyajikan berbagai cara untuk menikmati hidup. Salah satunya adalah dengan kehadiran berbagai jenis tempat bersantap yang dapat memanjakan lidah melalui beragam pilihan menu. Terlebih lagi dewasa ini aktivitas bersantap merupakan bagian dari pleasure  dan  entertaining. Pemilik restoran semakin berusaha menyediakan tempatnya senyaman dan semenarik mungkin untuk membuat pengunjungnya merasa senang dalam menikmati sajian makanan di restoran tersebut. Demikian halnya yang terjadi di daerah Seminyak, Bali tempat-tempat makannya semakin berkembang. Di daerah ini banyak restoran yang menerapkan konsep tempat makan dengan karakteristik yang elegan dan bergaya high class tetapi bersuasana santai.

salah satu restoran yang terkenal di kawasan Seminyak adalah Metis Restaurant and Gallery. Restoran ini merupakan sebuah pengembangan dari kafe warisan yang sebelumnya sudah berdiri selama 12 tahun. Restoran dengan konsep fine dining ini menyajikan makanan internasional yang khusus diracik oleh chef  asal Prancis yang berpengalaman. Selain menyediakan menu spesial dari chef andal ini, Metis juga menampilkan koleksi objek seni tradisional dan seni Asia yang dihadirkan dalam sebuah ruangan galeri. Selain itu terdapat pula butik yang dapat memenuhi hasrat berbelanja konsumen atau sekadar dapat membeli buah tangan sambil menunggu pesanan makanan datang. Bahkan hanya untuk sekedar melihat-lihat produk fashion atau benda seni (artwork) lokal yang berkualitas punt dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan di restoran ini.

Berlokasi di kawasan yang tenang Metis merupakan tempat yang cocok sebagai tempat bersantai dan “melarikan diri” dari rutinitas sehari-hari. Metis mempunyai desain interior yang indah hasil dari paduan desain lokal antik dengan sentuhan gaya internasional. Shinta Siregar dan Ida Gusti Bagus Merthadi dari Nexus Design Architect diberikan kepercayaan oleh pemilik restoran untuk menyelesaikan pekerjaan desain interior ini. Identitas lokal dihadirkan pada gaya furnitur etnik dan “ permainan’ motif tradisional yang sebagian besar diterapkan di dinding. Di samping itu material lokal juga diterapkan pada menu makanan ala Prancis dan pada gaya table setting. Bangunan ini dibangin dengan konsep yang menawan melalui “permainan’ kayu yang memberikan kesan humble sedangkan efek cahaya yang teduh dan temaran mulai tampak dari fasad bangunannya.

Bangunan Metis terdiri dari dua lantai utama seluas 1877 m2. Area bangunan dibagi menjadu area galeri, area butik dan area makan pada lantai satu dan function room di lantai dua. Area makan pun dipisahkan menjadi empat kategori area yaitu area ruang makan utama, area bar, cellar dining room dan area makan outdoor. Pada bangunan ini, area galeri sengaja ditempatkan pada wilayah depan, sehingga menjadi ruang “pengantar” sebelum beralih ke area makan utama. Hal ini jufa dimaksudkan utnuk memberikan privasi para tamu pada ruang makan. Area galeri yang dibatasi dengan bidang transparan yang kemudian direfleksikan oleh kolam air di depannya juga menjadi satu cara untuk menarik kehadiran pengunjung. Selain itu sosok bangunan yang “ramah” dan tampak “hening” pun merupakan daya tarik tersendiri. Untuk memasuki bangunan Metis, pengunjung diantarkan melalui sebuah prosesi masuk yang cukup panjang. Bangunnan yang didesain dengan taman luas di depan dan di area perjalanan yang cukup panjang menuju pintu utama dimaksudkan untuk menjaga kenetanngan dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung.

Beranjak ke ruang makan, pengunnjung yang datang dapat merasakan suasana yang “ramah” dan santai melalui konsep ruang makan yang didesain dengan mengusung konsep teras rumah. Desain terbuka menghadap ke arah  sawah dan kearah taman lotus serta waterlily memberikan suasana bersantap yang santai. Apabila pengunjung datang disore hari, suguhan pemandangan matahari tenggelam dapat dinikmati di sini. Suasana romantis pun dapat terasa denga adanya paduan komposisi desain tata lampu yang sengaja di desain tearam. Meskipun dengan konsep yang santai , Metis tetap hadir secara elegan melalui penataan meja dan kursi rotan anyam yang simetris dan tertata rapi lengkap dengan table setting-nya. Deretan meja disusun diagonal pada area tengah yang memungkinkan setiap pengunjung dapat bersantap sanmbil tetap menikmati pemandangan di depannya.

Metis yang dalam bahasa Prancis berarti “komposisi campuran” sangat cocok dipakai untuk temmpat ini. Metis merupakan cerminan dari sebuah tempat yang memadukan antara warisan tradisi lokal dan gaya internasional yang  cenderung modern yang mempertunjukkan keahlian chef andal dalam membuat sajian spesial. Komposisi arsitektural dan desain interior hadir melalui desain eklektik dengan sentuhan etnik yang seimbang dan tampak alami.

Arsitektur Townhouse Modern Bergaya Tropical

KAWASAN KEMAYORAN,  Jakarta Pusat dulu adalah lokasi bandar udara internasional pertama di Indonesia. Kemudian bandara ini ditutup dan di gantikan oleh Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Kawasan Kemayoran ini kini telah berubah menjadi suatu kawasan terpadu  dengan Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran (PPKK) dibawah ini pengawasan Sekretarian Negara. Dengan tagline,”Membangun untuk meningkatkan kualitas hidup”, pihak pengelola membangun tanpa menggusur serta mewujudkan kawasan Kemayoran yang ramah lingkungan, manusiawi, berbudaya, aman, nyaman dan modern.

Dengan demikian PPKK mempunyai visi yaitu terwujudnya kawasan Kemayiran sebagai kawasan bisnis internasional yang hijau, atau Green Internasional Business District (GIBD) dan bersifat “One Stop Service”,. Salah satu fasilitas yang terdapat di kawasan tersebut adalah townhouse Royalton Residences yang berupa landed haouse. Pembangunan ini merupakan perwujudan dari apa yang diungkapkan oleh Tom Elliot diatas pada keseluruhan desain townhouse ini dan respons bagi mereka yang menginginkan sebuah hunian modern di tengah kota. Tom Elliot adalah seorang arsitek dan desainer terkenal di dunia yang mendesain arsitektur townhouse sehinga menambah kebanggan bagi mereka yang akan menghuni di Royalton Residences ini.

Hunian townhouse  seperti ini senantiasa menyuguhkan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup bagi kaum urban dengna prinsip gaya hidup yang praktis dan moder. Hal ini termasuk salah satu keunggulan yang dapat diperoleh di townhouse Royalton Residences dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan berkelas.

Townhouse ini mengusung konsep global yaitu penciptaan lingkungan dengan tema “Leisure Home”, mengedepankan detail desain bangunan serta lingkungan yang dikemas dengan gaya “tropical architecture”, baik dalam bentuk fisik masif arsitektur maupun detail interiornya. Dengan demikian hunian ini bagaikan”oase” di lingkungannya. Pada dasarnya setiap pemilik unit townhouse menginginkan desain interior yang indah dan nyaman dengan berbagai fasilitas yang tengkap dan canggih.

Desain interior modern dengan sedikit sentuhan klasik yang natural serta berkelas diterapkan di sini sesuai denagn kepribadian pemilik townhouse yang tergolong kelas atas. Bentuk – bentuk modern yang simpel mewakili segala sesuatu yang praktis sedangkan bentuk sentuhan klasik dapat memberikan kesan elegan sehingga menghasiilkan suatu desaun yang modern tetapi elegan.

Sentuhan desain yang lebih personal pada hunian ini membuat suasana lebih nyaman bahkan mempunyai karakter yang khusus terhadap ruangannya. Bahkan hunian ini memberikan kesan mewah. Hal ini tersebut dapat terlihat dari pemakaian lift untuk menghubungkan antar lantai. Penghuni selain dengan tangga dapat naik menggunankan lift.

Suasana yang “hangat” di hunian ini juga dapat diperoleh dari pemilihan warna yang mengarah kepada warna- warna alam. Contohnya warna krem keemasan, gradasi cokelat yang mendominasi furnitur dengan bentuk modern serta sedikit sentuhan klasik dan warna-warna kontras yang diperoleh dari elemen interior sehingga berkesan tidak monoton. Furnitur yang didesain khusus ini banyak mengaplikasikan bentuk-bentuk modern yang simpel dengan beberapa sentuhan klasik. Hal ini yang antara lain terlihat pada bentuk kursi dan  beberapa elemen interior lainnya. Benda seni (artwork) dan elemen interior ikut menyemarakan ruangan di hunian ini dan merupakan aksentuasi yang menarik seperti yang dipasang pada salah satu dinding  di ruang menonton TV. Disini desainer sengaja menghadirkan kaca-kaca kecil yang dirangkai sehingga membentuk desain yang unik. Beberapa artwork lainnya pun dihadirkan yang disesuaikan dengan skala ruang dengan bentuk yang menarik.

Pembagian ruang demi ruang di hunian berlantai empat ini dibuat tegas. Ara basemen berfungsi sebagai ruang publik yang terdiri dari garasi, pantri, lobi, area servis dan game room yang terdapat di bagian paling belakang dan tersembunyi. Lantai dasar adalah area semipublik yang terdiri dari pantri, ruang makan , living room, ruang tamu dan beberapa ruang lain. Adapun lantai dua merupakan zona privat yaitu untuk kamar tidur anak dan ruang keluarga berkumpul. Lantai paling atas adalah zona top-private, zona sanctuary yang disebut penthouse. Satu lantai penuh dipakai untuk kamar tidur utama dengan berbagai fasilitas yang mewah.

1-2. Ruang tamu yang terasa nyaman

3  Ruang kerja didesain dengan sentuhan klasik. Hal ini terlihat dari model lengkung pada meja dan kursi meja

4  Ruang makan, pantri dan ruang keluarga menjadi satu area dengan pembagian zona yang tegas.

5 pernak-pernik interior yang terdapat di ruang menonton TV dengan paduan warna yang mencolok dari bantal dan tanaman hias membuat suasana lebih “segar”.

6 Ruang tanpa sekat ini membuat penghuni merasa nyaman dan lega, karena aplikasi jendela kaca yang besar sehingga sinar matahari masuk kedalam secara maksimal.

7 Pantri ini didesain simpel dan praktis dengan pemilihan warna off white sehingga berkesan clean.

8 Pilihan dan paduan warna sifa dan meja yang bergaya klasik sangat tepat dihadirkan di ruang keluarga sehingga susana disini lebih terasa “hangat”.

9 Aula yang terdapat di penthouse merupakan akses menuju ke kamar tidur utama.

10 Area kamar tidur utama berada di lantai paling atas (penthouse) yang sangat kental dengan sentuhan desain klasik modern.

11 Kamar tidur anak yang terdapat di lantai dua

12 Kamar mandi utama terdapat di dalam kamar tidur utama yang didesain dengan mewah sesuai dengan selera penghuni.

FORMASI KUBUS yang ANGGUN PERKANTORAN JAKARTA

Modern, efisien, elegan dan nyaman. Demikaian gambaran suasana kediaman sekaligus kantor yang berlokasi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang merupakan hasil karya tim arsitek Mozes Iwan Mulyawan dari Mozaic Architect.

BANGUNAN INI merupakan salah satu konsep desain rumah kantor (home office) yang isnpiratif, berlokasi di huk jalan dengan luas 335 m2. Kantor yang bergerak dalam bidang bisnis bahan bangunan ini berada di lantai dasar sedanngkan tempat tinggal dengan empat buah kamar tidur berada di lantai atas. Pada tahap awal, arsitek merancang bentuk massa bengunnan yang didominasi oleh kubus – kubus geometris denga komposisi saling maju mundur secara dinamis pada kedua sisi kaveling yang menghadap ke jalan. Entrance yang berada di tengah lantai satu dari fasad bangunan utama dipertegas dengan pencapaian melaui tangga dan kanopi di tengah bangunan. Adapun akses ke kantor yang berada di pojok latau dasar dari fasad bangunan samping sengaja disamarkan agar tidak mengganggu kegiatan di dalam hunian ataupun sekitarnya.

Kedua bidang fasad bangunan diolah dengan kombinasi dinding masif, jendela kaca dan tetris simpel serta bidang penyekat luar bangunan (secondary skin) dari batang aluminium menjadi aksen atraktif. Partisi transparan ini ditempatkan di muka jendela pantri dan modelnya didesain serupa dengan kanopi entrance sehingga sama-sama tampil menarik dan meliindungi ruang dalam dari teriknya sinar matahari. Sebagian besar dinding eksterior  diberi finishing cat khusus yang warna dan motifnya menyerupai permukaan tembaga sehingga menjadi daya tarik (point of interest) hunian. Bentuk bangunan yang geometris ini diimbangi oleh unsur natural seperti batu alam dan pepohonan di halaman serta diiringi oleh gemericik air dari kolam renang. Berbeda dari hunian umumnya, fasilitas untuk berenang ini berada di lantai satu, persis  diatas ruang kantor di lantai dasar, sehingga penghuni lebih leluasa berenang tanpa langsung terlihat oleh orang yang lewat di jalan. sebagian dinding luar ruang kantor sengaja ditutupi oleh tanah dan ditanammi oleh pepohonan sedangkan halamannya dipagari oleh turao batu alam, sehingga tampilan hunian berkesan lebih “bersahabat”.

Masuk ke dalam hunian, arsitek merancang susunan ruang/flow yang terbuka dan “mengalir” terutama di tempat berkumpul (living dan dining area) di lantai satu sehingga ruang interiornya terasa lapang serta kontinuitas visual antara area indoor  dan area outdoor menjadi maksimal. Foyer dan ruang tamu ditempatkan di muka dan disekat dengan deretan balok kayu yang transparan terhadap area dalam hunian sehingga privasi keluarga lebih terjaga. Beranjak ke tengah hunian, arsitek menata area menonton TV, area makan dan area tangga secara meyatu serta hanya dipisah dengan pintu kaca geser terhadap balkon dan kolam renang di samping hunian. Tangga yang didesain dengan model menyerupai huruf U ini dilengkapi oleh void setinggi dua lantai dan dihias dengan deratan balok kayu yang serupa dengan desain yang terletak di foyer sehingga tampil menarik. Arsitek juga merancang bukaan lebar pada setiap ruang termasuk daerah pojok hunian diatas area servis, agar dapat mengoptimalkan masuknya cahaya akami dan mengoptimalkan sirkulasi udara segara ke dalam ruang, sesuai dengan keinginan pemilik rumah.

Naik ke lantai atas, terdapat kamar tidur utama yang bersebelahan dengan kamar tidur anak. Setiap kamar tersebut dilengkapi oleh ruang kerja, walk in wardrobe dan kamar mandi dalam serta balkon yang memberi pemandangan ke arah kolam renang. Selain satu kamar tidur tamu yang lain di lantai dasar untuk fasilitas orang tua. Arsitek juga bereksplorasi dengan material dan ornamen dekoratif yang tidak mahal   tetapi tetap tampil unik dan mudah merawatnya seperti pemakaian homogenous tile sebagai penutup lantai ruang dalam dan parket katu laminating khusus untuk kamar tidur. Untuk pengisian ruang interior, pemilik rumah yang memilih furnitur dan aksesori yang clean look serta ditata minimalis sehingga tidak berkesan “sesak”. Warna-warni earth tones uang cenderung terang seperti gradasi cokelat, krem, putih tulang dipadu dengan material alami seperti katu dan bahan pelapis kulit sintetik sehingga ruangan tampil homey. Ornamen dekoratif built in seperti panel untuk kepala ranjang (bed head) dan meja nakas ataupun kabinet walk in closet dirancang dengan efisien dan estetik.

Tata cahaya(lighting) juga diolah agar dapat menyorot keindahan detail bangunan sepeti secondary skin dari bilah aluminium di luar kamar tidur sekaligus menciptakan suasana hunian yang “hidup”. Secara keseluruhan desain arsitektur dan desain interior hunian ini berhasil memenuhi kebutuhan dan mengekspresikan gaya hidup penghuninya.