Category: Arsitektur

Apartemen dengan Desain Unik dan Kontemporer

Sebuah unit aparteman sering menjadi pilihan alternatif untuk sebuah tempat tinggal yang banyak diminati kaum urban dewasa ini. Dengan nilai kepraktisan dan nilai keamanan yang diutamakan pada sebuah unit apartemen tentulah tidak lantas meninggalkan arti hunian sesungguhnya. Dengan demikian, ketenangan dan kehangatan keluarga masih dapat diperoleh dengan optimal dalam sebuah apartemen.

 

BEGITU PULA yang menjadi prioritas bagi pembangunan kompleks Lavenue yang berlokasi di salah satu daerah padat dan ramai di ibu kota Jakarta. Dengan mengusung konsep mixed-use development yang dilengkapi dengan tower perkantoran, destination centre, dan dua tow er apartemen, Lavenue hadir sebagai tempat untuk mengakomodasi kebutuhan kaum urban, dengan segala optimalisasi aspek fungsi dan aspek kepraktisannya. Konsep apartemen sebagai pilihan tempat tinggal praktis dapat juga merupakan tempat “pelarian “ dari keramaian dan keriuhan kota metropolitan dengan desain simpel yang tetap homey.

Hal inilah yang terlihat pada unit apartemen contoh yang diliput Griya Asri ini.Unit apartemen dengan luas 106 m2 ini dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu kamar tidur asisten rumah tangga, pantri, ruang makan, dan ruang keluarga yang didesain dengan konsep interior modern kontemporer. Sesuai dengan konsep keseluruhan kompleks Lavenue mixed-use development ini yang mengusung konsep young and fresh sehingga menyuguhkan tampilan desain . yang baru dan chic. Konsep ini juga tidak terlepas dari sebuah perwujudan hunian yang mengedepankan unsur praktis dan fungsional.

Yuni Jie sebagai desainer int eriornya, telah mendesain unit apartemen contoh ini dengan eksplorasi layout yang dibuat saling terbuka antarruangnya. Hal ini terlihat saat memasuki unit apartemen ini yang diawali oleh area pantri, ruang makan sampai ruang keluarga yang dibuat menyatu dengan pola mengalir. Untuk mendukung kesan lapang pada unit apartemen ini, dominasi warna putih pun menjadi pilihan. Pemilihan pengerjaan furnitur built in dengan bentuk yang clean line dilapis dengan warna putih seperti pengerjaan kabinet pant ri, konsol TV, dan rak display di ruang keluarga menggunakan cat duco putih semi-glossy

Selain aplikasi warna put ih, Yuni juga memasukkan warna lain yang dapat memunculkan kesan “hangat” dan masih tetap memberikan kesan teduh serta menenangkan seperti warna krem dan abu -abu atau bahkan memasukkan warna pastel dan warna catchy sebagai paduan warna yang memberi aksen. Desainer memberikan sentuhan berbeda pada dinding ruang keluarga dengan aplikasi wallpaper bertekstur warna abu-abu di back panel pada konsol TV. Untuk memberikan kesinambungan warna, Yuni juga menaruh karpet berwarna abu- abu. Adapun untuk ruang tidur utama, seperangkat furnitur yang serbaputih dengan finishing duco semi­glossy diberi aksen warna biru muda seperti pada bantal (cushion) dan beberapa aksesori dekorasi.

Bekerja sama dengan desainer lighting Abdi Ahsan dari Lumina, Yuni menghadirkan cara lain untuk menghasilkan kesan “hangat”“ pada unit apartemen contoh ini yaitu dengan pengolahan desain tata pencahayaannya. Aplikasi pencahayaan dalam unit apartemen ini banyak menggunakan warna-warna warm ke arah warna kuning. Selain lampu general dari downlight, indirect lamp juga merupakan salah satu sistem penerangannya dengan pendar lampu yang membuat suasana lebih homey dan hangat. Sebagai aksennya yang catchy dan perwujudan desain modern kontemporer, terdapat aplikasi lampu gantung berdesain unik hadir mengisi ruang makan dan kamar tidur utama.

Untuk menyikapi keterbatasan ruangan, Yuni memilih loose furniture dan mengaplikasikan beberapa smart trick interior. Loose furniture dengan bentuk yang simpel dan ukuran yang proposional dengan ruangannya merupakan pilihan untuk mengoptimalkan luasan ruang dalam. Seperti pemilihan seperangkat furnitur ruang makan dan sofa di ruang keluarga. Adapun solusi untuk membuat ruangan terasa lebih luas adalah aplikasi cermin pada satu dinding ruang makan. Untuk memberikan kesan “ringan “ dan tidak masif, meja makan pun dipilih dari material kaca.

Sebuah perwujudan hunian kaum urban dapat terealisasi di dalam unit apartemen ini tanpa harus meninggalkan kesan yang homey seperti layaknya pada sebuah rumah tinggal.

Mendesain sebuah taman yang Bernuansa Hijau

Mendesain sebuah taman yang melengkapi bangunan komersial didasari pada sudut pandang yang berbeda dengan taman residensial. Taman pada bangunan komersial selain ditujukan untuk menambah keindahan visual bangunan, juga difungsikan untuk memberikan citra positif yang berkaitan dengan brand perusahaan.

HAL TERSEBUT diterapkan pada taman yang melengkapi sebuah bangunan komersial yang bergerak dalam bidang usaha laundry and dry cleaning yang berada di Jakarta Pusat. Di antara deretan panjang bangunan yang berfungsi sebagai showroom, bangunan ini terlihat berbeda dan menonjol karena tampil menawan dengan karakter bangunan dan taman hijau yang memenuhi welcome area.

Seperti halnya bangunan komersial lainnya, halaman yang sangat terbatas karena didominasi oleh area parkir tidak mengurangi ide kreatif untuk mengembangkan rancangan taman yang indah dan nyaman. Halaman depan bangunan yang dirancang sebagai welcome area sebagian besar habis digunakan untuk keperluan parkir kendaraan pelanggan yang berkunjung. Dengan kapasitas maksimal kurang lebih enam buah mobil maka halaman depan ditutup dengan batu secara permanen agar mampu menahan beban lalu lintas sesuai dengan kebutuhan.

Namun, pemilik bangunan masih menghendaki adanya hijauan yang “melunakkan” bangunan lima lantai tersebut agar terlihat lebih hijau dan “hidup”. Keberadaan taman sebagai bagian dari fasad bangunan juga mencerminkan brand image sebuah usaha yang berorientasi pada peduli green architects. Hijauan mengisi celah-celah yang tersedia di antara dinding dan bangunan. Aplikasi “hijau “ juga dilakukan pada dinding-dinding pembatas kaveling melalui vertical garden. Ternyata green inspiration tersebut selain memberi dampak positif yang hijau dan menyejukkan, juga menarik perhatian pelanggan yang melewati jalan raya yang cukup padat, terutama di hari dan jam kerja.

Cerukan yang berada di antara dinding tinggi dan bangunan dikreasikan secara unik, dengan vertical garden yang hampir menutupi bidang sampai ke lantai dua, dengan jajaran fountain yang disangga dengan pedestal. Dinding vertikal menjadi latar belakang dari fountain serta background dari grafir nama perusahaan. Bidang kaca transparan yang memisahkan ruang di dalam dengan taman memberi peluang terjadinya interaksi dari dalam ke luar.

Konsep vertical garden juga diformasikan pada kedua dinding pembatas kaveling. Setiap segmen bidang dinding diisi dengan satu bidang vertical garden yang tingginya disesuaikan dengan tinggi dan lebar dinding tersebut. Selanjutnya, bidang tersebut seolah-olah “diapit “ oleh tanaman palem yang membentuk bingkai agar terlihat lebih fokus.

Beberapa pohon tinggi dan sedang seperti kamboja bunga pink dan palem Caryota mengisi bidang horizontal, yang ditanam pada area-area di sekitar tangga entrance dan showcase di lantai dasar. Keberadaan tanaman tersebut sebagai unsur keseimbangan terhadap komposisi vertikal dari bangunan supaya terlihat proposional seimbang dan enak dipandang mata.

Komposisi tanaman pada setiap bidang vertikal didesain berbeda, disesuaikan dengan lokasi ketersediaan cahaya alami yang menerpa ke dinding. Namun, hampir keseluruhan menggunakan tanaman hias berdaun indah yang memiliki warna dan motif yang eksotis. Pada dinding yang lebih TERNAUNGI, komposisi tanaman disesuaikan dengan tanaman yang menyukai suasana teduh seperti calodium, epipremnum Philo dendron, dan kadaka yang secara keseluruhan cenderung berwarna hijau yang lebih tua.

Adapun pada dinding yang mendapat cahaya alami secara langung maka lebih memungkinkan dihadirkan beragam tanaman hias, terutama yang menampilkan keberagaman warna seperti variegata, hijau kekuningan bahkan warna merah atau maroon. Ekspresi warna dan motif akan muncul sesuai dengan intensitas cahaya yang diterima.

Sistem penyiraman dilakukan secara mekanik melalui saluran pipa khusus yang mengelilingi setiap bingkai (frame). Selanjutnya, secara otomatis air aka didistribusikan secara merata ke semua titik tanam. Media tanam menggunakan talang air yang sudah dimodifikasi menjadi pot dengan beberapa lubang sebagai tempat untuk titik tanam yang menghadap ke arah depan. Selanjutnya, talang-talang tersebut disusun pada dinding menggunakan penyangga yang didesain khusus dari bahan metal yang kuat dan antikarat. Persiapan penanaman setiap bidang dilakukan di nursery sesuai dengan komposisi tanaman yang telah diatur. Setelah tanaman tumbuh lebat, selanjutnya dirakit kembali pada dinding yang sebenarnya sesuai dengan pola dan susu nan yang telah diatur sebelumnya.

Dengan demikian, tanaman akan langsung terlihat lebat dan padat menutupi dinding yang menjadi latar belakangnya.

Sistem penyiraman dilakukan secara mekanik melalui saluran pipa khusus yang mengelilingi setiap bingkai (frame). Selanjutnya, secara otomatis air akan didistribusikan secara merata ke semua titik tanam. Media tanam menggunakan talang air yang sudah dimodifikasi menjadi pot dengan beberapa lubang sebagai tempat untuk titik tanam yang menghadap ke arah depan. Selanjutnya, talang-talang tersebut disusun pada dinding menggunakan penyangga yang didesain khusus dari bahan metal yang kuat dan antikarat. Persiapan penanaman setiap bidang dilakukan di nursery sesuai dengan komposisi tanaman yang telah diatur. Setelah tanaman tumbuh lebat, selanjutnya dirakit kembali pada dinding yang sebenarnya sesuai dengan pola dan susunan yang telah diatur sebelumnya.

Dengan demikian, tanaman akan langsung terlihat lebat dan padat menutupi dinding yang menjadi latar belakangnya.

Konsep taman vertikal ini menjadi inspiras; hijau yang dapat diterapkan pada sebuah bangunan komersial. Meskipun didesain berorientasi komersial sebagai servis kepada pelanggan tetapi tetap mempert imbangkan unsur keindahan dan yang penting menampilkan identitas yang berbeda sehingga mampu menjadi “magnet “ yang mengundang tamu untuk datang.

Desain Indah Gerai Creperie, sangat Inspiratif

Kelezatan dan cita rasa yang khas dari creperie membuat salah satu hidangan ringan semakin hari semakin digemari masyarakat. Tidak heran, jika dewasa ini gerai-gerai yang menawarkan hidangan creperie semakin banyak peminatnya dan dapat kita temukan di mana-mana.

BERDIRI SEJAK TAHUN 2007, Momi & Toy”s Creperie telah memiliki 80 outlet di Jepang, 6 outlet di Shanghai, dan 3 outlet di Taipe. Kini gerai Momy & Toy’s Creperie juga telah hadir di Jakarta khusus untuk memenuhi keinginan para pencinta creperie di Indonesia. Gerai ini berlokasi di Plaza Senayan lantai 3, yang menawarkan beragam menu, baik sweet creperie maupun savory creperie, dengan resep asli dari Jepang yang memiliki cita rasa khas.

Gerai ini dibuka setiap hari d ri pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB. Beragam jenis creperi disajikan di sini dan dapat dicicipi oleh pengunjung. Contohnya adalah Banana Chocolate Cream dan Peach Cream unluk menu sweet creperic tau Tuna Cheese Salad dan Cheese Rice Egg Roll untuk menu savory creperie. Selain itu, Momi & Toy”s Creperie juga menyediakan beragam minuman sprti Ice Matcha Latte dan Mix Berry Frutte yang segar yaitu teh dengan campuran sirup dan buah berry di dalamnya.

Tidak hanya creperie lezat yang ditawarkan, tetapi juga desain interior gerai ini sangat menarik dan sedap dipandang. Konsultan arsitktur dan interior TSDS menerapkan konsep French chic dengan mengaplikasikan warna-warna pastel dan bentuk-bentuk “feminin” pada gerai ini. Adapunkonsep theatrical kitchen bar di usungdengan tujuan menarikpengunjung dengan aromacreperie yang menggoda. Theatrical kitchen bar ini jugadidesain agar pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan creperie.

Jika diperhatikan, gaya interior pada gerai ini terlihat banyak dipengaruhi oleh gaya Prancis, mengingat hidangan creperie sendiri awal mulanya berasal dari Prancis. Namun, jika diperhatikan dengan lebih saksama, layout serbaminimalis pada gerai ini jelas mengadopsi gaya Jepang, sesuai dengan negara asal Momi & Toy”s Creperie. Pada gaya arsitektur dan interior Jepang, sirkulasi dan layout yang efektif dan efisien merupakan ciri khasnya. Elemen dekorasi yang diaplikasikan pun banyak yang bernuansa Jepang.

Secara keseluruhan, dengan desain yang tepat dan layout yang baik, gerai mungil ini terasa begitu chic dan nyaman dengan gaya Prancis dan gaya Jepang yang berpadu harmonis dan apik. Banyaknya aplikasi material kayu, baik di bagian langit-langit, penutup lantai, dinding maupun furniturnya mampu menghadirkan suasana hangat dan nyaman bagi para pengunjung. Desain interior yang cantik, didukung dengan cita rasa creperie yang lezat, membuat gerai ini menjadi pilihan ideal untuk bersantai dan beristirahat sejenak keluar dari rutinitas sehari-hari yang melelahkan.

 

 

Arsitektur Townhouse Modern Bergaya Tropical

KAWASAN KEMAYORAN,  Jakarta Pusat dulu adalah lokasi bandar udara internasional pertama di Indonesia. Kemudian bandara ini ditutup dan di gantikan oleh Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Kawasan Kemayoran ini kini telah berubah menjadi suatu kawasan terpadu  dengan Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran (PPKK) dibawah ini pengawasan Sekretarian Negara. Dengan tagline,”Membangun untuk meningkatkan kualitas hidup”, pihak pengelola membangun tanpa menggusur serta mewujudkan kawasan Kemayoran yang ramah lingkungan, manusiawi, berbudaya, aman, nyaman dan modern.

Dengan demikian PPKK mempunyai visi yaitu terwujudnya kawasan Kemayiran sebagai kawasan bisnis internasional yang hijau, atau Green Internasional Business District (GIBD) dan bersifat “One Stop Service”,. Salah satu fasilitas yang terdapat di kawasan tersebut adalah townhouse Royalton Residences yang berupa landed haouse. Pembangunan ini merupakan perwujudan dari apa yang diungkapkan oleh Tom Elliot diatas pada keseluruhan desain townhouse ini dan respons bagi mereka yang menginginkan sebuah hunian modern di tengah kota. Tom Elliot adalah seorang arsitek dan desainer terkenal di dunia yang mendesain arsitektur townhouse sehinga menambah kebanggan bagi mereka yang akan menghuni di Royalton Residences ini.

Hunian townhouse  seperti ini senantiasa menyuguhkan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup bagi kaum urban dengna prinsip gaya hidup yang praktis dan moder. Hal ini termasuk salah satu keunggulan yang dapat diperoleh di townhouse Royalton Residences dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan berkelas.

Townhouse ini mengusung konsep global yaitu penciptaan lingkungan dengan tema “Leisure Home”, mengedepankan detail desain bangunan serta lingkungan yang dikemas dengan gaya “tropical architecture”, baik dalam bentuk fisik masif arsitektur maupun detail interiornya. Dengan demikian hunian ini bagaikan”oase” di lingkungannya. Pada dasarnya setiap pemilik unit townhouse menginginkan desain interior yang indah dan nyaman dengan berbagai fasilitas yang tengkap dan canggih.

Desain interior modern dengan sedikit sentuhan klasik yang natural serta berkelas diterapkan di sini sesuai denagn kepribadian pemilik townhouse yang tergolong kelas atas. Bentuk – bentuk modern yang simpel mewakili segala sesuatu yang praktis sedangkan bentuk sentuhan klasik dapat memberikan kesan elegan sehingga menghasiilkan suatu desaun yang modern tetapi elegan.

Sentuhan desain yang lebih personal pada hunian ini membuat suasana lebih nyaman bahkan mempunyai karakter yang khusus terhadap ruangannya. Bahkan hunian ini memberikan kesan mewah. Hal ini tersebut dapat terlihat dari pemakaian lift untuk menghubungkan antar lantai. Penghuni selain dengan tangga dapat naik menggunankan lift.

Suasana yang “hangat” di hunian ini juga dapat diperoleh dari pemilihan warna yang mengarah kepada warna- warna alam. Contohnya warna krem keemasan, gradasi cokelat yang mendominasi furnitur dengan bentuk modern serta sedikit sentuhan klasik dan warna-warna kontras yang diperoleh dari elemen interior sehingga berkesan tidak monoton. Furnitur yang didesain khusus ini banyak mengaplikasikan bentuk-bentuk modern yang simpel dengan beberapa sentuhan klasik. Hal ini yang antara lain terlihat pada bentuk kursi dan  beberapa elemen interior lainnya. Benda seni (artwork) dan elemen interior ikut menyemarakan ruangan di hunian ini dan merupakan aksentuasi yang menarik seperti yang dipasang pada salah satu dinding  di ruang menonton TV. Disini desainer sengaja menghadirkan kaca-kaca kecil yang dirangkai sehingga membentuk desain yang unik. Beberapa artwork lainnya pun dihadirkan yang disesuaikan dengan skala ruang dengan bentuk yang menarik.

Pembagian ruang demi ruang di hunian berlantai empat ini dibuat tegas. Ara basemen berfungsi sebagai ruang publik yang terdiri dari garasi, pantri, lobi, area servis dan game room yang terdapat di bagian paling belakang dan tersembunyi. Lantai dasar adalah area semipublik yang terdiri dari pantri, ruang makan , living room, ruang tamu dan beberapa ruang lain. Adapun lantai dua merupakan zona privat yaitu untuk kamar tidur anak dan ruang keluarga berkumpul. Lantai paling atas adalah zona top-private, zona sanctuary yang disebut penthouse. Satu lantai penuh dipakai untuk kamar tidur utama dengan berbagai fasilitas yang mewah.

1-2. Ruang tamu yang terasa nyaman

3  Ruang kerja didesain dengan sentuhan klasik. Hal ini terlihat dari model lengkung pada meja dan kursi meja

4  Ruang makan, pantri dan ruang keluarga menjadi satu area dengan pembagian zona yang tegas.

5 pernak-pernik interior yang terdapat di ruang menonton TV dengan paduan warna yang mencolok dari bantal dan tanaman hias membuat suasana lebih “segar”.

6 Ruang tanpa sekat ini membuat penghuni merasa nyaman dan lega, karena aplikasi jendela kaca yang besar sehingga sinar matahari masuk kedalam secara maksimal.

7 Pantri ini didesain simpel dan praktis dengan pemilihan warna off white sehingga berkesan clean.

8 Pilihan dan paduan warna sifa dan meja yang bergaya klasik sangat tepat dihadirkan di ruang keluarga sehingga susana disini lebih terasa “hangat”.

9 Aula yang terdapat di penthouse merupakan akses menuju ke kamar tidur utama.

10 Area kamar tidur utama berada di lantai paling atas (penthouse) yang sangat kental dengan sentuhan desain klasik modern.

11 Kamar tidur anak yang terdapat di lantai dua

12 Kamar mandi utama terdapat di dalam kamar tidur utama yang didesain dengan mewah sesuai dengan selera penghuni.

Menyatu dengan Alam Tropis Modern

MEMILIKI RUMAH tinggal bergaya modern dan “menyatu” dengan alam tropis merupakan impian masyarakat urban masa kini yang mendambakan suasana indoor–outdoor  pada lahan yang terbatas. Berbagai konsep desain arsitektur diolah untuk menciptakan konsep yang kreatif dan mengekspresikan gaya hidup pemilik rumah. Salah satu wujudnya adalah hunian karya arsitek Ronald Pallencaoe dan Erick Laurentius S. dari konsultan Pranala Architect yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Dalam diskusi awalnya, pemilik rumah merinci kebutuhan ruang yang cukup banyak diantarnya enam buah kamar tidur, fasilitas pendukung seperti ruang fitness  dan home theater. Di samping itu diinginkan tampak muka hunian yang elegan tetapi tidak menyolok sekaligus melindungi privasi pemilik rumah. Permintaan pemilik rumah yang paling penting adalah pengolahan ruang dalam yang berorientasi ke arah taman belakang yang mendominasi lahan dengan total luas 2000 m2.

Sebagai langkah pertama , arsitek mengolah lahan yang berbentuk seperti huruf L atau biasa disebut ngantong dengan cara membagi hunian menjadi tiga zona yaitu zona utama untuk ruangan bersifat publik, zona khusus untuk ruangan bersifat privat dan zona pendukung untuk area servis. Sebuah area transisi dari halaman depan menuju ke ruang dalam hunian dan kearah taman belakang diolah menjadi foyer sekaligus galeri pribadi pemilik rumag. Formasi massa bangunan dirancang menyerupai huruf L dan ditempatkan di tengah lahar agar area sekitar batas kaveling dapat diolah menjadi taman samping. Massa bangunan yang posisinya ditarik jauh dari jalan di muka hunian ini didominasi oleh komposisi kubus geometris yang “lugas” dan diatur saling maju-mundur secara dinamis. Sesuai dengan keinginan pemilik rumah, fasad hunian yang menghadap ke arah barat ini didominasi oleh dinding masif.

Desain ini dipertegas dengan kanopi besar yang menaungi carpot agar dapat meredam teriknya cahaya matahari sekaligus menegaskan “permainan” tiga dimensi nan atraktif. Sebagian dinding luar dicat warna putih agar berkesan ringan, simpel dan menonjilkan bentuk kotak yang “bersih”(clean look). Sebagian aksen, fasad hunian dilapisi oleh traveertine warna krem dan batu alam warna cokelat tua serta dikombinasikan dengan deretan kolom penopang teritis dan carport. Atap dipilih model pelana dengan bahan penutup dari metal tipis sedangkan pintu masuk utama dibubat dari kayu trembesi solid dan handel aluminium yang kontras dengan lantai berlapis batu granit bakar sehingga tampil antraktif. Untuk menicptakan pengalaman ruang unik, arsitek merancang susunan ruang yang unik. Pertamana ruangan penerima tamu di tata bukan di dalam tetapi bersebrangan dengan carport di halaman muka dengan dinding kaca lebar.

Memasuki pintu utama, kita langsung menemui foyer yang sisi kiri dan sisi kanannya diapit oleh pintu – pintu menuju ke dalam tetapi sisi belakangnya sengaja terbuka agar “membingkai” pemandangan/vista ke arah kolam ikan dan taman belakang. Ruangan yang berada di sisi barat foyer tersebut adalah ruang keluarga yang ditata menyatu dengan ruang makan dan pantri. Alur ruang (sequence) ditata efisien, terbuka, “ mengalir” dengan plafon tinggi dan berorientasi ke taman belakang sehingga memaksimalkan kontinuitas visual antara ruang dalan dan taman. Aplikasi pintu kaca lipat-geser antara ruang dalam dan teras serta kolam ikan mengoptimalkan masuknya cahaya alami dan menciptakan kesan ruang dalam yang “merangkul” ruang luar (indoor-outdoor). Ruang tempat keluarga berkumpul ini juga dihias dengan plafon berlapis kisi-kisi kayu jati dan di dekatnya terdapat deratan lubang angin untuk memaksimalkan sirkulasi udara segar.

Arsitek juga banyak mengekspos dan memadukan warna serta tekstur material pabrikasi dan material alami secara kontras seperti batu trabertine dan marmer serpegiante untuk pelapis lantai dinding dalam diimbangi oleh cermin pelapis pintu kabinet pantri. Di sisi timur foyer , terdapat bangunan dua lantai yang berisi kamar tidur orang tua dan kamar tidur utama di lantai dasar, tiga buah kamar tidur anak dilantai atas serta sebuah kamar tidur tamu  di dekat foyer. Semua kamar tidur, area tangga dan selasar dilengkapi oleh jendela ataupun [intu kaca lebar seperti pada ruang keluarga berkumpul. Dalam menata interior hunian, arsitek bersama dengan pemilik rumah berupaya menciptakan suasana yang nyaman yang mencerminkan gaya hidup berkelas. Prlafon, dinding, lantai ataupun furnitur diberi finishing dengan palet warna natural mulai dari putih gading, cokelat, hijau sampai hitam.

Motif dan tekstur dari berbagai material dipadukan lalu ditonjolkan secara estetik seperti coffe table dari kayu solid dikombinasikan dengan sofa berlapis kulit. Sebagian loose furniture dan semua built in di pesan khusus/costomized  dengan detail ornamen khas agar mencerminkan karakter personal pemilik rumah. Tata cahaya(lighting) juga diperhatikan supaya tercipta suasana “hidup” dalam ruangan seperti efek cahaya dari indirect lighting di plafon gantung dan lampu meja dengan bentuk unik. Aspek penting lainnya dalam desain rumah tinggal ini adalah desain lanskap yang memadukan tanaman tropis seperti pohon kurma, karet korea, tabebuaya, pakis dan buang anggrek dengan tanaman eksotik dalam pot seperti gelombang cinta. Selain mereduksi panas di dalam hunian dan silau cahaya matahari, komposisi tanaman di sepanjang batas belakang kaveling menyamarkan tampilan dinding serta menjadi pusat perhatian (eye catcher) dari dalam hunian.

Secara keseluruhan rancangan arsitektur, desain interior dan lanskap hunian ini berhasil mengakomodasi kebutuhan dan gaya hidup pemilik rumah.

 

Struktur Eksperimen Arsitek

Kemudian arsitek juga bereksperimen denga struktur yang mengekspos tiang dan balok baja profil di dinding belakang hunian serta menerapkan bidang kaca lebar untuk berbagai elemen mulai dari pagar balkon, jendela sampai kanopi. Konsep desain ini berhasil memaksimalkan sirkulasi udara segar dan memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam hunian serta menghemat konsumsi energi listrik. Arsitek juga memasang lift berukuran kecil di dekat meja pantri yang memudahkan pemilik rumah untuk mengantar makanan ataupun mengantar piring dan gelas kotor dari ruang makan di lantai satu ke dapur kotor di lantai dasar. Detail arsitektur lain adalah pagar balkon yang dirancang “menembus” jendela kaca dan menerus ke pagar tangga. Ada pula detail berupa lubang udaara pada dinding kaca dekat plafon yang disekat oleh kawat ram.

Untuk susunan ruang dalam, arsitek menempatkan foyer, ruang tamu dan kamar tidur tamu di lantai satu sedangkan transisi menuju ke bagian tengah hunaian diolah berupa tangga yang tediri dari beberapa anak tangga. Di tengah hunian, disusun ruang menonton TV yang menyatu dengan ruang makan dan pantri tanpa dinding penyekat masif serta dilengkapi oleh musala dan kamar mandi di pojok hunian. Area yang menjadi tempat berkumpul keluarga ini bersisian dengan teras, kolam renang dan taman belakang serta hanya disekat dengan dinding kaca lebar sehingga memberikan kesan indoor – outdoor yang segar. Di dekat tanggam terdapat kamar tidur tamu lainnya. Naik ke lantai dua, terdapat dua buak kamar tidur anak dan kamar tidur utama yang masing – masing dilengkapi oleh area belajar serta kamar mandi dalam.

Alur ruang (sequence) ditata efisien, terbuka dan “mengalir”, berorientasi ke arah taman dan kolam renang di halaman belakang serta dilengkapi oleh pintu kaca geser. Material yang dipakai adalah yang mudah dirawat seperti marmer untuk penutup lantai dan parket kayu untuk anak tangga dan untuk lantai kamar – kamar tidur. Atap beton di atas teras belakang juga dirancang dengan bentuk melengkung dan diolah menjadi balkon dengan taman sehingga menjadi tempat favorit untuk bersantai. Untuk mendukung desain arsitektur, interior hunian didesain oleh Imelda – Beyond bersama dengan pemilik rumah. Contohnya sofa model huruf L dan satu set kursi makan berlapis kulit bertema warna hitam putih dipadu dengan coffe table serta meja makan dari kaca.

  1. Eksperimen dengan struktur berupa tiang dan balok baja profil yang diekspos di dinding belakang hunian serta aplikasi bidang kaca lebar untuk berbagai elemen hunian mulai dari pagar balkon, jendela sampai kanopi.
  2. Interior hunian diisi oleh furnitur dan aksesori yang simpel elegan bertema warna hitam putih seperti terlihat pada sofa, rak dan partisi built indi ruang menonton TV.
  3. Alur ruang (sequence) ditata terbuaka dan berorientasi ke arah taman dan kolam renang di halaman belakang.
  4. Diatas area tangga, pantri dan ruang makan, dibuat voidmenerus dan dilengkapi oleh selaras di lantai dua. Alur ruangnya (squence) ditata secara efisien, terbuka dan “mengalir” sehingga berkesan lapang.
  5. Detail pagar balkon dirancang “menembus” dinding kaca lebar dan menerus ke pagar tangga sehinga menegaskan ciri rancangan hunian yang up to date.
  6. Area yang merupakan tempat keluarga berkumpul ini bersisian dengan teras, kolam renang dan taman belakang serta hanya disekat dengan dinding kaca lebar sehingga memberikan kesan indoor – outdooryang segar.
  7. Sebagai aksen, beberapa bidang dinding di kamar tidur utama dilapisi dengan wallpaper bermotif unik dan berwarna merah sehingga menciptakan suasana Jendela kaca yang lebar memberi pemandangan ke arah skyline ibu kota.
  8. Desainer interior Imelda (kiri), arsitek Tan Bun Kheng dan pemilik rumah, Arif.

 

Furnitur built in seperti partisi dan kabinet berlapis HPL motif serat kayu di ruang menonton TV serta kabinet pantri berlapis duco warna hitam put ih turut melengkapi penataan desain interior. Sebagai aksen, desainer melapisi beberapa bidang dinding dengan wallpaper bermotif unik dan berwarna cerah terutama di kamar-kamar tidur yang diolah dengantema tertentu. Soft furnishing berupa gorden dan vitrage jendela, bedcover cantik serta foto-foto keluarga di dinding menambah nyaman hunian ini Tata cahaya (lighting ) juga menjadi perhatian arsitek dan desainer interior agar tercipta suasaba “hangat” dan efek “dramatis” terutama di malam hari seperti dengan memakai lampu jenis indirect lighting pada plafon gantung dan lampu meja dengan model mutakhir. Secara keseluruhan desain rumah tinggal ini Berhasil memberi kepuasandan kebanggaan baik oagi pemilik rumah, bagi arsitek maupun bagi desainer interiornya.

BEREKSPERIMEN DENGAN STRUKTUR dan RUANG

Keunikan hunian yang diliput ini terletak pada eksplorasi struktur bangunan dan material mutakhir dengn komposisi bentuk geometris simpel serta susunan ruang transparan sehingga memberikan kenyamanan sekaligus mengekspresikan karakter pemiliknya.

 

KONSEP KEDIAMAN KELUARGA Arif dan Henny ini berawal dari keinginan mereka untuk tinggal di hunian bergaya minimalis pada kaveling yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Hal ini diwujudkan oleh pemilik rumah berupa tampilan hunian yang clean, aplikasi material modern seperti kaca dan baja serta ruang dalam yang berkesan luas dan menyatu dengan ruang luar. Oleh karena itu pemilik rumah memberi kebebasan kepada arsitek Tan Bun Kheng dari BK Architects untuk mengembangkan desain pada kaveling seluas 375 m2. Kontur lahan yang semakin tinggi dari jalan depan ke arah belakang dan wujud hunian sekitar kompleks yang sudah lama serta cenderung menonton, merupakan tantangan bagi arsitek untuk menghadirkan unsur “kejutan’ pada desain hunian tersebut.

 

ARSITEKTUR

  1. Wujud massa bangunan diolah berupa komposisi kubus geometris yang lugas, diatur saling maju mundur secara dinamis dan dinaungi oleh atap model pelana sehingga memberi kesan seperti rumah panggung modern.
  2. Etrance dilantai satu diolah dengan mengaplikasikan tangga dan kanopi berupa deretan kolom dekoratif dan kaca sehingga memberikan kesan atraktif kepada tamu yang datang.
  3. ruang tamu dengan plafon tinggi ini dilengkapi dengan rak built in yang memiliki dua muka sehingga tampil unik.

 

Pada tahap awal, arsitek memanfaatkan perbedaan tinggi tanah di muka lahan menjadi ruangan untuk garasi, area sevis dan ruang serbaguna di lantai dasar. Selanjutnya, massa bangunan dengan formasi menyerupai huruf L ini diolah berupa komposisi kubus geometris yang lugas dan diatur saling maju – mundur secara dinamis serta dinaungi oleh atap model pelana. Entrance  di lantai satu diolah dengan tangga dan kanopi berupa deretan koloom dekoratif dan kaca sehingga memberi kesan atraktif kepada tamu yang datang. Dinding muka hunian didominasi oleh jendela kaca lebar dan sebagian dinaungi oleh bidang penyekat luar (secondary skin) dari batang aluminium untuk meredam teriknya cahaya matahari. Desain ini berhasil menciptakan “permainan” tiga dimensi sekaligus menghasilkan bayang-bayang yang unik dari cahaya matahari.

Pengolahan detail arsitektur berupa kosen jendela kaca juga menegaskan ciri rancangan hunian yang up to date, sesuai dengan keinginan pemilik rumah. Dominasi warna putih pada cat dinding hunian diberi aksentuasi berupa batu alam pelapis pagar dan lanskap di halaman muka agara tidak berkesan “dingin atau kaku”. Memasuki ruang dalam hunian, arsitek berupaya memaksimalkan kontinutas visual antarruang ataupun antar ruang dalam dan ruang luar agar hunian berkesan lapang. Caranya, ia merancang plafon lantai satu dan lantai dua setinggi 4 meter serta setiap ruang dilengkapi oleh jendela kaca lebar tanpa kosen dari lantai sampai plafon. Diatas area tangga, pantri dan ruang makan, dibut void menerus dan dilengkapi oleh selasar di lantai dua.

Vila Mary Kemegahan Arsitektural

Kemegaan arsitektural vila ditunjukkan dengan terdapatnya struktur kolom dari kayu bengkirai yang dibulatkan dan diberi joint stainless steel pada ujung atas dan bawahnya untuk menopang bangunan dua lantai. Arsitek juga menggunakan kayu tersebut sebagai bagian dari rangka ekspos pada bangunan gazebo terbuka di depan kolam renang dan balai duduk di lantai tiga. Seratnya dan warna kayu memberikan kesan bangunan yang kuat dan kokoh tetapi terasa “hangat”. Apabila melihat “permainan” bentuk pada bangunan ini, arsitek menerapkan bentuk – bentuk sederhana yang geometri. Terdapatnya pengulangan pola kotak dan garis tegas merupakan identitas lainnya yang juga ditonjolkan di vila ini. Penggunaan material alami yaitu batu dan kayu memberikan kesan yang melunakkan pada bentuk – bentuk yang cenderung “kaku” tersebut.

  1. Area makan yang tersambung dengan ruang menonton TV terasa segar berkat desain terbuka kearah taman dalam dan kearah kolam renang.
  2. Area makan terasa “hangat” dengan nuansa yang alami melalui konsistensi penggunaan material alami seperti marmer pada lantai, kayu tembesi pada meja makan dan penggunaan HPL bernuansa kayu pada kitchen set.
  3. Balai yang berada di lantai tiga ini dilengkapi dengan sofa rotan sintetik yang cocok sebagai furnitur outdoor.
  4. Panorama indah menghadap kearah laut dapat dinikmatu dari lantai dua vila ini.
  5. Vila Mary tampak “bersahaja” dengan komposisi bidang masif dengan elemen organik seperti material alami dan unsur hijau.

 

PENGOLAHAN DESAIN INTERIOR

Pengolahan desain interior yang berkaitan dengan pengolahan bentuk dan material mengacu pada desain tropis modern yang natural. Hal tersebut terlihat pada pengulangan bentuk kotak dan garis yang menggunakan material alami seperti terlihat pada fasad bangunan sampai masuk ke ruang dalam. Terdapatnya aplikasi batu andesit terlihat pada gerbang utama, pintu masuk dan dinding ruang menonton TV. Aplikasi material kayu juga didesain dengan pola pengulangan garis. Hal ini terlihat pada desain pintu masuk, terali jendela pada kamar dan koridor serta beberapa partisi seperti yang terdpaat pada area kamar mandi. Artsitek juga menerapkan pola pengulangan sebagai unsur dekorasi. Hal tersebut terlihat pada treatment dinding balok kayu yang disusun dinamis pada dinding ruang koridor dan dinding fasad bangunan.

Adapun acuan desain yang diterapkan pada furnitur yaitu kesinambungan terhadap pola bentuk dan penggunaan material. Secara umum, furnitur yang dipilih merupakan furnitur dengan bentuk simpel dengan mengutamakan kesan natural. Sebagian furnitur mengusahakan tampilan kayu dengan finishing natural agar terlihat lebih alami. Kehadiran kayu solid merabau untuk meja makan menambah kesan alami dan eksotiknya desain natural pada vila ini.

Secara keseluruhan Vila Mary didesain dengan mengutamakan kesinambungan desain dan kenyamanan arsitektural dan desain interior sehingga tampil serasi meskipun dengan pola dinamis. Pada akhirnya, Vila Mary dapat memberikan suguhan tempat beristrirahat yang nyaman dan menyenangkan.

Karya Ciri Khas Desain SUBVISIONARY

DEMIKIAN HALNYA dengan proses pembangunan hunian yang berlokasi di kawasan suburban Jakarta ini. Pemilik rumah yang merupakan praktisi yang bergerak di bidang kreatif memiliki berbagai macam ide “segar” untuk diaplikasikan pada huniannya. Namun, dalam mewujudkan hunian idaman, tentu akan lebih baik jika tetap dibantu oleh pihak yang memang sudah ahli betul dalam hal perancangan rumah tinggal yaitu arsitek. Dalam hal ini sang pemilik rumah memilih konsultan arsitek SUBvisionary untuk membantunya dalam mewujudkan sebuah hunian kreatif yang sesuai dengan kepribadiannya.

Adanya aplikasi material beton ekspos pada karya-karyanya merupakan ciri khas bagi tim desain SUBvisionary. Demikian pula dengan hunian ini, terdapat material beton ekspos yang diaplikasikan pada bagian fasad bangunan. Selain menjadi point of interest pada tampilan depan bangunan beton ekspos ini juga berfungsi sebagai lapisan kedua pada dinding untuk meneduhkan bagian teras. Dengan demikian arsitek memberi nama Overlay House pada hunian ini.

Berada di lahan yang tidak terlalu luas yaitu 150m2, banyak kebutuhan ruang yang harus dapat diakomodasikan pada hunian ini. Oleh karena itu arsitek merancang hunian ini menjadi dua lantai. Lantai pertama diperuntukkan untuk ruang – ruang yang bersifat komunal seperti ruang  keluarga; foyer, ruang makan dan dapur. Adapun ruang – ruang yang bersifat lebih privat seperti kamar tidur utama dan dua kamar tidur anak ditempatkan di lantai dua.

Agar hunian tetap sehat, arsitek merancang banyak bukaan untuk memasukkan cahaya matahari ke dalam rurangan. Selain itu bukaan – bukaan yang menghadap kearah taman ini juga berfungsi meningkatkan kualitas visual bagi penghuni rumah. Adapun sirkulasi udara yang baik diperoleh berkat terdapatnya void kecil dibagian belakang hunian yang menerus sampai ke atas.

Pada bagian dalam hunian, pemilik rumah menata deain interiornya denga menggunakan furnitur-furnitur yang simpel dan fungsional, mengingat luas lahan yang tidak begitu luas. Suasana “hangat” sangat terasa  berkat banyaknya aplikasi material kayu pada elemen arsitektur dan desain interior di hunian ini. Contohnya aplikasi kayu pada furnitur, daun pintu, sebagian plafon dan sebagian penutup lantai.

Adapun aspek kreatif sangat kental terasa berkat pengolahan detail yang apik dan banyaknya aplikasi lukisan pada bidang – bidang dinding. Detail yang unik dan kreatif pada hunian dapat terlihat dari pemilihan material daun pintu dan beberapa furnitur yang terbuat dari kayu dengan serat- serat yang tegas. Selain itu, agar suasana jauh dari kesan monoton, terdapat beberapa bidang dinding yang menggunakan material batu paras berwarna cerah.

Dengan desain arsitektur yang simpel serta penataan desain interior yang efisien, hunian ini tetao dapat menampilkan karakter yang kuat dan berbagai aspek kreatif yang jauh dari membosankan.

  1. Fasad hunian yang simpel denngan beton ekspos sebagai point of interestyang dipadukan dengan taman mungil yang hijau dan apik
  2. Teras yang terasa teduh berkat kantilever dari lantai atas dan material beton ekspos sebagai kulit luar
  3. Ramp mungil membelah taman sebagai salah satu akses masuk menuju teras depan
  4. Ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang makan tanpa sekat sehingga berkesan lebih lapang. Banyak aplikasi lukisan membuat suasana hunian semakin tampil atraktif.
  5. Komposisi yang apik antara sofa dengan satu dudukan, standing watchyang unik, dengan latar belakang lukisan dan dinding batu paras yang cerah.
  6. Teras belakang dengan kolam ikan mungil yang memiliki void menerus sampai ke atas. Voidini berfungsi untuk memasukan cahaya alami dan sirkulasi udara yang baik.
  7. Ruang makan yang bersebelahan denga pantri banyak didominasi oleh material kayu dengan tampilan serta-serta yang tegas.
  8. Fayer mungil disebelah tangga dengan furnitur simple agar sisa ruangan cukup luas untuk tempat bermai
  9. Pada lantai atas juga terdapat teras yang mungil yang bersebelahan dengan voiduntuk mengalirkan udara.
  10. Susunan ambalan di pojok ruangan untuk memajang mainan anak-anak.
  11. Ruang keluarga bersantai pada lantai atas. Plafon yang terbuat dari material kayu memberikan kesan “hangat”. Banyak bukaan membuat ruangan menjadi terang benderang dengan pencahayaan alam .

Tampilan Hunian Simpel tetapi Tetap Berkesan Unik

Hunian yang berada di lahan pojok (huk) ini memiliki pemandangan yang menawan ke arah danau dan ke arah lapangan golf. Dengan demikin arsitek  memanfaatkan potensi tersebut dengan merancang banyak bukan kearah pemandangan indah tersebut. Di lain pihak, fasad hunian yang menghadap ke arah jalan dirancang lebih tertutup. Fasad hunian yang tertutup dan sederhanan ini bukan berarti tidak tampil atraktif. Dengan memadukan dinding beton yang masif dan pinhole windows  berwarna – warni yang disusun secara acak, arsitk menghasilkan sebuah fasad hunian dengan komposisi yang menarik. Selain itu denga fasad hunian yang masif, privasi pemilik rumah dapat terjaga dengan baik.

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan pemilik rumah, arsitek memutuskan untuk mendesain hunian menjadi tiga lantai. Hal ini disebabkan lahan yang terbatas yaitu 253 m2. Arsitek juga memperhatikan pembagian fungsi ruang agar zoning areanya jelas dan teratur. Lantai dasar merupakan area yang bersifat semiprivat yang terdiri dari area servis, kamar anak, kamar tamu dan kolam renang. Lantai dua merupakan main floor  yang bersifat semipublik, terdiri dari foyer, ruang keluarga, ruang makan, dan pantri. Adapun lantai tiga merupakan area privat yang terdiri dari kamar tidur utama, kamar mandi dan ruang bersantai.

Pada area keluarga berkumpul dan bersantai seperti ruang keluarga di laintai dua, kamar tidur utama dan ruang bersantai di lantai tiga, arsitek selalu merancang bukaan – bukaan yang lebar ke arah danau dan kearah lapangan golf. Dengan demikian pemandangan indah tersebut seolah – olah merupakan satu kesatuan yang harmonis dengan hunian, sehingga dapat dinikmati secara leluasa dari dalam ruangan.

  1. Fasad hunian yang menghadap ke arah jalan terlihat simpel tetapi aktrakt. Hunian tampil masif tetapi menarik berkat aplikasi pinhole windowsyang disusun acak.
  2. Pinhole windowsdengan aneka warna merupakan point of interest pada hunian ini.
  3. Foyermungil yang “menyebut” tamu ketika memasukki pintu masuk utama pada main floor.
  4. Area tangga yang bersuasana “hangat” berkat applikasi kayu.
  5. Ruang keluarga berkumpul dan ruang makan yang bersebelahan tanpa sekat. Terdapat bukaan yang lebar ke arah danau dan ke arah lapangan golf pada area komunal ini.
  6. Atmosfer simpel dengan nuansa monokromatik sangat terasa pada hunian ini
  7. Kamar mandi yang berada pada lantai tiga, tanpa sekat dan berbatasan langsung dengan kamar tidur utama
  8. Kamar tidur utama dengan pemandangan ke arah danau dan ke arah lapangan golf

Supaya tampilan dan suasana hunian tersasa nyaman, pemilik rumah yang tergolong keluarga muda ini cenderung  menyukai segala sesuatu yang simpel. Oleh karena itu arsitek merancang hunian ini dengan dominasi warna putih dan abu – abu yang  monokromatik. Material parket kayu di aplikasikan sebagai penutup lantai sedangkan area tangga dapat menicptakan suasana “hangat” dan nyaman. Selain itu arsitek juga menempatkan kaca – kaca mati yang berwarna – warni pada pinhole windows  yang terdapat di area fasad hunian tangga. Woll decoration  yang unik dengan aplikasi aneka warna kaca ini dapat menjadi poin of interset pada hunian ini.

Dengan mengadopsi salah satu karya arsitektur yang telah dibangun lebih dari 50 tahun yang lalu tersebut, arsitek ternyata tetap dapat menampilkan unsur – unsur mutakhir sebuah desain hunian dengan menghadirkan tampilan hunian yang unik dan eye catching. Selain itu arsitek tetap meperhatikan kebutuhan dan selera peilik rumah dan memanfaatkan potensi lahan menjadi sebuah nilai plus yang luar biasa.