Category: Arsitektur

TAMAN RESOR Yang ROMANTIS

Gagasan awal bermula dari keinginan pemilik resor untuk memberdayakan barang koleksi antik yang semula kurang berfungsi, agar menjadi barang yang lebih bermanfaat. Setelah semuanya dipadupadankan baik bangunan maupun koleksi antiknya jadilah bentuk bangunan pondokan antik dan unik yang ukurannya bervariasi, yang difungsikan sebagai bangunan resor Sentuhan taman natural bergaya tropikal pedesaan mendukung tampilannya dengan mengusung konsep resor yang semula digagas.

 

KOMPLEKS Jadul vilage Resort & Spa Menempati sebuah area terbuka dengan kontur  tanah yang berbentuk seperti mangkuk, di awasan Lembang-Bandung. Konsep taman yang dirancang dan dibangun oleh Reza Anwar dan tim berhasil  “menyulap “ lahan asli berupa padang rumput bekas sawah sampai menjadi taman tropis dan alaml yang mengelilin gi bangunan-bangunan antiknya hanya dalam kurun waktu satu tahun saja.

Reza menerapkan konsep romantis yang mengangkat eksotisme tanaman tropis dan tanaman produktif yang mudah dijump ai di sini tetapi memiliki keind ahan alami. Di antara komposisi softscape tersebut, ditempatkan beberapa benda seni (artwork) antik yang  “tidak semestinya “ ditempat kan di taman sehinggater lihat unik dan ar tistik . Set iap sudut dirancang berbeda untuk menghindari pengulangan dan memberikan  “petualangan ruang “ yang menyatu dengan konsep bangunan.

Konsep eksterior dirancang untuk menegaskan fungsi ruang dan pengelompokan clustering yaitu bangunan penginapan yang terdiri dari vila tipe Gebyok, vila tipe Joglo dan vila tipe Limasan, serta area penunjang seperti spa, lobi dan restoran. Semua cluster berorientasi pada lobi sebagai tltik terendah dengan sebuah  “ruang “ yang dlberi nama Alun-alun sebagai pusat orientasi ruang, berupa hamparan rumput dengan permukaan tanah yang berkontur  dan meninggi kearah luar.

Area taman yang mengelilingi vila tipe Gebyok menampilkan keistimewaan tanah yang berkontur. Komposisi beragam tanaman yang mengelilingi bangunan seolah-olah menjadi pagar hidup. Tanaman yang strukturnya vertikal seperti Heliconia dan Ca/athea rosemary diposisikan pada barisan paling belakang, yang selanjutnya dipadukan dengan tanaman filler yang tumbuhnya ke samping seperti Philodendron sebagai pengisi yang disesuaikan dengan batas pandang penikmat taman. Sudut yang sangat curam kontur tanahnya ditanami dengan pakis ekor monyet (Cyathea sp), dengan tanaman pakis­ pakisan, paku sarang burung atau kadaka yang mengisi celah diantaranya, sehingga menyerupai tebing di pegunungan. Kontur tanah yang menurun curam ke arah jalur pedestrian, dibuat trap, dengan anak tangga yang ditutup dengan batu templek sebagai pijakan agar tetap berkesan bersih dan nyaman.

Vila tipe Joglo berada pada posisi yang lebih datar, sehingga keunikan dan karakteristik unitnya ditampilkan melalui

pemilihan beragam jenis tanaman pisang­ pisangan. Bahkan di beberapa sudut ditanam Strelitzia yaitu tanaman pisang-pisangan yang memiliki bunga yang sangat unik dan eksotis. Demikian pula Heliconia dengan bunganya yang tegak ke atas (Heliconia caribeae) atau yang menjulur ke bawah (He/iconia rostrata).

Karakter tropis dari tanaman yang berdaun lebar tersebut dipadukan dengan kelompok Zingiberaceae yang memiliki kemiripan karakter seperti honje (Etlingera elatior) dan Wax Ginger (Tapeinochilus ananassae) dengan bunganya yang berwarna merah muncul dari permukaan tanah.

Konsep yang berbeda diaplikasikan pada taman yang mengelilingi vila  tipe  Limasan yang dirancang berupa pool garden. Tiga massa bangunan dipasisikan saling menyi ku, dibatasi dengan regal sebagai gerbang menuju ke setiap area vila. Selanjutnya, ketiga regol dihubungkan dengan jembatan yang seolah-olah mengapung di atas kolam teratai. Desain pintu regal yang dibingkai dengan keramik bakar merupakan aksentuasi dan menjadi elemen taman yang eksatis.

Taman yang mengelilingi spa merupakan taman tersembunyi (hidden garden ), karena terletak tersembunyi di balik vila tipe Limasan. Desainer sengaja membuat konsep yang sangat berbeda di dalamnya sehingga memberikan petualangan yang penuh  “kejutan “. Kesan yang sangat luas dan terbuka pada area penerima dan Alun-alun pada area sebelumnya seakan-akan diubah melalui konsep yang liar (wild) penuh detail pada spa pool garden. Massa bangunan antik yang berukuran lebih kecil menjadi bangunan spa, masing-masing dihubungkan dengan jembatan yang seolah­ olah mengapung di atas pool garden. Hampir seluruh permukaan pool tertutup oleh tanaman teratai yang bunganya akan mekar sampai tengah hari. Pola aliran gerakan air diatur tinggi rendahnya dengan membuat  “bendungan “ dari batu kali besar sehingga terjadi pergerakan seperti aliran sungai di alam. Pakis-pakis ekor monyet dipadukan dengan pakis sarang burung, menjadi pengarah menuju ke area yang lebih masuk ke dalam.

Konsep pengembangan taman di seputar restoran berawal dari ide mengangkat suasana rumah bergaya pedesaan di antara sawah seperti yang ditampilkan  “padi subak tourism “ di Bali. Pola irama masa tumbuh tanaman padi yang hanya berumur pendek menampilkan pemandangan yang berbeda yaitu pemandangan masa t anam, masa tumbuh sampai masa padi membentuk bulir dan menguning. Gagasan inilah yang diusung pada konsep area ini.

Kebetulan area restoran berada pada area terbuka dan pada posisi tanah yang sangat curam konturnya, sehingga massa bangunan yang terdiri dari beberapa tipe bangunan resto ditempatkan pada posisi dan ketinggian yang berbeda untuk memberikan dinamika. Di antara massa bangunan tersebut dibuat petakan­ petakan sawah yang bersusun seperti sistem subak di Bali. Di area yang lebih teduh diterapkan taman tropis dengan memadukan beragam pakis sehingga terlihat seperti tebing pegunungan.

Pencahayaan di senja hari dan malam hari merupakan penegas suasana romantis yang ingin ditonjolkan. Penekanan konsep pencahayaan selain untuk keamanan dan orientasi ruang, juga menonjolkan keindahan elemen taman di dalamnya, termasuk keindahan bangunan, tanaman yang berkarakter sampai ke beragam artwork yang menyatu dengan keseluruhan taman dan bangunan. Semua sajian ini merupakan satu kemasan yang memberikan sentuhan personal yang berkarakter.

BERNOSTALGIA LEWAT KARYA KAYU

Dalam rangka merayakan tahun baru lmlek tahun 2012 ini TARI Gallery mempersembahkan pameran seni berupa lukisan dengan medium kayu dan pameran patung yang terbuat dari kayu yang dipahat. Pameran yang mengusung tema  “Memory of a Lost Chinese Past “ memamerkan karya seniman Amrus Natalsya.

PATUNG DAN LUKISAN berbahan kayu ini hanya Amrus yang mengerjakan di Indonesia. Karya yang seperti itu memang  tiada  duanya di sini. Selain itu juga Amrus membuat patung kayu yang menggambarkan rumah-rumah Cina masa lampau. Rumah berarsitektur amat khas itu dilengkapi dengan pagar dan pepohonan sehingga bak sebuah maket unik dan dekoratif.

Amrus membangkitkan kenangan visual lewat lukisan dan patung yang dibuat di atas kayu. Sebuah papan ia pahat sehingga membentuk relief objek masa lalu dengan tetap mempertahankan karakter kayu tersebut yang diberi warna.

Menurut ljek Widyakrisnadi, pemilik TARI Gallery, dalam berkarya Amrus menyusuri banyak kota di Indonesia terutama kawasan Pecinan (tempat permukiman orang Cina) di Cirebon, Semarang, Surabaya, Medan serta Jakarta seperti daerah Laotze, Gang Sentiong, Grogol, Pasar Pagi dan segitiga Senen.

Menurut Amrus, ia berhasil menemukan jejak-jejak tradisional kaum Tionghoa yang mencirikan kebudayaan nenek moyang Indonesia. Pendahulu kita di pedalaman Sumatera, Kalimantan sampai Papua adalah seniman yang gemar melukis pahatan dengan media kayu.

Amrus Natalsya, pria kelahiran Natal Mandailing, Medan, tanggal 21 Oktober 1933, dalam mematung tampak  “membumi “ baik dalam memilih bahan baku kayu, mengolah bentuk, membentuk sapuan warna maupun menuangkan sifat dan karakter keseniannya. Amrus pernah mendapatkan penghargaan Karya Terbaik Triennale Jakarta II (1998) yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta.

Seniman yang sudah dikenal sejak tahun 1950-an ini dari tahun ke tahun terus menekuni lukisan dan patung kayu. Berbagai gagasan ia wujudkan dan aneka tema ia usung seperti dalam kehidupan sehari-hari orang desa di perkampungan, keriuhan masyarakat kampung, kesibukan orang-orang kota, panorama pegunungan, panorama laut dan suasana di dalam rumah sebuah keluarga yang berbahagia. Selain menampilkan tema kehidupan di perkampungan, dalam pameran ini Amrus juga melukiskan tema baru yaitu kehidupan kaum urban di kota besar.

Patung karya Amrus lebih ekspresif seperti patung Asmat. Meskipun dipengaruhi unsur tradisional, Amrus tidak pernah menamakan karya patungnya itu dengan label tradisional, modern kontemporer atau apa pun. Yang penting patung baginya harus bagus dan  “menggetarkan “ hati bagi penikmatnya. Adapun semua karyanya itu berproses sangat panjang.

Contohnya patung kapal Nabi Nuh menceritakan tentang kisah Nabi Nuh yang membuat perahu untuk menyelamatkan satwa dan umatnya dari terjangan air bah. Patung perahu yang banyak berisi binatang ini terbuat dari kayu trembesi. Perahu tidak terlihat lancip tetapi dibuat berbentuk cembung.

Amrus memilih objek patung kayunya tersebut dengan membuat adegan dan dialog sendiri. Amrus kerap menghadirkan suasana lingkungan dan masyarakat apa pun sebagai subject matter. Namun, yang pasti detail karyanya  “ramai “  dan sesuai dengan karakter . Amrus. la membuat pepohonan hijau dan orang yang kecil pada karya kayunya.

Dalam karya lain ia dapat memperlihatkan karya patung berbahan kayu gelondongan dalam bentuk rumah dan orang-orang yang berdesakan dengan diukir lebih detail berupa tiga dimensi (3D).

NUANSA ORIENTAL YANG GLAMOR

Dalam rangka menyambut tahun baru Cina, Elite Grahacipta sebagai galeri interior berkelas kembali membuat pameran mock up interior bernuansa oriental. Dengan tema  “Celebrating Year of the Dragon 2012 “  Elite Grahacipta bekerja sama dengan dua orang desainer terkemuka yaitu Jaya Ibrahim dan Rieska Achmad. Karya keduanya dapat dilihat pada halaman Gria Asri Ini.

 

DESAIN INTERIOR bernuansa oriental saat ini dapat dikatakan sudah familier. Ketertarikan berbagai kalangan terhadap desain interior bernuansa oriental memberikan tempat tersendiri bagi para pencintanya. Terlebih lagi ketika menyambut

tahun baru Cina ini, penataan desain interior bernuansa oriental sangat pas untuk digunakan di hari spesial sebagai salah satu cara menyambut tahun baru. Elite Grahacipta telah mengusung nuansa oriental untuk pameran interior di tahun naga air ini. Para desainer dipersilakan untuk menunjukkan identitas dan karakter desain dari masing­ masing desainer untuk mengeksplorasi produk-produk dari Elite Grahacipta.

Jaya Ibrahim mendesain satu ruang makan dan ruang duduk dengan suasana yang agak berbeda dari umumnya. Warna merah dan emas yang sering tampil dalam perayaan tahun baru Cina, kini beralih pada penggunaan  warna  biru dan warna turquoise sebagai simbol dari tahun naga air. Dominasi warna biru dan turquoise tersebut terlihat pada  pemilihan  beberapa elemen desain interior  dan aksesori pengisi meja makan. Adapun  identitas  desain  oriental terlihat  pada pemilihan produk bernuansa Chinoiseries seperti pada kursi makan dengan sandaran pola oriental dan wallpaper  motif alam khas negeri timur  yang juga dilengkapi dengan guci keramik Cina. Secara keseluruhan Jaya ingin menciptakan sebuah ruang makan yang informai  dan berkesan lebih santai dengan pola penataan meja makan yang tidak simetris dan menghadirkan unsur organik berupa  bunga  segar. Namun, terlepas dari itu Jaya tetap ingin menciptakan kesan mewah dan elegan sebuah ruang makan dengan cara menghadirkan dua buah lampu gantung Zenith Midnight Blue Baccarat.

Untuk desain living room Jaya masih menampilkan nuansa yang serasi dengan ruang makan. Warna-warna senada yang masih didominasi warna biru dan turquoise terlihat pada aksesori pengisi ruang berupa dua buah single chair bergaya oriental dan bantal (cushion) pada sofa serta karpet.

Ada pula warna cokelat hadir sebagai penetral suasana melalui upholstery sofa yang berkesinambungan dengan beberapa bantal dan pemilihan lampu meja Candy Light Copper Baccarat yang ditempatkan pada konsol belakang sofa. Terdapat partisi berwarna emas dengan desain potongan cermin-cermin bulat yang memberikan kesan glowing dan efek pantulan yang unik.

Rieska Achmad mendesain beberapa mock up interior yang meliputi ruang duduk, dua ruang tidur dan ruang kerja. Rieska ingin mengusung tema eklektik dengan tampilan gaya hidup yang mewah sebagai dasar perancangannya . Furnitur oversize digunakan untuk memberikan kesan mewah dan mengisi aksesorinya dengan beberapa gaya dan dari beberapa daerah merupakan konsep gaya desainnya. Tampilannya dapat memberikan kesan yang berbeda pada setiap ruangnya. Contohnya pada setting ruang duduk di lantai satu Rieska menggunakan sofa semiklasik berwarna putih yang dipadukan dengan single chair bernuansa Chinoiseries.

Furnitur tersebut hadir dengan nuansa warna netral kemudian dimeriahkan dengan aksesori seperti bantal berwarna biru dan merah. Lampu gantung Baccarat yang digantung rendah pun memperkuat kesan mewah. Ada pula ruang tidur yang didesain dengan sangat lembut melalui paduan warna krem dan cokelat yang memberikan kesan elegan bergaya modern klasik. Selain itu kamar tidur di lantai tiga didesain dengan gaya klasik oriental. Aplikasi warna biru dan kuning keemasan terlihat menonjol pada aplikasi soft furnishing-nya.

Bedcover dan bantal menampilkan motif oriental yang memberikan kesan yang khas dalam rancangan ruang tidur ini.

Keseluruhan mock up ruang interior pun menampilkan sebuah desain yang berkarakter melalui sentuhan Jaya Ibrahim dan Rieska Achmad dengan kemewahan produk Elite Grahacipta dari furnitur, aksesori sampai lampu Baccarat

Inspirasi Desain Kantordari Pengacara Kondang Adnan Buyung Nasution

Siapa yang tidak kenal dengan Adnan Buyung Nasution, seorang pengacara yang kerap menangani masalah kontroversial dan sering membantu orang kecil.

PENGACARA yang khas dengan tampilan rambutnya yang_ berwarna putih keperakan ini akrab disapa  “Abang “ sangat  “heboh “ pada saat menangani kasus KPK yang terkenal dengan kasus  “cecak vs buaya “.

Di balik penanganan berbagai kasus yang pelik ini ternyata  Abang juga memiliki selera seni yang baik. Hal ini terlihat ketika tim Griya Asri meliput kantornya yang berlokasi di kawasan Jalan TB. Sim atupang, Pondok lndah, Jakarta Selatan.

Kantor seluas 700 m2 yang dimiliki oleh Adnan Buyung Nasution beserta tiga rekan kerjanya ini telah mengalami renovasi total. Yang menarik dari kantor ini adalah kepiawaian PIC, sekaligus konseptor dan arsitek dalam mengelola dan memanfaatkan barang-barang dari kantor lama. Konsep desain interior dan konsep perubahan ruangan sesuai dengan kebutuhan yang memunculkan kesan elegan sekaligus homey .

Kantor yang berada di lantai tiga di sebuah bangunan perkantoran tersebut ditangani oleh Ir. R. Sulistyo  Wicaksono, IAI, yang akrab dengan sapaan Cokie yang dibantu oleh desainer interior Ira B. Sangari dan Rukky (dari EASE), berhasil membuat kantor ini terlihat cantik dan atraktif dengan mengakomodasi berbagai fasilitas yang merupakan kebutuhan pemilik kantor. Secara keseluruhan kantor ini dibagi menjadi tiga zona yaitu zona privat , zona semipri vat dan zona area publik.  “Yang membuat saya senang adalah perencanaan desain yang saya percayakan kepada Cokie berhasil membuat ‘kejutan’ bagi kami. Semua furnitur dan elemen dekorasi interior dari kantor lama dapat dipakai kembali dan dapat menghasilkan suasana serta tampilan yang sangat berbeda, “ ujar Adnan Buyung Nasution menyampaikan kesannya tentang ruang kantornya yang baru.

Secara keseluruhan konsep yang diusung oleh Cokie adalah memanfaatkan semua barang yang sudah ada dan menyulap dengan konsep yang lebih fresh sehingga terasa mengalir dan nyaman. Hal ini dilakukan dengan menghadirkan suasana yang berbeda dengansuasana sebelumnya. Perubahan pertama yang dilakukan Cokie adalah membuat TOR perencanaan desain interior yang menyeluruh yaitu mengubah konsep desain interior klasik dengan konsep modern, clean dan pembagian zona yang jelas, dari perpindahan kantor sebelum nya di Jalan Gatot Subr oto, Jakarta Pusat, menuju ke kantor di Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Area pintu utama ( entrance) yang berfungsi sebagai ruang penerima tamu mengalami perubahan signiifikan . Untuk atap ditambahkan langit-langit  gantung ( dropped ceiling) supaya tidak berkesan formal dengan pemilihan pencahayaan yang sesuai dengan pemakaian material kayu pada seluruh dinding yang melengkung dan senada dengan meja resepsionis, serta ditambahkan ruang rapat (public area). Hal ini menjadikan suasana di area ini terasa lebih nyaman dan menjadi brand atau karakter dari law firm ABN & P.

Masuk ke ruang lebih dalam, kita akan mendapat  “kejutan “ dengan pembagian zonanya. Kita memasuki sebuah koridor yang menuju ruang kerja Abang. Pengolahan desain di area ini sangat menarik. Sang desainer interior berusaha menghadirkan konsep ruang terbuka yaitu dengan cara mengaplikasikan rumput sintetis sebagai karpet pada area sepanjang koridor sehingga seolah-olah kita berjalan di ruang luar. Koridor yang posisinya bersebelahan  dengan ruang penerima tamu ini tak lepas dari sentuhan seni yang menarik.

Pada bidang dinding yang melengkung oleh arsitek dan desainer interior dengan berkonsultasi kepada Abang dan partner dipasang kalimat bijak dalam bidang hukum yang dibingkai, sehingga jika kita berjalan di area ini kita disuguhkan dengan sederetan kata-kata bijak yang menarik.

Area privat yaitu ruang kerja Abang didesain bergaya nuansa semiklasik yang merupakan permintaan pemilik kantor diwujudkan secara detail mulai dari pemilihan furnitur, warna sampai pemilihan elemen dekorasinya. Semua furnitur dan elemen dekorasi ini adalah furnitur dan elemen dekorasi lama yang dimanfaatkan kembali.  “Memanfaatkan barang lama untuk diaplikasikan pada desain interior baru tidaklah mudah. Namun, bila ditempatkan pada posisi yang tepat akan menghasilkan suasana dan nuansa yang berbeda, “ ujar Cokie.

Sebagai sebuah kantor bonafide, Cokie pun mengarahkan perencanaan dan perancangan tiga buah ruangan rapat dengan kapasitas dan fasilitas yang berbeda. Sebuah ruangan rapat berukuran besar dapat berfungsi sebagai ruang serbaguna. Ruang ini memiliki pintu penghubung dengan ruangan rapat di sebelahnya sehingga jika diperlukan ruangan yang lebih luas lagi, pintu dapat dibuka.

Pengacara yang berkantor di sini terdiri dari Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution sebagai pendiri, bersama tiga orang rekannya yaitu Pia A.R Akbar Nasution, Nugrahaningrum dan M. Sadly Hasibuan. Ruang kerja ketiga rekan tersebut ditempatkan sejajar dalam satu area. Ketiga ruangan kantor rekan ini berada pada satu sisi, sedangkan sisi di depannya didesain dengan konsep galeri. Di kedua dindingnya merupakan etalase benda seni (artwork) koleksi Abang. Artwork tersebut adalah kain-kain songket yang dibingkai dan dipadukan dengan beberapa artwork lainnya sehingga area koridor ini tampil bagaikan sebuah galeri.

Ujung koridor ini dipecah menjadi dua bagian. Di sisi kiri terdapat koridor yang di kedua sisinya terdapat ruang-ruang para pengacara atau staf yang jumlahnya sepuluh orang. Fasilitas lainnya yang tersedia adalah ruang perpustakaan yang berada di bagian belakang area lorong ini dan sebuah ruang servis untuk kepentingan para pegawai seperti ruang fotokopi. Adapun area servis seperti dapur dipisahkan dari ruang-ruang  utama yang letaknya di belakang area ini. Namun, tetap terdapat hubungan melalui pintu-pintu penghubung.

Abang yang ter kenal dengan motonya dalam bekerja yaitu menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan tanpa pandang bulu tersebut adalah sosok yang low profile. Lambang keadilan yang disimbolkan dengan burung hantu ini juga dipajang di kantor ini. Menurutnya, burung hantu ini adalah simbol kearifan (wisdom) yang sudah ada sejak zaman India kuno . Suku Abor igin telah memakai sim bol ini sejak dahulu. Dengan suasana kantor yang elegan dan nyaman ini, Bang Buyung se ma kin  “betah “ berada di ruang kerjanya untuk menyelesaikan be rbaga i kasus yang ditanganinya. Semoga dun ia hukum di tanah air kita akan se makin lebih baik ses uai dengan harapan Abang kita ini.

 

  • Adnan Buyung Nasution bersama sang PIC, konseptor dan arsitek Cokie.
  • Ruang penerima tamu yang didominasi unsur kayu ini terasa elegan dan nyaman yang merupakan ciri khas atau karakter dari brand kantor law firm ABN & P.
  • Ruang kerja Abang yang bernuansa semiklasik ini terasa lebih elegan, padahal seluruh furnitur adalah dengan memanfaatkan kembali furnitur yang lama.
  • Koridor menuju ruang kerja Abang mengusung konsep  “green “ yaitu dengan mengaplikasikan rumput sintetis sebagai karpet. Di sini kita seolah-olah berada di ruang luar.
  • Ruang rapat besar in[ merupakan hasil  “olahan “ Cokie dengan EASE yang berhasil memenuhi selera pemilik kantor.
  • Di salah satu sisi lorong pada dinding melengkung ini dipasang kata-kata bijak yang dibingkai sebagai motivasi bagi para karyawan dalam bekerja.

Area koridor para rekan kerja yang menyerupai galeri. Di salah satu sisi dinding dipajang artwork koleksi pemilik kantor yang ditata oleh ketiga partner Abang sehingga area ini tampil cantik dan elegan.

HUNIAN KLASIK ELEGAN yang Tetap Mengutamakan Kenyamanan

Elegan dan nyaman merupakan kesan yang dirasakan ketika berada dalam hunian klasik hasil renovasi yang berlokasi di kawasan Jakarta Pusat

 

HUNIAN YANG SUDAH DIBANGUN sejak tahun 1960 ini merupakan hunian yang nyaman bagi keluara besar Irdami Idris. Di hunian ini pula Ibu Irdam membesarkan anak-anaknya yang saat ini sudah menjadi orang sukses dan memiliki hunian masing-masing. Berbagai kenangan dan suasana kekeluargaan masih terekam dalam hunian yang menjadi tempat keluarga besar Irdam berkumpul. Namun, setelah sekian lama bertahan, hunian ini terasa tidak memadai dan kemudian direnovasi mengikuti perubahan kebutuhan keluarga.

Hunian ini tetap mempertahankan keaslian bentuk bangunan nya yang memiliki dua muka dan berdiri di atas lahan seluas 1000 m2. Pengecatan ulang dilakukan untuk memberikan tampilan berbeda yang lebih segar. Letak hunian yang berada pada lahan hak memberikan keuntungan yaitu berkesan lebih luas. Renovasi hunian ini banyak dilakukan pada ruang dalamnya. Secara keseluruhan fondasinya masih mengikuti fondasi lama. Perubahannya terletak pada  perancangan ruang yang dibuat lebih terbuka Unsur alam seperti pencahayaan dan penghawaan alami merupakan hal penting yang ingin dihadirkan.

Dengan luas bangunan sekitar 300m2 hunian ini terdiri dari zona publik berupa dua ruang tamu zona semipublik berupa ruang keluarga, ruang makan dan pantri serta zona privat berupa empat kamar tidur yang dilengkapi dengan kamar mandi en-suite. Selain itu terdapat zona servis seperti dapur kotor dan tempat cuci yang dibuat terpisah. Ruang-ruang tersebut dihadirkan sebagai fasilitas untuk  “menampung “ keluarga besar ketika berkumpul di hari libur. Adapun keadaan hunian yang sebelumnya terasa sempit, kini terasa lapang berka taman dalam dengan kolam ikan yang berfungsi sebagai sarana  “interaksi “ antara bangunan hunian dan unsur alam. Area dalam pun menjadi tampak terang dan tidak terasa sesak.

Desain hunian ini masih berkesinambungan dengan bangunan aslinya yang bernuansa klasik dengan sentuhan gaya kolonial. Ketika berada di ruang dalam hunian ini, kesan elegan begitu terasa berkat pemilihan dan padu padan elemen cesain interior bernuansa klasik serta kombinasi warna netral. Dominasi warna putih yang dipadukan dengan gradasi warna cokelat membuat suasana ruangan cenderung terasa lebih tenang, Warna-warna tersebut juga tampak dominan pada tiga elemen desain interior seperti pada dinding bercat krem, lantai keramik putih gading dan plafon gypsum putih. Ketiga elemen tersebut juga merupakan dasar bagi kehadiran elemen penigisi yang sangat berperan bagi pembentukan suasana.

Contohnya padu padan pada salah satu ruang tamu yang menghadirkan sola berlapis fobr dengan ruang luar sehingga torcipt dan gorden krem, lampu chandelier klasik nan anggun dan terdapatnya lemari antik serta coffee table kayu dengan latar belakang dinding cermin yang diberi bingkai (frame) berprofil yang terlihat anggun. Di area makan suasana ruang tampak lebih  “clean berkat kehadiran warna putih yang mendominasi. Hal ini terlihat pada desain kabinet pantri dan seperangkat furnitur makannya. Kehadiran material kayu pada beberapa loose furniture-nya seperti kursi makan, credenza dan meja konsol mermberikan suasana lebih homey.

Untuk memberikan perbedaan fungsi ruang desainer menghadirkan partisi transparan dengan rangka kayu berprofil yang berada di antara area makan dan ruang duduk keluarga. Pada ruang duduk keluarga ini terdapat koridor yang menjadi penghubung antarruang kamar. Karidor yang sebelumnya tertutup, kali ini dibuat dengan taman dalam yang hanya dibatasi dengan pintu dan dinding transparan. Desainer sengaja meniadakan ruangan sebelumnya dan dijadikan taman agar setiap ruang dapat berinteraksi dengan ruang luar sehingga tercipta hunian yang sehat karena sirkulasi udara yang lancar.

Dalam hunian ini unsur dekorasi bukan hanya menjadi pelengkap tetapi juga dapat memberikan nyawa “ dan identitas yang kuat bagi hunian klasik antik ini. Beberapa lukisan dan pajangan keramık koleksi pemilik rumah hadir hampir pada setiap ruangan. Contohnya lukisan karya Dullah pada ruang makan lukisan karya Hendra Gunawan pada koridor dan lukisan karya Srihadi Soedarsono pada ruang tamu. Adapun keramik keramik koleksi pemilik rumah juga dipajang yang menambah nilai artistik hunian ini.

DESAIN Perumahan BERWAWASAN “HIJAU “

UNTUK mewujudkan sebuah perumahan yang benat-tbenar green diperlukan upaya yang benar-benar green, diperlukan upaya yang serius. Berbagai aspek harus dipertimbangkan dan direncanakan dengan matang,mulai dari pengolahan tata guna lahan, pelestarian eksisting aspek tata guna air aspek polusi  manajemen sampah, waste water treatment  sampai  pada pertimbangan hemat energi dan pengunaan material lokal. Upaya ini merupakan pekerjaan dasar yang harus juga disesuaikan dengan aspek arsitektural, aspek desain interior dan aspek kenyamananbagi penghuninya

Biasanya hal yang paling menjadi kendala adaiah masalah biaya yang tentu akan semakin membengkak dan memberatkan para konsumen. Masalah mi merupakan hal yarg umum dijumpai di kalangan pengembang atau kalangan industi properti, karena dibandingkan dengan membangun secara biasa biasa saja maka membangun kawasan dan perumahan yang green merupakan beban tambahan bukan benefit tambahan.

Itulah sebabnya diperlukan pengorbanan, komitmen, dan kemauan yang kuat dari para pengembang untuk mulai mennerapkan aspek green pada proyeknya. Disamping itu juga diperlukan motivasi dan pengetahuan yang benar dalam menjalankannya. Karena banyak juga pengembang yang hanya memberi label green pada proyeknya untuk tujuan komersial tanpa menerapkan prinsip green sama sekali.

Memulai penerapan aspek green pada kawasan Clumbuleuif Gegerkalong Bandung ini bermula dari einer sebagai pmpinan PT Wahana Bangun Prima yang tergugah untuk menerapkan aspek paa beberapa kawasan yang dibangun di Bandung. Einer melihat potensi perumahan dan lingkungan alam Bandung yang semakin menurun kualitasnya. Pengembang banyak yang tidak dapat mempertimbangkan aspek pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Niatnya ini mulai diterapkan pada beberapa perumahan seperti The Green Ciumbuleuit, The Papyrus Garden dan Papyrus Terrace. Perumahan – perumahan dikembangkan dengan sistem cluster dan sistem keamanan 24 jam sehingga penghuni akan merasa aman dan nyaman. Selain itu lingkungan yang bersih dan hijau dapat menciptakan kehidupan yang sehat dan berkualitas. Suasana rumah tropis berpadu dalam gaya arsitektur modern dengan pembagian ruang demi ruang yang sesuai dengan fungsinya diharapkan dapat membuat penghuni merasa  “betah “ berada di huniannya. Hadirinya fasilitas yang terbuka hijau dengan penataan lengkap yang simpel menciptakan suasana hunian yang sangat nyaman dan asri.

Untuk membuat desain yang berwawasan  “hijau “ tentu tidak dapat secara serta merta dibutuhkan proses yang berkelanjutan. Walaupun demikian PT Wahana Bangun Prima melalui proyek perumahan yang dikelolanya telah memulai langkah besar ini. Dewasa pemanfaatan lahan dengan lebih arif dan membuat ruang terbuka yang lebih luas merupakan langkah awal yang patut diapresiasi. Konsep perilaku  “hijau “ juga mulai diterapkan bagi penghuninya antara lain melalui konsep berperilaku  “hijau “ dan praktik hidup  “hijau “ dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu telah dibuat sebuah buku panduan yang berisi tuntuann perilaku  “hijau “. Buku panduan perilaku  “hijau “ ini dibagikan secara cuma-cuma bagi para penghuni kawasan tersebut dengan harapan kawasan ini dapat menjadi contoh bagi kawasan dan lingkungan di sekitarnya.

HANGAT BERKAT APLIKASI KAYU

Dewasa ini lahan untuk hunian semakin sulit diperoleh. Harganya pun semakin mahal, terutama di kota kota besar. Dalam hal ini hunian vertikal dan landed house dengan luas lahan yang mungil menjadi alternatif yang masuk akal.

 

SELAIN ITU kondisi bumi yang semakin rusak juga mendarong semua pihak untuk berperilaku  “hijau “. Hal ini juga berlaku dalam bidang desain. Desain yang berkelanjutan (sustainable) dan hijau tentulah menjadi hal yang relevan dan wajar untuk diterapkan. Di lain pihak, kebutühan penghuni rumah juga harus dapat dipenuhi dengan sebak baiknya. Maka dalam mendesain sebuah hunian tentu saja diperlukan integrasi dari semua aspek tersebut.

Kali ini tim Griya Asri barkesempatan untuk meliput dua buah hunian yang dikembangkan oleh PT Wahana Barigun Prima, pengembang yang berkomitmen untuk terus mewujudkan perumahan dengan desain yang berwawasan  “hijau “. Hunian yang pertarna berada di cluster The Papyrus Garden Gegerkalong sedangkan hunian yang kedua berada di chuster Papyrus Terrace. Yang menarik dari kedua hunian tersebut adalah dengan luas lahan yang terbatas, pemilik rumah tetap dapat menata ruangannya dengan baik.

Hunian pertama yang diliput memiliki luas lahan yang terbatas yakni 110 m2. Namun pemilik rumah dapat membuat huniannya terasa nyaman dengan pengeluran ruang yang tepat dan desain interior yang apik. Dalam mengolah sebuah ruangan terdapat Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu bentuk ruang, fungsi ruang, pemilihan furnitur, penempatan furnitur dan pemilihan warna.

Hunian dua lantai ini memiliki 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 2 ruang bersantai, 1 pantri dan  ruang makan serta taman yang ditenpatkan  di bagian depan hunian. Untuk menyiasati lahan yang terbatas, pemilik rumah tidak membuat partisi yang masif antara ruang tamu dan ruang bersantai. Dengan demikian kedua ruangan ini tetap terpisah tetapi suasana ruang tetap terasa lega dan nyaman. Pemilik rumah juga tidak memberikan batas sedikit pun antara ruang pantri, ruang makan dan ruang bersantai sehingga ruangan terasa lebih luas. Selain itu pemilik rumah juga memilih berbagai furnitur yang simpel, fungsional dan bergaya modern. Namun, pemilik rumah tetap memasukkan unsur material kayu yang diharapkan dapat membuat hunian menjadi  “hangat “ dan terasa alami.

Adapun hunian kedua yang diliput memiliki luas lahan yang sedikit lebih luas yati 140m2. Tidak jauh berbeda dengan hunian yang sebelumnya hunían dua lantai ini memiliki tiga kamar tidur, pantri yang digabung dengan minibar, satu ruang tamu, satu ruang bersantai dan taman kecil di bagian depan serta bagian belakang hunian.

Pemilik rumah banyak mengaplikasikan warna cokelat dari unsur kayu pada furnitur dan elemen desain interior hunian ini. Contohnya aplikasi partisi yang membatasi ruang tamu serta area pantri dan area makan. Partisi ini terbuat dari batang-batang kayu yang disusun secara vertikal. Tangga pada hunian ini juga banyak didominasi dengan material kayu.

Karena kepiawaian kedua pemilik rumah tersebut dalam menata desain interior huniannya, maka secara keseluruhan kedua hunian ini terasa alami, homey dan  “hangat “ dengan nuansa cokelat yang monokrom.

 

  1. Fasad hunian yang simpel ini berada di perumahan The Papyrus Garden dengan latar belakang suasana senja
  2. Ruang tamu dan ruang bersantai dipisahkan oleh partisi yang tidak masif, untuk menghindarkan kesan sempit pada lahan yang terbatas.
  3. Pantri ruang makan dan ruang bersantai dirancang tapa sekat agar berkesan tebih lapang. Pemilihan furnitur yang simpel dan fungsional merupakan pilihan tepat untuk hunian urban dengan lahan terbatas.
  4. Hunia yang berada di perumahan Papyrus Terrace ini memiliki nuansa cokelat yang monokromatik.
  5. Aplikasi kayu pada partisi, tangga dan elemen desain interior lainnya membuat suasana hunian menjadi terasa  “hangat “ dan nyaman.

VILLA di TEPI SAWAH Bali, Sejuk Menyegarkan

Bali memang tak akan pernah ada habisnya untuk dibahas, mula dari objek wisatanya barang kerajinannya sampal acara ritual adat stiadatnya Itulah magnet Pulau Dewata sebuah pulau yang memberikan sejuta kenangan bagi siapa pun yang pernah singgah ke Bali.

 

KEINDAHAN ALAM dari berbagai keunikan inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi Diana Nazir dan timnya untuk membeli sebuah villa disana yang kemudian direnovasi untuk dijadikan basecamp nya jika sedang di Bali.

Melewati waktu untuk bersantai sambil menikmati keindahan hamparan padi di sawah yang menghijau merupakan pemandangan yang langka.  “Lukisan alam “ seperti inilah yang dapat dirasakan pada sebuah villa yang berlokasi di Seminyak, Bali.

Sebagai tempat liburan bertaraf Internasional, Bali merupakan perpaduan antara budaya timur dan budaya barat. Tanpa meninggalkan identitas aslinya karya arsitektur dan desain interior Bali pun semakin berkembang. Wujud perkembangan ini salah satunya terlihat pada desain vila-vila komersial sebagai kegiatan bisnis yang sedang naik daun. Salah satu rancangan vila komersial yang cukup progresif adalah vila tepi sawah yang diliput ini.

Properti ini merupakan hasil kerjasama antara Diana Nazir dan tim kerjanya untuk menghasilkan desain dan karya yang terbaik. Sebagai desainer interior yang kerap datang ke Bali. Yang gesit ingin membangun tempat tinggal yang dapat digunakan sebagai basecamp dengan suasana santai terbuka dan terasa menyatu dengan alam. Villa ini juga berfungsi sebagai kantor kecil sekaligus tempat menginap bagi para karyawannya ketika bertugas di Bali. Di samping itu vila ini juga dapat disewakan manakala tidak dipakai sebagai basecamp.

Ketika dibeli bangunan yang berada diatas lahan seluas 1280 m2 ini memang masih berbentuk bangunan lama yang kemudian direnovasi secara total terutama untuk desain interiornya. Diana ingin menciptakan hunian modern yang kental dengan nuansa tradisional sehingga tampil kontekstual dengan gaya hidup masa kini dan lingkungannya Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Diana tidak mengubah bentuk fasad bangunannya tetapi mengubah desain interiormya yang  “dikemas “ dalam bentuk paduan tradisional dan modern

Vila dua lantai ini mengusung konsep desain interior yang berbeda di setiap lantainya. Di lantai bawah yang terdiri dari foyer, ruang makan, pantri dan sebuah kamar tidur, Diana menerapkan konsep yang kental dengan unsur tradisionalnya seperti penempatan kursi amben di salah satu sudut ruangan Adapun pada pintu masuk dan pintu samping yang menuju ke kolam renang tetap mempertahankan pintu gebyok yang sudah ada sejak awal bangunan berdiri. Di ruang makan dan pantri yang tanpa sekat ini juga ditempatkan lemari hias etnik oriental yang serasi dengan elemen lainnya.

Untuk konsep desain interior di lantai atas Diana menerapkan konsep etnik modern. Di sini cuasana Bali lebih terasa melalui penataan desain interiornya dan pemilihan elemen dekorasinya Terdapat pula lounge/living room yang luas dan tiga kamar tidur. Semua ruangan yang terdapat di lantai ni berorientasi ke luar ruangan.

Vila ini juga memiliki bukaan-bukaan yang lebar yang memanfaatkan pemandangan sawah sebagai selling point-nya.

“Agar di setiap kamar tidur memilki suasana yang berbeda, maka kami menatanya dengan konsep yang berbeda pula, “ ujar Hera, salah satu tim desain Diana Nazir. Di ruang tidur yang pertama kami menerapkan konsep warna black and white. Seluruh elemen desain interiornya menerapkan warna tersebut. Begitu pula untuk kamar mandinya sedangkan kamar tidur berikutnya kami menerapkan konsep elegan yaitu paduan warna black and gold sampal ke kamar mandi dengan paduan yang senada. Oleh karena itu dalam satu päket kamar tidur semua konsep elemen desain interiornya dibuat senada “ ujar Hera menambahkan.

Diana beserta tim desainnya  “menyegarkan suasana di vila in dengan aplikasi cat berwarna cerah dan kontras pada satu bidang dinding. Seluruh furnitur yang ada adalah hasil desain tim sesuai dengan kebutuhan. Beberapa artwork-nya ada yang dipesan dari seniman Bali setempat. Pada malam harl, suasana ruangan tampak nyaman dengan pencahayaan lampu yang unik sehirngga tarmu pun semakin betah beristirahat di vila ini.

  1. Salah satu viewkolam renang yang seolah-olah menyatu dengan sawah.
  2. Teras di koridor atas yang langsung menghadap ke sawah.
  3. Aksen menuju kolam renang. Pintu masuknya, menggunakan pintu antik/kuno.
  4. Ruang santai di lantai bawah yang didesain semietnik
  5. Area makan yang menyatu dengan pantri menerapkan konsep etnik modern.
  6. Loungedi lantai atas yang didesain lebih modern dengan mengombinasikan elemen etnik lokal.
  7. dengan bukaan yang lebar dan orientasi ke luar ruang dapat menghasilkan suasana yang segar di ruangan ini.

IMPRESI Hunian KONTEMPORER yang ELEGAN

Keunikan desain hunian ini terletak pada komposisi massa bangunan dan padu padan harmonis antara material dan detail desain interior yang  “dibalut “ oleh ssuasana tropis, sesuai dengan gaya hidup masa kini.

 

GAGASAN DESAIN rumah tinggal ini berawal keinginan pemilik rumah untuk tinggal di hunian modern yang mewah dengan suasana tropis yang menyegarkan. Pemilik rumah ingin menikmati ruang yang terbuka dengan semilir angin dan pemandangan luas ke arah halaman tetapi mudah perawatannya. Desain hunian dan lanskap yang berlokas di kompleks Solo Baru, Solo, Jawa Tengah ini dipercayakan kepada tim arsitek muda Mocres iwan Mulyswan dari konsultan Mozaic Architects sedangkan desain interiornya ditata oleh pemilik rumah bersama dengan arsiek. Pada tahap awal, arsitek merancang massa bangunan berbentuk huruf L di lahan seluas 1140 m2 dengan pagar muka yang cenderung tertutup untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Fasad hunian sengaja didesain seolah-olah terdiri dari dua massa bangunan dengan model atap yang berbeda yaitu atap perisai dan atap datar yang dihias dengan detail ornamen khas gaya kolonial sehingga hunian tampil lebih dinamis.

Pepohonan yang rimbun dan tanaman yang merambati dinding pagar ataupun kanopi carport juga berhasil mengurangi kesan masif pada dinding serta lantai area pintu masuk utama (entrance) hunian yang berlapis marmer.

Sisi bangunan yang menghadap ke barat dibuat lebih solid untuk meredam terik matahari sedangkan area servis ditata dengan  pola split level agar dapat mongakomodasi berbagai kegiatan. Untuk mewujudkan kkeinginan pemilik rumah, asitek merancang halaman belakang dengan kolam renang model overlow dan dek kayu untuk bersantai serta menata lanskap dengan pohon-pohon khas tropis seperti kamboja. Desain ini sejalan dengan susunan ruang dalam hunian. Ruang duduk keluarga, ruang makan dan pantri ditata transparan tanpa dinding penyekat serta berorientasi ke arah halaman belakang.

Kamar tidur utama dan kamar mandi yang berada di lantai atas ditata menghadap ke arah kolam renang dan ke arah taman sehingga diperoleh pemandangan terbaik serta terhindar dari bisingnya suara lalu lintas di depan hunian. Halaman luar dengan ruang dalam ini sebagian besar disekat oleh jendela-pintu kaca lebar agar dapat memaksimalkan sirkulasi udara segar, memaksimalkan masuknya cahaya alarni dan memaksimalkan kontinuitas visual antarruang yang mengalir serta berkesan lapang. Selain itu kamar tidur tamu di lantai bawah sengaja didesain lengkap dengan teras yang bersisian dengaı kolam renang sehingga kamar ini dapat dipakai oleh pemilik rumah di hari tua mereka.

Naik ke lantai atas, arsitek merancang area tangga yang menarik dan ruang duduk serta dua buah kamar tidur anak yang masing-masing dilengkapi oleh balkon menghadap ke arah halaman. Rancangan tata ruang ini berhasil menciptakan kesan ruang luar yang  “merangkul “ ruang dalam (indoor-outdoor dan tentu saja didukung oleh aplikasi material alami. Contohnya permukaan marmer yang melap dinding ataupun lanitai dalam dibuat licin sedangkan yang di ruang luar justru bertekstur kasar. Selain itu marmer juga mendominasi dinding dan lantai semua kamar mandi. Arsitek banyak menerapkan kayu solid untuk menciptakan kesan  “hangat “ dan kesan elegan diantaranya untuk dekorasi plafon selasar menuju ke kamar tidur tamu, untuk pelapis dinding ruang duduk keluarga dan untuk penutup lantai kamar tidur utarna. Kayu juga diolah sebagai daun pintu utama dan lemari sedangkan veneer kayu dengan motif eksotik menjadi pelapis panel dinding dekoratif ataupun kabinet seperti yang terlihat di kamar tidur dan pantri. Material alami ini juga diimbangi oleh bahan pabrikasi seperti lembaran baja bermotif floral yang dilubang dengan laser cutting dan dipasang sebagai pelapis plafon di teras ataupun pintu kabinet di kamar tidur tamu.

Untuk desain interior, pemilik rumah dan arsitek sepakat untuk menerapkan gaya modern dengan sentuhan gaya kolonial ataupun gaya klasik Eropa dan dipadu dengan aksen berupa koleksi benda seni (artwork) nan eksotik. Warna- warna alami (earth tones) terang seperti gradasi warna cokelat sampai putih gading diekspos dari material yang dipakai dalam ruangan. Contohnya sebidang dinding di ruang penerima tamu dilapisi oleh wallpaper warna cokelat keunguan dengan tekstur mengilap (glitter) sehingga menjadi latar belakang bagi komposisi sepasang kursi dan sofa. Sepasang pintu penghubung antara ruang tamu dan area keluarga berkumpul didesain cantik dengan kombinasi antara kayu bermotif anyaman dan berlapis kaca. Area void di sekitar tangga dihias dengan pagar dari kaca dan panel dinding dekoratif berlapis veneer kayu serta handle dari bahan tembaga berukir. Kamar tidur utama yang didominasi oleh nuansa warna cokelat tembaga terasa nyaman dengan karpet lembut, kepala ranjang yang berbalut bahan suede, dinding berlapis wallpaper motif dedaunan dan panel kayu yang memisahkan kamar dengan walk in closet. Suasana yang serupa juga hadir di kamar mandi utama sedangkan kamar tidur tamu justru didominasi oleh warna putih yang elegan.

Pemilik rumah juga menempatkan koleksi benda seni (artwork) mulai dari lukisan, patung, vas keramik ukiran kayu, ukiran batu paras, lampu gantung sampai cermin dari berbagai pelosok nusantara ataupun dari berbagai negara sebagai pusat perhatian dalam ruang (eye catcher). Bekerja sama dengan Leni sebagai pemasok lampu, pemilik rumah dan arsitek  “memainkan “ tata cahaya ruang (lighting) agar suasana tampil lebih  “hidup “ serta berkesan  “dramatis “ diantaranya dengan lampu tersembunyi (indirect lighting) di plafon gantung dan lampu spotlight untuk menyorot keindahan detail arsitektur ataupun keindahan desain interior tertentu. Lampu hias di permukaan air kolam renang juga tampil menarik. Sementara itu hobi pemilik rumah seperti mengoleksi tanaman merambat dolar-dolaran dan tanaman gantung Lee Kwan Yue ataupun mengutak- atik motor besar pun diakomodasi dalam desain secara estetik. Secara keseluruhan rancangan arsitektur, desain interior dan lanskap rumah tinggal ini berhasil mengakomodasi keinginan serta gaya hidup pemilik rumah.

GEDUNG SERBAGUNA BHUMIKU

ITULAH KONSEP ramah linghungan yang ditulis oleh Aldo Leopold, yang banyak mengilhami Mira Guizot beserta suami delam mendesain gedung serbaguna ini. Gedung yang baru diresmikan oleh Uskup Denpasar pada tanggal 16 Desember 2011 lalu ini  memang menarik, karena gedung inilah satu satunya gedung pertemuan yang representatif  yang terdapat di kota Denpasar, Bali.

Menurut Mira, nama Bhumiku dipakai untuk gedung ini karena nama tersebut sangat simpel tetapi bermakna sangat luas. Bumi yang berbentuk bulat itu dapet diartikan bahwa segala sesuatunya akan kembali ke asalnya, bahwa kehidupan itu seperti roda berputar sehingga kita harus selalu mawas diri dan tidak menjadi sombong ketika berada di atas. Bulat juga diartikan sebagai circle of life. Apa yang akan penuh kita perbuat sekarang akan berpengaruh pada anak cucu kita di kemudian hari. Oleh kareena itu Mira berkomitmen untuk menjaga bumi ini dari kerusakan dan penceamaran baik yang berasal dari alam maupun yang berasal dari ulah manusia.

“Kami berusaha menghadirkan bangunan yang sangat berbeda dari bangunan lain yang terdapat di Bali tanpa menghilangkan unsur budaya Bali dan suasana alamnya. “ Ujar Mira.

Adapun di bagian depang gedung ini kami upayakan menghadirkan  “hijau “ melalui penataan lanskapnya. Seluruh pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan iklim Bali yang tropis. Bahkan wilayah sisi kanan gedung yang luasnya 400m2 dan menghadap ke jalan raya digunakan untuk menanam jenis tanaman yang tahan terhadap panas matahari. Karena area tersebut menghadap ke barat, maka baik pada siang hari maupun sore hari area ini disinari penuh. Adapun bagian sisi kiri gedung yang luasnya 55m2 kami hadirkan vertical garden yang terdiri dari jenis tanaman yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari langsung. Di area sisi kiri gedung ini juga dihadirkan patung kuda yang fenomenal berukuran besar karya dari Ubud Bali Indonesia.

Seperti yang diharapkan pemiliknya, Mira dengan hadirnya gedung serbaguna ini semua kegiatan seperti seminar, acara pernikahan sampai tempat pergelaran musik dapat dilangsungkan di gedung ini.

  1. Stoye Bull di dinding gedung setelah didekor sesual dengan tema acara.
  2. Ballroom yang dapat menampung banyak tamu.

Saat peresmian gedung diresmikan oleh Uskup Denpasar