Category: Travelling

EKSOTISME KONSEP RESTO GALLERY

Berwisata kuliner di Bali, tidak sekadar mencari makanan yang nikmat, tetapi kebanyakan dari pengunjung juga mencari sebuah “sensasi” dan pengalaman yang menarik dari tempat makan tersebut.

BALI  sebagai daerah sebutan surga dunia menyajikan berbagai cara untuk menikmati hidup. Salah satunya adalah dengan kehadiran berbagai jenis tempat bersantap yang dapat memanjakan lidah melalui beragam pilihan menu. Terlebih lagi dewasa ini aktivitas bersantap merupakan bagian dari pleasure  dan  entertaining. Pemilik restoran semakin berusaha menyediakan tempatnya senyaman dan semenarik mungkin untuk membuat pengunjungnya merasa senang dalam menikmati sajian makanan di restoran tersebut. Demikian halnya yang terjadi di daerah Seminyak, Bali tempat-tempat makannya semakin berkembang. Di daerah ini banyak restoran yang menerapkan konsep tempat makan dengan karakteristik yang elegan dan bergaya high class tetapi bersuasana santai.

salah satu restoran yang terkenal di kawasan Seminyak adalah Metis Restaurant and Gallery. Restoran ini merupakan sebuah pengembangan dari kafe warisan yang sebelumnya sudah berdiri selama 12 tahun. Restoran dengan konsep fine dining ini menyajikan makanan internasional yang khusus diracik oleh chef  asal Prancis yang berpengalaman. Selain menyediakan menu spesial dari chef andal ini, Metis juga menampilkan koleksi objek seni tradisional dan seni Asia yang dihadirkan dalam sebuah ruangan galeri. Selain itu terdapat pula butik yang dapat memenuhi hasrat berbelanja konsumen atau sekadar dapat membeli buah tangan sambil menunggu pesanan makanan datang. Bahkan hanya untuk sekedar melihat-lihat produk fashion atau benda seni (artwork) lokal yang berkualitas punt dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan di restoran ini.

Berlokasi di kawasan yang tenang Metis merupakan tempat yang cocok sebagai tempat bersantai dan “melarikan diri” dari rutinitas sehari-hari. Metis mempunyai desain interior yang indah hasil dari paduan desain lokal antik dengan sentuhan gaya internasional. Shinta Siregar dan Ida Gusti Bagus Merthadi dari Nexus Design Architect diberikan kepercayaan oleh pemilik restoran untuk menyelesaikan pekerjaan desain interior ini. Identitas lokal dihadirkan pada gaya furnitur etnik dan “ permainan’ motif tradisional yang sebagian besar diterapkan di dinding. Di samping itu material lokal juga diterapkan pada menu makanan ala Prancis dan pada gaya table setting. Bangunan ini dibangin dengan konsep yang menawan melalui “permainan’ kayu yang memberikan kesan humble sedangkan efek cahaya yang teduh dan temaran mulai tampak dari fasad bangunannya.

Bangunan Metis terdiri dari dua lantai utama seluas 1877 m2. Area bangunan dibagi menjadu area galeri, area butik dan area makan pada lantai satu dan function room di lantai dua. Area makan pun dipisahkan menjadi empat kategori area yaitu area ruang makan utama, area bar, cellar dining room dan area makan outdoor. Pada bangunan ini, area galeri sengaja ditempatkan pada wilayah depan, sehingga menjadi ruang “pengantar” sebelum beralih ke area makan utama. Hal ini jufa dimaksudkan utnuk memberikan privasi para tamu pada ruang makan. Area galeri yang dibatasi dengan bidang transparan yang kemudian direfleksikan oleh kolam air di depannya juga menjadi satu cara untuk menarik kehadiran pengunjung. Selain itu sosok bangunan yang “ramah” dan tampak “hening” pun merupakan daya tarik tersendiri. Untuk memasuki bangunan Metis, pengunjung diantarkan melalui sebuah prosesi masuk yang cukup panjang. Bangunnan yang didesain dengan taman luas di depan dan di area perjalanan yang cukup panjang menuju pintu utama dimaksudkan untuk menjaga kenetanngan dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung.

Beranjak ke ruang makan, pengunnjung yang datang dapat merasakan suasana yang “ramah” dan santai melalui konsep ruang makan yang didesain dengan mengusung konsep teras rumah. Desain terbuka menghadap ke arah  sawah dan kearah taman lotus serta waterlily memberikan suasana bersantap yang santai. Apabila pengunjung datang disore hari, suguhan pemandangan matahari tenggelam dapat dinikmati di sini. Suasana romantis pun dapat terasa denga adanya paduan komposisi desain tata lampu yang sengaja di desain tearam. Meskipun dengan konsep yang santai , Metis tetap hadir secara elegan melalui penataan meja dan kursi rotan anyam yang simetris dan tertata rapi lengkap dengan table setting-nya. Deretan meja disusun diagonal pada area tengah yang memungkinkan setiap pengunjung dapat bersantap sanmbil tetap menikmati pemandangan di depannya.

Metis yang dalam bahasa Prancis berarti “komposisi campuran” sangat cocok dipakai untuk temmpat ini. Metis merupakan cerminan dari sebuah tempat yang memadukan antara warisan tradisi lokal dan gaya internasional yang  cenderung modern yang mempertunjukkan keahlian chef andal dalam membuat sajian spesial. Komposisi arsitektural dan desain interior hadir melalui desain eklektik dengan sentuhan etnik yang seimbang dan tampak alami.

Vila Tropis Modern

67 Desain Rumah Vila Minimalis

Menikmati waktu bersantai bersama keluarga ataupun dengan kerabat disebuah vila merupakan satu cara untuk berlibur yang menyenangkan. Hal ini dapat kita rasakan ketika berlibur dengan suasana di Pulau Bali yang  memiliki atmosfer menyenangkan dan ideal untuk berlibur.

 

DESAIN TROPIS MODERN

Sebuah vila yang diliput Griya Asri ini berada dikawasan Canggu dan berlokasi berdekatan dengan pantai. Suasana santai dan homey menjadi pendukung aktivitas berlibur disini. Vila yang bernama vila Mary ini merupakan vila pribadi yang juga dikelola untuk disewakan. Berada diatas lahan 1250 m2 dengan bangunan seluas 340m2. Vila Mary dibangun menjadi tiga lantai dengan satu lantai untuk balai dilantai tiga yang menghadap pemandangan lepas ke arah alam terbuka. Apabila dilihat dari depan, sosok bangunnan terlihat tampak sederhana. Pintu utama yang berhubungan dengan gerbang dpan diapit dua pohon rindang yang “menyembunyikan” sosok bangunan utama. Hal in pus memberikan kesan bangunan yang “bersahaja” dengan suasana yan sejuk.

 

ARSITEKTUR

  1. Benyaknya tampak unik dan berbeda dengan paduan struktur yang terlihat tegas dengan desain atap lengkung. Pola keramik pada kolam dibuat menyerupai pola batik dengan menggunakan kombinasi dua material batu.
  2. Tampak depan yang memperlihatkan oreintasi vila ke ruang dalam.
  3. Kesan yang berbeda dan unik hadir melalui unsur lengkung pada kanopi gerbang masuk.

 

Beralih ke ruang dalam, hubungan ruang yang berkesinambungan dengan alur ruang yang mengalir menunjukkan adalanya kesatuan yang diutamakan dalam pola desain ruangannya. Bangunan yang didesain dengan pola huruf L menghadap kearah taman dalam dan kearah kolam renang meiliki sirkulasi udara yang baik dan nyaman. Pada lantai satu pola ruangan dibuat “mengalir “dan pada lantai dua ruangan dibuat dalam pola linier. Selain itu ruang – ruang yang dibuat terbuka dengan bidang transparan membuat cahaya matahari dan sirkulasi udara asuk ke seluruh ruangan. Secara umum, hal tersebut merupakan aplikasi dari desain arsitektur bangunan tropis yang cocok diterapkan pada bangunan didaerah beriklim tropis. Keadaan iklim tropis Bali dengan temperatur udara yang cukup panas yaitu antara 24,0 derajat Celcius sampai 30,8 derajat Celcius merupakan latar belakang untuk aplikasi desain tersebut.

Komang Suardika Jeghier sebagai arsitek Vila Mary diberi kebebasan oleh pemilik vila untuk mengekspresikan idenya pada perancangan dan pembangunan vila ini. Pemilik vila hanya meminta agar vila ini dapat tampil unik dan berbeda sehingga dapat memberikan pengalaman menarik bagi pemilik vila ataupun para tamu. Adapaun keunikan yang ditampilkan Komang dalam Vila Mary terlihat pada desain arsitekturalnya, khususnya pada desain atap yang dibentuk menyerupai perahu terbalik. Sebenarnya bentuk ini terinspirasi dari bentuk punggung klipes  yang merupakan satu jenis binatang air yang dikenal di Bali.

Anahata, yang Merupakan Sebuah Wellness Center yang Baru.

SARANA RELAKSASI di kota besar menjadi kebutuhan bagi kaum urban.  Ketenangan dan kenyamanan setelah banyak beraktivitas menjadi hal yang didambakan orang.

Di samping itu aktivitas relaksasi dapat melonggarkan otot dan menenangkan otak setelah bekerja yang melelahkan. Tempat spa ini menawarkan pelayanan berkonsep total wellness yang memberikan  relaksasi antara body , mind and soul.

Anahata yang sudah berpindah lokasi, kini tempatnya sudah didesain ulang. Lokasi baru ini lebih strategis sehingga lebih mudah dicapai oleh para pelanggan dari tempat parkir mal.

Luasnya kurang lebih 250 m2 dan memiliki ruangan yang lebih kecil dibandingkan dengan tempat sebelumnya. Meskipun demikian para tamu tetap dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan ketika berelaksasi, terlebih lagi saat ini terdapat treatment baru untuk memanjakan para tamunya.

Melalui konsep total wellness center  yang mencakup perawatan body, mind and soul Anahata memberikan gabungan relaksasi berupa yoga, spa dan nutrisi. Aktivitas yoga berupa treatment pelatihan pernapasan dan sirkulasi energi pada tubuh. Aktivitas yoga mencakup meditasi yang dapat berguna untuk meningkatkan konsentrasi dan menghilangkan stres. Di sini juga disediakan treatment seluruh badan yang menggunakan bahan alami seperti rempah-rempah dan buah-buahan.

Javanese spa yang merupakan salah satu treatment yang menawarkan pelayanan berupa massage dan lulur selama 90 menit. Dalam perawatan ini, para tamu dimanjakan dengan berbagai treatment mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Buah alpukat digunakan sebagai bahan masker untuk rambut sedangkan bahan untuk scrub menggunakan rempah-rempah seperti jahe, kencur, temu giring dan lengkuas. Bahkan bahan yogurt pun digunakan untuk masker badan. Semua bahan tersebut dipercaya mempunyai khasiat yang ampuh untuk membuat badan menjadi terasa nyaman, hangat dan menghilangkan pegal-pegal. Ada pula treatment baru yang ditawarkan yaitu hydrotherapy. Yaitu treatment menggunakan air untuk menghilangkan racun­ racun di dalam tubuh. Adapun bagi para tamu yang ingin berkonsultasi mengenai kesehatan dapat pula ditemukan di sini.

Melalui konsep interior back to nature tempat ini hadir dengan suasana “han gat’ ‘ bagaikan di alam terbuka. Penggunaan material alami dan material artifisial bersuasana alami mendominasi interiornya. Kay u, bambu dan batu alam merupakan material yang banyak diaplikasikan untuk mencapai suasana yang alami tersebut.

Konsep interior ini juga mendukung aktivitas treatment para tamu, apalagi setiap ruangan dibuat temaram sehingga tamu merasa lebih santai dan nyaman. Pemilihan warna sesuai dengan warna-warna cakra seperti pada logo yaitu oranye, hijau, merah dan ungu.

Secara keseluruhan Anahata wellness center merupakan tempat berelaksasi yang dapat menyeimbangkan antara kebugaran badan, pikiran dan jiwa.

SEJENAK MENIKMATI BANGKOK Thailand

Negara Thailand yang beribu kota Bangkok memiliki banyak objek wisata yang mengasyikkan. Pemerintah Thailand menyediakan berbagai fasilitas bagi wisatawan asing yang mengunjungi negaranya. Di sini kita dapat menikmati wisata sejarah, wisata kuliner sampai wisata belanja.

 

SEIRING dengan berjalannya waktu kota Bangkok telah berubah wajah menjadi kota yang modern dan kosmopolitan tanap meninggalkan akar budaya bangsa Thailand. Wisatawan yang datang ke Bangkok merasa nyaman ketika menjejakkan kaki di bandara Suvarnabhumi (tanah emas) yang megah dan luas seolah-olah oleh menjadi etalase negara Thailand.

Berikut adalah sekelumit kisah perjalan rombongan masalah Griya Asri yang mengunjungi tempat-tempat menarik di Bangkok dan sekitarnya.

Setelah tiba di bandara, kami langsung menuju ke pusat kota Bangkok (The City of Angels) dengan menaiki kereta monorel, arat tidak terjebak kemacetan di kota Bangkok. Setelah sampai di hotel kami langsung mendiskusikan rencana mengunjungi objek wisata di Bangkok seperti Royal Grand Palace, Wat Pho, pasar terapung Damnoen Saduak dan Pantai Pattaya.

Pertama kali yang kami lakukan setelah beristirahat sebentar di hotel adalah berkeliling kota Bangkok. Perjalanan  sekitar Bangkok memang menyenangkan dan tidak akan mengecewakan. Dalam beberapa dekade terakhir ini Bangkok telah berubah menjadi kota yang modern dan menarik. Kota ini dihiasi oleh sekitar 400 kuil Buddha berkilauan yang cantik dan istana-istana yang megah mempesona.

Di Kota ini banyak dialiri sungai yang aspek kebersihannya begitu dijaga oleh para petugas yang didukung oleh masyarakat setempat sehingga sungai-sungai tersebut banyak dijadikan sebagai alternatif objek wisata.

Sungai yang paling Pharaya (River of the king). Sungai yang panjangnya 300 km ini membelah kota Bangkok. Lebar sungai ini sekitar 20 meter, kira-kira selebar sungai-sungai yangterdapat di kira-kira selebar sungai-sungai yang terdapat di Kalimantan. Sungai Chao Pharaya mengalir dari utara Bangkok dan bermuara di Telur Thailand.

Cara yang terbaik untuk menelusuri sungai ini adalah dengan menggunakan shuttle Boat.  Sepanjang Sungai Chao Pharaya terdapat banyak  dermaga yang fungsinya seperti halte bus. Shuttle Boati setiap harinya akan melewati dermaga ini sampai pukul lima sore waktu setempat. Transportasi lainnya adalah menggunakan long tail boat yang berfungsi sebagai  “ojek boat. “

Sungai Chao Phraya berfungsi sangat vital bagi masyarkaat Bangkok. Sungai Chao Phraya selain berfungsi sebagai sarana lalu lintas, juga merupakan urat nadi kegiatan masyarakat sehari-hari seperti sarana irigasi dan pasar terapung. Suasana di sungai ini sangat ramai, penuh dengan kapal-kapal yang lalu lalang baik kapal pedagang, kapal transportasi, kapal pesiar maupun restoran terapung. Orang barat menyebut kota Bangkok sebagai  “Venesia dari Timur. “ Oleh karena potensi inilah, pemerintah Thailand  “menyulap “ sungai ini menjadi objek wisata yang dapat diandalkan.

Di sepanjang sungai ini banyak terdapat kuil Buddha. Di negara Thailand terdapat sekitar 400 kuil Buddha. Keunikan kuil-kuil tersebut adalah gaya arsitekturnya yang indah. Kuil tampil mewah, megah dan anggun dengan lapisan emas yang berkilau pada pagodanya. Atapnya umumnya berbentuk agak menjulang, khas arsitektur Thailand.

Kami menyusuri Sungai Chao Phraya dengan perahu motor sambil menikmati objek wisata seperti Royal Grand Palace, istana raja kerajaan Thailand.

Royal Grand Palace m erup akan istana raja yang megah. Kompleks kerajaan inilah yang paling sering dikunjungi wisataw an. Di si,ni kita dapat menyaksikan bangunan arsitektur khas Thailand  seperti chedi dan stupa serta lukisan kuno yang menggamb arkankisah Ramayana. Kisah Ram ayan a ini juga digambarkan dalam pat ung- pat ung Hanom an yang menyangga stupa. Sel ain itu juga terdapat Royal Thai Decorat ion dan Coin Pavilion yang menyimpan benda-b enda warisan kerajaan sejak abad ke-11.

Pada zaman dahulu tempat ini digunakan sebagai tempat tinggal raja. Sejak abad ke-20 tempat ini dijadikan museum danobjek wisata. Kompleks Royal Grand Palaceyang luas ini dikelilingi tembok putih yang tinggi. Kompleks ini terdiri dari museumdan sebuah kuil sebagai  rumah dari The Emerald Buddha (patung Buddha duduk). Untuk dapat memasuki kompleks ini, kami harus berpakaian yang rapi dan sopan.

Misalnya wisatawan tidak diperbolehkan untuk memakai celana pendek dan baju tidak berlengan.

Setelah mengunjungi Royal Grand Palace kami mengunjungi Wat Pho, yang merupakan kuil tertua dari abad ke-16 dan terbesar di Bangkok. Di dalam Wat Pho tersimpan sedikitnya 1000 patung Buddha. Kuil ini menyimpan patung Buddha raksasa yang sedang tidur. Kepala patung menghadap ke kanan sedangkan tangannya menyangga kepalanya. Patung yang panjangnya 46 meter ini, sangat mengesankan dan memesona yang menggambarkan sang Buddha memasuki nirwana. Mata dan kakinya terbuat dari kerang mutiara, dihiasi 108  lambang  suci sang Buddha. Wat Pho juga merupakan pusat pendidikan umum pertama di negara Thailand yang kini menjadi pusat pendidikan pijat ala Thai. Kuil berlokasi bersebelahan  dengan Royal Grand Palace.

Besoknya kami mengunjungi pasar terapung, tempat berbelanja unik dengan suasana tradisional Thailand. Objek wisata ini bernama Damnoen Saduak Floating Market.

Pasar terapung ini merupakan tempat favorit bagi wisatawan. Cara terbaik menikmati pasar ini adalah dengan sampan, yang dapat berlayar ke kanal yang lebih kecil. Terdapat juga jalan di samping kanal, sehingga kami dapat menyaksikan aktivitas di pasar ini dan mengambil foto yang menarik. Pasar terapung ini dibuka sebelum pukul delapan pagi waktu setempat dan berakhir saat tengah hari. Tempat ini d pat ditempuh kendaraan dalam dua jam dari Bangkok. Dalam perjalanan menuju ke lokasi pasar terapung ini kami juga disuguhi pemandangan sawah­ sawah dan tempat penduduk membuat garam

Di Damnoen Saduak kami dapat menyewa perahu bermotor untuk menyusuri sungai­sungai. Di sini para pedagang menjajakan barang dagangannya dari atas perahu masing-masing.Kita akan kagum melihat berbagai bentuk unik perahu yang digunakan oleh para pedagang.

Hari besoknya lagi kami mengunjungi Pantai Pattaya yang sangat terkenal sebagai objek wisata.Berbagai atraksi yang men rik dapat dijumpai di sini. Contohnya pertunjukan kabaret yang dipentaskan oleh para waria yang cantik-cantik. Penampilan para waria tersebut tidak vulgar, lebih cenderung bersifat humor.

Di Bangkok terdapatpusat perbelanjaan modern sampai pusat belanja radisional yang bakal memanjakan para penggila belanja. Beberapa tempat belanja terkenal di Bangkok adalah Siam Paragon, tempat barang bermerek dan Ma Boong Kroong (MBK) yang menawarkan berbagai barang cenderamata dan barang-barang menarik lainnya. Pasar yang terbesar yang terdapat di Bangkok adalah Chatuchak Weekend Market, yang hanya dibuka pada hari Sabtu dan hari Minggu saja.

  1. Salah satu sudut di area Royal Grand Palace (istana raja), tampak bangunan stupa dengan berlapis emas
  2. Royal Grand Palace berdiri dengan megah dan sering dikunjungi wisatawan
  3. Kereta monorel, salah satu transportasi untuk menghindari kemacetan di Bangkok
  4. Gedung-gedung perkantoran didesain menarik
  5. Setiap sudut selalu ada tempat-tempat untuk bersembahyang
  6. Di mal MBK kita dapat menyaksikan pembuatan barang kerajianan dari tanah lempung
  7. Setiap malam beragam kuliner tersedia bagi wisatawan
  8. Ritual yang dilakukan di area Budha sedang tidur
  9. Patung raksasa Buddha Sedang Tidur berlapiskan emas yang ada di Wat Phao, kuil tertua di Bangkok
  10. Kaki Buddha Sedang Tidru, terbuat dari kerang mutiara, dihiasai 108 lambang suci sang Buddha.
  11. Sungai Chao Phraya, kebersihannya selalu terjaga sehingga dijadikan sebagai objek wisata
  12. Tim Griya Asri , beristirahat menikmati keindahan Sungai Chao Phraya.
  13. Pasar terapung Damnoen Saduak, tempat pedagang menjajakan dagangannya dengan menggunakan perahu.
  14. Gerai-gerai toko cenderamata yang terdapat di pinggiran pasar terapung, dengan pelayan toko yang cantik siap dengan hitungan menggunakan kalkulator
  15. Pantai Pattaya, pantai yang banyak disukai para orang tua.

BUMI BLAMBANGAN kembali BERPESTA

Untuk kedua kalinya Banyuwangi kembali mengadakan “Festival Banyuwa ngi 2012”. Festival ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Kata Banyuwangi yang ke-241. Dalam festival yang digelar dari tanggal 15 November sampai tanggal 22 Desember 2012 lalu, berbagai produk budaya seperti tari-tarian upacara, adat istiadat, dan produk unggulan dari Kata Banyuwangi ditampilkan yang dapat dinikmati setiap wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

PRODUK BUDAYA yang dipamerkan antara lain Parade Gandrung Sewu. Dalam parade tersebut, seribu lebih penari yang profesional dan para pelajar dari wilayah setempat menari melakonkan sebuah cerita legenda Gandrung. Tidak hanya keaslian budaya tradisionat yang dipertunjukkan, dalam “Festival Banyuwangi 2012”, pengunjung juga disuguhi kolaborasi budaya tradisional dengan budaya modern seperti dalam acara “Banyuwangi Jazz Festival”, “Festival Anak Yatim”, dan pergelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susm ono.

Dalam kesempatan festival ini, Pemkab Banyuwangi juga mempromosikan Kota Banyuwangi sebagai arena olahraga alam yang cocok untuk dijelajahi dan dapat menjadi tontonan atraksi yang menarik bagi wisatawan. Contohnya, lomba balap sepeda int ernasional “Tour de ljen “, yang diikuti tim dari luar negeri dan tim dari dalam negeri dengan menyusuri kawasan Gunung Ijen sepanjang 340 kilometer. “Dalam lomba ini, keindahan alam Gunung Ijen dinikmati dan dijelajahi oleh 115 atlet dari 16 negara, “ ujar salah seorang penyelenggara lomba.

Selanjutnya, “International Power Cross Championship “ juga menjadi pilihan agenda yang tak boleh ditinggalkan oleh penggila motor cross.

Sebuah ajang kejuaraan motor cross yang berstandar internasional dengan menghadirkan crosser dari luar negeri yang sengaja diundang untuk ikut bertanding bersama crosser Indonesia.

Berikutnya, festival ini dimeriahkan oleh artis dari ibu kota, sebuah Konser Band Ungu yang menghibur, dipadukan dengan acara pendeklarasian Pelajar­ Pemuda Anti-Narkoba, HIV/AIDS, dan Anti-Kekerasan.

Pada tanggal 22 Desember 2012, festival diramaikan dengan “Festival Kuwung”. Salah satu agenda tahunan perayaan Harjaba ini dihadirkan sebagai etalase yang memamerkan sisi keaslian Kota Banyuwangi, baik dari sisi kekayaan budaya, adat istiadat maupun sisi potensi unggulannya yang dibawakan oleh 1.000 peserta dari perwakilan 24 kecamatan se­ Kabupaten Banyuwangi.

Sebagai puncak seluruh rangkaian festival, warga Banyuwangi menghadiri Malam Resepsi Harjaba ke-241 yang dipusatkan di Alun-Alun Blambangan, pada tanggal 22 Desember 2012 pukul 19.00 WIB. lnilah puncak tumpah ruah kegembiraan masyarakat Banyuwangi yang selama hampir dua bulan disuguhi pesta rakyat dengan berbagai pesonanya.

 

PARADE GANDRUNG SEWU

Parade ini disaksikan oleh ratusan pengunjung. Mereka berbondong­ bondong menyaksikan acara ini. Parade ini adalah sebuah pergelaran kolosal Tari Gandrung oleh 1000 orang penari. Tari Gandrung merupakan ikon pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Areal yang digunakan sebagai arena parade berupa ruang terbuka di pinggir Pantai Boom . Dari pantai ini pengunjung dapat memandang Pulau Bali dari kejauhan, dibatasi oleh Selat Bali yang beriak tenang. Seluruh pendukun g acara Parade Gandrung Sewu terdiri dari 1400-an orang. Mereka adalah siswa-siswi dari berbagai daerah di Kabupaten Banyuwangi, seniman, dan penari senior ataupun penari junior.

Tari Gandrung sedemikian lekat dengan rakyat Banyuwangi sehingga tak heran bila Kabupaten Banyuwangi juga di sebut sebagai “Kota Gandrung” dan menjadi ikon pariwisata Banyuwangi. Tak berlebihan rasanya bila dalam rangka “Festival Banyuwangi 2012” ini, rakyat Banyuwangi menyuguhkan Parade Gandrung Sewu dengan menampilkan seribu lebih penari untuk menari Gandrung.

Menurut buku panduan wisata yang dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, kata gandrung berasal dari bahasa Jawa yang berarti cinta atau pesona. Dahulu, tarian Gandrung dimainkan masyarakat pada malam hari sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Dewi Sri (Dewi Padi) atas hasil panen yang melimpah. Namun kini, tarian tersebut ditampilkan pada siang hari dan kapan saja. Tujuannya adalah untuk menghormati para tamu.

Pada tanggal 18 November 2012, diadakan “Banyuwangi Ethno Carnaval (BEC) “ yang merupakan parade fashion yang kental dengan nuansa etnik seni budaya tradisional Banyuwangi dan seni modern.

Tujuannya untuk menjembatani antara aspek modern dan aspek seni budaya tradisional khas Banyuwangi. Terna “BEC 2012” adalah “Re­Barong Using”. Maksudnya menata ulang tanpa mengubah nilai aslinya, merumuskan dan meluruskan pemahaman, mempertahankan jati diri, pengaktualisasian diri kembali, percepatan dan penataan pariwisata, seni dan budaya Banyuwangi.

“Banyuwangi Ethno Carnaval” merupakan sebuah parade fashion yang kental dengan nuansa etnik. Dengan mengangkat tema “Re-Barong Using”, parade ini didominasi nuansa tiga warna yaitu merah, hijau, dan kuning. “Dengan tema “Re-Sarong Using” ini, kami ingin menunjukkan bahwa Banyuwangi juga mempunyai Sarong, sama seperti Bali, “ tutur Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.

Abdullah Azwar Anas menambahkan bahwa ada proses mendesain, transformasi sejarah, dan pemahaman tentang barong yang diwujudkan ke dalam kostum yang dibuat para peserta. Hal ini menjadi luar biasa karena ada proses mencipta dari para peserta yang berkorban tidak materi, tetapi juga berkorban tenaga. Adapun kostum tersebut beratn mencapai 5 kilogram. Walupun demikian, mereka tetap antusias dan bersuka cita.

Di Banyuwangi, Jawa Timur, terdapat fenomena alam unik yang mampu menarik perhatian wisatawan. Bahkan, fenomena alam ini hanya satu-satunya terdapat di dunia. Fenomena tersebut bernama Blue Fire yang dapat dilihat di Kawah Ijen. Fenomena Blue Fire sangat terkenal, bahkan menyaingi popularitas pemandangan matahari terbit di Banyuwangi yang disebut sebagai matahari terbit pertama di Jawa. Fenomena Blue Fire hanya satu-satunya yang terdapat di Indonesia. Di dunia, satu-satunya tempat yang memiliki fenomena serupa adalah Islandia. “lni adalah fenomena yang sangat spektakuler semoga suatu saat dapat menjadi world destination, “ ujar Abdullah Azwar Anas.

“Saatnya daerah mempertontonkan dan “menjual keistimewaan” diri mereka. Begitu pula dengan “Festival Banyuwangi 2012”, yang “menjual” kebudayaan yang berwarna­warni,” ujar Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar di Jakarta.

Selain dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Banyuwangi, festival kebudayaan ini juga menjadi ajang pendukung bagi pemda setempat dalam mengembangkan berbagai potensi pariwisata yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi.

“Kami sedang membangun infrastruktur secara signifikan seperti bandara dan akses-akses menuju area objek wisata. Tujuannya untuk mengembangkan potensi ekonomi pariwisata. dan budaya Banyuwangi, “ ujar Abdullah Azwar Anas.

Artikel ini didukung informasi dari Pemda Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Keindahan musim panas di LADAKH-HIMALAYA

Deretan pegunungan itu begitu luas, tidak terputus. Puncak-puncaknya menjulang kokoh diselimuti es dan salju, membekukan semua kehidupan yang ada. Namun, ketika musim panas tiba, saat matahari memancarkan sinarnya, salju berhenti turun dan es mulai mencair menciptakan aliran-aliran air, memberi kehidupan. Warna-warni bunga-bunga alpine yang bermekaran di bawah langit biru tampak indah sekali. Puncak-puncak tinggi dan lembah-lembah dalam menunjukkan wajahnya, sehingga tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata akan keindahan Himalaya ini.

SEJAK 70 JUTA TAHUN LALU, serpihan lempeng benua raksasa Gondwana bernama India, menabrak Daratan Asia membangun pegunungan maha luas: Himalaya. Pegunungan ini memiliki ratusan puncak di atas ketinggian 7.000 meter, membentang dari barat ke timur sepanjang 2.400 km melewati negara Pakistan, India, Nepal, Bhutan sampai Cina. Di antara berbagai daerah di pegunungan ini, terdapat suatu kawasan luas dikenal dengan istilah Padang Pasir Himala ya. Di sini berjajar gunung-gunung cadas gersang dan lembah-lembah berpasir, tercipta akibat posisi kawasan ini di daerah bayangan hujan sehingga tetesan-tetesan air dari langit sangat sedikit turun. Walaupun demikian, kawasan ini menyajikan sesuatu yang berbeda. Alam terpencil dan liar dengan bentang alam luar biasa serta udara begitu bersih, menciptakan panorama yang sulit ditandingi alam di mana pun di dunia.

Sekalipun Padang Pasir Himalaya sulit untuk didatangi tetapi ada sedikit tempat yang menyajikan kemudahan untuk dapat menikmati pesonanya seperti Ladakh yang berlokasi di India bagian utara. Wilayah ini cukup mudah dikunjungi melalui penerbangan singkat dari New Delhi (selama satu jam) dengan dilayani oleh berbagai macam operator penerbangan atau dapat melalui jalan darat melalui Manali selama dua hari. Dengan catatan, semua ini hanya mungkin dilakukan pada musim panas yaitu pada bulan Juni sampai bulan Agustus. Ketika musim dingin tiba, jalur darat hampir tidak mungkin dilalui dan suhu udara jatuh di bawah titik beku. Kota yang dituju adalah Leh, merupakan pusat dari pemerintahan sekaligus daerah tujuan wisata. Penginapan, rumah makan, toko-toko cenderamata, dan jasa tur operator banyak terdapat di kota dengan ketinggian 3.520 meter. Hal yang perlu dicermati saat mengunjungi Ladakh adalah bahwa daerah ini berada di lokasi dengan ketinggian di atas 3.000 meter sehingga mudah mengidap penyakit ketinggian. Diperlukan waktu satu hari sampai dua hari untuk melakukan adaptasi terhadap iklim dengantidak melakukan kegiatan apa pun, kecuali jika kita datang menggunakan jalan darat, karena proses penyesuaian ini sudah terjadi selama dalam perjalanan. Tanpa proses adaptasi ini, serangan penyakit ketinggianakan datang. Penyakit ini ditandai dengan sakit kepala, susah tidur, sesak napas, batuk kering, dan kehilangan koordinasi keseimbangan.

Mengunjungi Ladakh berarti kita akan menyak sikan bentang alam sangat spektakuler berupa gunung-gunung cadas berpuncak salju, lembah-lembah tersembunyi yang sangat indah, ngarai-ngarai dalam yang dibelah oleh Sungai Indus nan legendaris, dan danau-danau menakjubkan di dataran tinggi. Tersedia puluhan jalur trekking untuk menikmati anugerah alam tersebut di Lembah Zanskar, Lembah Nubra atau Panggong Tso, dari mulai jalur yang ringan selama 3 hari-dapat dipakai untuk keluarga-sampai jalur dengan waktu tiga minggu bagi mereka yang suka petualangan. Bagi yang tidak suka berjalan, tersedia pilihan safari menggunakan mobil, melewati jalan tertinggi di dunia dengan menerobos celah (pass) dengan ket inggian sekitar 5.000 meter.

Berinteraksi dengan orang Ladakh, keturunan dari bangsa Tibet yang beragama Buddha atau orang Balti yang beragama Islam akan memberikan pelajaran kepada kita bagaimana mereka beradaptasi hidup di lingkungan ekstrem ini. Mereka bersifat ramah dan tinggal di desa-desa cantik di lembah hijau, tertutupi oleh tanaman pangan barley, dipagari oleh pohon-pohon willow dan poplar atau kebun-kebun buah apricot dan apel. Kalau sedang beruntung maka kita dapat bertemu dengan suku-suku nomaden yang hidup dari menggembalakan yak dan kambing.

Pengaruh agama Buddha sangat besar di Ladakh karena itu sangat mudah menemukan bangunan-bangunan yang mencirikan agama Buddha seperti dinding mane dari pecahan batu, chorten berbentuk stupa atau roda doa (praying wheel) berbentuk silinder yang diputar sambil membaca mantra.

Bangunan paling menarik adalah biara-biara kuno Buddha (gompa), terdapat di setiap desa atau permukiman dengan posisi umumnya didirikan pada puncak-puncak bukit terjal. Lamayuru, Hemis, Thiksey, dan Diskit adalah beberapa gompa terkenal yang biasa dikunjungi oleh wisatawan.

Ladakh adalah daerah persimpangan rute kuno perdagangan pada masa jalur sutra. lmajinasi masa lalu tersebut akan timbul ketika kita berjalan ke “main bazaar “ (pasar besar) di Leh.

Barang kerajinan Ladakh antara lain adalah perhiasan Zanskar, patung tembaga, perhiasan perak, manik-manik batu dari Tibet, karpet, dan syal pasmina dari Kashmir. Barang kerajinan ini ditawarkan oleh puluhan toko-toko berbaur dengan pedagang rempah-rempah, buah-buahan, dan sayuran. Pasar selalu ramai, terutama pada sore hari. Beragam manusia dari berbagai budaya-penduduk asli, rahib dari Tibet, muslim dari Kashmir atau wisatawan dari Eropa dan lndia-berbaur menjadi satu.

Kontras dengan ketenangan dan kedamaian alam, serta keramahan penduduknya, situasi politik mengundang kehadiran militer India di kawasan ini. Mereka berlokasi di perbatasan tiga negara yaitu India, Pakistan, dan Cina. Tidak mengherankan kawasan Ladakh penuh dengan kompleks militer.

Pengamanan superketat, beberapa lokasi hanya dapat dikunjungi dengan izin khusus. Oleh karena itu, menjelajahi Ladakh hanya mungkin dilakukan dengan menggunakan jasa tur operator karena jasa pelayanan ini juga akan mengurus perizinan masuk ke lokasi-lokasi terlarang. Namun, kehadiran militer membuat pembangunan infrastruktur di Ladakh tergolong baik. Semua desa telah terhubungkan dengan jalan yang mudah dilalui dan teraliri oleh listrik. Kita akan terkagum-kagum melihat bagaimana jalan-jalan untuk kendaraan mengukir lereng terjal dan menembus gunung-gunung tinggi

Saat salju mulai turun lagi di bulan September, Ladakh kembali terasa sepi. Aktivitas penduduk menurun drastis, para wisatawan kembali ke negaranya. Suasana putih salju dan suasana dingin menguasai kembali kawasan ini. Siklus alam rutin ini telah dialami gunung-gunung di kawasan ini selama jutaan tahun. Namun, mereka tetap berdiri kokoh dan tegak, memberi pemandangan yang mengagumka.nHimalaya selalu menunjukkan keindahannya.

  1. Pemandangan luar biasa Desa Khardung, hamparan hijau ladang-ladang barley berlatar belakang pegunungan cadas gersang dengan puncaknya tertutup salju.
  2. Ladakh memiliki
  3. jaringan jalan menggagumkan, mengukir lereng-lereng terjal, menembus gunung-gunung, berkelok-kelok di lembah yang dalam dan menyajikan pemandangan tidak tertandingi.
  4. Pegunungan terjal stupa dan rumah-rumah berarsitektur tradisional dari batu bata lumpur mendominasi di Leh kota utama di Ladakh
  5. Bertengger di puncak bukit atau tempat tinggi yang terjal untuk mendapat pemandangan luas dan memantau situasi, karakteristik biara di Ladakh seperti berada di Thiksey Gompa.
  6. Suasana di kota Leh
  7. pada ketinggian 3.520 meter dari permukaan laut pada musim panas.
  8. Keindahan tidak tertandingi dari danau dataran tinggi dengan warna airnya yang berubah-ubah bergantung refleksi dari langit, Panggong Tso, di dekat perbatasan dengan Cina.
  9. Air mengalir deras pada musim panas dari lelehan salju atau glacier, membelah karpet rumput hijau, tempat bunga-bunga alpine bermekaran.
  10. Atraksi menunggang unta berpunuk dua di Desa Hunder yang digunakan untuk perjalanan karavan dari Ladakh ke Xinjiang hingga perbatasan India dan Cina di tahun 1940-an.

Akomodasi berbentuk camp dengan tendatenda sebagai kamar dilengkapi dengan tempat tidur dan kamar mandi dalam, merupakan fasilitas yang umum ditemukan di Lembah Nubra.

Bersantap ala Masakan MITOHA

TULISAN DALAM BAHASA SUNDA di atas adalah beberapa tulisan yang terdapat di pintu masuk sebuah restoran khas Sunda, Pare Anyar, yang beradadi kawasan Cipayung, Bogar. Restoran yang berdiri di atas lahan seluas 1000 m2 ini dibangun dengan konsep rumah terbuka ala saung khas rumah Jawa Barat.

Lokasi Pare Anyar yang tidak jauh dari pintu tol Ciawi ini memang sangat strategis sehingga muncullah ide dari sang pemilik lahan untuk mendirikan restoran yang menyajikan makanan khas Sunda (baca: Cianjur). Pemilik restoran adalah Linda Mardalina, wanita muda yang aktif di berbagai kegiatan.

Semula bangunan bukanlah merupakan sebuah restoran tetapi sebuah “rumah singgah” keluarga Linda yang memang hampir pada setiap minggu harus m elakukan perjalanan Jakarta – Cianjur. Kegiatan yang kerap dilakukan di Jakarta membuat ibu dua anak ini harus membeli sebidang tanah di daerah Cipayung ini agar transportasinya lebih mudah dan efektif. Namun, jiwa bisnisnya yang kuat membuat wanita aktif ini memiliki ide untuk memanfaatkan lahannya tersebut untuk tempat bisnis. Oleh karena itu, muncullah ide untuk mendirikan restoran khas masakan Sunda yang lebih spesifik lagi yaitu masakan khas ala Cianjur.

Sebenarnyamasakan Sunda itu hampir sama menunya dari berbagai daerah yang terdapat di wilayah Jawa Barat. Namun, ada rasa masakan tertentu yang membedakan masakan dari setiap daerah yang menjadi ciri khasnya.

“Rasa khas masakan Cianjur inilah yang akan saya angkat dan menjadi makanan andalan di restoran ini, “ ujar Linda dengan logat Sundanya yang kental. “Masakan khas Cianjur memiliki cita rasa yang unik misalnya sambal cikur (kencur) yang tidak terdapat di daerah lain di Jawa Barat, rujak honje, tumis rebung, dan tumis oncom yang nikmat rasanya, dan masih banyak lagi masakan Cianjur lainnya,” ujar Linda menjelaskan.

Di sini selain menyajikan masakan ala Jawa Barat, Linda juga menata interior restorannya dengan memanfaatkan furnitur dan elemen interior peninggalan orang tua dan mertuanya. Contohnya, seperangkat kursi bemo, lemari hias, bufet, dan pernak-pernik milik keluarga yang bergaya vintage.

Semua koleksi milik keluarganya ia manfaatkan untuk mendekorasi restoran ini sehingga suasananya dapat serasi dengan makanan yang disajikan.

Oleh karena itu, masyarakat Jawa Barat yang datang ke sini seolah-olah merasakan “pulang kampung” dan terasa berada di rumah sendiri.

“Saya juga hunting ke daerah lain untuk mencari furnitur antik dan mencari gelondongan kayu untuk dibuat furnitur, karena saya menyukai kayu,” ujar Linda tentang furnitur yang terdapat di dalam restorannya.

Nama Pare Anyar memiliki arti beras yang baru digiling. Beras tersebut rasanya pulen. Sesuai dengan namanya tersebut maka restoran ini selalu menyajikan beras yang masih benar-benar fresh dan didatangkan dari daerah asalnya yaitu Cianjur. Tidak hanya itu saja, bahkan beberapa jenis bahan makanan dan bumbu tertentu memang didatangkan khusus dari daerah asalnya sehingga rasanya tidak berubah. “Inilah yang selalu harus dijaga yaitu kualitas rasa, higienitas, dan kebersihan. Ketiga hal tersebut merupakan aspek yang harus selalu dijaga,” ujar istri pengusaha alat­ alat kedokteran ini menambahkan.

Dengan sistem prasmanan, restoran ini menyajikan berbagai masakan “rumahan”. Resep masakan yang didapat Linda dari mertuanya menjadikan makanan di sini banyak disukai pengunjung. Dengan mengusung konsep “serasa di rumah sendiri” suasana yang dihadirkan di Pare Anyar ini pun menjadi lebih homey dan santai.

Lokasi Restoran Pare Anyar, Cipayung – Bogor

  1. Suasana restoran yang didominasi oleh furnitur kayu membuat suasana terasa sangat homey.
  2. Area makan yang ditata dengan konsep terbuka terasa sangat akrab bagi pengunjung.
  3. Area resepsionis.
  4. Area makan indoor yang jugs memanfaatkan furnitur koleksi keluarga.
  5. Display makanan untuk prasmanan.
  6. Aneka makanan yang disajikan.
  7. Paket makanan seperti ini lebih praktis penyajiannya.
  8. Paket camilan yang siap dinikmati pengunjung.
  9. Linda Mardalina sang pemilik restoran.