EKSPLORASI KONSTRUKSI RUMAH

Keunikan hunian yang diliput ini terletak pada desain bentuk dan desain ruang yang dinamis serta berpadu harmonis dengan kontruksi yang menerapkan struktur bangunan tahan gempa

Dalam merancang dan membangun rumah tinggal, aspek struktur dan aspek kontruksi kerap tidak  “sejalan “ dengan desain arsitektur sehingga tidak memberikan hasil maksimal. Salah satu  desain yang berhasil mewu judkan hunian modern dan didukung oleh eksplorasi konstruksi adalah kediaman keluarga Edi Gunawanto di kompleks Bumi Serpong Damai, Tange rang, yang dikerjakan oleh Andreas dari Al co, Solusi Rumah Holcim. Sebagai keluarga muda, pemilik rumah menginginkan hunian minimalis yang dipadu dengan material alami. Kaveling seluas 325 m2 yang berada di huk jalan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang yang bervariasi diantaranya area untuk hobi seperti kolam ikan. Pemilik rumah juga memberikan perhat ian khusus pada sistem konst ruksi dan material yang berkualitas  tinggi  seperti  dalam hal daya tahan terhadap beban, hemat waktu dan hemat biaya pengerjaan.

Di tahap awal, massa bangunan ditempatkan di tengah lahan yang memiliki Koefisien Dasar Bangunan (KDB) sebesar 40 persen sehingga terbentuk halaman muka dan halaman samping yang bersifat publik serta dilengkapi oleh taman yang lebih tinggi posisinya (elevated garden ). Halaman belakang hunian dirancang lebih tertutup untuk teras yang bersifat privat dan tempat bermain anak. Wujud hunian didesain berupa susunan boks-boksyang simpel dan diatur maju -mundur secara dinamis. Fasad bangunannya diolah menjadi dua muka yaitu tampak  depan dan tampak samping yang sama-sama diolah secara estetik. Dalam  mengolah fasad bangunan, arsitek bersama dengan pemilik rumah mengombinasikan finishing dinding berupa cat dengan batu alam. Cat dinding warna abu -abu diberi aksen berupa gawangan berlapis batu andesit yang menegaskan area masuk di muk hunian sed angkan bidang dinding lain diberi finishing cat bertekstur garis-garis.

Atap massa bangunan yang datar dan teritis yang dicat warna oranye semakin menegaskan tampilan hunian minimalis. Namun demikian, kusen,  daun  pintu dan jendela memakai kayu jati. Adapun halamannya ditanami pepohonan rimbun sehingga wajah hunian tampak  “segar  “. Dalam menyusun ruang dalam, bagian depan hunian ditata khusus untuk area publik yaitu foyer, area penerima tamu, kamar tidur tamu dan area tangga.

Sementara itu bagian tengah hunian yang merupakan pusat kegiatan keluarga ditata untuk area menonton TV, area makan dan pantri yang menyatu tanpa dinding penyekat serta dikelilingi oleh jendela sehingga hunian terasa lapang. Naik ke lantai  atas, terdapat  kamar tidur utama- yang dilengkapi oleh walk in wardrobe, kamar mandi dan dua buah kamar tidur anak. Agar susunan ruang lebih efisien, sebagian dari area servis ditata dengan pola split level.

Susunan ruang ini berhasil mengoptimalkan masuknya cahaya alami, mengoptimalkan sirkulasi udara segar di dalam hunian dan memperoleh pemandangan hijau ke arah luar. Seluruh lantai, dinding dan plafon diberi finishing warna putih serta dilengkapi oleh tata cahaya (lighting) di antara lampu tersembunyi di plafon gantung dan lampu gantung di area tangga.

Furnitur dipilih yang simpel dan didominasi oleh warna­warna alami seperti sofa dan kursi makan dilapisi kulit warna abu-abu. Kabinet dan meja pantri dilapisi duco warna oranye. Selanjutnya, sistem konstruksi di hunian ini juga menerapkan solusi berwawasan lingkungan (sustainable housing) dari Holcim Indonesia yang terbukti lebih maju. Menurut Andreas, komponen utama dalam konstruksi ini berupa bata pracetak ( concrete block) berbahan baku semen, yang dikenal oleh masyarakat umumnya dengan merek Bataton, yang didukung oleh teknologi canggih.

Model dan ukuran Bataton bervariasi. Ada yang berbentuk bujur sangkar dan dapat disusun menjadi kolom struktural. Ada yang berupa genteng dan ada pula berupa plat lantai. Secara keseluruhan desain dan konstruksi hunian ini berhasil mengakomodasi keinginan pemilik rumah.

 

  1. Konstruksi hunian ini menerapkan solusi berwawasan lingkungan (sanstainablehousing) dan Holcim Indonesia. Dindingnya pun berfungsi struktural atau sebagai pernahan beban.
  2. Apabila dilihat dari luar, hunian ini tampil seperti hunian lain. Padahal komposisi campuran pada Bataton yang menyusun dinding telah dirancang secara khusus agar memenuhi lateria struktur  penahan gempa bumi dan telah di aplikasikan untuk hunian korban gempa di Aceh serta Yogyakarta.
  3. Meskipun luasnya terbatas, ruang penerima tamu tampil welcoming dengan sofa empuk dan kombinasi warna yang dinamis.
  4. Bagian tengan hunian
  5. yang merupakan pusat kegiatan keluarga ditata untuk area menonton TV, area makan dan pantri yang menyatu tanpa dinding penyekat serta dikelilingi oleh jendela sehingga hunian terasa lapang.
  6. Finishing kabinet yang
  7. berwarna oranye dan hitam menambah kesan dinamis desain pantri yang ditat bersisian dengan ruang makan.
  8. Finshing wallpaperdan lampu gantung yang artistik merupakan daya tarik area tangga antara lain dengan terdapatnya jendela kaca lebar yang memasukan cahaya alami sepanjang hari.
  9. Padu padan warna – warna earth tonespada kamar tidur utama yang dilengkapi oleh walk in wardrope dan meja kerja ini memberikan suasana teduh dan terang.

Leave a Reply