Flavor Bliss Alam Sutera, Tempat yang cocok untuk Bersantai

Tempat yang berlokasi di Flavor Bliss, Alam Sutera, Tangerang ini merupakan satu pilihan yang tepat untuk para penggemar kuliner. Bar ini didesain cantik dengan suasana yang hangat sehingga berhasil menajdi tempat bersantap yang menyenangkna bagi kaum urban masa kini.

TEMPAT BERKUMPUL dan bersantap bersama teman ini bernama Vintage Wine & Grill berada pada bangunan ruko, dengan luas 680 m2, yang dibagi menjadi dua lantai. Bar

ini menyajikan pilihan menu yang menggugah selera serta disempurnakan dengan interior ruangan yang menarik. Bar ini menampilkan konsep baru dalam penyajian makanan, minuman, dan hiburan. Apabila melihat tampilan luarnya, tampak nama bar pada neon box dengan warna merah yang catchy.

Dengan membuat suasana nyaman dan hangat untuk bersantai, bar sengaja dihadirkan agar peng unjung merasa betah. Tidak hanya itu, bar ini juga men yediakan tempat minum yang dirancang berhadapan dengan para pengun jung. Dengan konsep ini, Vintage Wine & Grill ingin memberikan pengalaman kuliner yang khas dan memberikan kesempatan kepada pengunjung menikmati minuman favorit sambil menya si an keahlian bartender menyiapkan minum an.

Vintage Wine & Grill mengusung multikonsep, yang terdiri dari restoran, gudang anggur, bar, lounge cerutu, dan ruang serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Secara umum, Ir. Artyan Trihandono dan Danny Lum anto mendesain interior bar ini dengan menerapkan gaya vintage. Namun, untuk memberikan sesuatu tampilan yang berbeda dan berkesan bagi para pengunjung, desainer menitikberatkan pada pemilihan warna dan aplikasi motif.

Dalam menata interior, desainer memberi penekanan pada desain lighting dan penggunaan elemen-elemen artwork untuk mendukung interiornya. Mural misalnya, dilukis secara langsung. Kemudian, lantainya juga dilukis.

Ada pula poster-poster yang ditempel untuk mendukung tema bar. Di bagian function room terdapat dinding yang diberi lampu-lampu antik. Adapun beberapa meja yang berbentuk seperti gentong dan artwork menjadi pengisi ruang.

Desainer juga memanfaatkan area lantai yang kosong sebagai media lukisnya. Hal ini merupakan “kejutan “ apabila pengunjung melihat ke arah lantai. Pada lantai ini terdapat satu bidang dinding yang dicat berwarna-warni seperti warna merah, putih, biru, kuning, dan abu abu.

Di bar banyak menggunakan elemen seperti kaca pat ri, lam pu, lukisan mural, dan kayu. Penggunaan lampu untuk menekankan bentuk oval serta menerangi ketika pengunjung berjalan. Setiap sudut mengusung konsep dan suasana yang berbeda.

Yang menarik dari bar ini adalah pengunjung yang saling berinteraksi berkat adanya void yang menghubungkan antara lantai satu dan lantai dua. Adapun ceiling yang didesain dengan rangka ekspos menghadirkan kesan ruangan yang luas dan lapang.

Ketika berada di dalam bar ini, pengunjung dapat melihat keunikan pertama yaitu saat menaiki anak tangga menuju teras. Pengunjung akan bertemu dengan pintu masuk yang tinggi dan besar daun pintunya yang didesain berupa kotak-kotak dengan ornamen kuningan dari Vietnam. Pintu masuk dar bar ini berupa selasar dari kayu, begitu pula lantai, dinding, plafon, dan pintu.

Lantai sebelum masuk didesain dengan kayu-kayu berwarna. Dari bagian sebelah kiri pintu masuk terdapat sebuah dinding kaca berupa etalase yang memajang anggur (wine) dari berbagai merek, harga, dan mutu. Anggur ini yang sengaja diperlihatkan agar pengunjung yang akan masuk dapat melihat terlebih dahulu wine yang akan di nikmatinya.

Setelah itu, pengunjung akan melihat dan menjumpai ruangan makan bernuansa natural. Desainer ingin menghadirkan daya tarik melalui artwork dengan kombinasi lampu-lampu gantung bulat yang memenuhi plafon. Adapun beberapa wall lamp antik juga mengisi sebagian dinding pada ruangan makan.

Masuk ke dalam, terdapat tempat island bar yang dikelilingi oleh kursi-kursi bar. Hal ini merupakan eye cacther yang dibuat dengan menggunakan kayu-kayu bekas bantalan rel kereta. Di sisi bar terdapat . tempat minum yang furniturnya dibedakan. Di area duduk terdapat tempat minum untuk dua orang, juga terdapat ruang untuk menonton pertunjukan band.

Dinding di lantai bawah diekspos menggunakan kayu, bata merah, dan kaca patri. Menuju area dining di lantai dua, pengunjung diajak ke dalam ruang makan yang lebih privat. Terdapat ruang terbuka dengan fasilitas tempat duduk berupa sofa. Di ruang ini nuansa vintage kembali hadir.

Beranjak ke lantai atas, terdapat dua ruang privat dengan kapasitas 15 orang per ruang. Selain it u, juga terdapat dua ruangan untuk karaoke. Di salah satu dindingnya diberikan hiasan artwork berupa pipa kayu yang berukuran besar. Balkan yang bisa menjadi area duduk pilihan di lantai dua dipenuhi dengan beberapa kursi vintage berlatar belakang dinding mural. Pengunjung dapat menikmati suasana jalan raya. Secara keseluruhan, Vintage Wine & Grill ini dapat menjadi tempat bersantai yang nyaman bagi para pengunjung.

Leave a Reply