GEDUNG SERBAGUNA BHUMIKU

ITULAH KONSEP ramah linghungan yang ditulis oleh Aldo Leopold, yang banyak mengilhami Mira Guizot beserta suami delam mendesain gedung serbaguna ini. Gedung yang baru diresmikan oleh Uskup Denpasar pada tanggal 16 Desember 2011 lalu ini  memang menarik, karena gedung inilah satu satunya gedung pertemuan yang representatif  yang terdapat di kota Denpasar, Bali.

Menurut Mira, nama Bhumiku dipakai untuk gedung ini karena nama tersebut sangat simpel tetapi bermakna sangat luas. Bumi yang berbentuk bulat itu dapet diartikan bahwa segala sesuatunya akan kembali ke asalnya, bahwa kehidupan itu seperti roda berputar sehingga kita harus selalu mawas diri dan tidak menjadi sombong ketika berada di atas. Bulat juga diartikan sebagai circle of life. Apa yang akan penuh kita perbuat sekarang akan berpengaruh pada anak cucu kita di kemudian hari. Oleh kareena itu Mira berkomitmen untuk menjaga bumi ini dari kerusakan dan penceamaran baik yang berasal dari alam maupun yang berasal dari ulah manusia.

“Kami berusaha menghadirkan bangunan yang sangat berbeda dari bangunan lain yang terdapat di Bali tanpa menghilangkan unsur budaya Bali dan suasana alamnya. “ Ujar Mira.

Adapun di bagian depang gedung ini kami upayakan menghadirkan  “hijau “ melalui penataan lanskapnya. Seluruh pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan iklim Bali yang tropis. Bahkan wilayah sisi kanan gedung yang luasnya 400m2 dan menghadap ke jalan raya digunakan untuk menanam jenis tanaman yang tahan terhadap panas matahari. Karena area tersebut menghadap ke barat, maka baik pada siang hari maupun sore hari area ini disinari penuh. Adapun bagian sisi kiri gedung yang luasnya 55m2 kami hadirkan vertical garden yang terdiri dari jenis tanaman yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari langsung. Di area sisi kiri gedung ini juga dihadirkan patung kuda yang fenomenal berukuran besar karya dari Ubud Bali Indonesia.

Seperti yang diharapkan pemiliknya, Mira dengan hadirnya gedung serbaguna ini semua kegiatan seperti seminar, acara pernikahan sampai tempat pergelaran musik dapat dilangsungkan di gedung ini.

  1. Stoye Bull di dinding gedung setelah didekor sesual dengan tema acara.
  2. Ballroom yang dapat menampung banyak tamu.

Saat peresmian gedung diresmikan oleh Uskup Denpasar

Leave a Reply