HANGAT BERKAT APLIKASI KAYU

Dewasa ini lahan untuk hunian semakin sulit diperoleh. Harganya pun semakin mahal, terutama di kota kota besar. Dalam hal ini hunian vertikal dan landed house dengan luas lahan yang mungil menjadi alternatif yang masuk akal.

 

SELAIN ITU kondisi bumi yang semakin rusak juga mendarong semua pihak untuk berperilaku  “hijau “. Hal ini juga berlaku dalam bidang desain. Desain yang berkelanjutan (sustainable) dan hijau tentulah menjadi hal yang relevan dan wajar untuk diterapkan. Di lain pihak, kebutühan penghuni rumah juga harus dapat dipenuhi dengan sebak baiknya. Maka dalam mendesain sebuah hunian tentu saja diperlukan integrasi dari semua aspek tersebut.

Kali ini tim Griya Asri barkesempatan untuk meliput dua buah hunian yang dikembangkan oleh PT Wahana Barigun Prima, pengembang yang berkomitmen untuk terus mewujudkan perumahan dengan desain yang berwawasan  “hijau “. Hunian yang pertarna berada di cluster The Papyrus Garden Gegerkalong sedangkan hunian yang kedua berada di chuster Papyrus Terrace. Yang menarik dari kedua hunian tersebut adalah dengan luas lahan yang terbatas, pemilik rumah tetap dapat menata ruangannya dengan baik.

Hunian pertama yang diliput memiliki luas lahan yang terbatas yakni 110 m2. Namun pemilik rumah dapat membuat huniannya terasa nyaman dengan pengeluran ruang yang tepat dan desain interior yang apik. Dalam mengolah sebuah ruangan terdapat Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu bentuk ruang, fungsi ruang, pemilihan furnitur, penempatan furnitur dan pemilihan warna.

Hunian dua lantai ini memiliki 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 2 ruang bersantai, 1 pantri dan  ruang makan serta taman yang ditenpatkan  di bagian depan hunian. Untuk menyiasati lahan yang terbatas, pemilik rumah tidak membuat partisi yang masif antara ruang tamu dan ruang bersantai. Dengan demikian kedua ruangan ini tetap terpisah tetapi suasana ruang tetap terasa lega dan nyaman. Pemilik rumah juga tidak memberikan batas sedikit pun antara ruang pantri, ruang makan dan ruang bersantai sehingga ruangan terasa lebih luas. Selain itu pemilik rumah juga memilih berbagai furnitur yang simpel, fungsional dan bergaya modern. Namun, pemilik rumah tetap memasukkan unsur material kayu yang diharapkan dapat membuat hunian menjadi  “hangat “ dan terasa alami.

Adapun hunian kedua yang diliput memiliki luas lahan yang sedikit lebih luas yati 140m2. Tidak jauh berbeda dengan hunian yang sebelumnya hunían dua lantai ini memiliki tiga kamar tidur, pantri yang digabung dengan minibar, satu ruang tamu, satu ruang bersantai dan taman kecil di bagian depan serta bagian belakang hunian.

Pemilik rumah banyak mengaplikasikan warna cokelat dari unsur kayu pada furnitur dan elemen desain interior hunian ini. Contohnya aplikasi partisi yang membatasi ruang tamu serta area pantri dan area makan. Partisi ini terbuat dari batang-batang kayu yang disusun secara vertikal. Tangga pada hunian ini juga banyak didominasi dengan material kayu.

Karena kepiawaian kedua pemilik rumah tersebut dalam menata desain interior huniannya, maka secara keseluruhan kedua hunian ini terasa alami, homey dan  “hangat “ dengan nuansa cokelat yang monokrom.

 

  1. Fasad hunian yang simpel ini berada di perumahan The Papyrus Garden dengan latar belakang suasana senja
  2. Ruang tamu dan ruang bersantai dipisahkan oleh partisi yang tidak masif, untuk menghindarkan kesan sempit pada lahan yang terbatas.
  3. Pantri ruang makan dan ruang bersantai dirancang tapa sekat agar berkesan tebih lapang. Pemilihan furnitur yang simpel dan fungsional merupakan pilihan tepat untuk hunian urban dengan lahan terbatas.
  4. Hunia yang berada di perumahan Papyrus Terrace ini memiliki nuansa cokelat yang monokromatik.
  5. Aplikasi kayu pada partisi, tangga dan elemen desain interior lainnya membuat suasana hunian menjadi terasa  “hangat “ dan nyaman.

Leave a Reply