HUNIAN KLASIK ELEGAN yang Tetap Mengutamakan Kenyamanan

Elegan dan nyaman merupakan kesan yang dirasakan ketika berada dalam hunian klasik hasil renovasi yang berlokasi di kawasan Jakarta Pusat

 

HUNIAN YANG SUDAH DIBANGUN sejak tahun 1960 ini merupakan hunian yang nyaman bagi keluara besar Irdami Idris. Di hunian ini pula Ibu Irdam membesarkan anak-anaknya yang saat ini sudah menjadi orang sukses dan memiliki hunian masing-masing. Berbagai kenangan dan suasana kekeluargaan masih terekam dalam hunian yang menjadi tempat keluarga besar Irdam berkumpul. Namun, setelah sekian lama bertahan, hunian ini terasa tidak memadai dan kemudian direnovasi mengikuti perubahan kebutuhan keluarga.

Hunian ini tetap mempertahankan keaslian bentuk bangunan nya yang memiliki dua muka dan berdiri di atas lahan seluas 1000 m2. Pengecatan ulang dilakukan untuk memberikan tampilan berbeda yang lebih segar. Letak hunian yang berada pada lahan hak memberikan keuntungan yaitu berkesan lebih luas. Renovasi hunian ini banyak dilakukan pada ruang dalamnya. Secara keseluruhan fondasinya masih mengikuti fondasi lama. Perubahannya terletak pada  perancangan ruang yang dibuat lebih terbuka Unsur alam seperti pencahayaan dan penghawaan alami merupakan hal penting yang ingin dihadirkan.

Dengan luas bangunan sekitar 300m2 hunian ini terdiri dari zona publik berupa dua ruang tamu zona semipublik berupa ruang keluarga, ruang makan dan pantri serta zona privat berupa empat kamar tidur yang dilengkapi dengan kamar mandi en-suite. Selain itu terdapat zona servis seperti dapur kotor dan tempat cuci yang dibuat terpisah. Ruang-ruang tersebut dihadirkan sebagai fasilitas untuk  “menampung “ keluarga besar ketika berkumpul di hari libur. Adapun keadaan hunian yang sebelumnya terasa sempit, kini terasa lapang berka taman dalam dengan kolam ikan yang berfungsi sebagai sarana  “interaksi “ antara bangunan hunian dan unsur alam. Area dalam pun menjadi tampak terang dan tidak terasa sesak.

Desain hunian ini masih berkesinambungan dengan bangunan aslinya yang bernuansa klasik dengan sentuhan gaya kolonial. Ketika berada di ruang dalam hunian ini, kesan elegan begitu terasa berkat pemilihan dan padu padan elemen cesain interior bernuansa klasik serta kombinasi warna netral. Dominasi warna putih yang dipadukan dengan gradasi warna cokelat membuat suasana ruangan cenderung terasa lebih tenang, Warna-warna tersebut juga tampak dominan pada tiga elemen desain interior seperti pada dinding bercat krem, lantai keramik putih gading dan plafon gypsum putih. Ketiga elemen tersebut juga merupakan dasar bagi kehadiran elemen penigisi yang sangat berperan bagi pembentukan suasana.

Contohnya padu padan pada salah satu ruang tamu yang menghadirkan sola berlapis fobr dengan ruang luar sehingga torcipt dan gorden krem, lampu chandelier klasik nan anggun dan terdapatnya lemari antik serta coffee table kayu dengan latar belakang dinding cermin yang diberi bingkai (frame) berprofil yang terlihat anggun. Di area makan suasana ruang tampak lebih  “clean berkat kehadiran warna putih yang mendominasi. Hal ini terlihat pada desain kabinet pantri dan seperangkat furnitur makannya. Kehadiran material kayu pada beberapa loose furniture-nya seperti kursi makan, credenza dan meja konsol mermberikan suasana lebih homey.

Untuk memberikan perbedaan fungsi ruang desainer menghadirkan partisi transparan dengan rangka kayu berprofil yang berada di antara area makan dan ruang duduk keluarga. Pada ruang duduk keluarga ini terdapat koridor yang menjadi penghubung antarruang kamar. Karidor yang sebelumnya tertutup, kali ini dibuat dengan taman dalam yang hanya dibatasi dengan pintu dan dinding transparan. Desainer sengaja meniadakan ruangan sebelumnya dan dijadikan taman agar setiap ruang dapat berinteraksi dengan ruang luar sehingga tercipta hunian yang sehat karena sirkulasi udara yang lancar.

Dalam hunian ini unsur dekorasi bukan hanya menjadi pelengkap tetapi juga dapat memberikan nyawa “ dan identitas yang kuat bagi hunian klasik antik ini. Beberapa lukisan dan pajangan keramık koleksi pemilik rumah hadir hampir pada setiap ruangan. Contohnya lukisan karya Dullah pada ruang makan lukisan karya Hendra Gunawan pada koridor dan lukisan karya Srihadi Soedarsono pada ruang tamu. Adapun keramik keramik koleksi pemilik rumah juga dipajang yang menambah nilai artistik hunian ini.

Leave a Reply