Keindahan musim panas di LADAKH-HIMALAYA

Deretan pegunungan itu begitu luas, tidak terputus. Puncak-puncaknya menjulang kokoh diselimuti es dan salju, membekukan semua kehidupan yang ada. Namun, ketika musim panas tiba, saat matahari memancarkan sinarnya, salju berhenti turun dan es mulai mencair menciptakan aliran-aliran air, memberi kehidupan. Warna-warni bunga-bunga alpine yang bermekaran di bawah langit biru tampak indah sekali. Puncak-puncak tinggi dan lembah-lembah dalam menunjukkan wajahnya, sehingga tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata akan keindahan Himalaya ini.

SEJAK 70 JUTA TAHUN LALU, serpihan lempeng benua raksasa Gondwana bernama India, menabrak Daratan Asia membangun pegunungan maha luas: Himalaya. Pegunungan ini memiliki ratusan puncak di atas ketinggian 7.000 meter, membentang dari barat ke timur sepanjang 2.400 km melewati negara Pakistan, India, Nepal, Bhutan sampai Cina. Di antara berbagai daerah di pegunungan ini, terdapat suatu kawasan luas dikenal dengan istilah Padang Pasir Himala ya. Di sini berjajar gunung-gunung cadas gersang dan lembah-lembah berpasir, tercipta akibat posisi kawasan ini di daerah bayangan hujan sehingga tetesan-tetesan air dari langit sangat sedikit turun. Walaupun demikian, kawasan ini menyajikan sesuatu yang berbeda. Alam terpencil dan liar dengan bentang alam luar biasa serta udara begitu bersih, menciptakan panorama yang sulit ditandingi alam di mana pun di dunia.

Sekalipun Padang Pasir Himalaya sulit untuk didatangi tetapi ada sedikit tempat yang menyajikan kemudahan untuk dapat menikmati pesonanya seperti Ladakh yang berlokasi di India bagian utara. Wilayah ini cukup mudah dikunjungi melalui penerbangan singkat dari New Delhi (selama satu jam) dengan dilayani oleh berbagai macam operator penerbangan atau dapat melalui jalan darat melalui Manali selama dua hari. Dengan catatan, semua ini hanya mungkin dilakukan pada musim panas yaitu pada bulan Juni sampai bulan Agustus. Ketika musim dingin tiba, jalur darat hampir tidak mungkin dilalui dan suhu udara jatuh di bawah titik beku. Kota yang dituju adalah Leh, merupakan pusat dari pemerintahan sekaligus daerah tujuan wisata. Penginapan, rumah makan, toko-toko cenderamata, dan jasa tur operator banyak terdapat di kota dengan ketinggian 3.520 meter. Hal yang perlu dicermati saat mengunjungi Ladakh adalah bahwa daerah ini berada di lokasi dengan ketinggian di atas 3.000 meter sehingga mudah mengidap penyakit ketinggian. Diperlukan waktu satu hari sampai dua hari untuk melakukan adaptasi terhadap iklim dengantidak melakukan kegiatan apa pun, kecuali jika kita datang menggunakan jalan darat, karena proses penyesuaian ini sudah terjadi selama dalam perjalanan. Tanpa proses adaptasi ini, serangan penyakit ketinggianakan datang. Penyakit ini ditandai dengan sakit kepala, susah tidur, sesak napas, batuk kering, dan kehilangan koordinasi keseimbangan.

Mengunjungi Ladakh berarti kita akan menyak sikan bentang alam sangat spektakuler berupa gunung-gunung cadas berpuncak salju, lembah-lembah tersembunyi yang sangat indah, ngarai-ngarai dalam yang dibelah oleh Sungai Indus nan legendaris, dan danau-danau menakjubkan di dataran tinggi. Tersedia puluhan jalur trekking untuk menikmati anugerah alam tersebut di Lembah Zanskar, Lembah Nubra atau Panggong Tso, dari mulai jalur yang ringan selama 3 hari-dapat dipakai untuk keluarga-sampai jalur dengan waktu tiga minggu bagi mereka yang suka petualangan. Bagi yang tidak suka berjalan, tersedia pilihan safari menggunakan mobil, melewati jalan tertinggi di dunia dengan menerobos celah (pass) dengan ket inggian sekitar 5.000 meter.

Berinteraksi dengan orang Ladakh, keturunan dari bangsa Tibet yang beragama Buddha atau orang Balti yang beragama Islam akan memberikan pelajaran kepada kita bagaimana mereka beradaptasi hidup di lingkungan ekstrem ini. Mereka bersifat ramah dan tinggal di desa-desa cantik di lembah hijau, tertutupi oleh tanaman pangan barley, dipagari oleh pohon-pohon willow dan poplar atau kebun-kebun buah apricot dan apel. Kalau sedang beruntung maka kita dapat bertemu dengan suku-suku nomaden yang hidup dari menggembalakan yak dan kambing.

Pengaruh agama Buddha sangat besar di Ladakh karena itu sangat mudah menemukan bangunan-bangunan yang mencirikan agama Buddha seperti dinding mane dari pecahan batu, chorten berbentuk stupa atau roda doa (praying wheel) berbentuk silinder yang diputar sambil membaca mantra.

Bangunan paling menarik adalah biara-biara kuno Buddha (gompa), terdapat di setiap desa atau permukiman dengan posisi umumnya didirikan pada puncak-puncak bukit terjal. Lamayuru, Hemis, Thiksey, dan Diskit adalah beberapa gompa terkenal yang biasa dikunjungi oleh wisatawan.

Ladakh adalah daerah persimpangan rute kuno perdagangan pada masa jalur sutra. lmajinasi masa lalu tersebut akan timbul ketika kita berjalan ke “main bazaar “ (pasar besar) di Leh.

Barang kerajinan Ladakh antara lain adalah perhiasan Zanskar, patung tembaga, perhiasan perak, manik-manik batu dari Tibet, karpet, dan syal pasmina dari Kashmir. Barang kerajinan ini ditawarkan oleh puluhan toko-toko berbaur dengan pedagang rempah-rempah, buah-buahan, dan sayuran. Pasar selalu ramai, terutama pada sore hari. Beragam manusia dari berbagai budaya-penduduk asli, rahib dari Tibet, muslim dari Kashmir atau wisatawan dari Eropa dan lndia-berbaur menjadi satu.

Kontras dengan ketenangan dan kedamaian alam, serta keramahan penduduknya, situasi politik mengundang kehadiran militer India di kawasan ini. Mereka berlokasi di perbatasan tiga negara yaitu India, Pakistan, dan Cina. Tidak mengherankan kawasan Ladakh penuh dengan kompleks militer.

Pengamanan superketat, beberapa lokasi hanya dapat dikunjungi dengan izin khusus. Oleh karena itu, menjelajahi Ladakh hanya mungkin dilakukan dengan menggunakan jasa tur operator karena jasa pelayanan ini juga akan mengurus perizinan masuk ke lokasi-lokasi terlarang. Namun, kehadiran militer membuat pembangunan infrastruktur di Ladakh tergolong baik. Semua desa telah terhubungkan dengan jalan yang mudah dilalui dan teraliri oleh listrik. Kita akan terkagum-kagum melihat bagaimana jalan-jalan untuk kendaraan mengukir lereng terjal dan menembus gunung-gunung tinggi

Saat salju mulai turun lagi di bulan September, Ladakh kembali terasa sepi. Aktivitas penduduk menurun drastis, para wisatawan kembali ke negaranya. Suasana putih salju dan suasana dingin menguasai kembali kawasan ini. Siklus alam rutin ini telah dialami gunung-gunung di kawasan ini selama jutaan tahun. Namun, mereka tetap berdiri kokoh dan tegak, memberi pemandangan yang mengagumka.nHimalaya selalu menunjukkan keindahannya.

  1. Pemandangan luar biasa Desa Khardung, hamparan hijau ladang-ladang barley berlatar belakang pegunungan cadas gersang dengan puncaknya tertutup salju.
  2. Ladakh memiliki
  3. jaringan jalan menggagumkan, mengukir lereng-lereng terjal, menembus gunung-gunung, berkelok-kelok di lembah yang dalam dan menyajikan pemandangan tidak tertandingi.
  4. Pegunungan terjal stupa dan rumah-rumah berarsitektur tradisional dari batu bata lumpur mendominasi di Leh kota utama di Ladakh
  5. Bertengger di puncak bukit atau tempat tinggi yang terjal untuk mendapat pemandangan luas dan memantau situasi, karakteristik biara di Ladakh seperti berada di Thiksey Gompa.
  6. Suasana di kota Leh
  7. pada ketinggian 3.520 meter dari permukaan laut pada musim panas.
  8. Keindahan tidak tertandingi dari danau dataran tinggi dengan warna airnya yang berubah-ubah bergantung refleksi dari langit, Panggong Tso, di dekat perbatasan dengan Cina.
  9. Air mengalir deras pada musim panas dari lelehan salju atau glacier, membelah karpet rumput hijau, tempat bunga-bunga alpine bermekaran.
  10. Atraksi menunggang unta berpunuk dua di Desa Hunder yang digunakan untuk perjalanan karavan dari Ladakh ke Xinjiang hingga perbatasan India dan Cina di tahun 1940-an.

Akomodasi berbentuk camp dengan tendatenda sebagai kamar dilengkapi dengan tempat tidur dan kamar mandi dalam, merupakan fasilitas yang umum ditemukan di Lembah Nubra.

Leave a Reply