Konsep penting dalam perancangan rumah tinggal

Menciptakan sebuah persepsi yang tidak biasa untuk menghasilkan kualitas ruang dan kualitas visual yang jauh lebih baik merupakan konsep penting dalam perancangan rumah tinggal ini.

UNTUK mewujudkan konsep ini, sejak awal pemilik rumah memberikan kepercayaan penuh kepada arsitek untuk mendesain huniannya. Arsitek Tommy Wiriawan Suriajaja merespons  “tantangan “ tersebut dengan melakukan banyak eksplorasi pada rancangan hunian ini. Berbagai eksplorasi yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan sebuah design hunian yang indah dan menarik secara estetika tetapi juga sebuah hunian yang dapat memenuhi kebutuhan pemilik rumah dengan sebaik-baiknya.

Lahan hunian ini berlokasi di kawasan Jakarta Selatan yang disekelilingnya masih kaya akan penghijauan. Hal yang menarik adalah lahan hunian tepat berada di seberang  “hutan “ kecil yang hijau nan asri dengan pohon-pohon tropis yang berukuran besar. Arsitek memanfaatkan potensi tersebut dengan mendesain ruang berkumpul terbuka yang menghadap langsung ke arah  “hutan “ kecil tersebut. Ruang berkumpul itu lah yang menjadi  “patokan “utama untuk menarik garis massa bangunan bagi rancangan ruang-ruang lainnya.

Ruang berkumpul ini ditempatkan berdckatan dengan bagian belakang batas lahan. Dengan demikian maka ruangan terlihat lebih besar dan luas. Selain itu tepat di depan ruang berkumpul juga dapat dimanfaatkan sebagai taman buatan. Taman ini merupakan daerah hijau yang terlihat seolah-olah menerus sampai ke area  “hutan “ kecil di seberang lahan. Taman tersebut juga memberikan manfaat sebagai ruang perantara terbuka untuk  “melunakkan “ sosok bangunan di sekitarnya serta menciptakan jembatan visual dari transisi antara hutan milik umum dan lahan pribadi.

Arsitek merancang pembagian fungsi ruang publik dan ruang privat yang jelas pada hunian ini. Lantai dasar diperuntukkan bagi ruang-ruang yang bersifat publik dan semipublik seperti ruang keluarga, dapur, taman dan ruang berkumpul. Dalam hal ini arsitek memberikan kesempatan agar bangunan dapat lebih  “bernapas “ dengan mendesain ruang berkumpul yang besar tanpa dinding bahkan tanpa kaca, atau yang biasa disebut pilotis. Dengan demikian siapa pun yang berada di ruangan ini akan merasa seperti berada di tengah alam dan hutan, dengan pemandangan indah di sekeliling ruangan dan udara segar yang senantiasa berhembus. Dengan demikian selain kualitas visual yang apik karena pandangan mengarah langsung ke area  “hutan “ kecil, ruang pilotis ini juga terasa sangat nyaman.

 

Adapun sebuah ruang-tamu kecil sebagai area untuk menyambut anggota keluarga. Ruang ini juga menghubungkan penghuni rumah ke lantai atas yang merupakan area yang bersifat privat seperti kamar tidur, utama dan beberapa kamar tidur anak. Karena berada di lantai atas, ruang-ruang privat ini memiliki view yang sangat indah dan hijau arah taman dan pepohonan.

Hal unik lain yang dilakukan arsitek adalah material yang digunakan pada hunian ini Arsitek banyak menerapkan material daur ulang ataupun material re-use. Contohnya aplikasi kayu bekas pada jendela, pintu dan langit-langit atap. Uniknya, arsitek tetap mempertahankan ukuran asli kayu-kayu tersebut, yang tentu saja berbeda antara yang satu dan yang lainnya. Kayu bekas yang digunakan pada hunian ini ada pula yang berasal dari kayu bekas peti kemas.

Selain aplikasi kayu bekas yang dominan dalam membentuk fasad hunian, arsitek juga memadukannya dengan warna putih, warna batako ekspos, kaca bening dan warna terakota pada genteng. Oleh karena itu fasad hunian memiliki pola tambal sulam yang unik sekaligus menarik.

 

Secara keseluruhan berkat kepiawaian arsitek dalam memadukan daur ulang yang ramah, desain rumah tropis yang memaksimalkan potensi alam, udara segar dan cahaya alami, serta konsep untuk keluar dari persepsi umum, maka terciptalah hunian dengan nuansa yang baru, tampilan baru dan pengalaman baru  bagi penghuninya

Leave a Reply