Vila Mary Kemegahan Arsitektural

Kemegaan arsitektural vila ditunjukkan dengan terdapatnya struktur kolom dari kayu bengkirai yang dibulatkan dan diberi joint stainless steel pada ujung atas dan bawahnya untuk menopang bangunan dua lantai. Arsitek juga menggunakan kayu tersebut sebagai bagian dari rangka ekspos pada bangunan gazebo terbuka di depan kolam renang dan balai duduk di lantai tiga. Seratnya dan warna kayu memberikan kesan bangunan yang kuat dan kokoh tetapi terasa “hangat”. Apabila melihat “permainan” bentuk pada bangunan ini, arsitek menerapkan bentuk – bentuk sederhana yang geometri. Terdapatnya pengulangan pola kotak dan garis tegas merupakan identitas lainnya yang juga ditonjolkan di vila ini. Penggunaan material alami yaitu batu dan kayu memberikan kesan yang melunakkan pada bentuk – bentuk yang cenderung “kaku” tersebut.

  1. Area makan yang tersambung dengan ruang menonton TV terasa segar berkat desain terbuka kearah taman dalam dan kearah kolam renang.
  2. Area makan terasa “hangat” dengan nuansa yang alami melalui konsistensi penggunaan material alami seperti marmer pada lantai, kayu tembesi pada meja makan dan penggunaan HPL bernuansa kayu pada kitchen set.
  3. Balai yang berada di lantai tiga ini dilengkapi dengan sofa rotan sintetik yang cocok sebagai furnitur outdoor.
  4. Panorama indah menghadap kearah laut dapat dinikmatu dari lantai dua vila ini.
  5. Vila Mary tampak “bersahaja” dengan komposisi bidang masif dengan elemen organik seperti material alami dan unsur hijau.

 

PENGOLAHAN DESAIN INTERIOR

Pengolahan desain interior yang berkaitan dengan pengolahan bentuk dan material mengacu pada desain tropis modern yang natural. Hal tersebut terlihat pada pengulangan bentuk kotak dan garis yang menggunakan material alami seperti terlihat pada fasad bangunan sampai masuk ke ruang dalam. Terdapatnya aplikasi batu andesit terlihat pada gerbang utama, pintu masuk dan dinding ruang menonton TV. Aplikasi material kayu juga didesain dengan pola pengulangan garis. Hal ini terlihat pada desain pintu masuk, terali jendela pada kamar dan koridor serta beberapa partisi seperti yang terdpaat pada area kamar mandi. Artsitek juga menerapkan pola pengulangan sebagai unsur dekorasi. Hal tersebut terlihat pada treatment dinding balok kayu yang disusun dinamis pada dinding ruang koridor dan dinding fasad bangunan.

Adapun acuan desain yang diterapkan pada furnitur yaitu kesinambungan terhadap pola bentuk dan penggunaan material. Secara umum, furnitur yang dipilih merupakan furnitur dengan bentuk simpel dengan mengutamakan kesan natural. Sebagian furnitur mengusahakan tampilan kayu dengan finishing natural agar terlihat lebih alami. Kehadiran kayu solid merabau untuk meja makan menambah kesan alami dan eksotiknya desain natural pada vila ini.

Secara keseluruhan Vila Mary didesain dengan mengutamakan kesinambungan desain dan kenyamanan arsitektural dan desain interior sehingga tampil serasi meskipun dengan pola dinamis. Pada akhirnya, Vila Mary dapat memberikan suguhan tempat beristrirahat yang nyaman dan menyenangkan.

Vila Tropis Modern

67 Desain Rumah Vila Minimalis

Menikmati waktu bersantai bersama keluarga ataupun dengan kerabat disebuah vila merupakan satu cara untuk berlibur yang menyenangkan. Hal ini dapat kita rasakan ketika berlibur dengan suasana di Pulau Bali yang  memiliki atmosfer menyenangkan dan ideal untuk berlibur.

 

DESAIN TROPIS MODERN

Sebuah vila yang diliput Griya Asri ini berada dikawasan Canggu dan berlokasi berdekatan dengan pantai. Suasana santai dan homey menjadi pendukung aktivitas berlibur disini. Vila yang bernama vila Mary ini merupakan vila pribadi yang juga dikelola untuk disewakan. Berada diatas lahan 1250 m2 dengan bangunan seluas 340m2. Vila Mary dibangun menjadi tiga lantai dengan satu lantai untuk balai dilantai tiga yang menghadap pemandangan lepas ke arah alam terbuka. Apabila dilihat dari depan, sosok bangunnan terlihat tampak sederhana. Pintu utama yang berhubungan dengan gerbang dpan diapit dua pohon rindang yang “menyembunyikan” sosok bangunan utama. Hal in pus memberikan kesan bangunan yang “bersahaja” dengan suasana yan sejuk.

 

ARSITEKTUR

  1. Benyaknya tampak unik dan berbeda dengan paduan struktur yang terlihat tegas dengan desain atap lengkung. Pola keramik pada kolam dibuat menyerupai pola batik dengan menggunakan kombinasi dua material batu.
  2. Tampak depan yang memperlihatkan oreintasi vila ke ruang dalam.
  3. Kesan yang berbeda dan unik hadir melalui unsur lengkung pada kanopi gerbang masuk.

 

Beralih ke ruang dalam, hubungan ruang yang berkesinambungan dengan alur ruang yang mengalir menunjukkan adalanya kesatuan yang diutamakan dalam pola desain ruangannya. Bangunan yang didesain dengan pola huruf L menghadap kearah taman dalam dan kearah kolam renang meiliki sirkulasi udara yang baik dan nyaman. Pada lantai satu pola ruangan dibuat “mengalir “dan pada lantai dua ruangan dibuat dalam pola linier. Selain itu ruang – ruang yang dibuat terbuka dengan bidang transparan membuat cahaya matahari dan sirkulasi udara asuk ke seluruh ruangan. Secara umum, hal tersebut merupakan aplikasi dari desain arsitektur bangunan tropis yang cocok diterapkan pada bangunan didaerah beriklim tropis. Keadaan iklim tropis Bali dengan temperatur udara yang cukup panas yaitu antara 24,0 derajat Celcius sampai 30,8 derajat Celcius merupakan latar belakang untuk aplikasi desain tersebut.

Komang Suardika Jeghier sebagai arsitek Vila Mary diberi kebebasan oleh pemilik vila untuk mengekspresikan idenya pada perancangan dan pembangunan vila ini. Pemilik vila hanya meminta agar vila ini dapat tampil unik dan berbeda sehingga dapat memberikan pengalaman menarik bagi pemilik vila ataupun para tamu. Adapaun keunikan yang ditampilkan Komang dalam Vila Mary terlihat pada desain arsitekturalnya, khususnya pada desain atap yang dibentuk menyerupai perahu terbalik. Sebenarnya bentuk ini terinspirasi dari bentuk punggung klipes  yang merupakan satu jenis binatang air yang dikenal di Bali.

Karya Ciri Khas Desain SUBVISIONARY

DEMIKIAN HALNYA dengan proses pembangunan hunian yang berlokasi di kawasan suburban Jakarta ini. Pemilik rumah yang merupakan praktisi yang bergerak di bidang kreatif memiliki berbagai macam ide “segar” untuk diaplikasikan pada huniannya. Namun, dalam mewujudkan hunian idaman, tentu akan lebih baik jika tetap dibantu oleh pihak yang memang sudah ahli betul dalam hal perancangan rumah tinggal yaitu arsitek. Dalam hal ini sang pemilik rumah memilih konsultan arsitek SUBvisionary untuk membantunya dalam mewujudkan sebuah hunian kreatif yang sesuai dengan kepribadiannya.

Adanya aplikasi material beton ekspos pada karya-karyanya merupakan ciri khas bagi tim desain SUBvisionary. Demikian pula dengan hunian ini, terdapat material beton ekspos yang diaplikasikan pada bagian fasad bangunan. Selain menjadi point of interest pada tampilan depan bangunan beton ekspos ini juga berfungsi sebagai lapisan kedua pada dinding untuk meneduhkan bagian teras. Dengan demikian arsitek memberi nama Overlay House pada hunian ini.

Berada di lahan yang tidak terlalu luas yaitu 150m2, banyak kebutuhan ruang yang harus dapat diakomodasikan pada hunian ini. Oleh karena itu arsitek merancang hunian ini menjadi dua lantai. Lantai pertama diperuntukkan untuk ruang – ruang yang bersifat komunal seperti ruang  keluarga; foyer, ruang makan dan dapur. Adapun ruang – ruang yang bersifat lebih privat seperti kamar tidur utama dan dua kamar tidur anak ditempatkan di lantai dua.

Agar hunian tetap sehat, arsitek merancang banyak bukaan untuk memasukkan cahaya matahari ke dalam rurangan. Selain itu bukaan – bukaan yang menghadap kearah taman ini juga berfungsi meningkatkan kualitas visual bagi penghuni rumah. Adapun sirkulasi udara yang baik diperoleh berkat terdapatnya void kecil dibagian belakang hunian yang menerus sampai ke atas.

Pada bagian dalam hunian, pemilik rumah menata deain interiornya denga menggunakan furnitur-furnitur yang simpel dan fungsional, mengingat luas lahan yang tidak begitu luas. Suasana “hangat” sangat terasa  berkat banyaknya aplikasi material kayu pada elemen arsitektur dan desain interior di hunian ini. Contohnya aplikasi kayu pada furnitur, daun pintu, sebagian plafon dan sebagian penutup lantai.

Adapun aspek kreatif sangat kental terasa berkat pengolahan detail yang apik dan banyaknya aplikasi lukisan pada bidang – bidang dinding. Detail yang unik dan kreatif pada hunian dapat terlihat dari pemilihan material daun pintu dan beberapa furnitur yang terbuat dari kayu dengan serat- serat yang tegas. Selain itu, agar suasana jauh dari kesan monoton, terdapat beberapa bidang dinding yang menggunakan material batu paras berwarna cerah.

Dengan desain arsitektur yang simpel serta penataan desain interior yang efisien, hunian ini tetao dapat menampilkan karakter yang kuat dan berbagai aspek kreatif yang jauh dari membosankan.

  1. Fasad hunian yang simpel denngan beton ekspos sebagai point of interestyang dipadukan dengan taman mungil yang hijau dan apik
  2. Teras yang terasa teduh berkat kantilever dari lantai atas dan material beton ekspos sebagai kulit luar
  3. Ramp mungil membelah taman sebagai salah satu akses masuk menuju teras depan
  4. Ruang keluarga yang bersebelahan dengan ruang makan tanpa sekat sehingga berkesan lebih lapang. Banyak aplikasi lukisan membuat suasana hunian semakin tampil atraktif.
  5. Komposisi yang apik antara sofa dengan satu dudukan, standing watchyang unik, dengan latar belakang lukisan dan dinding batu paras yang cerah.
  6. Teras belakang dengan kolam ikan mungil yang memiliki void menerus sampai ke atas. Voidini berfungsi untuk memasukan cahaya alami dan sirkulasi udara yang baik.
  7. Ruang makan yang bersebelahan denga pantri banyak didominasi oleh material kayu dengan tampilan serta-serta yang tegas.
  8. Fayer mungil disebelah tangga dengan furnitur simple agar sisa ruangan cukup luas untuk tempat bermai
  9. Pada lantai atas juga terdapat teras yang mungil yang bersebelahan dengan voiduntuk mengalirkan udara.
  10. Susunan ambalan di pojok ruangan untuk memajang mainan anak-anak.
  11. Ruang keluarga bersantai pada lantai atas. Plafon yang terbuat dari material kayu memberikan kesan “hangat”. Banyak bukaan membuat ruangan menjadi terang benderang dengan pencahayaan alam .

Tampilan Hunian Simpel tetapi Tetap Berkesan Unik

Hunian yang berada di lahan pojok (huk) ini memiliki pemandangan yang menawan ke arah danau dan ke arah lapangan golf. Dengan demikin arsitek  memanfaatkan potensi tersebut dengan merancang banyak bukan kearah pemandangan indah tersebut. Di lain pihak, fasad hunian yang menghadap ke arah jalan dirancang lebih tertutup. Fasad hunian yang tertutup dan sederhanan ini bukan berarti tidak tampil atraktif. Dengan memadukan dinding beton yang masif dan pinhole windows  berwarna – warni yang disusun secara acak, arsitk menghasilkan sebuah fasad hunian dengan komposisi yang menarik. Selain itu denga fasad hunian yang masif, privasi pemilik rumah dapat terjaga dengan baik.

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan pemilik rumah, arsitek memutuskan untuk mendesain hunian menjadi tiga lantai. Hal ini disebabkan lahan yang terbatas yaitu 253 m2. Arsitek juga memperhatikan pembagian fungsi ruang agar zoning areanya jelas dan teratur. Lantai dasar merupakan area yang bersifat semiprivat yang terdiri dari area servis, kamar anak, kamar tamu dan kolam renang. Lantai dua merupakan main floor  yang bersifat semipublik, terdiri dari foyer, ruang keluarga, ruang makan, dan pantri. Adapun lantai tiga merupakan area privat yang terdiri dari kamar tidur utama, kamar mandi dan ruang bersantai.

Pada area keluarga berkumpul dan bersantai seperti ruang keluarga di laintai dua, kamar tidur utama dan ruang bersantai di lantai tiga, arsitek selalu merancang bukaan – bukaan yang lebar ke arah danau dan kearah lapangan golf. Dengan demikian pemandangan indah tersebut seolah – olah merupakan satu kesatuan yang harmonis dengan hunian, sehingga dapat dinikmati secara leluasa dari dalam ruangan.

  1. Fasad hunian yang menghadap ke arah jalan terlihat simpel tetapi aktrakt. Hunian tampil masif tetapi menarik berkat aplikasi pinhole windowsyang disusun acak.
  2. Pinhole windowsdengan aneka warna merupakan point of interest pada hunian ini.
  3. Foyermungil yang “menyebut” tamu ketika memasukki pintu masuk utama pada main floor.
  4. Area tangga yang bersuasana “hangat” berkat applikasi kayu.
  5. Ruang keluarga berkumpul dan ruang makan yang bersebelahan tanpa sekat. Terdapat bukaan yang lebar ke arah danau dan ke arah lapangan golf pada area komunal ini.
  6. Atmosfer simpel dengan nuansa monokromatik sangat terasa pada hunian ini
  7. Kamar mandi yang berada pada lantai tiga, tanpa sekat dan berbatasan langsung dengan kamar tidur utama
  8. Kamar tidur utama dengan pemandangan ke arah danau dan ke arah lapangan golf

Supaya tampilan dan suasana hunian tersasa nyaman, pemilik rumah yang tergolong keluarga muda ini cenderung  menyukai segala sesuatu yang simpel. Oleh karena itu arsitek merancang hunian ini dengan dominasi warna putih dan abu – abu yang  monokromatik. Material parket kayu di aplikasikan sebagai penutup lantai sedangkan area tangga dapat menicptakan suasana “hangat” dan nyaman. Selain itu arsitek juga menempatkan kaca – kaca mati yang berwarna – warni pada pinhole windows  yang terdapat di area fasad hunian tangga. Woll decoration  yang unik dengan aplikasi aneka warna kaca ini dapat menjadi poin of interset pada hunian ini.

Dengan mengadopsi salah satu karya arsitektur yang telah dibangun lebih dari 50 tahun yang lalu tersebut, arsitek ternyata tetap dapat menampilkan unsur – unsur mutakhir sebuah desain hunian dengan menghadirkan tampilan hunian yang unik dan eye catching. Selain itu arsitek tetap meperhatikan kebutuhan dan selera peilik rumah dan memanfaatkan potensi lahan menjadi sebuah nilai plus yang luar biasa.

 

Anahata, yang Merupakan Sebuah Wellness Center yang Baru.

SARANA RELAKSASI di kota besar menjadi kebutuhan bagi kaum urban.  Ketenangan dan kenyamanan setelah banyak beraktivitas menjadi hal yang didambakan orang.

Di samping itu aktivitas relaksasi dapat melonggarkan otot dan menenangkan otak setelah bekerja yang melelahkan. Tempat spa ini menawarkan pelayanan berkonsep total wellness yang memberikan  relaksasi antara body , mind and soul.

Anahata yang sudah berpindah lokasi, kini tempatnya sudah didesain ulang. Lokasi baru ini lebih strategis sehingga lebih mudah dicapai oleh para pelanggan dari tempat parkir mal.

Luasnya kurang lebih 250 m2 dan memiliki ruangan yang lebih kecil dibandingkan dengan tempat sebelumnya. Meskipun demikian para tamu tetap dapat merasakan ketenangan dan kenyamanan ketika berelaksasi, terlebih lagi saat ini terdapat treatment baru untuk memanjakan para tamunya.

Melalui konsep total wellness center  yang mencakup perawatan body, mind and soul Anahata memberikan gabungan relaksasi berupa yoga, spa dan nutrisi. Aktivitas yoga berupa treatment pelatihan pernapasan dan sirkulasi energi pada tubuh. Aktivitas yoga mencakup meditasi yang dapat berguna untuk meningkatkan konsentrasi dan menghilangkan stres. Di sini juga disediakan treatment seluruh badan yang menggunakan bahan alami seperti rempah-rempah dan buah-buahan.

Javanese spa yang merupakan salah satu treatment yang menawarkan pelayanan berupa massage dan lulur selama 90 menit. Dalam perawatan ini, para tamu dimanjakan dengan berbagai treatment mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Buah alpukat digunakan sebagai bahan masker untuk rambut sedangkan bahan untuk scrub menggunakan rempah-rempah seperti jahe, kencur, temu giring dan lengkuas. Bahkan bahan yogurt pun digunakan untuk masker badan. Semua bahan tersebut dipercaya mempunyai khasiat yang ampuh untuk membuat badan menjadi terasa nyaman, hangat dan menghilangkan pegal-pegal. Ada pula treatment baru yang ditawarkan yaitu hydrotherapy. Yaitu treatment menggunakan air untuk menghilangkan racun­ racun di dalam tubuh. Adapun bagi para tamu yang ingin berkonsultasi mengenai kesehatan dapat pula ditemukan di sini.

Melalui konsep interior back to nature tempat ini hadir dengan suasana “han gat’ ‘ bagaikan di alam terbuka. Penggunaan material alami dan material artifisial bersuasana alami mendominasi interiornya. Kay u, bambu dan batu alam merupakan material yang banyak diaplikasikan untuk mencapai suasana yang alami tersebut.

Konsep interior ini juga mendukung aktivitas treatment para tamu, apalagi setiap ruangan dibuat temaram sehingga tamu merasa lebih santai dan nyaman. Pemilihan warna sesuai dengan warna-warna cakra seperti pada logo yaitu oranye, hijau, merah dan ungu.

Secara keseluruhan Anahata wellness center merupakan tempat berelaksasi yang dapat menyeimbangkan antara kebugaran badan, pikiran dan jiwa.

TAMAN RESOR Yang ROMANTIS

Gagasan awal bermula dari keinginan pemilik resor untuk memberdayakan barang koleksi antik yang semula kurang berfungsi, agar menjadi barang yang lebih bermanfaat. Setelah semuanya dipadupadankan baik bangunan maupun koleksi antiknya jadilah bentuk bangunan pondokan antik dan unik yang ukurannya bervariasi, yang difungsikan sebagai bangunan resor Sentuhan taman natural bergaya tropikal pedesaan mendukung tampilannya dengan mengusung konsep resor yang semula digagas.

 

KOMPLEKS Jadul vilage Resort & Spa Menempati sebuah area terbuka dengan kontur  tanah yang berbentuk seperti mangkuk, di awasan Lembang-Bandung. Konsep taman yang dirancang dan dibangun oleh Reza Anwar dan tim berhasil  “menyulap “ lahan asli berupa padang rumput bekas sawah sampai menjadi taman tropis dan alaml yang mengelilin gi bangunan-bangunan antiknya hanya dalam kurun waktu satu tahun saja.

Reza menerapkan konsep romantis yang mengangkat eksotisme tanaman tropis dan tanaman produktif yang mudah dijump ai di sini tetapi memiliki keind ahan alami. Di antara komposisi softscape tersebut, ditempatkan beberapa benda seni (artwork) antik yang  “tidak semestinya “ ditempat kan di taman sehinggater lihat unik dan ar tistik . Set iap sudut dirancang berbeda untuk menghindari pengulangan dan memberikan  “petualangan ruang “ yang menyatu dengan konsep bangunan.

Konsep eksterior dirancang untuk menegaskan fungsi ruang dan pengelompokan clustering yaitu bangunan penginapan yang terdiri dari vila tipe Gebyok, vila tipe Joglo dan vila tipe Limasan, serta area penunjang seperti spa, lobi dan restoran. Semua cluster berorientasi pada lobi sebagai tltik terendah dengan sebuah  “ruang “ yang dlberi nama Alun-alun sebagai pusat orientasi ruang, berupa hamparan rumput dengan permukaan tanah yang berkontur  dan meninggi kearah luar.

Area taman yang mengelilingi vila tipe Gebyok menampilkan keistimewaan tanah yang berkontur. Komposisi beragam tanaman yang mengelilingi bangunan seolah-olah menjadi pagar hidup. Tanaman yang strukturnya vertikal seperti Heliconia dan Ca/athea rosemary diposisikan pada barisan paling belakang, yang selanjutnya dipadukan dengan tanaman filler yang tumbuhnya ke samping seperti Philodendron sebagai pengisi yang disesuaikan dengan batas pandang penikmat taman. Sudut yang sangat curam kontur tanahnya ditanami dengan pakis ekor monyet (Cyathea sp), dengan tanaman pakis­ pakisan, paku sarang burung atau kadaka yang mengisi celah diantaranya, sehingga menyerupai tebing di pegunungan. Kontur tanah yang menurun curam ke arah jalur pedestrian, dibuat trap, dengan anak tangga yang ditutup dengan batu templek sebagai pijakan agar tetap berkesan bersih dan nyaman.

Vila tipe Joglo berada pada posisi yang lebih datar, sehingga keunikan dan karakteristik unitnya ditampilkan melalui

pemilihan beragam jenis tanaman pisang­ pisangan. Bahkan di beberapa sudut ditanam Strelitzia yaitu tanaman pisang-pisangan yang memiliki bunga yang sangat unik dan eksotis. Demikian pula Heliconia dengan bunganya yang tegak ke atas (Heliconia caribeae) atau yang menjulur ke bawah (He/iconia rostrata).

Karakter tropis dari tanaman yang berdaun lebar tersebut dipadukan dengan kelompok Zingiberaceae yang memiliki kemiripan karakter seperti honje (Etlingera elatior) dan Wax Ginger (Tapeinochilus ananassae) dengan bunganya yang berwarna merah muncul dari permukaan tanah.

Konsep yang berbeda diaplikasikan pada taman yang mengelilingi vila  tipe  Limasan yang dirancang berupa pool garden. Tiga massa bangunan dipasisikan saling menyi ku, dibatasi dengan regal sebagai gerbang menuju ke setiap area vila. Selanjutnya, ketiga regol dihubungkan dengan jembatan yang seolah-olah mengapung di atas kolam teratai. Desain pintu regal yang dibingkai dengan keramik bakar merupakan aksentuasi dan menjadi elemen taman yang eksatis.

Taman yang mengelilingi spa merupakan taman tersembunyi (hidden garden ), karena terletak tersembunyi di balik vila tipe Limasan. Desainer sengaja membuat konsep yang sangat berbeda di dalamnya sehingga memberikan petualangan yang penuh  “kejutan “. Kesan yang sangat luas dan terbuka pada area penerima dan Alun-alun pada area sebelumnya seakan-akan diubah melalui konsep yang liar (wild) penuh detail pada spa pool garden. Massa bangunan antik yang berukuran lebih kecil menjadi bangunan spa, masing-masing dihubungkan dengan jembatan yang seolah­ olah mengapung di atas pool garden. Hampir seluruh permukaan pool tertutup oleh tanaman teratai yang bunganya akan mekar sampai tengah hari. Pola aliran gerakan air diatur tinggi rendahnya dengan membuat  “bendungan “ dari batu kali besar sehingga terjadi pergerakan seperti aliran sungai di alam. Pakis-pakis ekor monyet dipadukan dengan pakis sarang burung, menjadi pengarah menuju ke area yang lebih masuk ke dalam.

Konsep pengembangan taman di seputar restoran berawal dari ide mengangkat suasana rumah bergaya pedesaan di antara sawah seperti yang ditampilkan  “padi subak tourism “ di Bali. Pola irama masa tumbuh tanaman padi yang hanya berumur pendek menampilkan pemandangan yang berbeda yaitu pemandangan masa t anam, masa tumbuh sampai masa padi membentuk bulir dan menguning. Gagasan inilah yang diusung pada konsep area ini.

Kebetulan area restoran berada pada area terbuka dan pada posisi tanah yang sangat curam konturnya, sehingga massa bangunan yang terdiri dari beberapa tipe bangunan resto ditempatkan pada posisi dan ketinggian yang berbeda untuk memberikan dinamika. Di antara massa bangunan tersebut dibuat petakan­ petakan sawah yang bersusun seperti sistem subak di Bali. Di area yang lebih teduh diterapkan taman tropis dengan memadukan beragam pakis sehingga terlihat seperti tebing pegunungan.

Pencahayaan di senja hari dan malam hari merupakan penegas suasana romantis yang ingin ditonjolkan. Penekanan konsep pencahayaan selain untuk keamanan dan orientasi ruang, juga menonjolkan keindahan elemen taman di dalamnya, termasuk keindahan bangunan, tanaman yang berkarakter sampai ke beragam artwork yang menyatu dengan keseluruhan taman dan bangunan. Semua sajian ini merupakan satu kemasan yang memberikan sentuhan personal yang berkarakter.

SEJENAK MENIKMATI BANGKOK Thailand

Negara Thailand yang beribu kota Bangkok memiliki banyak objek wisata yang mengasyikkan. Pemerintah Thailand menyediakan berbagai fasilitas bagi wisatawan asing yang mengunjungi negaranya. Di sini kita dapat menikmati wisata sejarah, wisata kuliner sampai wisata belanja.

 

SEIRING dengan berjalannya waktu kota Bangkok telah berubah wajah menjadi kota yang modern dan kosmopolitan tanap meninggalkan akar budaya bangsa Thailand. Wisatawan yang datang ke Bangkok merasa nyaman ketika menjejakkan kaki di bandara Suvarnabhumi (tanah emas) yang megah dan luas seolah-olah oleh menjadi etalase negara Thailand.

Berikut adalah sekelumit kisah perjalan rombongan masalah Griya Asri yang mengunjungi tempat-tempat menarik di Bangkok dan sekitarnya.

Setelah tiba di bandara, kami langsung menuju ke pusat kota Bangkok (The City of Angels) dengan menaiki kereta monorel, arat tidak terjebak kemacetan di kota Bangkok. Setelah sampai di hotel kami langsung mendiskusikan rencana mengunjungi objek wisata di Bangkok seperti Royal Grand Palace, Wat Pho, pasar terapung Damnoen Saduak dan Pantai Pattaya.

Pertama kali yang kami lakukan setelah beristirahat sebentar di hotel adalah berkeliling kota Bangkok. Perjalanan  sekitar Bangkok memang menyenangkan dan tidak akan mengecewakan. Dalam beberapa dekade terakhir ini Bangkok telah berubah menjadi kota yang modern dan menarik. Kota ini dihiasi oleh sekitar 400 kuil Buddha berkilauan yang cantik dan istana-istana yang megah mempesona.

Di Kota ini banyak dialiri sungai yang aspek kebersihannya begitu dijaga oleh para petugas yang didukung oleh masyarakat setempat sehingga sungai-sungai tersebut banyak dijadikan sebagai alternatif objek wisata.

Sungai yang paling Pharaya (River of the king). Sungai yang panjangnya 300 km ini membelah kota Bangkok. Lebar sungai ini sekitar 20 meter, kira-kira selebar sungai-sungai yangterdapat di kira-kira selebar sungai-sungai yang terdapat di Kalimantan. Sungai Chao Pharaya mengalir dari utara Bangkok dan bermuara di Telur Thailand.

Cara yang terbaik untuk menelusuri sungai ini adalah dengan menggunakan shuttle Boat.  Sepanjang Sungai Chao Pharaya terdapat banyak  dermaga yang fungsinya seperti halte bus. Shuttle Boati setiap harinya akan melewati dermaga ini sampai pukul lima sore waktu setempat. Transportasi lainnya adalah menggunakan long tail boat yang berfungsi sebagai  “ojek boat. “

Sungai Chao Phraya berfungsi sangat vital bagi masyarkaat Bangkok. Sungai Chao Phraya selain berfungsi sebagai sarana lalu lintas, juga merupakan urat nadi kegiatan masyarakat sehari-hari seperti sarana irigasi dan pasar terapung. Suasana di sungai ini sangat ramai, penuh dengan kapal-kapal yang lalu lalang baik kapal pedagang, kapal transportasi, kapal pesiar maupun restoran terapung. Orang barat menyebut kota Bangkok sebagai  “Venesia dari Timur. “ Oleh karena potensi inilah, pemerintah Thailand  “menyulap “ sungai ini menjadi objek wisata yang dapat diandalkan.

Di sepanjang sungai ini banyak terdapat kuil Buddha. Di negara Thailand terdapat sekitar 400 kuil Buddha. Keunikan kuil-kuil tersebut adalah gaya arsitekturnya yang indah. Kuil tampil mewah, megah dan anggun dengan lapisan emas yang berkilau pada pagodanya. Atapnya umumnya berbentuk agak menjulang, khas arsitektur Thailand.

Kami menyusuri Sungai Chao Phraya dengan perahu motor sambil menikmati objek wisata seperti Royal Grand Palace, istana raja kerajaan Thailand.

Royal Grand Palace m erup akan istana raja yang megah. Kompleks kerajaan inilah yang paling sering dikunjungi wisataw an. Di si,ni kita dapat menyaksikan bangunan arsitektur khas Thailand  seperti chedi dan stupa serta lukisan kuno yang menggamb arkankisah Ramayana. Kisah Ram ayan a ini juga digambarkan dalam pat ung- pat ung Hanom an yang menyangga stupa. Sel ain itu juga terdapat Royal Thai Decorat ion dan Coin Pavilion yang menyimpan benda-b enda warisan kerajaan sejak abad ke-11.

Pada zaman dahulu tempat ini digunakan sebagai tempat tinggal raja. Sejak abad ke-20 tempat ini dijadikan museum danobjek wisata. Kompleks Royal Grand Palaceyang luas ini dikelilingi tembok putih yang tinggi. Kompleks ini terdiri dari museumdan sebuah kuil sebagai  rumah dari The Emerald Buddha (patung Buddha duduk). Untuk dapat memasuki kompleks ini, kami harus berpakaian yang rapi dan sopan.

Misalnya wisatawan tidak diperbolehkan untuk memakai celana pendek dan baju tidak berlengan.

Setelah mengunjungi Royal Grand Palace kami mengunjungi Wat Pho, yang merupakan kuil tertua dari abad ke-16 dan terbesar di Bangkok. Di dalam Wat Pho tersimpan sedikitnya 1000 patung Buddha. Kuil ini menyimpan patung Buddha raksasa yang sedang tidur. Kepala patung menghadap ke kanan sedangkan tangannya menyangga kepalanya. Patung yang panjangnya 46 meter ini, sangat mengesankan dan memesona yang menggambarkan sang Buddha memasuki nirwana. Mata dan kakinya terbuat dari kerang mutiara, dihiasi 108  lambang  suci sang Buddha. Wat Pho juga merupakan pusat pendidikan umum pertama di negara Thailand yang kini menjadi pusat pendidikan pijat ala Thai. Kuil berlokasi bersebelahan  dengan Royal Grand Palace.

Besoknya kami mengunjungi pasar terapung, tempat berbelanja unik dengan suasana tradisional Thailand. Objek wisata ini bernama Damnoen Saduak Floating Market.

Pasar terapung ini merupakan tempat favorit bagi wisatawan. Cara terbaik menikmati pasar ini adalah dengan sampan, yang dapat berlayar ke kanal yang lebih kecil. Terdapat juga jalan di samping kanal, sehingga kami dapat menyaksikan aktivitas di pasar ini dan mengambil foto yang menarik. Pasar terapung ini dibuka sebelum pukul delapan pagi waktu setempat dan berakhir saat tengah hari. Tempat ini d pat ditempuh kendaraan dalam dua jam dari Bangkok. Dalam perjalanan menuju ke lokasi pasar terapung ini kami juga disuguhi pemandangan sawah­ sawah dan tempat penduduk membuat garam

Di Damnoen Saduak kami dapat menyewa perahu bermotor untuk menyusuri sungai­sungai. Di sini para pedagang menjajakan barang dagangannya dari atas perahu masing-masing.Kita akan kagum melihat berbagai bentuk unik perahu yang digunakan oleh para pedagang.

Hari besoknya lagi kami mengunjungi Pantai Pattaya yang sangat terkenal sebagai objek wisata.Berbagai atraksi yang men rik dapat dijumpai di sini. Contohnya pertunjukan kabaret yang dipentaskan oleh para waria yang cantik-cantik. Penampilan para waria tersebut tidak vulgar, lebih cenderung bersifat humor.

Di Bangkok terdapatpusat perbelanjaan modern sampai pusat belanja radisional yang bakal memanjakan para penggila belanja. Beberapa tempat belanja terkenal di Bangkok adalah Siam Paragon, tempat barang bermerek dan Ma Boong Kroong (MBK) yang menawarkan berbagai barang cenderamata dan barang-barang menarik lainnya. Pasar yang terbesar yang terdapat di Bangkok adalah Chatuchak Weekend Market, yang hanya dibuka pada hari Sabtu dan hari Minggu saja.

  1. Salah satu sudut di area Royal Grand Palace (istana raja), tampak bangunan stupa dengan berlapis emas
  2. Royal Grand Palace berdiri dengan megah dan sering dikunjungi wisatawan
  3. Kereta monorel, salah satu transportasi untuk menghindari kemacetan di Bangkok
  4. Gedung-gedung perkantoran didesain menarik
  5. Setiap sudut selalu ada tempat-tempat untuk bersembahyang
  6. Di mal MBK kita dapat menyaksikan pembuatan barang kerajianan dari tanah lempung
  7. Setiap malam beragam kuliner tersedia bagi wisatawan
  8. Ritual yang dilakukan di area Budha sedang tidur
  9. Patung raksasa Buddha Sedang Tidur berlapiskan emas yang ada di Wat Phao, kuil tertua di Bangkok
  10. Kaki Buddha Sedang Tidru, terbuat dari kerang mutiara, dihiasai 108 lambang suci sang Buddha.
  11. Sungai Chao Phraya, kebersihannya selalu terjaga sehingga dijadikan sebagai objek wisata
  12. Tim Griya Asri , beristirahat menikmati keindahan Sungai Chao Phraya.
  13. Pasar terapung Damnoen Saduak, tempat pedagang menjajakan dagangannya dengan menggunakan perahu.
  14. Gerai-gerai toko cenderamata yang terdapat di pinggiran pasar terapung, dengan pelayan toko yang cantik siap dengan hitungan menggunakan kalkulator
  15. Pantai Pattaya, pantai yang banyak disukai para orang tua.

BERNOSTALGIA LEWAT KARYA KAYU

Dalam rangka merayakan tahun baru lmlek tahun 2012 ini TARI Gallery mempersembahkan pameran seni berupa lukisan dengan medium kayu dan pameran patung yang terbuat dari kayu yang dipahat. Pameran yang mengusung tema  “Memory of a Lost Chinese Past “ memamerkan karya seniman Amrus Natalsya.

PATUNG DAN LUKISAN berbahan kayu ini hanya Amrus yang mengerjakan di Indonesia. Karya yang seperti itu memang  tiada  duanya di sini. Selain itu juga Amrus membuat patung kayu yang menggambarkan rumah-rumah Cina masa lampau. Rumah berarsitektur amat khas itu dilengkapi dengan pagar dan pepohonan sehingga bak sebuah maket unik dan dekoratif.

Amrus membangkitkan kenangan visual lewat lukisan dan patung yang dibuat di atas kayu. Sebuah papan ia pahat sehingga membentuk relief objek masa lalu dengan tetap mempertahankan karakter kayu tersebut yang diberi warna.

Menurut ljek Widyakrisnadi, pemilik TARI Gallery, dalam berkarya Amrus menyusuri banyak kota di Indonesia terutama kawasan Pecinan (tempat permukiman orang Cina) di Cirebon, Semarang, Surabaya, Medan serta Jakarta seperti daerah Laotze, Gang Sentiong, Grogol, Pasar Pagi dan segitiga Senen.

Menurut Amrus, ia berhasil menemukan jejak-jejak tradisional kaum Tionghoa yang mencirikan kebudayaan nenek moyang Indonesia. Pendahulu kita di pedalaman Sumatera, Kalimantan sampai Papua adalah seniman yang gemar melukis pahatan dengan media kayu.

Amrus Natalsya, pria kelahiran Natal Mandailing, Medan, tanggal 21 Oktober 1933, dalam mematung tampak  “membumi “ baik dalam memilih bahan baku kayu, mengolah bentuk, membentuk sapuan warna maupun menuangkan sifat dan karakter keseniannya. Amrus pernah mendapatkan penghargaan Karya Terbaik Triennale Jakarta II (1998) yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Jakarta.

Seniman yang sudah dikenal sejak tahun 1950-an ini dari tahun ke tahun terus menekuni lukisan dan patung kayu. Berbagai gagasan ia wujudkan dan aneka tema ia usung seperti dalam kehidupan sehari-hari orang desa di perkampungan, keriuhan masyarakat kampung, kesibukan orang-orang kota, panorama pegunungan, panorama laut dan suasana di dalam rumah sebuah keluarga yang berbahagia. Selain menampilkan tema kehidupan di perkampungan, dalam pameran ini Amrus juga melukiskan tema baru yaitu kehidupan kaum urban di kota besar.

Patung karya Amrus lebih ekspresif seperti patung Asmat. Meskipun dipengaruhi unsur tradisional, Amrus tidak pernah menamakan karya patungnya itu dengan label tradisional, modern kontemporer atau apa pun. Yang penting patung baginya harus bagus dan  “menggetarkan “ hati bagi penikmatnya. Adapun semua karyanya itu berproses sangat panjang.

Contohnya patung kapal Nabi Nuh menceritakan tentang kisah Nabi Nuh yang membuat perahu untuk menyelamatkan satwa dan umatnya dari terjangan air bah. Patung perahu yang banyak berisi binatang ini terbuat dari kayu trembesi. Perahu tidak terlihat lancip tetapi dibuat berbentuk cembung.

Amrus memilih objek patung kayunya tersebut dengan membuat adegan dan dialog sendiri. Amrus kerap menghadirkan suasana lingkungan dan masyarakat apa pun sebagai subject matter. Namun, yang pasti detail karyanya  “ramai “  dan sesuai dengan karakter . Amrus. la membuat pepohonan hijau dan orang yang kecil pada karya kayunya.

Dalam karya lain ia dapat memperlihatkan karya patung berbahan kayu gelondongan dalam bentuk rumah dan orang-orang yang berdesakan dengan diukir lebih detail berupa tiga dimensi (3D).

BOEDI MRANATA: Pelestari keramik antik indonesia

BERKAT USAHANYA dalam menyelamatkan dan melestarikan benda tersebut, banyak bukti-bukti sejarah interaksi bangsa Indonesia de gan bangsa lain, dapat terselamatkan dan tidak  “terbang “ ke luar negen.

Usaha Boedi Mranata dalam menyelamatkan keramik antik dimulai ketika tahun 1984, ia pulang ke tanah air setelah menyelesaikan pendidikan untuk gelar doktor biologi di Universitas Hamburg, Jerman.

Boedi Mranata tertarik untuk menyelamatkan keramik antik yang telah berumur ratusan tahun dan tersebar di berbagai perairan Indonesia, karena barang-barang tersebut merupakan bukti sejarah yang nyata akan interaksi masyarakat Indonesia dengan masyarakat luar Indonesia yang sejak dahulu sudah terbangun. Hal itu disebabkan keramik merupakan benda yang tidak mudah hancur dimakan usia, sedangkan objek perdagangan-perdagangan yang lain seperti kain sutera saat ini sudah musnah.

“Banyak hal-hal di Indonesia ini yang indah, termasuk barang-barang kuno yang banyak terdapat di Indonesia. Barang-barang kuno tersebut erat kaitannya dengan budaya kita dan merupakan tanggung jawab kita sebagai bagian dari masyarakat untuk memeliharanya. Saya mempunyai komitmen untuk menjaga barang-barang kuno tersebut jangan sampai hilang dan  “pergi “ ke luar negeri. Jadi, tidak sekadar mengoleksi saja, “ ujar Boedi Mranata ketika ditemui Griya Asri beberapa waktu lalu di sebuah pameran budaya di Jakarta.

Bapak dari tiga orang anak ini mengaku tak jarang ia harus berjuang untuk mendapatkan koleksi keramiknya yang banyak ia dapatkan di daerah seperti Aceh, di pelosok-pelosok Kalimantan dan Sulawesi. Kadang-kadang ia harus pergi ke Serawak sampai Belanda untuk membawa pulang kembali barang-barang kuno tersebut yang sudah terlanjur dilelang di negeri orang.

Banyak dari koleksi keramik yang dimiliki oleh Boedi Mranata mempunyai kisah sejarah yang sangat seru. Contohnya salah satu koleksi keramik berbentuk gentong. Menurut kisah sejarahnya, benda tersebut adalah salah satu barang pusaka masyarakat Kalimantan Timur yang dahulu menjadi  “uang “ ganti rugi akibat peperangan yang hebat.

“Saya berharap, masyarakat Indonesia memiliki kesadaran untuk menjaga semua jenis barang-barang kuno ini, jadi tidak terbatas pada keramik saja karena barang-barang kuno tersebut adalah bagian warisan berharga nenek moyang kita, “ ujar Boedi Mranata yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Keramik Indonesia (HKI).

Selain mengoleksi keramik antik, pria yang di kalangan teman­ temannya juga dikenal sebagai si raja walet Indonesia ini aktif dalam kegiatan lingkungan hidup. Dia merupakan Patron untuk Organisasi Burung Indonesia yang merupakan bagian dari Birdlife Internationa l. Bersama organisasi tersebut, ia melakukan konservasi hutan dan melestarikan burung liar seluas 100.000 hektare yang berada di dua pro vinsi yaitu Jambi dan Sumatera Selatan.

Proyek konservasi hutan pertama di Indonesia ini sangat penting untuk perubahan iklim dunia sehingga pada tahun 2008 menarik minat Pangeran Charles dari lnggris untuk berkunjung ke sana.  “Harapan saya dalam waktu 30 tahun mendatang hutan yang rusak ini akan menjadi hutan belantara kembali, “ ujar Boedi Mranata mengakhiri wawancara dengan tim Griya Asri.

NUANSA ORIENTAL YANG GLAMOR

Dalam rangka menyambut tahun baru Cina, Elite Grahacipta sebagai galeri interior berkelas kembali membuat pameran mock up interior bernuansa oriental. Dengan tema  “Celebrating Year of the Dragon 2012 “  Elite Grahacipta bekerja sama dengan dua orang desainer terkemuka yaitu Jaya Ibrahim dan Rieska Achmad. Karya keduanya dapat dilihat pada halaman Gria Asri Ini.

 

DESAIN INTERIOR bernuansa oriental saat ini dapat dikatakan sudah familier. Ketertarikan berbagai kalangan terhadap desain interior bernuansa oriental memberikan tempat tersendiri bagi para pencintanya. Terlebih lagi ketika menyambut

tahun baru Cina ini, penataan desain interior bernuansa oriental sangat pas untuk digunakan di hari spesial sebagai salah satu cara menyambut tahun baru. Elite Grahacipta telah mengusung nuansa oriental untuk pameran interior di tahun naga air ini. Para desainer dipersilakan untuk menunjukkan identitas dan karakter desain dari masing­ masing desainer untuk mengeksplorasi produk-produk dari Elite Grahacipta.

Jaya Ibrahim mendesain satu ruang makan dan ruang duduk dengan suasana yang agak berbeda dari umumnya. Warna merah dan emas yang sering tampil dalam perayaan tahun baru Cina, kini beralih pada penggunaan  warna  biru dan warna turquoise sebagai simbol dari tahun naga air. Dominasi warna biru dan turquoise tersebut terlihat pada  pemilihan  beberapa elemen desain interior  dan aksesori pengisi meja makan. Adapun  identitas  desain  oriental terlihat  pada pemilihan produk bernuansa Chinoiseries seperti pada kursi makan dengan sandaran pola oriental dan wallpaper  motif alam khas negeri timur  yang juga dilengkapi dengan guci keramik Cina. Secara keseluruhan Jaya ingin menciptakan sebuah ruang makan yang informai  dan berkesan lebih santai dengan pola penataan meja makan yang tidak simetris dan menghadirkan unsur organik berupa  bunga  segar. Namun, terlepas dari itu Jaya tetap ingin menciptakan kesan mewah dan elegan sebuah ruang makan dengan cara menghadirkan dua buah lampu gantung Zenith Midnight Blue Baccarat.

Untuk desain living room Jaya masih menampilkan nuansa yang serasi dengan ruang makan. Warna-warna senada yang masih didominasi warna biru dan turquoise terlihat pada aksesori pengisi ruang berupa dua buah single chair bergaya oriental dan bantal (cushion) pada sofa serta karpet.

Ada pula warna cokelat hadir sebagai penetral suasana melalui upholstery sofa yang berkesinambungan dengan beberapa bantal dan pemilihan lampu meja Candy Light Copper Baccarat yang ditempatkan pada konsol belakang sofa. Terdapat partisi berwarna emas dengan desain potongan cermin-cermin bulat yang memberikan kesan glowing dan efek pantulan yang unik.

Rieska Achmad mendesain beberapa mock up interior yang meliputi ruang duduk, dua ruang tidur dan ruang kerja. Rieska ingin mengusung tema eklektik dengan tampilan gaya hidup yang mewah sebagai dasar perancangannya . Furnitur oversize digunakan untuk memberikan kesan mewah dan mengisi aksesorinya dengan beberapa gaya dan dari beberapa daerah merupakan konsep gaya desainnya. Tampilannya dapat memberikan kesan yang berbeda pada setiap ruangnya. Contohnya pada setting ruang duduk di lantai satu Rieska menggunakan sofa semiklasik berwarna putih yang dipadukan dengan single chair bernuansa Chinoiseries.

Furnitur tersebut hadir dengan nuansa warna netral kemudian dimeriahkan dengan aksesori seperti bantal berwarna biru dan merah. Lampu gantung Baccarat yang digantung rendah pun memperkuat kesan mewah. Ada pula ruang tidur yang didesain dengan sangat lembut melalui paduan warna krem dan cokelat yang memberikan kesan elegan bergaya modern klasik. Selain itu kamar tidur di lantai tiga didesain dengan gaya klasik oriental. Aplikasi warna biru dan kuning keemasan terlihat menonjol pada aplikasi soft furnishing-nya.

Bedcover dan bantal menampilkan motif oriental yang memberikan kesan yang khas dalam rancangan ruang tidur ini.

Keseluruhan mock up ruang interior pun menampilkan sebuah desain yang berkarakter melalui sentuhan Jaya Ibrahim dan Rieska Achmad dengan kemewahan produk Elite Grahacipta dari furnitur, aksesori sampai lampu Baccarat