Ruang publik yang “MEMBUMI “

Sering dengan perkembangan zaman tertu saja kebutuhan manusia pun semakin beragam, dan salah satunya adalah kebutuhan akan ternpat atau fasilitas untuk menyelenggarakan berbagai acara atau untuk sekadar merayakan hari istimewa. Dewasa ini banyak bermunculan rumah rumah sewa, mulai dari tempat sederhana sampai pada gedung gedung pertemuan yang multifungsi. Salah satu gedung pertemuan yang cukup representatif adalah gedung Bhumiku yang berlokasi di jantung kota Denpasar,Bali.

 

GEDUNG yang berdiri di atas lahan seluas 4000 m2 ini dibangun pada kebutuhan akan ruang pertemuan yang representatif. Selama ini di kota Denpasar gedung pertemuan serbaguna hanya dimiliki oleh hotel berbintang lima saja. Sehubungan dengan itu pasangon muda yang juga pengusaha ini tergugah untuk membuat gedung serbaguna yang berkapasitas untuk 500 orang sampai 800 orang (level medium) dengan standar dan fasilitas sepert hotel bintang lima.

Gedung seluas kurang lebih 2200 m2 ini dirancang dengan konsep yang ramah linghungan. Hal ini terlihat dari pemakaian materialnya yang ramah lingkungan dan berlingkungan  “hijau “. Gagasan yang berawal dari pemilik gedung, Mira Guizot tersebut kemudian dibantu oleh arsitek Ir. Agus Putra Jaya yang merancang denahnya sedangkan Ir. Ronny Gunawan yang merancang tampak depan dan detailnya. Namun, dalam proses berjalannya proyek ini, pemilik gedung banyak dibantu aleh beberapa temannya sampai akhirnya terwujud gedung serbaguna yang diinginkan.

Keberadaan gedung ini diharapkan dapat membantu konsumen untuk dapat menyelenggarakan berbagai acara separti pameran tempat diskusi,  resepsi pernikahan, tempat seminar dan pergelaran seni. Ruangan ballroom-nya sudah dilengkapi dengan fasilitas sound system berakustik standar tinggi sehingga dilaksanakan konser musik yang berkelas. Selain itu gedung ini dilergkapi dengan fasilitas lahan parkir yang luas, sehingga dapat menampung kendaraan para tamu.

Secara keseluruhan konsep gedung ini adalah mermberikan suasana sejuk di tengah hiruk-pikuk kota Denpasar yang saat ini sudah padat oleh bangunan yang tidak lagi tertata rapi. Dalam hal ini pemilik gedung pun berusaha menghadirkan unsur  “hijau “di area halaman depan dengan menanam pohon sawit di area parkir sesuai dengan iklim tropis Bali Di samping itu pohontangan yang seakan-akan sikas yang ditanam di tengah area dapat mengimbangi pohon- di sekitarnya. Pemilihan jenis tanaman lain pun disesuaikan dengan iklim Bali yang tropis. Tidak hanya itu saja, di salah satu sisi gedung sengaja dihadirkan vertical garden yang cukup luas, sehingga menambah kesejukan di area pintu masuk utama (entrance).

Yang menarik dari gedung ini adalah bentuk fasad bangunan berupa desain entrance yang berbentuk melengkung. Menurut Mira, gedung ini menyerupai tangan yang seakan-akan menyambut para tamu. Suasana ini merupakan simbol bahwa siapa pun tamu yang datang dapat merasakan suasana nyaman dan diterima di lingkungan ini.

Bagian depan gedung terdiri dari beberapa kolom kayu yang diatur ecara simetris. Kolom-kolom kayu ini merupakan kolom beton yang  “dibungkus “ dengan kayu ulin yang tahan terhadap cuaca dan mudah perawatannya. Penyelesaian dinding di bagian depan pun sangat menarik. Bagian atas yang di finishing tembok sengaja didesain unik yaitu dengan lengkungan atau lingkaran yang berjejer. Satu lengkungan dengan logo huruf B yang memakai material GRC dan satu bulatan cekung ke dalam bergantian, sehingga munghasilkan satu kesatuan desain yang unik. Adapun bagian bawahnya memakai material kayu jati yang dibakar. Kayu jati ini dipakai hanya pada bagian tengahnya saja sehingga karakter dan tekstur kayunya terlihat jelas. Area depan gedung ini didominasi unsur kayu sehingga bangunan ini terasa memiliki  “jiwa “ tampak lebih elegan.

Penyelesaian dinding di ruang utama (ballroom) yang disebut dengan ruang Paseban ini sangat menarik. Dinding di area ini ditutup dengan tembok bermaterial gypsum seperti motif ketupat tiga dimensi (3D) dengan pemilihan warna yang natural sehingga ruangan tampak lebih elegan. Seluruh dinding di ruangan ini sudah dilengkapi dengan akustik yang canggih, dan di sekeliling ruangan dilapisi dengan panel yang terbuat dari bahan kain untuk lebih  “melembutkan “ suasana.

Selain ruang Paseban, juga terdapat ruang Abhinaya (72 m2) dan ruang Abhipraya (100m2) yang berkapasitas lebih sedikit. Adapun di lantai atas terdapat beberapa ruangan yarg fungsinya untuk kantor dan ruang pengelola gedung.

Warna yang dipilih adalah warna yang natural. Meninut Mira, warna tersebut dapat mewakili warna alam yang merepresentasikan unsur tanah, air, kayu dan logam.

Lantai yang dipakai adalah lantai yang mudah perawatannya. Untuk ballroom dipakai lantal granit, sedangkan untuk fasilitas ruangan lainnya baik di lantai atas maupun lantai bawah menggunakan keramik biasa.

Dengan hadirnya gedung pertemuan yang representatif seperti ini telah menambah khazanah dunia arsitektur di kota Denpasar sekaligus mengapresiasi seni yang membawa nama Bali semakin terkenal baik di dalam negeri dan di luar negeri.

  1. Tampak depan gedung saat senja, balok kayu yang simetris dan penyelesaian dinding yang melengkung membuat pesona gedung ini terlihat lebih eksklusif.
  2. Bidang dinding di area entrance yang melengkung yang memiliki makna ini memadukan material lokal, mulai dari lantai Keramik, dinding dan kayu.
  3. Pintu masuk di salah satu sisi yang menuju ruang foyer. Penyelesaian dinding yang unik dengan memadukan antara material tembok dan kayu jati bakar.
  4. Dinding yang dibungkus gypsum bermotif ketupat 3D dan pemilihan warna yang natural dapat memberikan kesan elegan. Pintu-pintu dapat dibuka jika diperlukan sehingga dapat menampung tamu dengan kapasitas lebih banyak.
  5. Ballroom dengan ketinggian plafon 7 meter ini membuat ruangan terasa luas.
  6. Area depan menuju pintu masuk utama yang sangat arsitektural. Penempatan kolom kayu yang simetris dan ekspos kayu pads plafon di area entrance sangat menarik. Paduan material yang terdapat di area ini begitu menarik sehingga berkesan megah dan mewah.
  7. Pemilihan material di area toilet pun direncanakan dengan matang.

Leave a Reply