SEJENAK MENIKMATI BANGKOK Thailand

Negara Thailand yang beribu kota Bangkok memiliki banyak objek wisata yang mengasyikkan. Pemerintah Thailand menyediakan berbagai fasilitas bagi wisatawan asing yang mengunjungi negaranya. Di sini kita dapat menikmati wisata sejarah, wisata kuliner sampai wisata belanja.

 

SEIRING dengan berjalannya waktu kota Bangkok telah berubah wajah menjadi kota yang modern dan kosmopolitan tanap meninggalkan akar budaya bangsa Thailand. Wisatawan yang datang ke Bangkok merasa nyaman ketika menjejakkan kaki di bandara Suvarnabhumi (tanah emas) yang megah dan luas seolah-olah oleh menjadi etalase negara Thailand.

Berikut adalah sekelumit kisah perjalan rombongan masalah Griya Asri yang mengunjungi tempat-tempat menarik di Bangkok dan sekitarnya.

Setelah tiba di bandara, kami langsung menuju ke pusat kota Bangkok (The City of Angels) dengan menaiki kereta monorel, arat tidak terjebak kemacetan di kota Bangkok. Setelah sampai di hotel kami langsung mendiskusikan rencana mengunjungi objek wisata di Bangkok seperti Royal Grand Palace, Wat Pho, pasar terapung Damnoen Saduak dan Pantai Pattaya.

Pertama kali yang kami lakukan setelah beristirahat sebentar di hotel adalah berkeliling kota Bangkok. Perjalanan  sekitar Bangkok memang menyenangkan dan tidak akan mengecewakan. Dalam beberapa dekade terakhir ini Bangkok telah berubah menjadi kota yang modern dan menarik. Kota ini dihiasi oleh sekitar 400 kuil Buddha berkilauan yang cantik dan istana-istana yang megah mempesona.

Di Kota ini banyak dialiri sungai yang aspek kebersihannya begitu dijaga oleh para petugas yang didukung oleh masyarakat setempat sehingga sungai-sungai tersebut banyak dijadikan sebagai alternatif objek wisata.

Sungai yang paling Pharaya (River of the king). Sungai yang panjangnya 300 km ini membelah kota Bangkok. Lebar sungai ini sekitar 20 meter, kira-kira selebar sungai-sungai yangterdapat di kira-kira selebar sungai-sungai yang terdapat di Kalimantan. Sungai Chao Pharaya mengalir dari utara Bangkok dan bermuara di Telur Thailand.

Cara yang terbaik untuk menelusuri sungai ini adalah dengan menggunakan shuttle Boat.  Sepanjang Sungai Chao Pharaya terdapat banyak  dermaga yang fungsinya seperti halte bus. Shuttle Boati setiap harinya akan melewati dermaga ini sampai pukul lima sore waktu setempat. Transportasi lainnya adalah menggunakan long tail boat yang berfungsi sebagai  “ojek boat. “

Sungai Chao Phraya berfungsi sangat vital bagi masyarkaat Bangkok. Sungai Chao Phraya selain berfungsi sebagai sarana lalu lintas, juga merupakan urat nadi kegiatan masyarakat sehari-hari seperti sarana irigasi dan pasar terapung. Suasana di sungai ini sangat ramai, penuh dengan kapal-kapal yang lalu lalang baik kapal pedagang, kapal transportasi, kapal pesiar maupun restoran terapung. Orang barat menyebut kota Bangkok sebagai  “Venesia dari Timur. “ Oleh karena potensi inilah, pemerintah Thailand  “menyulap “ sungai ini menjadi objek wisata yang dapat diandalkan.

Di sepanjang sungai ini banyak terdapat kuil Buddha. Di negara Thailand terdapat sekitar 400 kuil Buddha. Keunikan kuil-kuil tersebut adalah gaya arsitekturnya yang indah. Kuil tampil mewah, megah dan anggun dengan lapisan emas yang berkilau pada pagodanya. Atapnya umumnya berbentuk agak menjulang, khas arsitektur Thailand.

Kami menyusuri Sungai Chao Phraya dengan perahu motor sambil menikmati objek wisata seperti Royal Grand Palace, istana raja kerajaan Thailand.

Royal Grand Palace m erup akan istana raja yang megah. Kompleks kerajaan inilah yang paling sering dikunjungi wisataw an. Di si,ni kita dapat menyaksikan bangunan arsitektur khas Thailand  seperti chedi dan stupa serta lukisan kuno yang menggamb arkankisah Ramayana. Kisah Ram ayan a ini juga digambarkan dalam pat ung- pat ung Hanom an yang menyangga stupa. Sel ain itu juga terdapat Royal Thai Decorat ion dan Coin Pavilion yang menyimpan benda-b enda warisan kerajaan sejak abad ke-11.

Pada zaman dahulu tempat ini digunakan sebagai tempat tinggal raja. Sejak abad ke-20 tempat ini dijadikan museum danobjek wisata. Kompleks Royal Grand Palaceyang luas ini dikelilingi tembok putih yang tinggi. Kompleks ini terdiri dari museumdan sebuah kuil sebagai  rumah dari The Emerald Buddha (patung Buddha duduk). Untuk dapat memasuki kompleks ini, kami harus berpakaian yang rapi dan sopan.

Misalnya wisatawan tidak diperbolehkan untuk memakai celana pendek dan baju tidak berlengan.

Setelah mengunjungi Royal Grand Palace kami mengunjungi Wat Pho, yang merupakan kuil tertua dari abad ke-16 dan terbesar di Bangkok. Di dalam Wat Pho tersimpan sedikitnya 1000 patung Buddha. Kuil ini menyimpan patung Buddha raksasa yang sedang tidur. Kepala patung menghadap ke kanan sedangkan tangannya menyangga kepalanya. Patung yang panjangnya 46 meter ini, sangat mengesankan dan memesona yang menggambarkan sang Buddha memasuki nirwana. Mata dan kakinya terbuat dari kerang mutiara, dihiasi 108  lambang  suci sang Buddha. Wat Pho juga merupakan pusat pendidikan umum pertama di negara Thailand yang kini menjadi pusat pendidikan pijat ala Thai. Kuil berlokasi bersebelahan  dengan Royal Grand Palace.

Besoknya kami mengunjungi pasar terapung, tempat berbelanja unik dengan suasana tradisional Thailand. Objek wisata ini bernama Damnoen Saduak Floating Market.

Pasar terapung ini merupakan tempat favorit bagi wisatawan. Cara terbaik menikmati pasar ini adalah dengan sampan, yang dapat berlayar ke kanal yang lebih kecil. Terdapat juga jalan di samping kanal, sehingga kami dapat menyaksikan aktivitas di pasar ini dan mengambil foto yang menarik. Pasar terapung ini dibuka sebelum pukul delapan pagi waktu setempat dan berakhir saat tengah hari. Tempat ini d pat ditempuh kendaraan dalam dua jam dari Bangkok. Dalam perjalanan menuju ke lokasi pasar terapung ini kami juga disuguhi pemandangan sawah­ sawah dan tempat penduduk membuat garam

Di Damnoen Saduak kami dapat menyewa perahu bermotor untuk menyusuri sungai­sungai. Di sini para pedagang menjajakan barang dagangannya dari atas perahu masing-masing.Kita akan kagum melihat berbagai bentuk unik perahu yang digunakan oleh para pedagang.

Hari besoknya lagi kami mengunjungi Pantai Pattaya yang sangat terkenal sebagai objek wisata.Berbagai atraksi yang men rik dapat dijumpai di sini. Contohnya pertunjukan kabaret yang dipentaskan oleh para waria yang cantik-cantik. Penampilan para waria tersebut tidak vulgar, lebih cenderung bersifat humor.

Di Bangkok terdapatpusat perbelanjaan modern sampai pusat belanja radisional yang bakal memanjakan para penggila belanja. Beberapa tempat belanja terkenal di Bangkok adalah Siam Paragon, tempat barang bermerek dan Ma Boong Kroong (MBK) yang menawarkan berbagai barang cenderamata dan barang-barang menarik lainnya. Pasar yang terbesar yang terdapat di Bangkok adalah Chatuchak Weekend Market, yang hanya dibuka pada hari Sabtu dan hari Minggu saja.

  1. Salah satu sudut di area Royal Grand Palace (istana raja), tampak bangunan stupa dengan berlapis emas
  2. Royal Grand Palace berdiri dengan megah dan sering dikunjungi wisatawan
  3. Kereta monorel, salah satu transportasi untuk menghindari kemacetan di Bangkok
  4. Gedung-gedung perkantoran didesain menarik
  5. Setiap sudut selalu ada tempat-tempat untuk bersembahyang
  6. Di mal MBK kita dapat menyaksikan pembuatan barang kerajianan dari tanah lempung
  7. Setiap malam beragam kuliner tersedia bagi wisatawan
  8. Ritual yang dilakukan di area Budha sedang tidur
  9. Patung raksasa Buddha Sedang Tidur berlapiskan emas yang ada di Wat Phao, kuil tertua di Bangkok
  10. Kaki Buddha Sedang Tidru, terbuat dari kerang mutiara, dihiasai 108 lambang suci sang Buddha.
  11. Sungai Chao Phraya, kebersihannya selalu terjaga sehingga dijadikan sebagai objek wisata
  12. Tim Griya Asri , beristirahat menikmati keindahan Sungai Chao Phraya.
  13. Pasar terapung Damnoen Saduak, tempat pedagang menjajakan dagangannya dengan menggunakan perahu.
  14. Gerai-gerai toko cenderamata yang terdapat di pinggiran pasar terapung, dengan pelayan toko yang cantik siap dengan hitungan menggunakan kalkulator
  15. Pantai Pattaya, pantai yang banyak disukai para orang tua.

Leave a Reply