Tag: Eksperimen Arsitek

Struktur Eksperimen Arsitek

Kemudian arsitek juga bereksperimen denga struktur yang mengekspos tiang dan balok baja profil di dinding belakang hunian serta menerapkan bidang kaca lebar untuk berbagai elemen mulai dari pagar balkon, jendela sampai kanopi. Konsep desain ini berhasil memaksimalkan sirkulasi udara segar dan memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam hunian serta menghemat konsumsi energi listrik. Arsitek juga memasang lift berukuran kecil di dekat meja pantri yang memudahkan pemilik rumah untuk mengantar makanan ataupun mengantar piring dan gelas kotor dari ruang makan di lantai satu ke dapur kotor di lantai dasar. Detail arsitektur lain adalah pagar balkon yang dirancang “menembus” jendela kaca dan menerus ke pagar tangga. Ada pula detail berupa lubang udaara pada dinding kaca dekat plafon yang disekat oleh kawat ram.

Untuk susunan ruang dalam, arsitek menempatkan foyer, ruang tamu dan kamar tidur tamu di lantai satu sedangkan transisi menuju ke bagian tengah hunaian diolah berupa tangga yang tediri dari beberapa anak tangga. Di tengah hunian, disusun ruang menonton TV yang menyatu dengan ruang makan dan pantri tanpa dinding penyekat masif serta dilengkapi oleh musala dan kamar mandi di pojok hunian. Area yang menjadi tempat berkumpul keluarga ini bersisian dengan teras, kolam renang dan taman belakang serta hanya disekat dengan dinding kaca lebar sehingga memberikan kesan indoor – outdoor yang segar. Di dekat tanggam terdapat kamar tidur tamu lainnya. Naik ke lantai dua, terdapat dua buak kamar tidur anak dan kamar tidur utama yang masing – masing dilengkapi oleh area belajar serta kamar mandi dalam.

Alur ruang (sequence) ditata efisien, terbuka dan “mengalir”, berorientasi ke arah taman dan kolam renang di halaman belakang serta dilengkapi oleh pintu kaca geser. Material yang dipakai adalah yang mudah dirawat seperti marmer untuk penutup lantai dan parket kayu untuk anak tangga dan untuk lantai kamar – kamar tidur. Atap beton di atas teras belakang juga dirancang dengan bentuk melengkung dan diolah menjadi balkon dengan taman sehingga menjadi tempat favorit untuk bersantai. Untuk mendukung desain arsitektur, interior hunian didesain oleh Imelda – Beyond bersama dengan pemilik rumah. Contohnya sofa model huruf L dan satu set kursi makan berlapis kulit bertema warna hitam putih dipadu dengan coffe table serta meja makan dari kaca.

  1. Eksperimen dengan struktur berupa tiang dan balok baja profil yang diekspos di dinding belakang hunian serta aplikasi bidang kaca lebar untuk berbagai elemen hunian mulai dari pagar balkon, jendela sampai kanopi.
  2. Interior hunian diisi oleh furnitur dan aksesori yang simpel elegan bertema warna hitam putih seperti terlihat pada sofa, rak dan partisi built indi ruang menonton TV.
  3. Alur ruang (sequence) ditata terbuaka dan berorientasi ke arah taman dan kolam renang di halaman belakang.
  4. Diatas area tangga, pantri dan ruang makan, dibuat voidmenerus dan dilengkapi oleh selaras di lantai dua. Alur ruangnya (squence) ditata secara efisien, terbuka dan “mengalir” sehingga berkesan lapang.
  5. Detail pagar balkon dirancang “menembus” dinding kaca lebar dan menerus ke pagar tangga sehinga menegaskan ciri rancangan hunian yang up to date.
  6. Area yang merupakan tempat keluarga berkumpul ini bersisian dengan teras, kolam renang dan taman belakang serta hanya disekat dengan dinding kaca lebar sehingga memberikan kesan indoor – outdooryang segar.
  7. Sebagai aksen, beberapa bidang dinding di kamar tidur utama dilapisi dengan wallpaper bermotif unik dan berwarna merah sehingga menciptakan suasana Jendela kaca yang lebar memberi pemandangan ke arah skyline ibu kota.
  8. Desainer interior Imelda (kiri), arsitek Tan Bun Kheng dan pemilik rumah, Arif.

 

Furnitur built in seperti partisi dan kabinet berlapis HPL motif serat kayu di ruang menonton TV serta kabinet pantri berlapis duco warna hitam put ih turut melengkapi penataan desain interior. Sebagai aksen, desainer melapisi beberapa bidang dinding dengan wallpaper bermotif unik dan berwarna cerah terutama di kamar-kamar tidur yang diolah dengantema tertentu. Soft furnishing berupa gorden dan vitrage jendela, bedcover cantik serta foto-foto keluarga di dinding menambah nyaman hunian ini Tata cahaya (lighting ) juga menjadi perhatian arsitek dan desainer interior agar tercipta suasaba “hangat” dan efek “dramatis” terutama di malam hari seperti dengan memakai lampu jenis indirect lighting pada plafon gantung dan lampu meja dengan model mutakhir. Secara keseluruhan desain rumah tinggal ini Berhasil memberi kepuasandan kebanggaan baik oagi pemilik rumah, bagi arsitek maupun bagi desainer interiornya.