Tag: Hunian Menarik

“CATCHY DESIGN” Desain Hunian yang Baik

Desain hunian yang baik adalah desain yang sesuai dengan kebutuhan pemiliknya serta desain yang merepresentasikan selera dan karakter pemilik rumah. Itulah sebabnya arsitek Robby Alexandra betuk – betul memperhatikan kebutuhan dan keinginan pemilik rumah dalam merancang hunian yang diliput oleh tim Griya Asri ini.

BERASA DI ANTARA hunian dengan desain yang hampir seragam, pemilik rumah menginginkan tampilan hunian yang segar dibandingkan dengan hunian – hunian di sekelilingnya. Selain itu karena berada di lahan pojok (huk), desain yang unik akan membuat hunian ini terlihat menarik. Selain menginginkan tampilan hunian yang menarik, pemilik rumah juga mengingatkan hunian yang serbasimpel dan mudah perawatannya. Arsitek berusaha mengakomodasi berbagai keinginan pemilik rumah tersebut ke dalam sebuah rancangan dengan garis desain simpel tetapi tetap tampil beda dan jaun dari kesan monoton.

Pada hunian ini, elemen arsitektur, elemen interior dan elemen taman menggunakan material – material yang terlihat simpel dan mudah dalam perwatan. Contohnya aplikasi batu alam yang terdapat pada fasad bangunan dan beberapa bagian didinding dalam hunian. Penggunaan material batu alam ini selain mudah dirawat juga dapat menciptakan nuansa natural yang homey.  Warna – warni netral seperti putih dan krem juga memberikan kesan simpel dan modern pada tampilan hunian ini. Agar tampilan hunian lebih dinamis dan tidak membosankan, arsitek memberikan sentuhan elemen diagonal pada bagian atap dan pada bagian kanopi di area entrance. Atap diagonal dengan kemiringan yang cukup signifikan ini berhail membuat tampilan hunian terlihat menarik (catchy).

Selain aspek tampilan dan aspek estetika, aspek penting lain yang harus diperhatikan adalah bagaimana agar desain hunian dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan pemilik rumah. Oleh karena itu arsitek memutuskan untuk membagi hunian menjadi tiga lantai. Lantai pertama diperuntukkan bagi garansi, gudang dan area servis. Adapun lantai utama (main floor) yang berfungsi sebagai pusat kegiatan berada di lantai dua. Pada lantai dua ini terdapat area pintu masuk utama besarta terasnya, ruang tamu , ruang keluarga, ruang makan, pantri, kamar tidur tamu serta area outdoor berupa taman dan kolam ikan. Apaun lantai tiga bersifat lebih privat yang terdiri dari kamar tidur utama, dua kamar anak dan ruang belajar.

  1. Tampilan depan hunian yang berada di lahan hukini terlihat catchy dan unik berkat atap diagonal dengan kemiringna yang cukup signifikan
  2. Lantai utama (main floori) berada satu lantai lebih tinggi dari jalan utama
  3. Area entrance dengan kanopi unik yang terbuat dari material kaca.
  4. Foyer mungil untuk menerima tamu dengan aplikasi batu alam berwarna gelap pada dinding.
  5. Ruang keluarga ditata dengan desain interior yang simpel dan modern
  6. Ruang makan dan pantri juga ditata dengan desain interior yang simpel. Sirkulasi udara pencahayaan yang baik diupayakan lewat terdapatnya innercourtmungil dan void diatas ruang makan
  7. Pada bagan atas area tangga juga terdapat skylight untuk membantu memasukkan cahaya alam ke dalam ruangan
  8. Ruang makan dan ruang keluarga drancang tanpa sekat agar ruangan terasa lebih
  9. Kamar tidur utama yang “hangat” berkat aplikasi lantai parket kayu dan dropped ceiling dengan indirect lamp-
  10. Area keluarga berkumpul dengan dinding kaca transparan yang berada di sebelah kolam ikan di bagian depan hunian sangat nyaman untuk bersantai.
  11. Suasana teras dan kolam ikan yang sangat relaxing, lengkap dengan pencahayaan yang temaram.

Sebagian besar ruangan pada hunian ini menggunakan lantai marmer sebagai material penutup lantai. Namun, pada area kamar tidur, arsitek mengaplikasikan parket kayu sebgai material penutup lantai. Namun, pada area kamar tidur, arsitek mengaplikasikan parket kayu sebagai material penutup lantai agar memberukan kesan “hangat”. Kesan “hangat” dan homey ini juga berusaha ditampilkan melalui penerapan dropped ceiling  dibeberapa tempat serta tata cahaya berwarna kekuningan yang temaram.

Selain itu pengolahan khusus juga dilakukan arsitek pada area tangga. Dinding disamping area ini sengaja tidak di cat agar warna abu-abu dari beton dapat terekspos dan menimbulkan kesan unik. Anak – anak tangga juga hanya ditutup sebagian dengan kayu merbau yang solid. Adapun railing  tangga terbuat dari material kaca yang dibingkai denga besi hollow. Perpaduan material beton ekspos, kayu merbabu dan kaca transparan pada area tangga ini memberikan keindahan tersendiri pada estetika hunian secara kesaluruhan.

Dengan demikian arsitek dapat menghasilkan rancangan hunian yang tidak hanya dapat mengakomodasi kebutuhan pemilik rumah tetapi juga terasa nyaman untuk dihuni. Disamping itu juga dapat merepresentasikan selera dan karakter keluarga muda yang simpel, modern tetapi tetap tampil beda.