Tag: Jadul Village

Jadul Village Resort & Spa

UNGKAPAN di atas terwujud pada sebuah kompleks tempat tetirah  bernama Jadul Village Resort & Spa, yang berlokasi di Terusan Sesan Bajuri, kawasan Lembang Jawa Barat. Properti yang terdiri dari vila, restoran dan spa ini dikelilingi oleh perbukitan hijau yang segar dan udara yang sejuk. Konsep kompleks ini berawal dari keinginan pemilik properti untuk memanfaatkan koleksi barang antiknya mulai dari benda seni (artwork), dinding gebyok, kayu bekas bantalan rel kerata api sampai papan dan balok bekas kandang sapi. Beragam material ini di daur ulang dan dirancang kembali  menjagi rumah tradisional Jawa sekaligus menghadirkan kembali kemewahan zaman dulu yang dipadu dengan fasilitas modern dalam sebuah tempat tetirah ekslusif. Salah satu cluster vila yang tampil beda di kompleks ini ada vila tipe Limasan, terdiri dari tiga buah rumah beratap limasan yang ditata dengan posisi menyeruapai huruf U dan mengelilingi sebuah kolam bunga teratai.

Setiap rumah dapat diakses melalui jalan setapak yang dibuat seolah  – olah mengapung di atas kolam dan terdpat regol sebagai gerbang (lawang) menuju ke teras depan. Memasuki halaman vila, kita akan disambut oleh rimbunnya pepohonan di taman bergaya tropis. Tanaman air seperti papyrus daan tanaman berdaun lebar seperti pisang – pisangan sengaja di tata dihalaman sekaligus menjaga privasi penghuni vila. Taman yang dirancang oleh arsitek lanskap Reza Anwar dari Ateliier Lifesvape ini berhasil memberi pemandangan dan kesegaran khas alam pedesaan. Sosok bangunannya masih mengacu pada prinsip rumah tradisional khas Jawa tetapi beberapa bagian telah diubah sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masa kini. Contohnya dinding muka berupa gebyok berukir indah sedangkan teras depan atau emperannya kini dikelilingi oleh pagar kayu dan krepyak bambu.

Lantai teras dan ruang dalam vila dilapisi oleh ubin teraso warna hijau bermotif kawung dari batik klasik sedangkan furniturnya berupa kursi kayu dengan sandaran dan dudukan dari anyaman rotan khas zaman dulu. Beranjak ke dalam vila, kita akan menemuai ruang dalem omah yang simetris denga pintu masuk utama di tengah dan empat buah tiang struktural soko guru yang menopang atap serta ornamen dekoratif plafon yang lazim disebut tumpang sari. Dalam proses desainnya, beberapa prinsip rumah tradisional Jawa dimodifikasi diantaranya adalah susunan ruang dalam yang umumnya cenderung tertutup tetapi kini dibuat transparan tanpa banyak bidang penyekat.

Dulu, umumnya terdapat ruang senthong ditengah hunian yang berfungsi menyimpan hasil bumi tetapi kini ruangan tersebut dihilangkan dan diganti denga foyer yang menyatu dengan area duduk, area makan dan area meja kerja. Desain ini berhasil memberi kesan megah dan lapang cocok untuk liburan “berkelas”.

Modifikasi lain dalam desain rumah tradisional Jawa ini adalah tambahan (gandok) dua kamar tidur utama dan kamar tidur anak di bagian belakang vila. Seluruh area ini dipagari oleh dinding masif agar lebih aman. Perubahan lain adalah setiap kamar tidur dilengkapi oleh kamar mandi semi-outdoor yang terdiri dari area shower, bathtub dan wastafel bernuansa alami sehingga memberikan pengalaman unik saat berbilas. Perangkat modern seperti AC, TV kabel, minibar, dan kotak brankas semeakin menegaskan kesan modern di vila ini. Semua ruangan di vila ini juga dilengkapi oleh jendela kaca untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami dan memaksimalkan sirkulasi udara segar sehinga ruang dalam lebih sehat serta pandangan terasa lebih leluasa. Material utama konstruksi vila adalah kayu jati yang berusia ratusan tahun. Kayu ini tetap dipertahankan keasliannya yang diperoleh dari bongkaran rumah tua di kampung di Jawa lalu dipindahkan dan memasangnya kembali ke lokasi vila.

Kayu jati tersebut dibersihkan, dipotong dan diberi finishing bahkan ada yang ditambahi warna atau diukir jika diperlukan sesuai dengan kebutuhan desain diantaranya panel berukir gebyok yang dipakai sebagai hiasan dinding ataupun kamar mandi. Upaya pelesatarian warisan tempo dulu juga dilakuakn dengan cara menghias ruangan dengan koleksi benda seni ataupun aksesori bergaya etnik. Contohnya fooyer diisi oleh sebuah meja bundar yang dihias dengan bunga potong segar, mainan congklak dan pipa tembakau antik sedangkan area menonton TV dihiasi dengan lampu gantung, patung katu dan kain vintage  pada tiang-tiang soko guru. Satu set peralatan memasak zaman dulu ditata di dekat wastafel area makan sedangkan kain tenun nan eksotik turut mempercantik kelambu dan bedcover di kamar tidur. Sebuah batu kali berukuran besar sengaja dibelah dan dikerok menjadi tempat berendam dan wastafek di kamar mandi sehingga penghuni vila merasa seperti “demang” kaya dari tanah Jawa.

Berbagai upaya dan pengolahan desain kreatif yang pada Jadul Village Resort & Spa ini diharapkan dapat menjadikan properti ini sebagai salah satu alternatif tujuan wisata di Lembang dan menambah pendapatan Jawa Barat di sektor pariwisata.