Tag: kantor

Inspirasi Desain Kantordari Pengacara Kondang Adnan Buyung Nasution

Siapa yang tidak kenal dengan Adnan Buyung Nasution, seorang pengacara yang kerap menangani masalah kontroversial dan sering membantu orang kecil.

PENGACARA yang khas dengan tampilan rambutnya yang_ berwarna putih keperakan ini akrab disapa  “Abang “ sangat  “heboh “ pada saat menangani kasus KPK yang terkenal dengan kasus  “cecak vs buaya “.

Di balik penanganan berbagai kasus yang pelik ini ternyata  Abang juga memiliki selera seni yang baik. Hal ini terlihat ketika tim Griya Asri meliput kantornya yang berlokasi di kawasan Jalan TB. Sim atupang, Pondok lndah, Jakarta Selatan.

Kantor seluas 700 m2 yang dimiliki oleh Adnan Buyung Nasution beserta tiga rekan kerjanya ini telah mengalami renovasi total. Yang menarik dari kantor ini adalah kepiawaian PIC, sekaligus konseptor dan arsitek dalam mengelola dan memanfaatkan barang-barang dari kantor lama. Konsep desain interior dan konsep perubahan ruangan sesuai dengan kebutuhan yang memunculkan kesan elegan sekaligus homey .

Kantor yang berada di lantai tiga di sebuah bangunan perkantoran tersebut ditangani oleh Ir. R. Sulistyo  Wicaksono, IAI, yang akrab dengan sapaan Cokie yang dibantu oleh desainer interior Ira B. Sangari dan Rukky (dari EASE), berhasil membuat kantor ini terlihat cantik dan atraktif dengan mengakomodasi berbagai fasilitas yang merupakan kebutuhan pemilik kantor. Secara keseluruhan kantor ini dibagi menjadi tiga zona yaitu zona privat , zona semipri vat dan zona area publik.  “Yang membuat saya senang adalah perencanaan desain yang saya percayakan kepada Cokie berhasil membuat ‘kejutan’ bagi kami. Semua furnitur dan elemen dekorasi interior dari kantor lama dapat dipakai kembali dan dapat menghasilkan suasana serta tampilan yang sangat berbeda, “ ujar Adnan Buyung Nasution menyampaikan kesannya tentang ruang kantornya yang baru.

Secara keseluruhan konsep yang diusung oleh Cokie adalah memanfaatkan semua barang yang sudah ada dan menyulap dengan konsep yang lebih fresh sehingga terasa mengalir dan nyaman. Hal ini dilakukan dengan menghadirkan suasana yang berbeda dengansuasana sebelumnya. Perubahan pertama yang dilakukan Cokie adalah membuat TOR perencanaan desain interior yang menyeluruh yaitu mengubah konsep desain interior klasik dengan konsep modern, clean dan pembagian zona yang jelas, dari perpindahan kantor sebelum nya di Jalan Gatot Subr oto, Jakarta Pusat, menuju ke kantor di Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Area pintu utama ( entrance) yang berfungsi sebagai ruang penerima tamu mengalami perubahan signiifikan . Untuk atap ditambahkan langit-langit  gantung ( dropped ceiling) supaya tidak berkesan formal dengan pemilihan pencahayaan yang sesuai dengan pemakaian material kayu pada seluruh dinding yang melengkung dan senada dengan meja resepsionis, serta ditambahkan ruang rapat (public area). Hal ini menjadikan suasana di area ini terasa lebih nyaman dan menjadi brand atau karakter dari law firm ABN & P.

Masuk ke ruang lebih dalam, kita akan mendapat  “kejutan “ dengan pembagian zonanya. Kita memasuki sebuah koridor yang menuju ruang kerja Abang. Pengolahan desain di area ini sangat menarik. Sang desainer interior berusaha menghadirkan konsep ruang terbuka yaitu dengan cara mengaplikasikan rumput sintetis sebagai karpet pada area sepanjang koridor sehingga seolah-olah kita berjalan di ruang luar. Koridor yang posisinya bersebelahan  dengan ruang penerima tamu ini tak lepas dari sentuhan seni yang menarik.

Pada bidang dinding yang melengkung oleh arsitek dan desainer interior dengan berkonsultasi kepada Abang dan partner dipasang kalimat bijak dalam bidang hukum yang dibingkai, sehingga jika kita berjalan di area ini kita disuguhkan dengan sederetan kata-kata bijak yang menarik.

Area privat yaitu ruang kerja Abang didesain bergaya nuansa semiklasik yang merupakan permintaan pemilik kantor diwujudkan secara detail mulai dari pemilihan furnitur, warna sampai pemilihan elemen dekorasinya. Semua furnitur dan elemen dekorasi ini adalah furnitur dan elemen dekorasi lama yang dimanfaatkan kembali.  “Memanfaatkan barang lama untuk diaplikasikan pada desain interior baru tidaklah mudah. Namun, bila ditempatkan pada posisi yang tepat akan menghasilkan suasana dan nuansa yang berbeda, “ ujar Cokie.

Sebagai sebuah kantor bonafide, Cokie pun mengarahkan perencanaan dan perancangan tiga buah ruangan rapat dengan kapasitas dan fasilitas yang berbeda. Sebuah ruangan rapat berukuran besar dapat berfungsi sebagai ruang serbaguna. Ruang ini memiliki pintu penghubung dengan ruangan rapat di sebelahnya sehingga jika diperlukan ruangan yang lebih luas lagi, pintu dapat dibuka.

Pengacara yang berkantor di sini terdiri dari Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution sebagai pendiri, bersama tiga orang rekannya yaitu Pia A.R Akbar Nasution, Nugrahaningrum dan M. Sadly Hasibuan. Ruang kerja ketiga rekan tersebut ditempatkan sejajar dalam satu area. Ketiga ruangan kantor rekan ini berada pada satu sisi, sedangkan sisi di depannya didesain dengan konsep galeri. Di kedua dindingnya merupakan etalase benda seni (artwork) koleksi Abang. Artwork tersebut adalah kain-kain songket yang dibingkai dan dipadukan dengan beberapa artwork lainnya sehingga area koridor ini tampil bagaikan sebuah galeri.

Ujung koridor ini dipecah menjadi dua bagian. Di sisi kiri terdapat koridor yang di kedua sisinya terdapat ruang-ruang para pengacara atau staf yang jumlahnya sepuluh orang. Fasilitas lainnya yang tersedia adalah ruang perpustakaan yang berada di bagian belakang area lorong ini dan sebuah ruang servis untuk kepentingan para pegawai seperti ruang fotokopi. Adapun area servis seperti dapur dipisahkan dari ruang-ruang  utama yang letaknya di belakang area ini. Namun, tetap terdapat hubungan melalui pintu-pintu penghubung.

Abang yang ter kenal dengan motonya dalam bekerja yaitu menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan tanpa pandang bulu tersebut adalah sosok yang low profile. Lambang keadilan yang disimbolkan dengan burung hantu ini juga dipajang di kantor ini. Menurutnya, burung hantu ini adalah simbol kearifan (wisdom) yang sudah ada sejak zaman India kuno . Suku Abor igin telah memakai sim bol ini sejak dahulu. Dengan suasana kantor yang elegan dan nyaman ini, Bang Buyung se ma kin  “betah “ berada di ruang kerjanya untuk menyelesaikan be rbaga i kasus yang ditanganinya. Semoga dun ia hukum di tanah air kita akan se makin lebih baik ses uai dengan harapan Abang kita ini.

 

  • Adnan Buyung Nasution bersama sang PIC, konseptor dan arsitek Cokie.
  • Ruang penerima tamu yang didominasi unsur kayu ini terasa elegan dan nyaman yang merupakan ciri khas atau karakter dari brand kantor law firm ABN & P.
  • Ruang kerja Abang yang bernuansa semiklasik ini terasa lebih elegan, padahal seluruh furnitur adalah dengan memanfaatkan kembali furnitur yang lama.
  • Koridor menuju ruang kerja Abang mengusung konsep  “green “ yaitu dengan mengaplikasikan rumput sintetis sebagai karpet. Di sini kita seolah-olah berada di ruang luar.
  • Ruang rapat besar in[ merupakan hasil  “olahan “ Cokie dengan EASE yang berhasil memenuhi selera pemilik kantor.
  • Di salah satu sisi lorong pada dinding melengkung ini dipasang kata-kata bijak yang dibingkai sebagai motivasi bagi para karyawan dalam bekerja.

Area koridor para rekan kerja yang menyerupai galeri. Di salah satu sisi dinding dipajang artwork koleksi pemilik kantor yang ditata oleh ketiga partner Abang sehingga area ini tampil cantik dan elegan.

TREN SOHO DENGAN VIRTUAL OFFICE

SOHO alau Small Office Home Office adalah konsep hunian yang memadukan fungsi kantor dan tempat linggal dalam salu tempat. Dewasa ini, konsep SOHO semakin banyak dipilih oleh para pelaku usaha.

Berbagai faktor yang mendukung konsep ini diantaranya karena kemacetan yang semakin parah dan biaya sewa, uang kanlor yang semakin tinggi.

DI SINGAPURA konsep SOHO ini sangat diminati oleh wiraswasta muda. Contohnya, sebuah apartemen proyek Far East Organization di 38 Scotts Road bernama The Scotts Tower.

Di apartemen tersebut banyak unit  yang dihuni oleh para pelaku usaha yang menyiasati operasional bisnisnya dengan berkantor di apartemennya. Hal ini dilatarbelakangi oleh biaya sewa ruang kantor yang tinggi di kawasan Orchard sedangkan mayoritas dari mereka adalah pengusaha pemula. Kondisi seperti ini juga terjadi di Indonesia.

Banyak pengusaha muda di Indonesia khususnya Jakarta, memulai usahanya dengan modal yang terbatas. Dengan demikian, untuk menyewa ruang kantor dengan area minimal yang ditentukan oleh pengelola gedung tentu terasa berat. Apalagi banyak dari para pengusaha muda tersebut berprofesi sebagai arsitek, desainer interior, desainer grafis atau fotografer yang menuntut waktu kerja fleksibel dan tidak seperti waktu normal pekerja kantoran. Kebutuhan akan fleksibilitas waktu kerja dan waktu lembur yang mereka perlukan tentu saja menuntut biaya overtime yang tinggi apabila menyewa ruang kantor pada sebuah gedung. Namun, dengan adanya konsep SOHO, mereka dapat bekerja dari rumah tanpa ada batasan waktu dan tanpa biaya overtime.

Jakarta Design Center (JDC) melalui unit Business Center berupaya mencarikan solusi bagi kebutuhan para pelaku usaha yang hendak menjalankan usahanya dari rumah dengan waktu yang fleksibel tanpa memiliki nilai prestisius bagi bisnisnya di mata para kliennya. JDC Business Center hadir menyediakan pelayanan Virtual Office yang memungkinkan para pelaku usaha unt uk tetap berkantor di rumah tetapi tetap memiliki alamat representatif yang kredibel di salah satu kawasan segitiga emas Jakarta sekaligus memperoleh pelayanan pendukung perkantoran layaknya menyewa ruang kantor pada sebuah gedung perkantoran.

Pelayanan utama dari Virtual Office JDC Business Center adalah alamat kantor yang dapat dipakai oleh para pelaku usaha sebagai referensi kepada para kliennya. Di sampingi tu, sebagai pelayanan komunikasi, para pelaku usaha juga memperoleh pelayanan resepsionis dan operator yang siap menerima sambungan telepon bagi perusahaan dan dilengkapi dengan fasilitas call forwarding. Fasilitas call forwarding memungkinkan para pelaku usaha terhu bung dengan para kliennya melalui pelayanan telepon kantor yang dapat disambungkan ke rumah tempat usahanyaatau ke nomor lain yang dirujuk, bahkan ke nomor di luar kota ataupun nomor handphone. Selain itu, terdapat pula pelayanan pendukung kantor lainnya seperti penerimaan dan pengiriman faksimile serta korespondensi surat dan dokumen.

Para pelaku usaha juga tidak perlu khawatir jikaingin menyelenggarakan pertemuan dengan para klien. Mereka tidak perlu diundang untuk datang ke rumah karena hal tersebut tentu saja tidak praktis dan kurang bergengsi. JDC Business Center menyediakanfasilitas meeting room dan lounge untuk menerima tamu. Dengan terdapatnya fasilitas ini, pertemuan dengan klien akan menjadi lebih mudah dan menjadikan citra bisnis para pelaku usaha lebih kredibel di mata para kliennya.

Dengan menjadi anggota Virtual Office JDC Business Center, para pelaku usaha dapat memperoleh pelayanan perkantoran tanpa perlu membayar biaya sewa lahan kantor yang tentu saja lebih mahal. Tarif yang dipasang relatif murah yaitu mulai dari Rp675.000,00 per bulan (minimum sewa tiga bulan). Paket-paket keanggotaan Virtual Office merupakan alternatif yang sangat mendukung permulaan bisnis para pelaku usaha, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta, termasuk di luar Pulau Jawa. Dengan demikian, konsep SOHO semakin menarik untuk dijalankan dengan terdapatnya dukungan pelayanan Virtual Office dari JDC Business Center ini.

Selain itu, bagi Anda para pelaku usaha dengan bisnis yang semakin berkembang, selain dapat memanfaatkan pelayanan Virtual Office, Anda juga dapat memanfaatkan fasilitas Service Office dari JDC Business Center yakni fasilitas penyewaan ruang kantor di salah satu kawasan strategis Jakarta yang bebas 3 in 1.