Tampilan Hunian Simpel tetapi Tetap Berkesan Unik

Hunian yang berada di lahan pojok (huk) ini memiliki pemandangan yang menawan ke arah danau dan ke arah lapangan golf. Dengan demikin arsitek  memanfaatkan potensi tersebut dengan merancang banyak bukan kearah pemandangan indah tersebut. Di lain pihak, fasad hunian yang menghadap ke arah jalan dirancang lebih tertutup. Fasad hunian yang tertutup dan sederhanan ini bukan berarti tidak tampil atraktif. Dengan memadukan dinding beton yang masif dan pinhole windows  berwarna – warni yang disusun secara acak, arsitk menghasilkan sebuah fasad hunian dengan komposisi yang menarik. Selain itu denga fasad hunian yang masif, privasi pemilik rumah dapat terjaga dengan baik.

Untuk memenuhi berbagai kebutuhan pemilik rumah, arsitek memutuskan untuk mendesain hunian menjadi tiga lantai. Hal ini disebabkan lahan yang terbatas yaitu 253 m2. Arsitek juga memperhatikan pembagian fungsi ruang agar zoning areanya jelas dan teratur. Lantai dasar merupakan area yang bersifat semiprivat yang terdiri dari area servis, kamar anak, kamar tamu dan kolam renang. Lantai dua merupakan main floor  yang bersifat semipublik, terdiri dari foyer, ruang keluarga, ruang makan, dan pantri. Adapun lantai tiga merupakan area privat yang terdiri dari kamar tidur utama, kamar mandi dan ruang bersantai.

Pada area keluarga berkumpul dan bersantai seperti ruang keluarga di laintai dua, kamar tidur utama dan ruang bersantai di lantai tiga, arsitek selalu merancang bukaan – bukaan yang lebar ke arah danau dan kearah lapangan golf. Dengan demikian pemandangan indah tersebut seolah – olah merupakan satu kesatuan yang harmonis dengan hunian, sehingga dapat dinikmati secara leluasa dari dalam ruangan.

  1. Fasad hunian yang menghadap ke arah jalan terlihat simpel tetapi aktrakt. Hunian tampil masif tetapi menarik berkat aplikasi pinhole windowsyang disusun acak.
  2. Pinhole windowsdengan aneka warna merupakan point of interest pada hunian ini.
  3. Foyermungil yang “menyebut” tamu ketika memasukki pintu masuk utama pada main floor.
  4. Area tangga yang bersuasana “hangat” berkat applikasi kayu.
  5. Ruang keluarga berkumpul dan ruang makan yang bersebelahan tanpa sekat. Terdapat bukaan yang lebar ke arah danau dan ke arah lapangan golf pada area komunal ini.
  6. Atmosfer simpel dengan nuansa monokromatik sangat terasa pada hunian ini
  7. Kamar mandi yang berada pada lantai tiga, tanpa sekat dan berbatasan langsung dengan kamar tidur utama
  8. Kamar tidur utama dengan pemandangan ke arah danau dan ke arah lapangan golf

Supaya tampilan dan suasana hunian tersasa nyaman, pemilik rumah yang tergolong keluarga muda ini cenderung  menyukai segala sesuatu yang simpel. Oleh karena itu arsitek merancang hunian ini dengan dominasi warna putih dan abu – abu yang  monokromatik. Material parket kayu di aplikasikan sebagai penutup lantai sedangkan area tangga dapat menicptakan suasana “hangat” dan nyaman. Selain itu arsitek juga menempatkan kaca – kaca mati yang berwarna – warni pada pinhole windows  yang terdapat di area fasad hunian tangga. Woll decoration  yang unik dengan aplikasi aneka warna kaca ini dapat menjadi poin of interset pada hunian ini.

Dengan mengadopsi salah satu karya arsitektur yang telah dibangun lebih dari 50 tahun yang lalu tersebut, arsitek ternyata tetap dapat menampilkan unsur – unsur mutakhir sebuah desain hunian dengan menghadirkan tampilan hunian yang unik dan eye catching. Selain itu arsitek tetap meperhatikan kebutuhan dan selera peilik rumah dan memanfaatkan potensi lahan menjadi sebuah nilai plus yang luar biasa.

 

Leave a Reply