Vila Mary Kemegahan Arsitektural

Kemegaan arsitektural vila ditunjukkan dengan terdapatnya struktur kolom dari kayu bengkirai yang dibulatkan dan diberi joint stainless steel pada ujung atas dan bawahnya untuk menopang bangunan dua lantai. Arsitek juga menggunakan kayu tersebut sebagai bagian dari rangka ekspos pada bangunan gazebo terbuka di depan kolam renang dan balai duduk di lantai tiga. Seratnya dan warna kayu memberikan kesan bangunan yang kuat dan kokoh tetapi terasa “hangat”. Apabila melihat “permainan” bentuk pada bangunan ini, arsitek menerapkan bentuk – bentuk sederhana yang geometri. Terdapatnya pengulangan pola kotak dan garis tegas merupakan identitas lainnya yang juga ditonjolkan di vila ini. Penggunaan material alami yaitu batu dan kayu memberikan kesan yang melunakkan pada bentuk – bentuk yang cenderung “kaku” tersebut.

  1. Area makan yang tersambung dengan ruang menonton TV terasa segar berkat desain terbuka kearah taman dalam dan kearah kolam renang.
  2. Area makan terasa “hangat” dengan nuansa yang alami melalui konsistensi penggunaan material alami seperti marmer pada lantai, kayu tembesi pada meja makan dan penggunaan HPL bernuansa kayu pada kitchen set.
  3. Balai yang berada di lantai tiga ini dilengkapi dengan sofa rotan sintetik yang cocok sebagai furnitur outdoor.
  4. Panorama indah menghadap kearah laut dapat dinikmatu dari lantai dua vila ini.
  5. Vila Mary tampak “bersahaja” dengan komposisi bidang masif dengan elemen organik seperti material alami dan unsur hijau.

 

PENGOLAHAN DESAIN INTERIOR

Pengolahan desain interior yang berkaitan dengan pengolahan bentuk dan material mengacu pada desain tropis modern yang natural. Hal tersebut terlihat pada pengulangan bentuk kotak dan garis yang menggunakan material alami seperti terlihat pada fasad bangunan sampai masuk ke ruang dalam. Terdapatnya aplikasi batu andesit terlihat pada gerbang utama, pintu masuk dan dinding ruang menonton TV. Aplikasi material kayu juga didesain dengan pola pengulangan garis. Hal ini terlihat pada desain pintu masuk, terali jendela pada kamar dan koridor serta beberapa partisi seperti yang terdpaat pada area kamar mandi. Artsitek juga menerapkan pola pengulangan sebagai unsur dekorasi. Hal tersebut terlihat pada treatment dinding balok kayu yang disusun dinamis pada dinding ruang koridor dan dinding fasad bangunan.

Adapun acuan desain yang diterapkan pada furnitur yaitu kesinambungan terhadap pola bentuk dan penggunaan material. Secara umum, furnitur yang dipilih merupakan furnitur dengan bentuk simpel dengan mengutamakan kesan natural. Sebagian furnitur mengusahakan tampilan kayu dengan finishing natural agar terlihat lebih alami. Kehadiran kayu solid merabau untuk meja makan menambah kesan alami dan eksotiknya desain natural pada vila ini.

Secara keseluruhan Vila Mary didesain dengan mengutamakan kesinambungan desain dan kenyamanan arsitektural dan desain interior sehingga tampil serasi meskipun dengan pola dinamis. Pada akhirnya, Vila Mary dapat memberikan suguhan tempat beristrirahat yang nyaman dan menyenangkan.

Leave a Reply