VILLA di TEPI SAWAH Bali, Sejuk Menyegarkan

Bali memang tak akan pernah ada habisnya untuk dibahas, mula dari objek wisatanya barang kerajinannya sampal acara ritual adat stiadatnya Itulah magnet Pulau Dewata sebuah pulau yang memberikan sejuta kenangan bagi siapa pun yang pernah singgah ke Bali.

 

KEINDAHAN ALAM dari berbagai keunikan inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi Diana Nazir dan timnya untuk membeli sebuah villa disana yang kemudian direnovasi untuk dijadikan basecamp nya jika sedang di Bali.

Melewati waktu untuk bersantai sambil menikmati keindahan hamparan padi di sawah yang menghijau merupakan pemandangan yang langka.  “Lukisan alam “ seperti inilah yang dapat dirasakan pada sebuah villa yang berlokasi di Seminyak, Bali.

Sebagai tempat liburan bertaraf Internasional, Bali merupakan perpaduan antara budaya timur dan budaya barat. Tanpa meninggalkan identitas aslinya karya arsitektur dan desain interior Bali pun semakin berkembang. Wujud perkembangan ini salah satunya terlihat pada desain vila-vila komersial sebagai kegiatan bisnis yang sedang naik daun. Salah satu rancangan vila komersial yang cukup progresif adalah vila tepi sawah yang diliput ini.

Properti ini merupakan hasil kerjasama antara Diana Nazir dan tim kerjanya untuk menghasilkan desain dan karya yang terbaik. Sebagai desainer interior yang kerap datang ke Bali. Yang gesit ingin membangun tempat tinggal yang dapat digunakan sebagai basecamp dengan suasana santai terbuka dan terasa menyatu dengan alam. Villa ini juga berfungsi sebagai kantor kecil sekaligus tempat menginap bagi para karyawannya ketika bertugas di Bali. Di samping itu vila ini juga dapat disewakan manakala tidak dipakai sebagai basecamp.

Ketika dibeli bangunan yang berada diatas lahan seluas 1280 m2 ini memang masih berbentuk bangunan lama yang kemudian direnovasi secara total terutama untuk desain interiornya. Diana ingin menciptakan hunian modern yang kental dengan nuansa tradisional sehingga tampil kontekstual dengan gaya hidup masa kini dan lingkungannya Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Diana tidak mengubah bentuk fasad bangunannya tetapi mengubah desain interiormya yang  “dikemas “ dalam bentuk paduan tradisional dan modern

Vila dua lantai ini mengusung konsep desain interior yang berbeda di setiap lantainya. Di lantai bawah yang terdiri dari foyer, ruang makan, pantri dan sebuah kamar tidur, Diana menerapkan konsep yang kental dengan unsur tradisionalnya seperti penempatan kursi amben di salah satu sudut ruangan Adapun pada pintu masuk dan pintu samping yang menuju ke kolam renang tetap mempertahankan pintu gebyok yang sudah ada sejak awal bangunan berdiri. Di ruang makan dan pantri yang tanpa sekat ini juga ditempatkan lemari hias etnik oriental yang serasi dengan elemen lainnya.

Untuk konsep desain interior di lantai atas Diana menerapkan konsep etnik modern. Di sini cuasana Bali lebih terasa melalui penataan desain interiornya dan pemilihan elemen dekorasinya Terdapat pula lounge/living room yang luas dan tiga kamar tidur. Semua ruangan yang terdapat di lantai ni berorientasi ke luar ruangan.

Vila ini juga memiliki bukaan-bukaan yang lebar yang memanfaatkan pemandangan sawah sebagai selling point-nya.

“Agar di setiap kamar tidur memilki suasana yang berbeda, maka kami menatanya dengan konsep yang berbeda pula, “ ujar Hera, salah satu tim desain Diana Nazir. Di ruang tidur yang pertama kami menerapkan konsep warna black and white. Seluruh elemen desain interiornya menerapkan warna tersebut. Begitu pula untuk kamar mandinya sedangkan kamar tidur berikutnya kami menerapkan konsep elegan yaitu paduan warna black and gold sampal ke kamar mandi dengan paduan yang senada. Oleh karena itu dalam satu päket kamar tidur semua konsep elemen desain interiornya dibuat senada “ ujar Hera menambahkan.

Diana beserta tim desainnya  “menyegarkan suasana di vila in dengan aplikasi cat berwarna cerah dan kontras pada satu bidang dinding. Seluruh furnitur yang ada adalah hasil desain tim sesuai dengan kebutuhan. Beberapa artwork-nya ada yang dipesan dari seniman Bali setempat. Pada malam harl, suasana ruangan tampak nyaman dengan pencahayaan lampu yang unik sehirngga tarmu pun semakin betah beristirahat di vila ini.

  1. Salah satu viewkolam renang yang seolah-olah menyatu dengan sawah.
  2. Teras di koridor atas yang langsung menghadap ke sawah.
  3. Aksen menuju kolam renang. Pintu masuknya, menggunakan pintu antik/kuno.
  4. Ruang santai di lantai bawah yang didesain semietnik
  5. Area makan yang menyatu dengan pantri menerapkan konsep etnik modern.
  6. Loungedi lantai atas yang didesain lebih modern dengan mengombinasikan elemen etnik lokal.
  7. dengan bukaan yang lebar dan orientasi ke luar ruang dapat menghasilkan suasana yang segar di ruangan ini.

Leave a Reply