Inspirasi Desain Kantordari Pengacara Kondang Adnan Buyung Nasution

Siapa yang tidak kenal dengan Adnan Buyung Nasution, seorang pengacara yang kerap menangani masalah kontroversial dan sering membantu orang kecil.

PENGACARA yang khas dengan tampilan rambutnya yang_ berwarna putih keperakan ini akrab disapa  “Abang “ sangat  “heboh “ pada saat menangani kasus KPK yang terkenal dengan kasus  “cecak vs buaya “.

Di balik penanganan berbagai kasus yang pelik ini ternyata  Abang juga memiliki selera seni yang baik. Hal ini terlihat ketika tim Griya Asri meliput kantornya yang berlokasi di kawasan Jalan TB. Sim atupang, Pondok lndah, Jakarta Selatan.

Kantor seluas 700 m2 yang dimiliki oleh Adnan Buyung Nasution beserta tiga rekan kerjanya ini telah mengalami renovasi total. Yang menarik dari kantor ini adalah kepiawaian PIC, sekaligus konseptor dan arsitek dalam mengelola dan memanfaatkan barang-barang dari kantor lama. Konsep desain interior dan konsep perubahan ruangan sesuai dengan kebutuhan yang memunculkan kesan elegan sekaligus homey .

Kantor yang berada di lantai tiga di sebuah bangunan perkantoran tersebut ditangani oleh Ir. R. Sulistyo  Wicaksono, IAI, yang akrab dengan sapaan Cokie yang dibantu oleh desainer interior Ira B. Sangari dan Rukky (dari EASE), berhasil membuat kantor ini terlihat cantik dan atraktif dengan mengakomodasi berbagai fasilitas yang merupakan kebutuhan pemilik kantor. Secara keseluruhan kantor ini dibagi menjadi tiga zona yaitu zona privat , zona semipri vat dan zona area publik.  “Yang membuat saya senang adalah perencanaan desain yang saya percayakan kepada Cokie berhasil membuat ‘kejutan’ bagi kami. Semua furnitur dan elemen dekorasi interior dari kantor lama dapat dipakai kembali dan dapat menghasilkan suasana serta tampilan yang sangat berbeda, “ ujar Adnan Buyung Nasution menyampaikan kesannya tentang ruang kantornya yang baru.

Secara keseluruhan konsep yang diusung oleh Cokie adalah memanfaatkan semua barang yang sudah ada dan menyulap dengan konsep yang lebih fresh sehingga terasa mengalir dan nyaman. Hal ini dilakukan dengan menghadirkan suasana yang berbeda dengansuasana sebelumnya. Perubahan pertama yang dilakukan Cokie adalah membuat TOR perencanaan desain interior yang menyeluruh yaitu mengubah konsep desain interior klasik dengan konsep modern, clean dan pembagian zona yang jelas, dari perpindahan kantor sebelum nya di Jalan Gatot Subr oto, Jakarta Pusat, menuju ke kantor di Jalan TB. Simatupang, Jakarta Selatan. Area pintu utama ( entrance) yang berfungsi sebagai ruang penerima tamu mengalami perubahan signiifikan . Untuk atap ditambahkan langit-langit  gantung ( dropped ceiling) supaya tidak berkesan formal dengan pemilihan pencahayaan yang sesuai dengan pemakaian material kayu pada seluruh dinding yang melengkung dan senada dengan meja resepsionis, serta ditambahkan ruang rapat (public area). Hal ini menjadikan suasana di area ini terasa lebih nyaman dan menjadi brand atau karakter dari law firm ABN & P.

Masuk ke ruang lebih dalam, kita akan mendapat  “kejutan “ dengan pembagian zonanya. Kita memasuki sebuah koridor yang menuju ruang kerja Abang. Pengolahan desain di area ini sangat menarik. Sang desainer interior berusaha menghadirkan konsep ruang terbuka yaitu dengan cara mengaplikasikan rumput sintetis sebagai karpet pada area sepanjang koridor sehingga seolah-olah kita berjalan di ruang luar. Koridor yang posisinya bersebelahan  dengan ruang penerima tamu ini tak lepas dari sentuhan seni yang menarik.

Pada bidang dinding yang melengkung oleh arsitek dan desainer interior dengan berkonsultasi kepada Abang dan partner dipasang kalimat bijak dalam bidang hukum yang dibingkai, sehingga jika kita berjalan di area ini kita disuguhkan dengan sederetan kata-kata bijak yang menarik.

Area privat yaitu ruang kerja Abang didesain bergaya nuansa semiklasik yang merupakan permintaan pemilik kantor diwujudkan secara detail mulai dari pemilihan furnitur, warna sampai pemilihan elemen dekorasinya. Semua furnitur dan elemen dekorasi ini adalah furnitur dan elemen dekorasi lama yang dimanfaatkan kembali.  “Memanfaatkan barang lama untuk diaplikasikan pada desain interior baru tidaklah mudah. Namun, bila ditempatkan pada posisi yang tepat akan menghasilkan suasana dan nuansa yang berbeda, “ ujar Cokie.

Sebagai sebuah kantor bonafide, Cokie pun mengarahkan perencanaan dan perancangan tiga buah ruangan rapat dengan kapasitas dan fasilitas yang berbeda. Sebuah ruangan rapat berukuran besar dapat berfungsi sebagai ruang serbaguna. Ruang ini memiliki pintu penghubung dengan ruangan rapat di sebelahnya sehingga jika diperlukan ruangan yang lebih luas lagi, pintu dapat dibuka.

Pengacara yang berkantor di sini terdiri dari Prof. Dr. Adnan Buyung Nasution sebagai pendiri, bersama tiga orang rekannya yaitu Pia A.R Akbar Nasution, Nugrahaningrum dan M. Sadly Hasibuan. Ruang kerja ketiga rekan tersebut ditempatkan sejajar dalam satu area. Ketiga ruangan kantor rekan ini berada pada satu sisi, sedangkan sisi di depannya didesain dengan konsep galeri. Di kedua dindingnya merupakan etalase benda seni (artwork) koleksi Abang. Artwork tersebut adalah kain-kain songket yang dibingkai dan dipadukan dengan beberapa artwork lainnya sehingga area koridor ini tampil bagaikan sebuah galeri.

Ujung koridor ini dipecah menjadi dua bagian. Di sisi kiri terdapat koridor yang di kedua sisinya terdapat ruang-ruang para pengacara atau staf yang jumlahnya sepuluh orang. Fasilitas lainnya yang tersedia adalah ruang perpustakaan yang berada di bagian belakang area lorong ini dan sebuah ruang servis untuk kepentingan para pegawai seperti ruang fotokopi. Adapun area servis seperti dapur dipisahkan dari ruang-ruang  utama yang letaknya di belakang area ini. Namun, tetap terdapat hubungan melalui pintu-pintu penghubung.

Abang yang ter kenal dengan motonya dalam bekerja yaitu menegakkan hukum, kebenaran dan keadilan tanpa pandang bulu tersebut adalah sosok yang low profile. Lambang keadilan yang disimbolkan dengan burung hantu ini juga dipajang di kantor ini. Menurutnya, burung hantu ini adalah simbol kearifan (wisdom) yang sudah ada sejak zaman India kuno . Suku Abor igin telah memakai sim bol ini sejak dahulu. Dengan suasana kantor yang elegan dan nyaman ini, Bang Buyung se ma kin  “betah “ berada di ruang kerjanya untuk menyelesaikan be rbaga i kasus yang ditanganinya. Semoga dun ia hukum di tanah air kita akan se makin lebih baik ses uai dengan harapan Abang kita ini.

 

  • Adnan Buyung Nasution bersama sang PIC, konseptor dan arsitek Cokie.
  • Ruang penerima tamu yang didominasi unsur kayu ini terasa elegan dan nyaman yang merupakan ciri khas atau karakter dari brand kantor law firm ABN & P.
  • Ruang kerja Abang yang bernuansa semiklasik ini terasa lebih elegan, padahal seluruh furnitur adalah dengan memanfaatkan kembali furnitur yang lama.
  • Koridor menuju ruang kerja Abang mengusung konsep  “green “ yaitu dengan mengaplikasikan rumput sintetis sebagai karpet. Di sini kita seolah-olah berada di ruang luar.
  • Ruang rapat besar in[ merupakan hasil  “olahan “ Cokie dengan EASE yang berhasil memenuhi selera pemilik kantor.
  • Di salah satu sisi lorong pada dinding melengkung ini dipasang kata-kata bijak yang dibingkai sebagai motivasi bagi para karyawan dalam bekerja.

Area koridor para rekan kerja yang menyerupai galeri. Di salah satu sisi dinding dipajang artwork koleksi pemilik kantor yang ditata oleh ketiga partner Abang sehingga area ini tampil cantik dan elegan.

EKSPLORASI KONSTRUKSI RUMAH

Keunikan hunian yang diliput ini terletak pada desain bentuk dan desain ruang yang dinamis serta berpadu harmonis dengan kontruksi yang menerapkan struktur bangunan tahan gempa

Dalam merancang dan membangun rumah tinggal, aspek struktur dan aspek kontruksi kerap tidak  “sejalan “ dengan desain arsitektur sehingga tidak memberikan hasil maksimal. Salah satu  desain yang berhasil mewu judkan hunian modern dan didukung oleh eksplorasi konstruksi adalah kediaman keluarga Edi Gunawanto di kompleks Bumi Serpong Damai, Tange rang, yang dikerjakan oleh Andreas dari Al co, Solusi Rumah Holcim. Sebagai keluarga muda, pemilik rumah menginginkan hunian minimalis yang dipadu dengan material alami. Kaveling seluas 325 m2 yang berada di huk jalan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ruang yang bervariasi diantaranya area untuk hobi seperti kolam ikan. Pemilik rumah juga memberikan perhat ian khusus pada sistem konst ruksi dan material yang berkualitas  tinggi  seperti  dalam hal daya tahan terhadap beban, hemat waktu dan hemat biaya pengerjaan.

Di tahap awal, massa bangunan ditempatkan di tengah lahan yang memiliki Koefisien Dasar Bangunan (KDB) sebesar 40 persen sehingga terbentuk halaman muka dan halaman samping yang bersifat publik serta dilengkapi oleh taman yang lebih tinggi posisinya (elevated garden ). Halaman belakang hunian dirancang lebih tertutup untuk teras yang bersifat privat dan tempat bermain anak. Wujud hunian didesain berupa susunan boks-boksyang simpel dan diatur maju -mundur secara dinamis. Fasad bangunannya diolah menjadi dua muka yaitu tampak  depan dan tampak samping yang sama-sama diolah secara estetik. Dalam  mengolah fasad bangunan, arsitek bersama dengan pemilik rumah mengombinasikan finishing dinding berupa cat dengan batu alam. Cat dinding warna abu -abu diberi aksen berupa gawangan berlapis batu andesit yang menegaskan area masuk di muk hunian sed angkan bidang dinding lain diberi finishing cat bertekstur garis-garis.

Atap massa bangunan yang datar dan teritis yang dicat warna oranye semakin menegaskan tampilan hunian minimalis. Namun demikian, kusen,  daun  pintu dan jendela memakai kayu jati. Adapun halamannya ditanami pepohonan rimbun sehingga wajah hunian tampak  “segar  “. Dalam menyusun ruang dalam, bagian depan hunian ditata khusus untuk area publik yaitu foyer, area penerima tamu, kamar tidur tamu dan area tangga.

Sementara itu bagian tengah hunian yang merupakan pusat kegiatan keluarga ditata untuk area menonton TV, area makan dan pantri yang menyatu tanpa dinding penyekat serta dikelilingi oleh jendela sehingga hunian terasa lapang. Naik ke lantai  atas, terdapat  kamar tidur utama- yang dilengkapi oleh walk in wardrobe, kamar mandi dan dua buah kamar tidur anak. Agar susunan ruang lebih efisien, sebagian dari area servis ditata dengan pola split level.

Susunan ruang ini berhasil mengoptimalkan masuknya cahaya alami, mengoptimalkan sirkulasi udara segar di dalam hunian dan memperoleh pemandangan hijau ke arah luar. Seluruh lantai, dinding dan plafon diberi finishing warna putih serta dilengkapi oleh tata cahaya (lighting) di antara lampu tersembunyi di plafon gantung dan lampu gantung di area tangga.

Furnitur dipilih yang simpel dan didominasi oleh warna­warna alami seperti sofa dan kursi makan dilapisi kulit warna abu-abu. Kabinet dan meja pantri dilapisi duco warna oranye. Selanjutnya, sistem konstruksi di hunian ini juga menerapkan solusi berwawasan lingkungan (sustainable housing) dari Holcim Indonesia yang terbukti lebih maju. Menurut Andreas, komponen utama dalam konstruksi ini berupa bata pracetak ( concrete block) berbahan baku semen, yang dikenal oleh masyarakat umumnya dengan merek Bataton, yang didukung oleh teknologi canggih.

Model dan ukuran Bataton bervariasi. Ada yang berbentuk bujur sangkar dan dapat disusun menjadi kolom struktural. Ada yang berupa genteng dan ada pula berupa plat lantai. Secara keseluruhan desain dan konstruksi hunian ini berhasil mengakomodasi keinginan pemilik rumah.

 

  1. Konstruksi hunian ini menerapkan solusi berwawasan lingkungan (sanstainablehousing) dan Holcim Indonesia. Dindingnya pun berfungsi struktural atau sebagai pernahan beban.
  2. Apabila dilihat dari luar, hunian ini tampil seperti hunian lain. Padahal komposisi campuran pada Bataton yang menyusun dinding telah dirancang secara khusus agar memenuhi lateria struktur  penahan gempa bumi dan telah di aplikasikan untuk hunian korban gempa di Aceh serta Yogyakarta.
  3. Meskipun luasnya terbatas, ruang penerima tamu tampil welcoming dengan sofa empuk dan kombinasi warna yang dinamis.
  4. Bagian tengan hunian
  5. yang merupakan pusat kegiatan keluarga ditata untuk area menonton TV, area makan dan pantri yang menyatu tanpa dinding penyekat serta dikelilingi oleh jendela sehingga hunian terasa lapang.
  6. Finishing kabinet yang
  7. berwarna oranye dan hitam menambah kesan dinamis desain pantri yang ditat bersisian dengan ruang makan.
  8. Finshing wallpaperdan lampu gantung yang artistik merupakan daya tarik area tangga antara lain dengan terdapatnya jendela kaca lebar yang memasukan cahaya alami sepanjang hari.
  9. Padu padan warna – warna earth tonespada kamar tidur utama yang dilengkapi oleh walk in wardrope dan meja kerja ini memberikan suasana teduh dan terang.

Pengaruh Gaya MANHATTAN pada Hunian Masa Kini

Lahan  terbatas  dan gaya hidup serbapraktis serta modern merupakan dua hal yang lazim ditemukan pada masyarakat yang hidup di kawasan urban. Hunian vertikal seperti apartemen merupakan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat urban.

 

“LESS IS M ORE. Its especially in the apartment where space is at premium. “ Ungkapan inilah yang kemudian mendasari konsep desain sebuah unit apart emen di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Kondisi ruang tinggal yang terbatas menuntut desainer untuk dapat memaksimalkan penggunaan lahan sehingga dapat berfungsi optimal. Selvi Sanu ri dari Design Corner sebagai desainer interior unit apart emen milik keluarga Fanny ini sangat paham tuntutan tersebut. Dengan luas ruang unit apartemen yang hanya 225 m1. Selvi concern mengolah pengaturan alur ruang memilih material yang tepat dan membuat solusi pintar terhadap pengadaaan sarana simpan latar belakang keluarga Fanny dengan empat orang anak  tiga  anak  perempuan  dan satu anak laki-laki merupakan pertimbangan terhadap pemenuhan kebutuhan ruang,. Kondisi unit yang awalnya hanya memiliki dua kamar tidur sekarang ditambah satu  kamar  menjadi tiga kamar tidur yaitu satu kmar utama dengan fasilitas kamar mandi en-suite dan walk in closet. satulcamar untuk anak perempuan dan ruang kamar yang baru bagi si bungsu anak laki-laki Dengan memegang prinsip ruang yang saling berkesinambungan dan menghindari kesan sesak. dinding pembatas kamar anak bungsu sengaja menggunakan material kaca transparan Untuk kepentingan privasi penghuni desainer menyiapkan vertical blind yang sewaktu- waktu dapat ditutup dengan mudah. Adapun ruang yang bersifat semiprivat seperti ruang menonton TV, ruang makan dan pantri sengaja dibuat menyatu dengan alur ruang yang terbuka.

Desain clean look yang tampak simpel dan konsep serbapraktis dipilih sebagai ekspresi hunian dengan latar belalcang hun ian apartemen di kawasan urban. Pemilihan  gaya Manhattan pun dirasa cocok untuk diaplikasikan pada hunian ini. Hal tersebut juga merupakan cerminan karakter keluarga Fanny yang menyukai segala sesuatu yang modern tetapi  tetap  bernilai artistik. Furnitur dengan potongan garis lurus

Komposisi warna hitam, abu­ abu dan putih dengan kombinasi material alami yang tampil dalam bentuk modern berhasil menghadirkan   suasana gaya Manhattan yang cozy untuk sebuah hunian urban.

dan tidak berornamen merupakan  pilihan utama. Pemilik apartemen yang menyukai produk karya desainer ternama memilih furnitur Him and Her Chair karya Fabio Novembre koleksi Casamania yang memberikan tampilan unik di ruang makan dan the woopy armchair karya Karim Rashid koleksi B-Line di ruang menonton TV. Adapun wardrobe tersembunyi tanpa handle yang memberikan tampilan bersih dipilih sebagai furnitur sarana simpan yang maksimal. Selvi mendesain wardrobe dengan mempertimbangkan penempatan benda yang disimpan seperti kemeja, baju, gaun ataupun koper sehingga dapat menciptakan sarana simpan yang optimal. Desainer juga mendesain wardrobe khusus untuk menyimpan koleksi pemilik apartemen berupa handbag dan sepatu seperti pada walk in closet kamar utama selain mendesain di lemari foyer dan ruang makan

Warna hitam, abu-abu dan putih menjadi warna dominan untuk tampilan desain interior bergaya Manhattan ini. Dinding bercat abu- abu dengan treatment pola lengkung dari material multipleks ber-finishing duco putih pada ruang menonton TV yang memberikan kesan lebih fleksibel dan lebih lembut. Ada pula pemasangan plafon yang diberi pola zig­ zag berwarna putih memberikan kesan yang lebih dinamis. Warna hitam dan abu-abu yang dominan tersebut diperoleh pula dari pemilihan material yang banyak menggunakan black mirror dan HPL serta pilihan finishing pada furnitur lain. Adapun warna-warna terang seperti warna merah justru diperoleh dari beberapa aksesori pengisi desain interior yang juga merupakan aksen yang menghidupkan suasana.

Secara keseluruhan desainer berhasil menampilkan konsep desain interior bergaya Manhattan yang intens sehingga dapat memberikan sebuah karakter hunian urban yang modern dan praktis. Selain itu hunian ini juga merupakan sebuah hasil karya seni yang dapat mengekspresikan karakter dari pemiliknya.

Interor

  1. Pada ruang dibuat terbuka dan mengalir mulai dari floyer, pantri , ruang makan sampai ruang menonton TV.
  2. Sebagai hunian berkelas apartemen memiliki keunikan tersendiri yaitu adanya pemandangan kota yang mempesona terlebih di malam hari.
  3. Sofa kulit hitam, coffee table kaca, karpet shaggy, armchair dan dinding bercat abu-abu yang diberi treatment multipleks finishing duco memberikan tampil elegan dan cenderung lebih tenang
  4. Selain ditata secara cantik, area foyer juga dimanfaatkan sebagai area penyimpanan sepatu koleksi pemilik apartemen yang pintunya didesain menyerupai padded wali menggunakan kain velvet berwarna fuschia yang  “mengejutkan “.
  5. Furnitur Him and Her Chair yang unik dan berkesan playful dikombinasika dengan chandeller yang cantik dan elegan.
  6. Desainer memberikan sentuhan yang lebih natural pada kamar tidur utama untuk mencipatakan suasana yang lebih homey seperti pada lantai parket dan pemilihan warna cokelat. Keindahan lampu-lampu swarovski di plafon seakan-akan menggantikan bintang di langit saat malam hari .
  7. Desainer membuat handbag glass storage pada area walk in closet untuk memperoleh kesan yang lebih ringan dan menghilangkan kesan sesak pada ruangan. Tinted glass digunakan pada pintu lemari wardrope untuk memberikan ilusi ruang yang lebih luas.
  8. Diantara aplikasi material bernuansa natural dan berkesab  “matang’, warna merah pada chandelier memberikan aksen yang menarik.
  9. Balkon dibuat lebih hijau dengan aplikasi rumput artifisial untuk menggantikan halaman yang  “hilang “ pada sebuah apartemen.
  10. Desainer menerapkan konsep desain smart untuk memanfaatkan seriap ruang sebagai sarana simpan tersembunyi. Seperti laci untuk penyimpanan baju dibawah ranjang dan lemari pajangan built-in pada bed head.
  11. Kamar anak remaja permpuan didesain lebih simpel dengan aplikasi HPL white oak yang lembut dan pada finishing seperangkat furniturnya kehadiran toobe floor lamp orange dari Kartail dapat membentuk suasana  “hangat “ di kamar ini.
  12. Kamar anak laki-laki berusia enam tahun ini dibuat lebih playful dengan kombinasi wallpaperberbeda motif dan aksen warna hijau muda yang terang.

HUNIAN KLASIK ELEGAN yang Tetap Mengutamakan Kenyamanan

Elegan dan nyaman merupakan kesan yang dirasakan ketika berada dalam hunian klasik hasil renovasi yang berlokasi di kawasan Jakarta Pusat

 

HUNIAN YANG SUDAH DIBANGUN sejak tahun 1960 ini merupakan hunian yang nyaman bagi keluara besar Irdami Idris. Di hunian ini pula Ibu Irdam membesarkan anak-anaknya yang saat ini sudah menjadi orang sukses dan memiliki hunian masing-masing. Berbagai kenangan dan suasana kekeluargaan masih terekam dalam hunian yang menjadi tempat keluarga besar Irdam berkumpul. Namun, setelah sekian lama bertahan, hunian ini terasa tidak memadai dan kemudian direnovasi mengikuti perubahan kebutuhan keluarga.

Hunian ini tetap mempertahankan keaslian bentuk bangunan nya yang memiliki dua muka dan berdiri di atas lahan seluas 1000 m2. Pengecatan ulang dilakukan untuk memberikan tampilan berbeda yang lebih segar. Letak hunian yang berada pada lahan hak memberikan keuntungan yaitu berkesan lebih luas. Renovasi hunian ini banyak dilakukan pada ruang dalamnya. Secara keseluruhan fondasinya masih mengikuti fondasi lama. Perubahannya terletak pada  perancangan ruang yang dibuat lebih terbuka Unsur alam seperti pencahayaan dan penghawaan alami merupakan hal penting yang ingin dihadirkan.

Dengan luas bangunan sekitar 300m2 hunian ini terdiri dari zona publik berupa dua ruang tamu zona semipublik berupa ruang keluarga, ruang makan dan pantri serta zona privat berupa empat kamar tidur yang dilengkapi dengan kamar mandi en-suite. Selain itu terdapat zona servis seperti dapur kotor dan tempat cuci yang dibuat terpisah. Ruang-ruang tersebut dihadirkan sebagai fasilitas untuk  “menampung “ keluarga besar ketika berkumpul di hari libur. Adapun keadaan hunian yang sebelumnya terasa sempit, kini terasa lapang berka taman dalam dengan kolam ikan yang berfungsi sebagai sarana  “interaksi “ antara bangunan hunian dan unsur alam. Area dalam pun menjadi tampak terang dan tidak terasa sesak.

Desain hunian ini masih berkesinambungan dengan bangunan aslinya yang bernuansa klasik dengan sentuhan gaya kolonial. Ketika berada di ruang dalam hunian ini, kesan elegan begitu terasa berkat pemilihan dan padu padan elemen cesain interior bernuansa klasik serta kombinasi warna netral. Dominasi warna putih yang dipadukan dengan gradasi warna cokelat membuat suasana ruangan cenderung terasa lebih tenang, Warna-warna tersebut juga tampak dominan pada tiga elemen desain interior seperti pada dinding bercat krem, lantai keramik putih gading dan plafon gypsum putih. Ketiga elemen tersebut juga merupakan dasar bagi kehadiran elemen penigisi yang sangat berperan bagi pembentukan suasana.

Contohnya padu padan pada salah satu ruang tamu yang menghadirkan sola berlapis fobr dengan ruang luar sehingga torcipt dan gorden krem, lampu chandelier klasik nan anggun dan terdapatnya lemari antik serta coffee table kayu dengan latar belakang dinding cermin yang diberi bingkai (frame) berprofil yang terlihat anggun. Di area makan suasana ruang tampak lebih  “clean berkat kehadiran warna putih yang mendominasi. Hal ini terlihat pada desain kabinet pantri dan seperangkat furnitur makannya. Kehadiran material kayu pada beberapa loose furniture-nya seperti kursi makan, credenza dan meja konsol mermberikan suasana lebih homey.

Untuk memberikan perbedaan fungsi ruang desainer menghadirkan partisi transparan dengan rangka kayu berprofil yang berada di antara area makan dan ruang duduk keluarga. Pada ruang duduk keluarga ini terdapat koridor yang menjadi penghubung antarruang kamar. Karidor yang sebelumnya tertutup, kali ini dibuat dengan taman dalam yang hanya dibatasi dengan pintu dan dinding transparan. Desainer sengaja meniadakan ruangan sebelumnya dan dijadikan taman agar setiap ruang dapat berinteraksi dengan ruang luar sehingga tercipta hunian yang sehat karena sirkulasi udara yang lancar.

Dalam hunian ini unsur dekorasi bukan hanya menjadi pelengkap tetapi juga dapat memberikan nyawa “ dan identitas yang kuat bagi hunian klasik antik ini. Beberapa lukisan dan pajangan keramık koleksi pemilik rumah hadir hampir pada setiap ruangan. Contohnya lukisan karya Dullah pada ruang makan lukisan karya Hendra Gunawan pada koridor dan lukisan karya Srihadi Soedarsono pada ruang tamu. Adapun keramik keramik koleksi pemilik rumah juga dipajang yang menambah nilai artistik hunian ini.

DESAIN Perumahan BERWAWASAN “HIJAU “

UNTUK mewujudkan sebuah perumahan yang benat-tbenar green diperlukan upaya yang benar-benar green, diperlukan upaya yang serius. Berbagai aspek harus dipertimbangkan dan direncanakan dengan matang,mulai dari pengolahan tata guna lahan, pelestarian eksisting aspek tata guna air aspek polusi  manajemen sampah, waste water treatment  sampai  pada pertimbangan hemat energi dan pengunaan material lokal. Upaya ini merupakan pekerjaan dasar yang harus juga disesuaikan dengan aspek arsitektural, aspek desain interior dan aspek kenyamananbagi penghuninya

Biasanya hal yang paling menjadi kendala adaiah masalah biaya yang tentu akan semakin membengkak dan memberatkan para konsumen. Masalah mi merupakan hal yarg umum dijumpai di kalangan pengembang atau kalangan industi properti, karena dibandingkan dengan membangun secara biasa biasa saja maka membangun kawasan dan perumahan yang green merupakan beban tambahan bukan benefit tambahan.

Itulah sebabnya diperlukan pengorbanan, komitmen, dan kemauan yang kuat dari para pengembang untuk mulai mennerapkan aspek green pada proyeknya. Disamping itu juga diperlukan motivasi dan pengetahuan yang benar dalam menjalankannya. Karena banyak juga pengembang yang hanya memberi label green pada proyeknya untuk tujuan komersial tanpa menerapkan prinsip green sama sekali.

Memulai penerapan aspek green pada kawasan Clumbuleuif Gegerkalong Bandung ini bermula dari einer sebagai pmpinan PT Wahana Bangun Prima yang tergugah untuk menerapkan aspek paa beberapa kawasan yang dibangun di Bandung. Einer melihat potensi perumahan dan lingkungan alam Bandung yang semakin menurun kualitasnya. Pengembang banyak yang tidak dapat mempertimbangkan aspek pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Niatnya ini mulai diterapkan pada beberapa perumahan seperti The Green Ciumbuleuit, The Papyrus Garden dan Papyrus Terrace. Perumahan – perumahan dikembangkan dengan sistem cluster dan sistem keamanan 24 jam sehingga penghuni akan merasa aman dan nyaman. Selain itu lingkungan yang bersih dan hijau dapat menciptakan kehidupan yang sehat dan berkualitas. Suasana rumah tropis berpadu dalam gaya arsitektur modern dengan pembagian ruang demi ruang yang sesuai dengan fungsinya diharapkan dapat membuat penghuni merasa  “betah “ berada di huniannya. Hadirinya fasilitas yang terbuka hijau dengan penataan lengkap yang simpel menciptakan suasana hunian yang sangat nyaman dan asri.

Untuk membuat desain yang berwawasan  “hijau “ tentu tidak dapat secara serta merta dibutuhkan proses yang berkelanjutan. Walaupun demikian PT Wahana Bangun Prima melalui proyek perumahan yang dikelolanya telah memulai langkah besar ini. Dewasa pemanfaatan lahan dengan lebih arif dan membuat ruang terbuka yang lebih luas merupakan langkah awal yang patut diapresiasi. Konsep perilaku  “hijau “ juga mulai diterapkan bagi penghuninya antara lain melalui konsep berperilaku  “hijau “ dan praktik hidup  “hijau “ dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu telah dibuat sebuah buku panduan yang berisi tuntuann perilaku  “hijau “. Buku panduan perilaku  “hijau “ ini dibagikan secara cuma-cuma bagi para penghuni kawasan tersebut dengan harapan kawasan ini dapat menjadi contoh bagi kawasan dan lingkungan di sekitarnya.

HANGAT BERKAT APLIKASI KAYU

Dewasa ini lahan untuk hunian semakin sulit diperoleh. Harganya pun semakin mahal, terutama di kota kota besar. Dalam hal ini hunian vertikal dan landed house dengan luas lahan yang mungil menjadi alternatif yang masuk akal.

 

SELAIN ITU kondisi bumi yang semakin rusak juga mendarong semua pihak untuk berperilaku  “hijau “. Hal ini juga berlaku dalam bidang desain. Desain yang berkelanjutan (sustainable) dan hijau tentulah menjadi hal yang relevan dan wajar untuk diterapkan. Di lain pihak, kebutühan penghuni rumah juga harus dapat dipenuhi dengan sebak baiknya. Maka dalam mendesain sebuah hunian tentu saja diperlukan integrasi dari semua aspek tersebut.

Kali ini tim Griya Asri barkesempatan untuk meliput dua buah hunian yang dikembangkan oleh PT Wahana Barigun Prima, pengembang yang berkomitmen untuk terus mewujudkan perumahan dengan desain yang berwawasan  “hijau “. Hunian yang pertarna berada di cluster The Papyrus Garden Gegerkalong sedangkan hunian yang kedua berada di chuster Papyrus Terrace. Yang menarik dari kedua hunian tersebut adalah dengan luas lahan yang terbatas, pemilik rumah tetap dapat menata ruangannya dengan baik.

Hunian pertama yang diliput memiliki luas lahan yang terbatas yakni 110 m2. Namun pemilik rumah dapat membuat huniannya terasa nyaman dengan pengeluran ruang yang tepat dan desain interior yang apik. Dalam mengolah sebuah ruangan terdapat Beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu bentuk ruang, fungsi ruang, pemilihan furnitur, penempatan furnitur dan pemilihan warna.

Hunian dua lantai ini memiliki 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 2 ruang bersantai, 1 pantri dan  ruang makan serta taman yang ditenpatkan  di bagian depan hunian. Untuk menyiasati lahan yang terbatas, pemilik rumah tidak membuat partisi yang masif antara ruang tamu dan ruang bersantai. Dengan demikian kedua ruangan ini tetap terpisah tetapi suasana ruang tetap terasa lega dan nyaman. Pemilik rumah juga tidak memberikan batas sedikit pun antara ruang pantri, ruang makan dan ruang bersantai sehingga ruangan terasa lebih luas. Selain itu pemilik rumah juga memilih berbagai furnitur yang simpel, fungsional dan bergaya modern. Namun, pemilik rumah tetap memasukkan unsur material kayu yang diharapkan dapat membuat hunian menjadi  “hangat “ dan terasa alami.

Adapun hunian kedua yang diliput memiliki luas lahan yang sedikit lebih luas yati 140m2. Tidak jauh berbeda dengan hunian yang sebelumnya hunían dua lantai ini memiliki tiga kamar tidur, pantri yang digabung dengan minibar, satu ruang tamu, satu ruang bersantai dan taman kecil di bagian depan serta bagian belakang hunian.

Pemilik rumah banyak mengaplikasikan warna cokelat dari unsur kayu pada furnitur dan elemen desain interior hunian ini. Contohnya aplikasi partisi yang membatasi ruang tamu serta area pantri dan area makan. Partisi ini terbuat dari batang-batang kayu yang disusun secara vertikal. Tangga pada hunian ini juga banyak didominasi dengan material kayu.

Karena kepiawaian kedua pemilik rumah tersebut dalam menata desain interior huniannya, maka secara keseluruhan kedua hunian ini terasa alami, homey dan  “hangat “ dengan nuansa cokelat yang monokrom.

 

  1. Fasad hunian yang simpel ini berada di perumahan The Papyrus Garden dengan latar belakang suasana senja
  2. Ruang tamu dan ruang bersantai dipisahkan oleh partisi yang tidak masif, untuk menghindarkan kesan sempit pada lahan yang terbatas.
  3. Pantri ruang makan dan ruang bersantai dirancang tapa sekat agar berkesan tebih lapang. Pemilihan furnitur yang simpel dan fungsional merupakan pilihan tepat untuk hunian urban dengan lahan terbatas.
  4. Hunia yang berada di perumahan Papyrus Terrace ini memiliki nuansa cokelat yang monokromatik.
  5. Aplikasi kayu pada partisi, tangga dan elemen desain interior lainnya membuat suasana hunian menjadi terasa  “hangat “ dan nyaman.

VILLA di TEPI SAWAH Bali, Sejuk Menyegarkan

Bali memang tak akan pernah ada habisnya untuk dibahas, mula dari objek wisatanya barang kerajinannya sampal acara ritual adat stiadatnya Itulah magnet Pulau Dewata sebuah pulau yang memberikan sejuta kenangan bagi siapa pun yang pernah singgah ke Bali.

 

KEINDAHAN ALAM dari berbagai keunikan inilah yang menjadi salah satu daya tarik bagi Diana Nazir dan timnya untuk membeli sebuah villa disana yang kemudian direnovasi untuk dijadikan basecamp nya jika sedang di Bali.

Melewati waktu untuk bersantai sambil menikmati keindahan hamparan padi di sawah yang menghijau merupakan pemandangan yang langka.  “Lukisan alam “ seperti inilah yang dapat dirasakan pada sebuah villa yang berlokasi di Seminyak, Bali.

Sebagai tempat liburan bertaraf Internasional, Bali merupakan perpaduan antara budaya timur dan budaya barat. Tanpa meninggalkan identitas aslinya karya arsitektur dan desain interior Bali pun semakin berkembang. Wujud perkembangan ini salah satunya terlihat pada desain vila-vila komersial sebagai kegiatan bisnis yang sedang naik daun. Salah satu rancangan vila komersial yang cukup progresif adalah vila tepi sawah yang diliput ini.

Properti ini merupakan hasil kerjasama antara Diana Nazir dan tim kerjanya untuk menghasilkan desain dan karya yang terbaik. Sebagai desainer interior yang kerap datang ke Bali. Yang gesit ingin membangun tempat tinggal yang dapat digunakan sebagai basecamp dengan suasana santai terbuka dan terasa menyatu dengan alam. Villa ini juga berfungsi sebagai kantor kecil sekaligus tempat menginap bagi para karyawannya ketika bertugas di Bali. Di samping itu vila ini juga dapat disewakan manakala tidak dipakai sebagai basecamp.

Ketika dibeli bangunan yang berada diatas lahan seluas 1280 m2 ini memang masih berbentuk bangunan lama yang kemudian direnovasi secara total terutama untuk desain interiornya. Diana ingin menciptakan hunian modern yang kental dengan nuansa tradisional sehingga tampil kontekstual dengan gaya hidup masa kini dan lingkungannya Untuk mewujudkan gagasan tersebut, Diana tidak mengubah bentuk fasad bangunannya tetapi mengubah desain interiormya yang  “dikemas “ dalam bentuk paduan tradisional dan modern

Vila dua lantai ini mengusung konsep desain interior yang berbeda di setiap lantainya. Di lantai bawah yang terdiri dari foyer, ruang makan, pantri dan sebuah kamar tidur, Diana menerapkan konsep yang kental dengan unsur tradisionalnya seperti penempatan kursi amben di salah satu sudut ruangan Adapun pada pintu masuk dan pintu samping yang menuju ke kolam renang tetap mempertahankan pintu gebyok yang sudah ada sejak awal bangunan berdiri. Di ruang makan dan pantri yang tanpa sekat ini juga ditempatkan lemari hias etnik oriental yang serasi dengan elemen lainnya.

Untuk konsep desain interior di lantai atas Diana menerapkan konsep etnik modern. Di sini cuasana Bali lebih terasa melalui penataan desain interiornya dan pemilihan elemen dekorasinya Terdapat pula lounge/living room yang luas dan tiga kamar tidur. Semua ruangan yang terdapat di lantai ni berorientasi ke luar ruangan.

Vila ini juga memiliki bukaan-bukaan yang lebar yang memanfaatkan pemandangan sawah sebagai selling point-nya.

“Agar di setiap kamar tidur memilki suasana yang berbeda, maka kami menatanya dengan konsep yang berbeda pula, “ ujar Hera, salah satu tim desain Diana Nazir. Di ruang tidur yang pertama kami menerapkan konsep warna black and white. Seluruh elemen desain interiornya menerapkan warna tersebut. Begitu pula untuk kamar mandinya sedangkan kamar tidur berikutnya kami menerapkan konsep elegan yaitu paduan warna black and gold sampal ke kamar mandi dengan paduan yang senada. Oleh karena itu dalam satu päket kamar tidur semua konsep elemen desain interiornya dibuat senada “ ujar Hera menambahkan.

Diana beserta tim desainnya  “menyegarkan suasana di vila in dengan aplikasi cat berwarna cerah dan kontras pada satu bidang dinding. Seluruh furnitur yang ada adalah hasil desain tim sesuai dengan kebutuhan. Beberapa artwork-nya ada yang dipesan dari seniman Bali setempat. Pada malam harl, suasana ruangan tampak nyaman dengan pencahayaan lampu yang unik sehirngga tarmu pun semakin betah beristirahat di vila ini.

  1. Salah satu viewkolam renang yang seolah-olah menyatu dengan sawah.
  2. Teras di koridor atas yang langsung menghadap ke sawah.
  3. Aksen menuju kolam renang. Pintu masuknya, menggunakan pintu antik/kuno.
  4. Ruang santai di lantai bawah yang didesain semietnik
  5. Area makan yang menyatu dengan pantri menerapkan konsep etnik modern.
  6. Loungedi lantai atas yang didesain lebih modern dengan mengombinasikan elemen etnik lokal.
  7. dengan bukaan yang lebar dan orientasi ke luar ruang dapat menghasilkan suasana yang segar di ruangan ini.

IMPRESI Hunian KONTEMPORER yang ELEGAN

Keunikan desain hunian ini terletak pada komposisi massa bangunan dan padu padan harmonis antara material dan detail desain interior yang  “dibalut “ oleh ssuasana tropis, sesuai dengan gaya hidup masa kini.

 

GAGASAN DESAIN rumah tinggal ini berawal keinginan pemilik rumah untuk tinggal di hunian modern yang mewah dengan suasana tropis yang menyegarkan. Pemilik rumah ingin menikmati ruang yang terbuka dengan semilir angin dan pemandangan luas ke arah halaman tetapi mudah perawatannya. Desain hunian dan lanskap yang berlokas di kompleks Solo Baru, Solo, Jawa Tengah ini dipercayakan kepada tim arsitek muda Mocres iwan Mulyswan dari konsultan Mozaic Architects sedangkan desain interiornya ditata oleh pemilik rumah bersama dengan arsiek. Pada tahap awal, arsitek merancang massa bangunan berbentuk huruf L di lahan seluas 1140 m2 dengan pagar muka yang cenderung tertutup untuk menjaga keamanan dan privasi penghuni rumah. Fasad hunian sengaja didesain seolah-olah terdiri dari dua massa bangunan dengan model atap yang berbeda yaitu atap perisai dan atap datar yang dihias dengan detail ornamen khas gaya kolonial sehingga hunian tampil lebih dinamis.

Pepohonan yang rimbun dan tanaman yang merambati dinding pagar ataupun kanopi carport juga berhasil mengurangi kesan masif pada dinding serta lantai area pintu masuk utama (entrance) hunian yang berlapis marmer.

Sisi bangunan yang menghadap ke barat dibuat lebih solid untuk meredam terik matahari sedangkan area servis ditata dengan  pola split level agar dapat mongakomodasi berbagai kegiatan. Untuk mewujudkan kkeinginan pemilik rumah, asitek merancang halaman belakang dengan kolam renang model overlow dan dek kayu untuk bersantai serta menata lanskap dengan pohon-pohon khas tropis seperti kamboja. Desain ini sejalan dengan susunan ruang dalam hunian. Ruang duduk keluarga, ruang makan dan pantri ditata transparan tanpa dinding penyekat serta berorientasi ke arah halaman belakang.

Kamar tidur utama dan kamar mandi yang berada di lantai atas ditata menghadap ke arah kolam renang dan ke arah taman sehingga diperoleh pemandangan terbaik serta terhindar dari bisingnya suara lalu lintas di depan hunian. Halaman luar dengan ruang dalam ini sebagian besar disekat oleh jendela-pintu kaca lebar agar dapat memaksimalkan sirkulasi udara segar, memaksimalkan masuknya cahaya alarni dan memaksimalkan kontinuitas visual antarruang yang mengalir serta berkesan lapang. Selain itu kamar tidur tamu di lantai bawah sengaja didesain lengkap dengan teras yang bersisian dengaı kolam renang sehingga kamar ini dapat dipakai oleh pemilik rumah di hari tua mereka.

Naik ke lantai atas, arsitek merancang area tangga yang menarik dan ruang duduk serta dua buah kamar tidur anak yang masing-masing dilengkapi oleh balkon menghadap ke arah halaman. Rancangan tata ruang ini berhasil menciptakan kesan ruang luar yang  “merangkul “ ruang dalam (indoor-outdoor dan tentu saja didukung oleh aplikasi material alami. Contohnya permukaan marmer yang melap dinding ataupun lanitai dalam dibuat licin sedangkan yang di ruang luar justru bertekstur kasar. Selain itu marmer juga mendominasi dinding dan lantai semua kamar mandi. Arsitek banyak menerapkan kayu solid untuk menciptakan kesan  “hangat “ dan kesan elegan diantaranya untuk dekorasi plafon selasar menuju ke kamar tidur tamu, untuk pelapis dinding ruang duduk keluarga dan untuk penutup lantai kamar tidur utarna. Kayu juga diolah sebagai daun pintu utama dan lemari sedangkan veneer kayu dengan motif eksotik menjadi pelapis panel dinding dekoratif ataupun kabinet seperti yang terlihat di kamar tidur dan pantri. Material alami ini juga diimbangi oleh bahan pabrikasi seperti lembaran baja bermotif floral yang dilubang dengan laser cutting dan dipasang sebagai pelapis plafon di teras ataupun pintu kabinet di kamar tidur tamu.

Untuk desain interior, pemilik rumah dan arsitek sepakat untuk menerapkan gaya modern dengan sentuhan gaya kolonial ataupun gaya klasik Eropa dan dipadu dengan aksen berupa koleksi benda seni (artwork) nan eksotik. Warna- warna alami (earth tones) terang seperti gradasi warna cokelat sampai putih gading diekspos dari material yang dipakai dalam ruangan. Contohnya sebidang dinding di ruang penerima tamu dilapisi oleh wallpaper warna cokelat keunguan dengan tekstur mengilap (glitter) sehingga menjadi latar belakang bagi komposisi sepasang kursi dan sofa. Sepasang pintu penghubung antara ruang tamu dan area keluarga berkumpul didesain cantik dengan kombinasi antara kayu bermotif anyaman dan berlapis kaca. Area void di sekitar tangga dihias dengan pagar dari kaca dan panel dinding dekoratif berlapis veneer kayu serta handle dari bahan tembaga berukir. Kamar tidur utama yang didominasi oleh nuansa warna cokelat tembaga terasa nyaman dengan karpet lembut, kepala ranjang yang berbalut bahan suede, dinding berlapis wallpaper motif dedaunan dan panel kayu yang memisahkan kamar dengan walk in closet. Suasana yang serupa juga hadir di kamar mandi utama sedangkan kamar tidur tamu justru didominasi oleh warna putih yang elegan.

Pemilik rumah juga menempatkan koleksi benda seni (artwork) mulai dari lukisan, patung, vas keramik ukiran kayu, ukiran batu paras, lampu gantung sampai cermin dari berbagai pelosok nusantara ataupun dari berbagai negara sebagai pusat perhatian dalam ruang (eye catcher). Bekerja sama dengan Leni sebagai pemasok lampu, pemilik rumah dan arsitek  “memainkan “ tata cahaya ruang (lighting) agar suasana tampil lebih  “hidup “ serta berkesan  “dramatis “ diantaranya dengan lampu tersembunyi (indirect lighting) di plafon gantung dan lampu spotlight untuk menyorot keindahan detail arsitektur ataupun keindahan desain interior tertentu. Lampu hias di permukaan air kolam renang juga tampil menarik. Sementara itu hobi pemilik rumah seperti mengoleksi tanaman merambat dolar-dolaran dan tanaman gantung Lee Kwan Yue ataupun mengutak- atik motor besar pun diakomodasi dalam desain secara estetik. Secara keseluruhan rancangan arsitektur, desain interior dan lanskap rumah tinggal ini berhasil mengakomodasi keinginan serta gaya hidup pemilik rumah.

GEDUNG SERBAGUNA BHUMIKU

ITULAH KONSEP ramah linghungan yang ditulis oleh Aldo Leopold, yang banyak mengilhami Mira Guizot beserta suami delam mendesain gedung serbaguna ini. Gedung yang baru diresmikan oleh Uskup Denpasar pada tanggal 16 Desember 2011 lalu ini  memang menarik, karena gedung inilah satu satunya gedung pertemuan yang representatif  yang terdapat di kota Denpasar, Bali.

Menurut Mira, nama Bhumiku dipakai untuk gedung ini karena nama tersebut sangat simpel tetapi bermakna sangat luas. Bumi yang berbentuk bulat itu dapet diartikan bahwa segala sesuatunya akan kembali ke asalnya, bahwa kehidupan itu seperti roda berputar sehingga kita harus selalu mawas diri dan tidak menjadi sombong ketika berada di atas. Bulat juga diartikan sebagai circle of life. Apa yang akan penuh kita perbuat sekarang akan berpengaruh pada anak cucu kita di kemudian hari. Oleh kareena itu Mira berkomitmen untuk menjaga bumi ini dari kerusakan dan penceamaran baik yang berasal dari alam maupun yang berasal dari ulah manusia.

“Kami berusaha menghadirkan bangunan yang sangat berbeda dari bangunan lain yang terdapat di Bali tanpa menghilangkan unsur budaya Bali dan suasana alamnya. “ Ujar Mira.

Adapun di bagian depang gedung ini kami upayakan menghadirkan  “hijau “ melalui penataan lanskapnya. Seluruh pemilihan jenis tanaman disesuaikan dengan iklim Bali yang tropis. Bahkan wilayah sisi kanan gedung yang luasnya 400m2 dan menghadap ke jalan raya digunakan untuk menanam jenis tanaman yang tahan terhadap panas matahari. Karena area tersebut menghadap ke barat, maka baik pada siang hari maupun sore hari area ini disinari penuh. Adapun bagian sisi kiri gedung yang luasnya 55m2 kami hadirkan vertical garden yang terdiri dari jenis tanaman yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari langsung. Di area sisi kiri gedung ini juga dihadirkan patung kuda yang fenomenal berukuran besar karya dari Ubud Bali Indonesia.

Seperti yang diharapkan pemiliknya, Mira dengan hadirnya gedung serbaguna ini semua kegiatan seperti seminar, acara pernikahan sampai tempat pergelaran musik dapat dilangsungkan di gedung ini.

  1. Stoye Bull di dinding gedung setelah didekor sesual dengan tema acara.
  2. Ballroom yang dapat menampung banyak tamu.

Saat peresmian gedung diresmikan oleh Uskup Denpasar

Ruang publik yang “MEMBUMI “

Sering dengan perkembangan zaman tertu saja kebutuhan manusia pun semakin beragam, dan salah satunya adalah kebutuhan akan ternpat atau fasilitas untuk menyelenggarakan berbagai acara atau untuk sekadar merayakan hari istimewa. Dewasa ini banyak bermunculan rumah rumah sewa, mulai dari tempat sederhana sampai pada gedung gedung pertemuan yang multifungsi. Salah satu gedung pertemuan yang cukup representatif adalah gedung Bhumiku yang berlokasi di jantung kota Denpasar,Bali.

 

GEDUNG yang berdiri di atas lahan seluas 4000 m2 ini dibangun pada kebutuhan akan ruang pertemuan yang representatif. Selama ini di kota Denpasar gedung pertemuan serbaguna hanya dimiliki oleh hotel berbintang lima saja. Sehubungan dengan itu pasangon muda yang juga pengusaha ini tergugah untuk membuat gedung serbaguna yang berkapasitas untuk 500 orang sampai 800 orang (level medium) dengan standar dan fasilitas sepert hotel bintang lima.

Gedung seluas kurang lebih 2200 m2 ini dirancang dengan konsep yang ramah linghungan. Hal ini terlihat dari pemakaian materialnya yang ramah lingkungan dan berlingkungan  “hijau “. Gagasan yang berawal dari pemilik gedung, Mira Guizot tersebut kemudian dibantu oleh arsitek Ir. Agus Putra Jaya yang merancang denahnya sedangkan Ir. Ronny Gunawan yang merancang tampak depan dan detailnya. Namun, dalam proses berjalannya proyek ini, pemilik gedung banyak dibantu aleh beberapa temannya sampai akhirnya terwujud gedung serbaguna yang diinginkan.

Keberadaan gedung ini diharapkan dapat membantu konsumen untuk dapat menyelenggarakan berbagai acara separti pameran tempat diskusi,  resepsi pernikahan, tempat seminar dan pergelaran seni. Ruangan ballroom-nya sudah dilengkapi dengan fasilitas sound system berakustik standar tinggi sehingga dilaksanakan konser musik yang berkelas. Selain itu gedung ini dilergkapi dengan fasilitas lahan parkir yang luas, sehingga dapat menampung kendaraan para tamu.

Secara keseluruhan konsep gedung ini adalah mermberikan suasana sejuk di tengah hiruk-pikuk kota Denpasar yang saat ini sudah padat oleh bangunan yang tidak lagi tertata rapi. Dalam hal ini pemilik gedung pun berusaha menghadirkan unsur  “hijau “di area halaman depan dengan menanam pohon sawit di area parkir sesuai dengan iklim tropis Bali Di samping itu pohontangan yang seakan-akan sikas yang ditanam di tengah area dapat mengimbangi pohon- di sekitarnya. Pemilihan jenis tanaman lain pun disesuaikan dengan iklim Bali yang tropis. Tidak hanya itu saja, di salah satu sisi gedung sengaja dihadirkan vertical garden yang cukup luas, sehingga menambah kesejukan di area pintu masuk utama (entrance).

Yang menarik dari gedung ini adalah bentuk fasad bangunan berupa desain entrance yang berbentuk melengkung. Menurut Mira, gedung ini menyerupai tangan yang seakan-akan menyambut para tamu. Suasana ini merupakan simbol bahwa siapa pun tamu yang datang dapat merasakan suasana nyaman dan diterima di lingkungan ini.

Bagian depan gedung terdiri dari beberapa kolom kayu yang diatur ecara simetris. Kolom-kolom kayu ini merupakan kolom beton yang  “dibungkus “ dengan kayu ulin yang tahan terhadap cuaca dan mudah perawatannya. Penyelesaian dinding di bagian depan pun sangat menarik. Bagian atas yang di finishing tembok sengaja didesain unik yaitu dengan lengkungan atau lingkaran yang berjejer. Satu lengkungan dengan logo huruf B yang memakai material GRC dan satu bulatan cekung ke dalam bergantian, sehingga munghasilkan satu kesatuan desain yang unik. Adapun bagian bawahnya memakai material kayu jati yang dibakar. Kayu jati ini dipakai hanya pada bagian tengahnya saja sehingga karakter dan tekstur kayunya terlihat jelas. Area depan gedung ini didominasi unsur kayu sehingga bangunan ini terasa memiliki  “jiwa “ tampak lebih elegan.

Penyelesaian dinding di ruang utama (ballroom) yang disebut dengan ruang Paseban ini sangat menarik. Dinding di area ini ditutup dengan tembok bermaterial gypsum seperti motif ketupat tiga dimensi (3D) dengan pemilihan warna yang natural sehingga ruangan tampak lebih elegan. Seluruh dinding di ruangan ini sudah dilengkapi dengan akustik yang canggih, dan di sekeliling ruangan dilapisi dengan panel yang terbuat dari bahan kain untuk lebih  “melembutkan “ suasana.

Selain ruang Paseban, juga terdapat ruang Abhinaya (72 m2) dan ruang Abhipraya (100m2) yang berkapasitas lebih sedikit. Adapun di lantai atas terdapat beberapa ruangan yarg fungsinya untuk kantor dan ruang pengelola gedung.

Warna yang dipilih adalah warna yang natural. Meninut Mira, warna tersebut dapat mewakili warna alam yang merepresentasikan unsur tanah, air, kayu dan logam.

Lantai yang dipakai adalah lantai yang mudah perawatannya. Untuk ballroom dipakai lantal granit, sedangkan untuk fasilitas ruangan lainnya baik di lantai atas maupun lantai bawah menggunakan keramik biasa.

Dengan hadirnya gedung pertemuan yang representatif seperti ini telah menambah khazanah dunia arsitektur di kota Denpasar sekaligus mengapresiasi seni yang membawa nama Bali semakin terkenal baik di dalam negeri dan di luar negeri.

  1. Tampak depan gedung saat senja, balok kayu yang simetris dan penyelesaian dinding yang melengkung membuat pesona gedung ini terlihat lebih eksklusif.
  2. Bidang dinding di area entrance yang melengkung yang memiliki makna ini memadukan material lokal, mulai dari lantai Keramik, dinding dan kayu.
  3. Pintu masuk di salah satu sisi yang menuju ruang foyer. Penyelesaian dinding yang unik dengan memadukan antara material tembok dan kayu jati bakar.
  4. Dinding yang dibungkus gypsum bermotif ketupat 3D dan pemilihan warna yang natural dapat memberikan kesan elegan. Pintu-pintu dapat dibuka jika diperlukan sehingga dapat menampung tamu dengan kapasitas lebih banyak.
  5. Ballroom dengan ketinggian plafon 7 meter ini membuat ruangan terasa luas.
  6. Area depan menuju pintu masuk utama yang sangat arsitektural. Penempatan kolom kayu yang simetris dan ekspos kayu pads plafon di area entrance sangat menarik. Paduan material yang terdapat di area ini begitu menarik sehingga berkesan megah dan mewah.
  7. Pemilihan material di area toilet pun direncanakan dengan matang.