Apartemen dengan Desain Unik dan Kontemporer

Sebuah unit aparteman sering menjadi pilihan alternatif untuk sebuah tempat tinggal yang banyak diminati kaum urban dewasa ini. Dengan nilai kepraktisan dan nilai keamanan yang diutamakan pada sebuah unit apartemen tentulah tidak lantas meninggalkan arti hunian sesungguhnya. Dengan demikian, ketenangan dan kehangatan keluarga masih dapat diperoleh dengan optimal dalam sebuah apartemen.

 

BEGITU PULA yang menjadi prioritas bagi pembangunan kompleks Lavenue yang berlokasi di salah satu daerah padat dan ramai di ibu kota Jakarta. Dengan mengusung konsep mixed-use development yang dilengkapi dengan tower perkantoran, destination centre, dan dua tow er apartemen, Lavenue hadir sebagai tempat untuk mengakomodasi kebutuhan kaum urban, dengan segala optimalisasi aspek fungsi dan aspek kepraktisannya. Konsep apartemen sebagai pilihan tempat tinggal praktis dapat juga merupakan tempat “pelarian “ dari keramaian dan keriuhan kota metropolitan dengan desain simpel yang tetap homey.

Hal inilah yang terlihat pada unit apartemen contoh yang diliput Griya Asri ini.Unit apartemen dengan luas 106 m2 ini dilengkapi dengan dua kamar tidur, satu kamar tidur asisten rumah tangga, pantri, ruang makan, dan ruang keluarga yang didesain dengan konsep interior modern kontemporer. Sesuai dengan konsep keseluruhan kompleks Lavenue mixed-use development ini yang mengusung konsep young and fresh sehingga menyuguhkan tampilan desain . yang baru dan chic. Konsep ini juga tidak terlepas dari sebuah perwujudan hunian yang mengedepankan unsur praktis dan fungsional.

Yuni Jie sebagai desainer int eriornya, telah mendesain unit apartemen contoh ini dengan eksplorasi layout yang dibuat saling terbuka antarruangnya. Hal ini terlihat saat memasuki unit apartemen ini yang diawali oleh area pantri, ruang makan sampai ruang keluarga yang dibuat menyatu dengan pola mengalir. Untuk mendukung kesan lapang pada unit apartemen ini, dominasi warna putih pun menjadi pilihan. Pemilihan pengerjaan furnitur built in dengan bentuk yang clean line dilapis dengan warna putih seperti pengerjaan kabinet pant ri, konsol TV, dan rak display di ruang keluarga menggunakan cat duco putih semi-glossy

Selain aplikasi warna put ih, Yuni juga memasukkan warna lain yang dapat memunculkan kesan “hangat” dan masih tetap memberikan kesan teduh serta menenangkan seperti warna krem dan abu -abu atau bahkan memasukkan warna pastel dan warna catchy sebagai paduan warna yang memberi aksen. Desainer memberikan sentuhan berbeda pada dinding ruang keluarga dengan aplikasi wallpaper bertekstur warna abu-abu di back panel pada konsol TV. Untuk memberikan kesinambungan warna, Yuni juga menaruh karpet berwarna abu- abu. Adapun untuk ruang tidur utama, seperangkat furnitur yang serbaputih dengan finishing duco semi­glossy diberi aksen warna biru muda seperti pada bantal (cushion) dan beberapa aksesori dekorasi.

Bekerja sama dengan desainer lighting Abdi Ahsan dari Lumina, Yuni menghadirkan cara lain untuk menghasilkan kesan “hangat”“ pada unit apartemen contoh ini yaitu dengan pengolahan desain tata pencahayaannya. Aplikasi pencahayaan dalam unit apartemen ini banyak menggunakan warna-warna warm ke arah warna kuning. Selain lampu general dari downlight, indirect lamp juga merupakan salah satu sistem penerangannya dengan pendar lampu yang membuat suasana lebih homey dan hangat. Sebagai aksennya yang catchy dan perwujudan desain modern kontemporer, terdapat aplikasi lampu gantung berdesain unik hadir mengisi ruang makan dan kamar tidur utama.

Untuk menyikapi keterbatasan ruangan, Yuni memilih loose furniture dan mengaplikasikan beberapa smart trick interior. Loose furniture dengan bentuk yang simpel dan ukuran yang proposional dengan ruangannya merupakan pilihan untuk mengoptimalkan luasan ruang dalam. Seperti pemilihan seperangkat furnitur ruang makan dan sofa di ruang keluarga. Adapun solusi untuk membuat ruangan terasa lebih luas adalah aplikasi cermin pada satu dinding ruang makan. Untuk memberikan kesan “ringan “ dan tidak masif, meja makan pun dipilih dari material kaca.

Sebuah perwujudan hunian kaum urban dapat terealisasi di dalam unit apartemen ini tanpa harus meninggalkan kesan yang homey seperti layaknya pada sebuah rumah tinggal.

Mendesain sebuah taman yang Bernuansa Hijau

Mendesain sebuah taman yang melengkapi bangunan komersial didasari pada sudut pandang yang berbeda dengan taman residensial. Taman pada bangunan komersial selain ditujukan untuk menambah keindahan visual bangunan, juga difungsikan untuk memberikan citra positif yang berkaitan dengan brand perusahaan.

HAL TERSEBUT diterapkan pada taman yang melengkapi sebuah bangunan komersial yang bergerak dalam bidang usaha laundry and dry cleaning yang berada di Jakarta Pusat. Di antara deretan panjang bangunan yang berfungsi sebagai showroom, bangunan ini terlihat berbeda dan menonjol karena tampil menawan dengan karakter bangunan dan taman hijau yang memenuhi welcome area.

Seperti halnya bangunan komersial lainnya, halaman yang sangat terbatas karena didominasi oleh area parkir tidak mengurangi ide kreatif untuk mengembangkan rancangan taman yang indah dan nyaman. Halaman depan bangunan yang dirancang sebagai welcome area sebagian besar habis digunakan untuk keperluan parkir kendaraan pelanggan yang berkunjung. Dengan kapasitas maksimal kurang lebih enam buah mobil maka halaman depan ditutup dengan batu secara permanen agar mampu menahan beban lalu lintas sesuai dengan kebutuhan.

Namun, pemilik bangunan masih menghendaki adanya hijauan yang “melunakkan” bangunan lima lantai tersebut agar terlihat lebih hijau dan “hidup”. Keberadaan taman sebagai bagian dari fasad bangunan juga mencerminkan brand image sebuah usaha yang berorientasi pada peduli green architects. Hijauan mengisi celah-celah yang tersedia di antara dinding dan bangunan. Aplikasi “hijau “ juga dilakukan pada dinding-dinding pembatas kaveling melalui vertical garden. Ternyata green inspiration tersebut selain memberi dampak positif yang hijau dan menyejukkan, juga menarik perhatian pelanggan yang melewati jalan raya yang cukup padat, terutama di hari dan jam kerja.

Cerukan yang berada di antara dinding tinggi dan bangunan dikreasikan secara unik, dengan vertical garden yang hampir menutupi bidang sampai ke lantai dua, dengan jajaran fountain yang disangga dengan pedestal. Dinding vertikal menjadi latar belakang dari fountain serta background dari grafir nama perusahaan. Bidang kaca transparan yang memisahkan ruang di dalam dengan taman memberi peluang terjadinya interaksi dari dalam ke luar.

Konsep vertical garden juga diformasikan pada kedua dinding pembatas kaveling. Setiap segmen bidang dinding diisi dengan satu bidang vertical garden yang tingginya disesuaikan dengan tinggi dan lebar dinding tersebut. Selanjutnya, bidang tersebut seolah-olah “diapit “ oleh tanaman palem yang membentuk bingkai agar terlihat lebih fokus.

Beberapa pohon tinggi dan sedang seperti kamboja bunga pink dan palem Caryota mengisi bidang horizontal, yang ditanam pada area-area di sekitar tangga entrance dan showcase di lantai dasar. Keberadaan tanaman tersebut sebagai unsur keseimbangan terhadap komposisi vertikal dari bangunan supaya terlihat proposional seimbang dan enak dipandang mata.

Komposisi tanaman pada setiap bidang vertikal didesain berbeda, disesuaikan dengan lokasi ketersediaan cahaya alami yang menerpa ke dinding. Namun, hampir keseluruhan menggunakan tanaman hias berdaun indah yang memiliki warna dan motif yang eksotis. Pada dinding yang lebih TERNAUNGI, komposisi tanaman disesuaikan dengan tanaman yang menyukai suasana teduh seperti calodium, epipremnum Philo dendron, dan kadaka yang secara keseluruhan cenderung berwarna hijau yang lebih tua.

Adapun pada dinding yang mendapat cahaya alami secara langung maka lebih memungkinkan dihadirkan beragam tanaman hias, terutama yang menampilkan keberagaman warna seperti variegata, hijau kekuningan bahkan warna merah atau maroon. Ekspresi warna dan motif akan muncul sesuai dengan intensitas cahaya yang diterima.

Sistem penyiraman dilakukan secara mekanik melalui saluran pipa khusus yang mengelilingi setiap bingkai (frame). Selanjutnya, secara otomatis air aka didistribusikan secara merata ke semua titik tanam. Media tanam menggunakan talang air yang sudah dimodifikasi menjadi pot dengan beberapa lubang sebagai tempat untuk titik tanam yang menghadap ke arah depan. Selanjutnya, talang-talang tersebut disusun pada dinding menggunakan penyangga yang didesain khusus dari bahan metal yang kuat dan antikarat. Persiapan penanaman setiap bidang dilakukan di nursery sesuai dengan komposisi tanaman yang telah diatur. Setelah tanaman tumbuh lebat, selanjutnya dirakit kembali pada dinding yang sebenarnya sesuai dengan pola dan susu nan yang telah diatur sebelumnya.

Dengan demikian, tanaman akan langsung terlihat lebat dan padat menutupi dinding yang menjadi latar belakangnya.

Sistem penyiraman dilakukan secara mekanik melalui saluran pipa khusus yang mengelilingi setiap bingkai (frame). Selanjutnya, secara otomatis air akan didistribusikan secara merata ke semua titik tanam. Media tanam menggunakan talang air yang sudah dimodifikasi menjadi pot dengan beberapa lubang sebagai tempat untuk titik tanam yang menghadap ke arah depan. Selanjutnya, talang-talang tersebut disusun pada dinding menggunakan penyangga yang didesain khusus dari bahan metal yang kuat dan antikarat. Persiapan penanaman setiap bidang dilakukan di nursery sesuai dengan komposisi tanaman yang telah diatur. Setelah tanaman tumbuh lebat, selanjutnya dirakit kembali pada dinding yang sebenarnya sesuai dengan pola dan susunan yang telah diatur sebelumnya.

Dengan demikian, tanaman akan langsung terlihat lebat dan padat menutupi dinding yang menjadi latar belakangnya.

Konsep taman vertikal ini menjadi inspiras; hijau yang dapat diterapkan pada sebuah bangunan komersial. Meskipun didesain berorientasi komersial sebagai servis kepada pelanggan tetapi tetap mempert imbangkan unsur keindahan dan yang penting menampilkan identitas yang berbeda sehingga mampu menjadi “magnet “ yang mengundang tamu untuk datang.

Desain Indah Gerai Creperie, sangat Inspiratif

Kelezatan dan cita rasa yang khas dari creperie membuat salah satu hidangan ringan semakin hari semakin digemari masyarakat. Tidak heran, jika dewasa ini gerai-gerai yang menawarkan hidangan creperie semakin banyak peminatnya dan dapat kita temukan di mana-mana.

BERDIRI SEJAK TAHUN 2007, Momi & Toy”s Creperie telah memiliki 80 outlet di Jepang, 6 outlet di Shanghai, dan 3 outlet di Taipe. Kini gerai Momy & Toy’s Creperie juga telah hadir di Jakarta khusus untuk memenuhi keinginan para pencinta creperie di Indonesia. Gerai ini berlokasi di Plaza Senayan lantai 3, yang menawarkan beragam menu, baik sweet creperie maupun savory creperie, dengan resep asli dari Jepang yang memiliki cita rasa khas.

Gerai ini dibuka setiap hari d ri pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB. Beragam jenis creperi disajikan di sini dan dapat dicicipi oleh pengunjung. Contohnya adalah Banana Chocolate Cream dan Peach Cream unluk menu sweet creperic tau Tuna Cheese Salad dan Cheese Rice Egg Roll untuk menu savory creperie. Selain itu, Momi & Toy”s Creperie juga menyediakan beragam minuman sprti Ice Matcha Latte dan Mix Berry Frutte yang segar yaitu teh dengan campuran sirup dan buah berry di dalamnya.

Tidak hanya creperie lezat yang ditawarkan, tetapi juga desain interior gerai ini sangat menarik dan sedap dipandang. Konsultan arsitktur dan interior TSDS menerapkan konsep French chic dengan mengaplikasikan warna-warna pastel dan bentuk-bentuk “feminin” pada gerai ini. Adapunkonsep theatrical kitchen bar di usungdengan tujuan menarikpengunjung dengan aromacreperie yang menggoda. Theatrical kitchen bar ini jugadidesain agar pengunjung dapat melihat secara langsung proses pembuatan creperie.

Jika diperhatikan, gaya interior pada gerai ini terlihat banyak dipengaruhi oleh gaya Prancis, mengingat hidangan creperie sendiri awal mulanya berasal dari Prancis. Namun, jika diperhatikan dengan lebih saksama, layout serbaminimalis pada gerai ini jelas mengadopsi gaya Jepang, sesuai dengan negara asal Momi & Toy”s Creperie. Pada gaya arsitektur dan interior Jepang, sirkulasi dan layout yang efektif dan efisien merupakan ciri khasnya. Elemen dekorasi yang diaplikasikan pun banyak yang bernuansa Jepang.

Secara keseluruhan, dengan desain yang tepat dan layout yang baik, gerai mungil ini terasa begitu chic dan nyaman dengan gaya Prancis dan gaya Jepang yang berpadu harmonis dan apik. Banyaknya aplikasi material kayu, baik di bagian langit-langit, penutup lantai, dinding maupun furniturnya mampu menghadirkan suasana hangat dan nyaman bagi para pengunjung. Desain interior yang cantik, didukung dengan cita rasa creperie yang lezat, membuat gerai ini menjadi pilihan ideal untuk bersantai dan beristirahat sejenak keluar dari rutinitas sehari-hari yang melelahkan.

 

 

EKSOTISME KONSEP RESTO GALLERY

Berwisata kuliner di Bali, tidak sekadar mencari makanan yang nikmat, tetapi kebanyakan dari pengunjung juga mencari sebuah “sensasi” dan pengalaman yang menarik dari tempat makan tersebut.

BALI  sebagai daerah sebutan surga dunia menyajikan berbagai cara untuk menikmati hidup. Salah satunya adalah dengan kehadiran berbagai jenis tempat bersantap yang dapat memanjakan lidah melalui beragam pilihan menu. Terlebih lagi dewasa ini aktivitas bersantap merupakan bagian dari pleasure  dan  entertaining. Pemilik restoran semakin berusaha menyediakan tempatnya senyaman dan semenarik mungkin untuk membuat pengunjungnya merasa senang dalam menikmati sajian makanan di restoran tersebut. Demikian halnya yang terjadi di daerah Seminyak, Bali tempat-tempat makannya semakin berkembang. Di daerah ini banyak restoran yang menerapkan konsep tempat makan dengan karakteristik yang elegan dan bergaya high class tetapi bersuasana santai.

salah satu restoran yang terkenal di kawasan Seminyak adalah Metis Restaurant and Gallery. Restoran ini merupakan sebuah pengembangan dari kafe warisan yang sebelumnya sudah berdiri selama 12 tahun. Restoran dengan konsep fine dining ini menyajikan makanan internasional yang khusus diracik oleh chef  asal Prancis yang berpengalaman. Selain menyediakan menu spesial dari chef andal ini, Metis juga menampilkan koleksi objek seni tradisional dan seni Asia yang dihadirkan dalam sebuah ruangan galeri. Selain itu terdapat pula butik yang dapat memenuhi hasrat berbelanja konsumen atau sekadar dapat membeli buah tangan sambil menunggu pesanan makanan datang. Bahkan hanya untuk sekedar melihat-lihat produk fashion atau benda seni (artwork) lokal yang berkualitas punt dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan di restoran ini.

Berlokasi di kawasan yang tenang Metis merupakan tempat yang cocok sebagai tempat bersantai dan “melarikan diri” dari rutinitas sehari-hari. Metis mempunyai desain interior yang indah hasil dari paduan desain lokal antik dengan sentuhan gaya internasional. Shinta Siregar dan Ida Gusti Bagus Merthadi dari Nexus Design Architect diberikan kepercayaan oleh pemilik restoran untuk menyelesaikan pekerjaan desain interior ini. Identitas lokal dihadirkan pada gaya furnitur etnik dan “ permainan’ motif tradisional yang sebagian besar diterapkan di dinding. Di samping itu material lokal juga diterapkan pada menu makanan ala Prancis dan pada gaya table setting. Bangunan ini dibangin dengan konsep yang menawan melalui “permainan’ kayu yang memberikan kesan humble sedangkan efek cahaya yang teduh dan temaran mulai tampak dari fasad bangunannya.

Bangunan Metis terdiri dari dua lantai utama seluas 1877 m2. Area bangunan dibagi menjadu area galeri, area butik dan area makan pada lantai satu dan function room di lantai dua. Area makan pun dipisahkan menjadi empat kategori area yaitu area ruang makan utama, area bar, cellar dining room dan area makan outdoor. Pada bangunan ini, area galeri sengaja ditempatkan pada wilayah depan, sehingga menjadi ruang “pengantar” sebelum beralih ke area makan utama. Hal ini jufa dimaksudkan utnuk memberikan privasi para tamu pada ruang makan. Area galeri yang dibatasi dengan bidang transparan yang kemudian direfleksikan oleh kolam air di depannya juga menjadi satu cara untuk menarik kehadiran pengunjung. Selain itu sosok bangunan yang “ramah” dan tampak “hening” pun merupakan daya tarik tersendiri. Untuk memasuki bangunan Metis, pengunjung diantarkan melalui sebuah prosesi masuk yang cukup panjang. Bangunnan yang didesain dengan taman luas di depan dan di area perjalanan yang cukup panjang menuju pintu utama dimaksudkan untuk menjaga kenetanngan dan memberikan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung.

Beranjak ke ruang makan, pengunnjung yang datang dapat merasakan suasana yang “ramah” dan santai melalui konsep ruang makan yang didesain dengan mengusung konsep teras rumah. Desain terbuka menghadap ke arah  sawah dan kearah taman lotus serta waterlily memberikan suasana bersantap yang santai. Apabila pengunjung datang disore hari, suguhan pemandangan matahari tenggelam dapat dinikmati di sini. Suasana romantis pun dapat terasa denga adanya paduan komposisi desain tata lampu yang sengaja di desain tearam. Meskipun dengan konsep yang santai , Metis tetap hadir secara elegan melalui penataan meja dan kursi rotan anyam yang simetris dan tertata rapi lengkap dengan table setting-nya. Deretan meja disusun diagonal pada area tengah yang memungkinkan setiap pengunjung dapat bersantap sanmbil tetap menikmati pemandangan di depannya.

Metis yang dalam bahasa Prancis berarti “komposisi campuran” sangat cocok dipakai untuk temmpat ini. Metis merupakan cerminan dari sebuah tempat yang memadukan antara warisan tradisi lokal dan gaya internasional yang  cenderung modern yang mempertunjukkan keahlian chef andal dalam membuat sajian spesial. Komposisi arsitektural dan desain interior hadir melalui desain eklektik dengan sentuhan etnik yang seimbang dan tampak alami.

Arsitektur Townhouse Modern Bergaya Tropical

KAWASAN KEMAYORAN,  Jakarta Pusat dulu adalah lokasi bandar udara internasional pertama di Indonesia. Kemudian bandara ini ditutup dan di gantikan oleh Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Kawasan Kemayoran ini kini telah berubah menjadi suatu kawasan terpadu  dengan Pusat Pengelolaan Kompleks Kemayoran (PPKK) dibawah ini pengawasan Sekretarian Negara. Dengan tagline,”Membangun untuk meningkatkan kualitas hidup”, pihak pengelola membangun tanpa menggusur serta mewujudkan kawasan Kemayoran yang ramah lingkungan, manusiawi, berbudaya, aman, nyaman dan modern.

Dengan demikian PPKK mempunyai visi yaitu terwujudnya kawasan Kemayiran sebagai kawasan bisnis internasional yang hijau, atau Green Internasional Business District (GIBD) dan bersifat “One Stop Service”,. Salah satu fasilitas yang terdapat di kawasan tersebut adalah townhouse Royalton Residences yang berupa landed haouse. Pembangunan ini merupakan perwujudan dari apa yang diungkapkan oleh Tom Elliot diatas pada keseluruhan desain townhouse ini dan respons bagi mereka yang menginginkan sebuah hunian modern di tengah kota. Tom Elliot adalah seorang arsitek dan desainer terkenal di dunia yang mendesain arsitektur townhouse sehinga menambah kebanggan bagi mereka yang akan menghuni di Royalton Residences ini.

Hunian townhouse  seperti ini senantiasa menyuguhkan pemenuhan berbagai kebutuhan hidup bagi kaum urban dengna prinsip gaya hidup yang praktis dan moder. Hal ini termasuk salah satu keunggulan yang dapat diperoleh di townhouse Royalton Residences dengan berbagai fasilitas yang lengkap dan berkelas.

Townhouse ini mengusung konsep global yaitu penciptaan lingkungan dengan tema “Leisure Home”, mengedepankan detail desain bangunan serta lingkungan yang dikemas dengan gaya “tropical architecture”, baik dalam bentuk fisik masif arsitektur maupun detail interiornya. Dengan demikian hunian ini bagaikan”oase” di lingkungannya. Pada dasarnya setiap pemilik unit townhouse menginginkan desain interior yang indah dan nyaman dengan berbagai fasilitas yang tengkap dan canggih.

Desain interior modern dengan sedikit sentuhan klasik yang natural serta berkelas diterapkan di sini sesuai denagn kepribadian pemilik townhouse yang tergolong kelas atas. Bentuk – bentuk modern yang simpel mewakili segala sesuatu yang praktis sedangkan bentuk sentuhan klasik dapat memberikan kesan elegan sehingga menghasiilkan suatu desaun yang modern tetapi elegan.

Sentuhan desain yang lebih personal pada hunian ini membuat suasana lebih nyaman bahkan mempunyai karakter yang khusus terhadap ruangannya. Bahkan hunian ini memberikan kesan mewah. Hal ini tersebut dapat terlihat dari pemakaian lift untuk menghubungkan antar lantai. Penghuni selain dengan tangga dapat naik menggunankan lift.

Suasana yang “hangat” di hunian ini juga dapat diperoleh dari pemilihan warna yang mengarah kepada warna- warna alam. Contohnya warna krem keemasan, gradasi cokelat yang mendominasi furnitur dengan bentuk modern serta sedikit sentuhan klasik dan warna-warna kontras yang diperoleh dari elemen interior sehingga berkesan tidak monoton. Furnitur yang didesain khusus ini banyak mengaplikasikan bentuk-bentuk modern yang simpel dengan beberapa sentuhan klasik. Hal ini yang antara lain terlihat pada bentuk kursi dan  beberapa elemen interior lainnya. Benda seni (artwork) dan elemen interior ikut menyemarakan ruangan di hunian ini dan merupakan aksentuasi yang menarik seperti yang dipasang pada salah satu dinding  di ruang menonton TV. Disini desainer sengaja menghadirkan kaca-kaca kecil yang dirangkai sehingga membentuk desain yang unik. Beberapa artwork lainnya pun dihadirkan yang disesuaikan dengan skala ruang dengan bentuk yang menarik.

Pembagian ruang demi ruang di hunian berlantai empat ini dibuat tegas. Ara basemen berfungsi sebagai ruang publik yang terdiri dari garasi, pantri, lobi, area servis dan game room yang terdapat di bagian paling belakang dan tersembunyi. Lantai dasar adalah area semipublik yang terdiri dari pantri, ruang makan , living room, ruang tamu dan beberapa ruang lain. Adapun lantai dua merupakan zona privat yaitu untuk kamar tidur anak dan ruang keluarga berkumpul. Lantai paling atas adalah zona top-private, zona sanctuary yang disebut penthouse. Satu lantai penuh dipakai untuk kamar tidur utama dengan berbagai fasilitas yang mewah.

1-2. Ruang tamu yang terasa nyaman

3  Ruang kerja didesain dengan sentuhan klasik. Hal ini terlihat dari model lengkung pada meja dan kursi meja

4  Ruang makan, pantri dan ruang keluarga menjadi satu area dengan pembagian zona yang tegas.

5 pernak-pernik interior yang terdapat di ruang menonton TV dengan paduan warna yang mencolok dari bantal dan tanaman hias membuat suasana lebih “segar”.

6 Ruang tanpa sekat ini membuat penghuni merasa nyaman dan lega, karena aplikasi jendela kaca yang besar sehingga sinar matahari masuk kedalam secara maksimal.

7 Pantri ini didesain simpel dan praktis dengan pemilihan warna off white sehingga berkesan clean.

8 Pilihan dan paduan warna sifa dan meja yang bergaya klasik sangat tepat dihadirkan di ruang keluarga sehingga susana disini lebih terasa “hangat”.

9 Aula yang terdapat di penthouse merupakan akses menuju ke kamar tidur utama.

10 Area kamar tidur utama berada di lantai paling atas (penthouse) yang sangat kental dengan sentuhan desain klasik modern.

11 Kamar tidur anak yang terdapat di lantai dua

12 Kamar mandi utama terdapat di dalam kamar tidur utama yang didesain dengan mewah sesuai dengan selera penghuni.

FORMASI KUBUS yang ANGGUN PERKANTORAN JAKARTA

Modern, efisien, elegan dan nyaman. Demikaian gambaran suasana kediaman sekaligus kantor yang berlokasi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara yang merupakan hasil karya tim arsitek Mozes Iwan Mulyawan dari Mozaic Architect.

BANGUNAN INI merupakan salah satu konsep desain rumah kantor (home office) yang isnpiratif, berlokasi di huk jalan dengan luas 335 m2. Kantor yang bergerak dalam bidang bisnis bahan bangunan ini berada di lantai dasar sedanngkan tempat tinggal dengan empat buah kamar tidur berada di lantai atas. Pada tahap awal, arsitek merancang bentuk massa bengunnan yang didominasi oleh kubus – kubus geometris denga komposisi saling maju mundur secara dinamis pada kedua sisi kaveling yang menghadap ke jalan. Entrance yang berada di tengah lantai satu dari fasad bangunan utama dipertegas dengan pencapaian melaui tangga dan kanopi di tengah bangunan. Adapun akses ke kantor yang berada di pojok latau dasar dari fasad bangunan samping sengaja disamarkan agar tidak mengganggu kegiatan di dalam hunian ataupun sekitarnya.

Kedua bidang fasad bangunan diolah dengan kombinasi dinding masif, jendela kaca dan tetris simpel serta bidang penyekat luar bangunan (secondary skin) dari batang aluminium menjadi aksen atraktif. Partisi transparan ini ditempatkan di muka jendela pantri dan modelnya didesain serupa dengan kanopi entrance sehingga sama-sama tampil menarik dan meliindungi ruang dalam dari teriknya sinar matahari. Sebagian besar dinding eksterior  diberi finishing cat khusus yang warna dan motifnya menyerupai permukaan tembaga sehingga menjadi daya tarik (point of interest) hunian. Bentuk bangunan yang geometris ini diimbangi oleh unsur natural seperti batu alam dan pepohonan di halaman serta diiringi oleh gemericik air dari kolam renang. Berbeda dari hunian umumnya, fasilitas untuk berenang ini berada di lantai satu, persis  diatas ruang kantor di lantai dasar, sehingga penghuni lebih leluasa berenang tanpa langsung terlihat oleh orang yang lewat di jalan. sebagian dinding luar ruang kantor sengaja ditutupi oleh tanah dan ditanammi oleh pepohonan sedangkan halamannya dipagari oleh turao batu alam, sehingga tampilan hunian berkesan lebih “bersahabat”.

Masuk ke dalam hunian, arsitek merancang susunan ruang/flow yang terbuka dan “mengalir” terutama di tempat berkumpul (living dan dining area) di lantai satu sehingga ruang interiornya terasa lapang serta kontinuitas visual antara area indoor  dan area outdoor menjadi maksimal. Foyer dan ruang tamu ditempatkan di muka dan disekat dengan deretan balok kayu yang transparan terhadap area dalam hunian sehingga privasi keluarga lebih terjaga. Beranjak ke tengah hunian, arsitek menata area menonton TV, area makan dan area tangga secara meyatu serta hanya dipisah dengan pintu kaca geser terhadap balkon dan kolam renang di samping hunian. Tangga yang didesain dengan model menyerupai huruf U ini dilengkapi oleh void setinggi dua lantai dan dihias dengan deratan balok kayu yang serupa dengan desain yang terletak di foyer sehingga tampil menarik. Arsitek juga merancang bukaan lebar pada setiap ruang termasuk daerah pojok hunian diatas area servis, agar dapat mengoptimalkan masuknya cahaya akami dan mengoptimalkan sirkulasi udara segara ke dalam ruang, sesuai dengan keinginan pemilik rumah.

Naik ke lantai atas, terdapat kamar tidur utama yang bersebelahan dengan kamar tidur anak. Setiap kamar tersebut dilengkapi oleh ruang kerja, walk in wardrobe dan kamar mandi dalam serta balkon yang memberi pemandangan ke arah kolam renang. Selain satu kamar tidur tamu yang lain di lantai dasar untuk fasilitas orang tua. Arsitek juga bereksplorasi dengan material dan ornamen dekoratif yang tidak mahal   tetapi tetap tampil unik dan mudah merawatnya seperti pemakaian homogenous tile sebagai penutup lantai ruang dalam dan parket katu laminating khusus untuk kamar tidur. Untuk pengisian ruang interior, pemilik rumah yang memilih furnitur dan aksesori yang clean look serta ditata minimalis sehingga tidak berkesan “sesak”. Warna-warni earth tones uang cenderung terang seperti gradasi cokelat, krem, putih tulang dipadu dengan material alami seperti katu dan bahan pelapis kulit sintetik sehingga ruangan tampil homey. Ornamen dekoratif built in seperti panel untuk kepala ranjang (bed head) dan meja nakas ataupun kabinet walk in closet dirancang dengan efisien dan estetik.

Tata cahaya(lighting) juga diolah agar dapat menyorot keindahan detail bangunan sepeti secondary skin dari bilah aluminium di luar kamar tidur sekaligus menciptakan suasana hunian yang “hidup”. Secara keseluruhan desain arsitektur dan desain interior hunian ini berhasil memenuhi kebutuhan dan mengekspresikan gaya hidup penghuninya.

Jadul Village Resort & Spa

UNGKAPAN di atas terwujud pada sebuah kompleks tempat tetirah  bernama Jadul Village Resort & Spa, yang berlokasi di Terusan Sesan Bajuri, kawasan Lembang Jawa Barat. Properti yang terdiri dari vila, restoran dan spa ini dikelilingi oleh perbukitan hijau yang segar dan udara yang sejuk. Konsep kompleks ini berawal dari keinginan pemilik properti untuk memanfaatkan koleksi barang antiknya mulai dari benda seni (artwork), dinding gebyok, kayu bekas bantalan rel kerata api sampai papan dan balok bekas kandang sapi. Beragam material ini di daur ulang dan dirancang kembali  menjagi rumah tradisional Jawa sekaligus menghadirkan kembali kemewahan zaman dulu yang dipadu dengan fasilitas modern dalam sebuah tempat tetirah ekslusif. Salah satu cluster vila yang tampil beda di kompleks ini ada vila tipe Limasan, terdiri dari tiga buah rumah beratap limasan yang ditata dengan posisi menyeruapai huruf U dan mengelilingi sebuah kolam bunga teratai.

Setiap rumah dapat diakses melalui jalan setapak yang dibuat seolah  – olah mengapung di atas kolam dan terdpat regol sebagai gerbang (lawang) menuju ke teras depan. Memasuki halaman vila, kita akan disambut oleh rimbunnya pepohonan di taman bergaya tropis. Tanaman air seperti papyrus daan tanaman berdaun lebar seperti pisang – pisangan sengaja di tata dihalaman sekaligus menjaga privasi penghuni vila. Taman yang dirancang oleh arsitek lanskap Reza Anwar dari Ateliier Lifesvape ini berhasil memberi pemandangan dan kesegaran khas alam pedesaan. Sosok bangunannya masih mengacu pada prinsip rumah tradisional khas Jawa tetapi beberapa bagian telah diubah sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masa kini. Contohnya dinding muka berupa gebyok berukir indah sedangkan teras depan atau emperannya kini dikelilingi oleh pagar kayu dan krepyak bambu.

Lantai teras dan ruang dalam vila dilapisi oleh ubin teraso warna hijau bermotif kawung dari batik klasik sedangkan furniturnya berupa kursi kayu dengan sandaran dan dudukan dari anyaman rotan khas zaman dulu. Beranjak ke dalam vila, kita akan menemuai ruang dalem omah yang simetris denga pintu masuk utama di tengah dan empat buah tiang struktural soko guru yang menopang atap serta ornamen dekoratif plafon yang lazim disebut tumpang sari. Dalam proses desainnya, beberapa prinsip rumah tradisional Jawa dimodifikasi diantaranya adalah susunan ruang dalam yang umumnya cenderung tertutup tetapi kini dibuat transparan tanpa banyak bidang penyekat.

Dulu, umumnya terdapat ruang senthong ditengah hunian yang berfungsi menyimpan hasil bumi tetapi kini ruangan tersebut dihilangkan dan diganti denga foyer yang menyatu dengan area duduk, area makan dan area meja kerja. Desain ini berhasil memberi kesan megah dan lapang cocok untuk liburan “berkelas”.

Modifikasi lain dalam desain rumah tradisional Jawa ini adalah tambahan (gandok) dua kamar tidur utama dan kamar tidur anak di bagian belakang vila. Seluruh area ini dipagari oleh dinding masif agar lebih aman. Perubahan lain adalah setiap kamar tidur dilengkapi oleh kamar mandi semi-outdoor yang terdiri dari area shower, bathtub dan wastafel bernuansa alami sehingga memberikan pengalaman unik saat berbilas. Perangkat modern seperti AC, TV kabel, minibar, dan kotak brankas semeakin menegaskan kesan modern di vila ini. Semua ruangan di vila ini juga dilengkapi oleh jendela kaca untuk memaksimalkan masuknya cahaya alami dan memaksimalkan sirkulasi udara segar sehinga ruang dalam lebih sehat serta pandangan terasa lebih leluasa. Material utama konstruksi vila adalah kayu jati yang berusia ratusan tahun. Kayu ini tetap dipertahankan keasliannya yang diperoleh dari bongkaran rumah tua di kampung di Jawa lalu dipindahkan dan memasangnya kembali ke lokasi vila.

Kayu jati tersebut dibersihkan, dipotong dan diberi finishing bahkan ada yang ditambahi warna atau diukir jika diperlukan sesuai dengan kebutuhan desain diantaranya panel berukir gebyok yang dipakai sebagai hiasan dinding ataupun kamar mandi. Upaya pelesatarian warisan tempo dulu juga dilakuakn dengan cara menghias ruangan dengan koleksi benda seni ataupun aksesori bergaya etnik. Contohnya fooyer diisi oleh sebuah meja bundar yang dihias dengan bunga potong segar, mainan congklak dan pipa tembakau antik sedangkan area menonton TV dihiasi dengan lampu gantung, patung katu dan kain vintage  pada tiang-tiang soko guru. Satu set peralatan memasak zaman dulu ditata di dekat wastafel area makan sedangkan kain tenun nan eksotik turut mempercantik kelambu dan bedcover di kamar tidur. Sebuah batu kali berukuran besar sengaja dibelah dan dikerok menjadi tempat berendam dan wastafek di kamar mandi sehingga penghuni vila merasa seperti “demang” kaya dari tanah Jawa.

Berbagai upaya dan pengolahan desain kreatif yang pada Jadul Village Resort & Spa ini diharapkan dapat menjadikan properti ini sebagai salah satu alternatif tujuan wisata di Lembang dan menambah pendapatan Jawa Barat di sektor pariwisata.

Menyatu dengan Alam Tropis Modern

MEMILIKI RUMAH tinggal bergaya modern dan “menyatu” dengan alam tropis merupakan impian masyarakat urban masa kini yang mendambakan suasana indoor–outdoor  pada lahan yang terbatas. Berbagai konsep desain arsitektur diolah untuk menciptakan konsep yang kreatif dan mengekspresikan gaya hidup pemilik rumah. Salah satu wujudnya adalah hunian karya arsitek Ronald Pallencaoe dan Erick Laurentius S. dari konsultan Pranala Architect yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Dalam diskusi awalnya, pemilik rumah merinci kebutuhan ruang yang cukup banyak diantarnya enam buah kamar tidur, fasilitas pendukung seperti ruang fitness  dan home theater. Di samping itu diinginkan tampak muka hunian yang elegan tetapi tidak menyolok sekaligus melindungi privasi pemilik rumah. Permintaan pemilik rumah yang paling penting adalah pengolahan ruang dalam yang berorientasi ke arah taman belakang yang mendominasi lahan dengan total luas 2000 m2.

Sebagai langkah pertama , arsitek mengolah lahan yang berbentuk seperti huruf L atau biasa disebut ngantong dengan cara membagi hunian menjadi tiga zona yaitu zona utama untuk ruangan bersifat publik, zona khusus untuk ruangan bersifat privat dan zona pendukung untuk area servis. Sebuah area transisi dari halaman depan menuju ke ruang dalam hunian dan kearah taman belakang diolah menjadi foyer sekaligus galeri pribadi pemilik rumag. Formasi massa bangunan dirancang menyerupai huruf L dan ditempatkan di tengah lahar agar area sekitar batas kaveling dapat diolah menjadi taman samping. Massa bangunan yang posisinya ditarik jauh dari jalan di muka hunian ini didominasi oleh komposisi kubus geometris yang “lugas” dan diatur saling maju-mundur secara dinamis. Sesuai dengan keinginan pemilik rumah, fasad hunian yang menghadap ke arah barat ini didominasi oleh dinding masif.

Desain ini dipertegas dengan kanopi besar yang menaungi carpot agar dapat meredam teriknya cahaya matahari sekaligus menegaskan “permainan” tiga dimensi nan atraktif. Sebagian dinding luar dicat warna putih agar berkesan ringan, simpel dan menonjilkan bentuk kotak yang “bersih”(clean look). Sebagian aksen, fasad hunian dilapisi oleh traveertine warna krem dan batu alam warna cokelat tua serta dikombinasikan dengan deretan kolom penopang teritis dan carport. Atap dipilih model pelana dengan bahan penutup dari metal tipis sedangkan pintu masuk utama dibubat dari kayu trembesi solid dan handel aluminium yang kontras dengan lantai berlapis batu granit bakar sehingga tampil antraktif. Untuk menicptakan pengalaman ruang unik, arsitek merancang susunan ruang yang unik. Pertamana ruangan penerima tamu di tata bukan di dalam tetapi bersebrangan dengan carport di halaman muka dengan dinding kaca lebar.

Memasuki pintu utama, kita langsung menemui foyer yang sisi kiri dan sisi kanannya diapit oleh pintu – pintu menuju ke dalam tetapi sisi belakangnya sengaja terbuka agar “membingkai” pemandangan/vista ke arah kolam ikan dan taman belakang. Ruangan yang berada di sisi barat foyer tersebut adalah ruang keluarga yang ditata menyatu dengan ruang makan dan pantri. Alur ruang (sequence) ditata efisien, terbuka, “ mengalir” dengan plafon tinggi dan berorientasi ke taman belakang sehingga memaksimalkan kontinuitas visual antara ruang dalan dan taman. Aplikasi pintu kaca lipat-geser antara ruang dalam dan teras serta kolam ikan mengoptimalkan masuknya cahaya alami dan menciptakan kesan ruang dalam yang “merangkul” ruang luar (indoor-outdoor). Ruang tempat keluarga berkumpul ini juga dihias dengan plafon berlapis kisi-kisi kayu jati dan di dekatnya terdapat deratan lubang angin untuk memaksimalkan sirkulasi udara segar.

Arsitek juga banyak mengekspos dan memadukan warna serta tekstur material pabrikasi dan material alami secara kontras seperti batu trabertine dan marmer serpegiante untuk pelapis lantai dinding dalam diimbangi oleh cermin pelapis pintu kabinet pantri. Di sisi timur foyer , terdapat bangunan dua lantai yang berisi kamar tidur orang tua dan kamar tidur utama di lantai dasar, tiga buah kamar tidur anak dilantai atas serta sebuah kamar tidur tamu  di dekat foyer. Semua kamar tidur, area tangga dan selasar dilengkapi oleh jendela ataupun [intu kaca lebar seperti pada ruang keluarga berkumpul. Dalam menata interior hunian, arsitek bersama dengan pemilik rumah berupaya menciptakan suasana yang nyaman yang mencerminkan gaya hidup berkelas. Prlafon, dinding, lantai ataupun furnitur diberi finishing dengan palet warna natural mulai dari putih gading, cokelat, hijau sampai hitam.

Motif dan tekstur dari berbagai material dipadukan lalu ditonjolkan secara estetik seperti coffe table dari kayu solid dikombinasikan dengan sofa berlapis kulit. Sebagian loose furniture dan semua built in di pesan khusus/costomized  dengan detail ornamen khas agar mencerminkan karakter personal pemilik rumah. Tata cahaya(lighting) juga diperhatikan supaya tercipta suasana “hidup” dalam ruangan seperti efek cahaya dari indirect lighting di plafon gantung dan lampu meja dengan bentuk unik. Aspek penting lainnya dalam desain rumah tinggal ini adalah desain lanskap yang memadukan tanaman tropis seperti pohon kurma, karet korea, tabebuaya, pakis dan buang anggrek dengan tanaman eksotik dalam pot seperti gelombang cinta. Selain mereduksi panas di dalam hunian dan silau cahaya matahari, komposisi tanaman di sepanjang batas belakang kaveling menyamarkan tampilan dinding serta menjadi pusat perhatian (eye catcher) dari dalam hunian.

Secara keseluruhan rancangan arsitektur, desain interior dan lanskap hunian ini berhasil mengakomodasi kebutuhan dan gaya hidup pemilik rumah.

 

Struktur Eksperimen Arsitek

Kemudian arsitek juga bereksperimen denga struktur yang mengekspos tiang dan balok baja profil di dinding belakang hunian serta menerapkan bidang kaca lebar untuk berbagai elemen mulai dari pagar balkon, jendela sampai kanopi. Konsep desain ini berhasil memaksimalkan sirkulasi udara segar dan memaksimalkan masuknya cahaya alami ke dalam hunian serta menghemat konsumsi energi listrik. Arsitek juga memasang lift berukuran kecil di dekat meja pantri yang memudahkan pemilik rumah untuk mengantar makanan ataupun mengantar piring dan gelas kotor dari ruang makan di lantai satu ke dapur kotor di lantai dasar. Detail arsitektur lain adalah pagar balkon yang dirancang “menembus” jendela kaca dan menerus ke pagar tangga. Ada pula detail berupa lubang udaara pada dinding kaca dekat plafon yang disekat oleh kawat ram.

Untuk susunan ruang dalam, arsitek menempatkan foyer, ruang tamu dan kamar tidur tamu di lantai satu sedangkan transisi menuju ke bagian tengah hunaian diolah berupa tangga yang tediri dari beberapa anak tangga. Di tengah hunian, disusun ruang menonton TV yang menyatu dengan ruang makan dan pantri tanpa dinding penyekat masif serta dilengkapi oleh musala dan kamar mandi di pojok hunian. Area yang menjadi tempat berkumpul keluarga ini bersisian dengan teras, kolam renang dan taman belakang serta hanya disekat dengan dinding kaca lebar sehingga memberikan kesan indoor – outdoor yang segar. Di dekat tanggam terdapat kamar tidur tamu lainnya. Naik ke lantai dua, terdapat dua buak kamar tidur anak dan kamar tidur utama yang masing – masing dilengkapi oleh area belajar serta kamar mandi dalam.

Alur ruang (sequence) ditata efisien, terbuka dan “mengalir”, berorientasi ke arah taman dan kolam renang di halaman belakang serta dilengkapi oleh pintu kaca geser. Material yang dipakai adalah yang mudah dirawat seperti marmer untuk penutup lantai dan parket kayu untuk anak tangga dan untuk lantai kamar – kamar tidur. Atap beton di atas teras belakang juga dirancang dengan bentuk melengkung dan diolah menjadi balkon dengan taman sehingga menjadi tempat favorit untuk bersantai. Untuk mendukung desain arsitektur, interior hunian didesain oleh Imelda – Beyond bersama dengan pemilik rumah. Contohnya sofa model huruf L dan satu set kursi makan berlapis kulit bertema warna hitam putih dipadu dengan coffe table serta meja makan dari kaca.

  1. Eksperimen dengan struktur berupa tiang dan balok baja profil yang diekspos di dinding belakang hunian serta aplikasi bidang kaca lebar untuk berbagai elemen hunian mulai dari pagar balkon, jendela sampai kanopi.
  2. Interior hunian diisi oleh furnitur dan aksesori yang simpel elegan bertema warna hitam putih seperti terlihat pada sofa, rak dan partisi built indi ruang menonton TV.
  3. Alur ruang (sequence) ditata terbuaka dan berorientasi ke arah taman dan kolam renang di halaman belakang.
  4. Diatas area tangga, pantri dan ruang makan, dibuat voidmenerus dan dilengkapi oleh selaras di lantai dua. Alur ruangnya (squence) ditata secara efisien, terbuka dan “mengalir” sehingga berkesan lapang.
  5. Detail pagar balkon dirancang “menembus” dinding kaca lebar dan menerus ke pagar tangga sehinga menegaskan ciri rancangan hunian yang up to date.
  6. Area yang merupakan tempat keluarga berkumpul ini bersisian dengan teras, kolam renang dan taman belakang serta hanya disekat dengan dinding kaca lebar sehingga memberikan kesan indoor – outdooryang segar.
  7. Sebagai aksen, beberapa bidang dinding di kamar tidur utama dilapisi dengan wallpaper bermotif unik dan berwarna merah sehingga menciptakan suasana Jendela kaca yang lebar memberi pemandangan ke arah skyline ibu kota.
  8. Desainer interior Imelda (kiri), arsitek Tan Bun Kheng dan pemilik rumah, Arif.

 

Furnitur built in seperti partisi dan kabinet berlapis HPL motif serat kayu di ruang menonton TV serta kabinet pantri berlapis duco warna hitam put ih turut melengkapi penataan desain interior. Sebagai aksen, desainer melapisi beberapa bidang dinding dengan wallpaper bermotif unik dan berwarna cerah terutama di kamar-kamar tidur yang diolah dengantema tertentu. Soft furnishing berupa gorden dan vitrage jendela, bedcover cantik serta foto-foto keluarga di dinding menambah nyaman hunian ini Tata cahaya (lighting ) juga menjadi perhatian arsitek dan desainer interior agar tercipta suasaba “hangat” dan efek “dramatis” terutama di malam hari seperti dengan memakai lampu jenis indirect lighting pada plafon gantung dan lampu meja dengan model mutakhir. Secara keseluruhan desain rumah tinggal ini Berhasil memberi kepuasandan kebanggaan baik oagi pemilik rumah, bagi arsitek maupun bagi desainer interiornya.

BEREKSPERIMEN DENGAN STRUKTUR dan RUANG

Keunikan hunian yang diliput ini terletak pada eksplorasi struktur bangunan dan material mutakhir dengn komposisi bentuk geometris simpel serta susunan ruang transparan sehingga memberikan kenyamanan sekaligus mengekspresikan karakter pemiliknya.

 

KONSEP KEDIAMAN KELUARGA Arif dan Henny ini berawal dari keinginan mereka untuk tinggal di hunian bergaya minimalis pada kaveling yang berlokasi di Kemanggisan, Jakarta Barat. Hal ini diwujudkan oleh pemilik rumah berupa tampilan hunian yang clean, aplikasi material modern seperti kaca dan baja serta ruang dalam yang berkesan luas dan menyatu dengan ruang luar. Oleh karena itu pemilik rumah memberi kebebasan kepada arsitek Tan Bun Kheng dari BK Architects untuk mengembangkan desain pada kaveling seluas 375 m2. Kontur lahan yang semakin tinggi dari jalan depan ke arah belakang dan wujud hunian sekitar kompleks yang sudah lama serta cenderung menonton, merupakan tantangan bagi arsitek untuk menghadirkan unsur “kejutan’ pada desain hunian tersebut.

 

ARSITEKTUR

  1. Wujud massa bangunan diolah berupa komposisi kubus geometris yang lugas, diatur saling maju mundur secara dinamis dan dinaungi oleh atap model pelana sehingga memberi kesan seperti rumah panggung modern.
  2. Etrance dilantai satu diolah dengan mengaplikasikan tangga dan kanopi berupa deretan kolom dekoratif dan kaca sehingga memberikan kesan atraktif kepada tamu yang datang.
  3. ruang tamu dengan plafon tinggi ini dilengkapi dengan rak built in yang memiliki dua muka sehingga tampil unik.

 

Pada tahap awal, arsitek memanfaatkan perbedaan tinggi tanah di muka lahan menjadi ruangan untuk garasi, area sevis dan ruang serbaguna di lantai dasar. Selanjutnya, massa bangunan dengan formasi menyerupai huruf L ini diolah berupa komposisi kubus geometris yang lugas dan diatur saling maju – mundur secara dinamis serta dinaungi oleh atap model pelana. Entrance  di lantai satu diolah dengan tangga dan kanopi berupa deretan koloom dekoratif dan kaca sehingga memberi kesan atraktif kepada tamu yang datang. Dinding muka hunian didominasi oleh jendela kaca lebar dan sebagian dinaungi oleh bidang penyekat luar (secondary skin) dari batang aluminium untuk meredam teriknya cahaya matahari. Desain ini berhasil menciptakan “permainan” tiga dimensi sekaligus menghasilkan bayang-bayang yang unik dari cahaya matahari.

Pengolahan detail arsitektur berupa kosen jendela kaca juga menegaskan ciri rancangan hunian yang up to date, sesuai dengan keinginan pemilik rumah. Dominasi warna putih pada cat dinding hunian diberi aksentuasi berupa batu alam pelapis pagar dan lanskap di halaman muka agara tidak berkesan “dingin atau kaku”. Memasuki ruang dalam hunian, arsitek berupaya memaksimalkan kontinutas visual antarruang ataupun antar ruang dalam dan ruang luar agar hunian berkesan lapang. Caranya, ia merancang plafon lantai satu dan lantai dua setinggi 4 meter serta setiap ruang dilengkapi oleh jendela kaca lebar tanpa kosen dari lantai sampai plafon. Diatas area tangga, pantri dan ruang makan, dibut void menerus dan dilengkapi oleh selasar di lantai dua.